Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 25. Gugatan untuk Yukia


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Aku--" Yukia tercekat, ia tak mampu membela dirinya lagi. Ketika Bagas melempar foto- foto dirinya dengan beberapa pria di luar negeri. Yukia, melihat bukti bagaimana gambar dirinya yang berganti pasangan sebulan sekali.


'Sial! Darimana Bagas mendapatkan bukti semua itu. Bagaimana dengan kebersamaan ku dan asisten Lou Han? Apakah Bagas juga tau? Aku tidak bisa mengiyakan, aku harus berkelit selincah belut.' Batin Yukia.


"Bagaimana hanya secarik kertas itu dapat merubah kepercayaan mu, sayang? Aku masih Yukia milikmu. Apa karena ini semua, sehingga kau berpaling dengan mendekati asisten barumu itu?" cecar Yukia bermaksud memutar balikkan fakta. Ia bersikap tenang seolah bukti yang terserak adalah hasil rekayasa.


"Aku bahkan mendapatkan bukti vidio. Ahli IT mengatakan jika itu asli dan bukan hasil rekayasa. Jadi, sebaiknya kamu jangan berkilah lagi!" peringat Bagas.


"Tidak mungkin itu semua benar. Aku di sana mengejar karirku. Kau jangan memutar balikkan fakta. Aku yang ingin menuntut mu saat ini!" hardik Yukia. Ia sengaja marah sebagai kamuflase keterkejutannya. Karena, Bagas telah mengetahui sebagian dari topengnya selama ini.


"Kau? Ingin menuntut ku?" Bagas tersenyum mengejek bahkan ia berdecih jijik ketika menatap wajah merana Yukia yang pastinya di buat-buat.


"Bahkan jika kau ingin kita bercerai, maka akan kami kabulkan saat ini juga. Asal kau tau, kaulah yang lebih dulu dan lebih lama mengkhianati. Silakan tuntut aku di pengadilan, karena semua tuntutan akan berbalik dengan senang hati kepadamu Yukia!" ucap Bagas tegas dan lugas. Ia mengatakan semua hal tanpa memberi Yukia kesempatan untuk membela diri.


"Bagaimana bisa tuntutan itu berbalik kepadaku. Kau tidak bisa memperlakukan ibu dari anakmu seperti ini!" pekik Yukia dengan protes tak terima.


"Kenapa tidak bisa? Sampai bukti-bukti itu hadir ke tanganku. Maka akan ku pastikan jika kau tidak pernah sekalipun dapat menemui Theo!" ancam Bagas.


"Bukti apa? Apa yang sedang kau bicarakan ini suamiku? Aku tidak mengerti," ucap Yukia berubah sedikit melembutkan suaranya. Ia yang sengaja pulang untuk menggugat Bagas, kini menjadi berputar haluan.

__ADS_1


'Aku tidak akan mendapatkan apa-apa jika berada di pihak tergugat dengan kesalahan fatal. Bagaimana pun akulah yang seharusnya teraniaya, bukan sebaliknya." Batin Yukia geram. Ia jadi menyesal karena pulang di waktu yang salah. Bahkan Yukia merelakan jadwalnya di undur hanya untuk memberikan gugatan pada Bagas. Ternyata jurus itu berbalik kepadanya.


"Masih lihai lidahmu memanggilku dengan sebutan itu!" sarkas Bagas. Setelah mendapat semua bukti rekaman dan juga foto kegilaan Yukia. Bagas naik pitam. Tanpa Yukia, ketahui sebuah gugatan untuknya tengah di proses. Apalagi jika bukti tentang Theo telah Bagas dapatkan. Maka ia pastikan jika Yukia akan menjadi mantan tanpa seperserpun uang darinya.


"Tentu saja sayang. Kau kan suamiku. Sampai kapanpun begitu, iya kan?" rayu Yukia yang kini berusaha duduk di atas pangkuan Bagas. Bahkan tangannya terulur hendak menggapai rahang kekar yang terlihat baru saja di cukur itu.


'Kita lihat sampai di mana kau mencoba merayuku Yukia. Aku tetap tidak akan bergeming dengan keputusanku. Kau yang tadi berapi-api bagai naga menjadi seperti anak kelinci sekarang.' Batin Bagas menertawakan sikap Yukia yang plin-plan. Yukia tau jika ia yang berstatus tergugat dengan kesalahan fatal maka, ia tidak akan mendapatkan harta gono-gini yang jumlahnya besar itu.


'Jangan sampai Bagas tau siapa Theo sebenarnya, bisa hancur rencana ku. Bahkan uang simpanan ku tidak akan cukup untuk biaya operasi plastik nanti. Aku harus kembali mendapatkan hati Bagas. Sebaiknya aku lupakan saja perselingkuhannya dengan asisten sialan itu. Biarlah aku yang akan memberi pelajaran padanya nanti.' Batin Yukia dengan segala rencana cadangannya.


Yukia kini telah berhasil duduk diatas paha Bagas. Ia mulai melancarkan aksi dalam menggoda suaminya. Sementara, Bagas siap melihat sampai dimana usaha licik Yukia. Ia sebenarnya pun sudah jijik kala mendapat sentuhan dari wanita yang sebenarnya ia cintai sepenuh hati. Sayangnya, Yukia ternyata berniat memperdaya untuk memperalatnya saja.


"Apa begini caramu merayu setiap lelaki di luar sana," sindir Bagas. Tersenyum miring merendahkan.


"Apa kau tidak sadar dengan protes mu itu, Yukia! Apa kau selama ini menanggapi apa yang ku lakukan padamu?" ujar Bagas seraya mendorong tubuh Yukia dari atas pangkuannya.


"Aku–aku selama ini menanggapi. Apa maksud perkataan mu Bagas?" tanya Yukia seolah tak mengerti. Ia berpura-pura bodoh akan apa yang pernah ia lakukan sebelumnya.


"Jangan berlagak bodoh Yukia. Cukup berpura-pura di hadapanku. Aku sudah mengetahui siapa kau yang sebenarnya. Sebaiknya kau lepas topeng mu ini!" ketus Bagas.


"Sebaiknya kau pergi, dan tunggu surat dari pengadilan." Bagas berkata dengan nada dingin dan datar.

__ADS_1


"Tidak! Apa yang kau katakan, sayang. Surat apa?" kaget Yukia, bahkan kini tersirat takut di dalam hatinya. Sebab, ini tidaklah sesuai dengan rencananya.


"Apalagi? Memangnya kau pikir apa yang akan di lakukan oleh seorang Presdir Vi-Gen, ketika ia mengetahui kebusukan sang istri di belakangnya selama bertahun-tahun?" tanya balik Bagas membuat Yukia bungkam dengan raga bergetar.


"Tidak Bagas, kau mana boleh begitu. Ingat bahwa aku adalah ibu dari Theo. Anak kita satu-satunya!" pekik Yukia. Ia mencengkram lengan Bagas kuat. Bagaimana pun ia harus membatalkan niat suaminya ini.


"Anak satu-satunya ya? Jika begitu, lalu kau anggap apa dirinya selama ini. Kau tau dia satu-satunya, tapi apa pernah kau memprioritaskan nya selama ini!" hardik Bagas seraya menghempas tangan Yukia darinya.


"Jangan berlindung di balik Theo lagi. Sampai aku menemukan bukti siapa anak itu sebenarnya!" tukas Bagas dengan telunjuk yang ditudingkan ke depan wajah Yukia. Membuat wanita itu seketika memucat dan gemetar.


______


"Alexa. Kau demam, sebaiknya tidak usah berangkat kerja dulu," ucap Mey-Mey memberi saran. Karena pagi ini Alexa terlihat lesu dan juga pucat.


"Tidak apa Mey. Aku tidak ingin membuat kesalahan yang akan menjadikan Bagas memojokkan ku. Lagipula, aku masih punya misi yang belum selesai. Kau tinggal saja di sini bersamaku. Ambil barang-barang mu dari kos, lali letakkan di kamar sebelah. Aku pergi dulu ya!" Setelah mengatakan kalimat tersebut Alexa pun berlalu keluar dari apartemen.


"Kau itu selalu baik padaku Lex. Bahkan dengan siapa pun. Tapi, kenapa nasibmu seperti ini. Semoga, kebahagiaan segera menghampirimu." Doa Mey-Mey tulus. Seraya menutup pintu apartemen. Ia pun mulai membersihkan meja makan tempat keduanya sarapan tadi. Meskipun akan ada tenaga pembersih apartemen yang akan datang setiap jam sembilan pagi hingga jam dua belas siang. Ia tak mungkin diam saja, maka Mey-Mey pun memutuskan untuk memasak makan siang. Lalu ia akan mengirimkannya melalui kurir, setelahnya ia akan kembali ke kos dan mengambil barang-barang pribadinya.


"Aku akan berada disisimu Lex. Aku akan menjagamu mulai saat ini. Aku khawatir jika kesehatan mu menurun. Karena kejadian bertubi-tubi yang kau alami." Mey-Mey bergumam kemudian menghela napasnya.


Taksi yang akan membawa Alexa ke perusahaan Vi -Gen Tech. Tiba-tiba di berhentikan oleh mobil sport berwarna merah.

__ADS_1


"Kenapa berhenti Pak?" heran Alexa, lima belas menit lagi ia terlambat. Ia tak mau jika keduluan Bagas lagi.


...Bersambung ...


__ADS_2