Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO. Bab 72. Terkuaknya Kisah Masa Lampau


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Wah, dari mana? Tumben sekali kalian pergi berduaan setelah sekian lama?" cecar Navier Bawazier. Kalian bisa menebak kan siapa beliau ini. Sosoknya begitu berwibawa, dengan perawakan tinggi dan tegap meskipun usianya sudah menginjak angka lima puluh sembilan tahun.


"Hai, Dad! Kebetulan, ada longgar hari ini," bohong Azriel. Padahal, ia meninggalkan beberapa rapat penting demi mengungkap kebenaran siapa Alexa. Kecurigaannya dan juga sang Mommy hanya mendarat pada satu orang. Siapa lagi kalau bukan sang Daddy. Pengusaha ternama di kota Alexandria ini. Salah satu kota terindah di negara Mesir ini.


"Kemarilah, my sweet heart. Aku merindukanmu seharian ini. Apa kau marah karena aku mematikan ponselku selama beberapa jam. Pesawat sempat turbulensi, sayang," terang Navier seraya menarik pinggang sang istri dan memeluknya. Pria paruh baya ini tak segan melakukannya dihadapan sang putra.


'Sampai kapan kau akan bersikap setenang ini, Vier? Bahkan, Ivanna menamakan anak itu sesuai dengan nama kota tempat tinggal kita selama ini. Apakah itu adalah salah satu jejaknya, yang ia tinggalkan untuk mu?' batin Sofie yang terpaksa menerima rangkulan dari suaminya itu.


"Kenapa sayang? Apa kau sedang merajuk? Bagaimana kalau kita bermain?" bisik Navier di telinga Sofie, membuat wanita cantik nan anggun itu sontak bergidik. Sofie mendadak jijik dan muak, ia pun mendorong keras bahu sang suami.

__ADS_1


"Sebaiknya, aku pulang," ucap Azriel. Ia merasa malam ini kedua orang tuanya akan perang dingin. Ia tak mau ikut campur sebelum bukti itu ada ditangannya. Seperti biasa, Azriel akan mencium punggung tangan Sofie juga sang Daddy, Navier. Kemudian mencium pipi, sang mommy seraya memberi sorotan mata penuh arti. Hanya mereka berdua yang tau arti dari tatapan itu.


Azriel pulang, meninggalkan pasangan suami istri lawas itu di mansion. Bukan tak mau menginap, meskipun itu bisa saja ia lakukan. Akan tetapi Azriel tak mau lagi tinggal seatap dengan orang tuanya semenjak ia memimpin perusahaannya sendiri.


"Baiklah, aku akan temani kau main malam ini," ucap Sofie dengan segala rencana yang telah ia susun dalam otaknya. Ia tidak boleh gegabah. Teringat pesan sang putra. Sofie, harus mengumpulkan bukti dulu.


"Nah, gitu dong senyum. Cuma ini yang bikin aku ingat pulang." Navier terus menggoda Sofie fan memberi kecupan di pelipis dan juga pipinya. Sambil keduanya terus berjalan menuju kamar mewah mereka. Navier, memang selalu romantis sejak pertama kali mereka menikah. Juga, memiliki gelora yang besar ketika bermain di atas tempat tidur. Sebab itu, Sofie selalu menjaga bobot tubuh serta kecantikannya.


Malam ini, mau tak mau Sofie melayani permainan suaminya hingga waktu hampir pagi. Pria itu meskipun usianya sudah tak lagi muda, Akan tetapi karena gaya hidupnya yang sehat, Navier memiliki stamina yang cukup besar dan kuat. Padahal dia sudah sibuk seharian di kantornya. Apalagi hari ini Navier bolak-balik ke luar negeri hanya dalam waktu seharian naik pesawat jet pribadi miliknya.


Ketika sang suami telah terlelap, Sofia mulai menjalankan aksinya. Ia menggunting sedikit rambut dari Navier, kemudian memasukkannya ke dalam kantong kecil. Setelahnya, Sofia menyimpan benda yang akan ia periksa dengan menyamakan sampel dari Alexa. Sofie memasukkannya ke dalam tas mahal bin branded miliknya. Besok dirinya akan bertemu kembali dengan sang putra Azriel.

__ADS_1


______


Selama menunggu hasil tes DNa, Sofie mengunjungi Alexa beberapa kali di rumah sakit. Hari ini, ia ada janji untuk datang ke apartemen demi membawakan kebab dan kari buatannya sendiri. Alexa selalu senang menyambut kedatangan Sofie. Ia menerima kebaikan dan perhatian tulis dari wanita paruh baya yang masih terlihat begitu cantik dan anggun.


"Mom, maaf ...," lirih Alexa. Ia sudah menyimpan pertanyaan ini selama beberapa hari di dalam hatinya saja.


"Kenapa, Lex? Apa ada yang menggangu pikiran dan perasaan mu?" tanya Sofie, khawatir. Kenapa ia begitu peduli dengan Alexa? Meskipun ia telah tau bahwa Alexa memang anak dari Ivanna dan kemungkinan besar Alexa adalah anak kandung suaminya. Sofie, merasa berhutang cukup besar pada Ivanna. Ia juga merasa bersalah, kenapa tidak mengerahkan orang untuk mencari Ivanna.


Kenapa ia termakan kata-kata suaminya, sehingga secara perlahan ia kecewa dan membenci Ivanna. Bukankah, Navier sangat jahat. Mungkin, jika semua bukti itu telah berada jelas di genggamnya tangannya. Sofie, akan membuat Navier menanggung semua dosanya di masa lampau.


"Bagaimana, Mommy bisa mengenal bunda Ivanna? Sebab, bunda tidak pernah menceritakan mommy," tanya Alexa yang benar-benar heran. Sambil mengunyah salad buah yang Sofie buatkan untuknya, Alexa terus menunggu jawaban dari Sofie.

__ADS_1


"Dulu, Ivanna adalah pengasuh Azriel." Sontak, Alexa menjatuhkan sendok yang berada dalam genggaman tangannya.


...Bersambung ...


__ADS_2