Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 27. Celaka Yang Berbalik


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Akh!"


BUGH!


Alexa mengarahkan kakinya ke depan, menendang tungkai Yukia. Tangannya boleh terkunci tapi kan kedua kakinya bebas bergerak. Maka itu bukanlah hal yang membuatnya pasrah saja menerima hal buruk yang akan menimpanya.


"Aww! Panas!" teriak Yukia ketika dirinya tak dapat menahan keseimbangan tubuhnya. Seketika cairan itu pun tumpah dan sebagian besar mengenai wajah hingga lehernya. Yukia yang terjatuh pun berguling-guling merasakan perih. Ia bahkan terlihat menutupi seluruh wajahnya dengan kedua tangan sambil berteriak.


"Ahh ...!" Alexa pun meringis. Merasakan panas pada salah satu tangannya. Karena cairan itu sedikit mengenai dirinya. Kedua pengawal pun panik, lalu mereka membopong Yukia ke mobil dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Yukia terus berteriak dan meronta merasakan panas di sekujur wajahnya. Akibat sebuah tendangan, cairan itu tak jadi mengenai wajah Alexa, dimana dialah yang Yukia incar sesungguhnya.


Terpaksa para pengawal suruhan Yukia itu melepaskan Alexa. Karena majikan mereka mengalami luka bakar patah di sekujur wajah dan juga lehernya. Alexa yang menahan pedih di tangan tak bisa membayangkan jika hal itu menimpa pada wajahnya juga. Ia pun bergidik, hingga tersirat rasa syukur karena ia cepat bertindak. Sebab Alexa telah mencurigai maksud Yukia semenjak wanita itu mengeluarkan botol berisi cairan kimia tersebut.


"Aku harus segera ke klinik terdekat. Rasa membakarnya menjalar sampai ke bahu. Entah bagaimana yang dirasakan oleh Yukia. Pasti dia sangat kesakitan. Kenapa ya, dia sampai merencanakan hal sekeji itu padaku? Seandainya dia tahu, aku sebenarnya hanyalah korban disini." Alexa meringis dalam gumaman kecilnya seraya berdiri di pinggir jalan demi memberhentikan taksi.


"Sebaiknya aku menelepon Bagas ketika sudah berada di klinik saja. Aku akan ijin datang terlambat. Sebab tidak mungkin jika aku tidak masuk kerja lagi hari ini." Alexa masih bermonolog sendiri. Sambil mengipasi luka di lengan kanannya itu.


Tak lama kemudian, sebuah mobil sedan metalik biru mentereng lewat di hadapannya. Kemudian mobil tersebut tiba-tiba berhenti tak jauh dari tempat Alexa berdiri. Alexa yang tak memperhatikan cuek saja. Ia tetap memfokuskan pandangannya ke ujung jalan mengawasi jika seandainya ada taksi yang lewat.

__ADS_1


Sedan biru tersebut mundur perlahan, membuat Alexa mau tak mau menoleh juga. Keningnya berkerut, mempertanyakan siapakah pengemudi dalam mobil tersebut. Kenapa ia berhenti di depannya.


Kaca jendela dari sedan itu pun turun perlahan. Menampilkan seulas senyum dari wajah pria tampan yang berada di depan kemudi.


______


"Kemana dia? Kenapa belum tiba di kantor? Apa keadaannya masih belum baik juga?" gumam Bagas bertanya-tanya. Ia pun duduk dalam singgasananya dengan gusar. Sudah dua hari asistennya itu tak nampak di hadapannya. Sebab memang Alexa sempat ijin semenjak kasus penculikan dirinya. Bahkan, pihak dari kepolisian sendiri yang mendatangi Bagas demi mengorek informasi.


"Aku harus menemuinya. Aku harus tau apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa pria itu yang tak lain adalah adik tirinya, bisa segila itu bermaksud melecehkannya. Polisi juga mencurigai bahwa Leo tidaklah bekerja sendirian. Karena, anak itu tidak mungkin memiliki akses untuk mengumpulkan orang dan melakukan penculikan hingga melakukan penyekapan pada Alexa, yang tempatnya jauh dari kota.


"Sebaiknya aku mendatangi lagi apartemennya." Bagas pun mengambil jas yang terlampir di kepala kursi. Tanpa sadar ia mulai menghawatirkan Alexa. Hingga ia tidak merasa tenang dalam menjalani hari-harinya. Baru saja jas itu terpasang membalut raga tegapnya, dimana tubuh atletisnya itu telah terbungkus lebih dulu dengan kemeja putih yang begitu pas melekat. Sampai otot bidang pada dadanya itu tercetak jelas.


"Apa! Di rumah sakit mana?" Kedua mata Bagas sukses membola di saat nomer yang menunjukkan nama Yukia mengatakan keadaan wanita itu yang membutuhkan persetujuannya. Sementara yang berbicara adalah pengawal dari wanita yang sebentar lagi akan menjadi mantan nya itu.


"Baiklah tunggu aku di sana." Akhirnya Bagas merubah haluan. Dimana tadinya ia akan mengunjugi apartemen Alexa, kini ia harus bertolak kerumah sakit karena Yukia membutuhkan tanda tangannya. Bagaimanapun Bagas masih berstatus suami. Jika bukan atas persetujuan darinya maka rumah sakit tidak akan mengambil tindakan apapun pada Yukia. Sementara, wanita itu harus secepatnya menjalani operasi luka bakar di wajahnya.


"Bagaimana, kondisinya Dok?" tanya Bagas sesampainya di depan ruangan Dokter yang ditunjuk untuk menangani istrinya.


"Istri anda mengalami luka bakar dari cairan kimia asam sulfat ( H2SO4 ). Atau biasa di sebut air keras. Luka tersebut hampir mengenai seluruh wajah dan sebagian lehernya. Bahkan kami sangat mengkhawatirkan pada bagian mata istri anda. Sebab, itu kami harus segera mengambil tindakan," jelas sang Dokter dengan tenang. Meskipun keadaan pasien cukup gawat.

__ADS_1


Bagaimana dengan Bagas? Pria itu tiba-tiba merasa sesak pada napasnya. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa Yukia mengalami hal seperti ini. Apakah ada orang yang berniat mencelakainya? Akan tetapi Bagas sadar, bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat baginya untuk bertanya-tanya. Ia harus segera menandatangani berkas persetujuan.


Tak lama, Yukia telah masuk ke dalam ruang operasi. Para pengawal Bagas tugaskan untuk tetap berjaga-jaga. Karena ia harus tetap menemui Alexa. Sebab hingga saat ini, asistennya itu tidak mengabarinya apapun.


Bagas mengeluarkan ponselnya, ternyata benda pipih tersebut tak sengaja dalam mode silent. Hingga beberapa panggilan dari Alexa tidak di ketahui nya.


"Halo, Alexa." Bagas pun memutuskan untuk menghubungi balik wanita yang belakangan ini selalu mampir ke dalam pikirannya.


"Katakan kau dimana!" seru Bagas khawatir. Ia pun segera berlari keluar dari rumah sakit. Ketika Alexa mengganti panggilannya menjadi Vidio call. Dimana hal itu menunjukkan lokasi Alexa berada saat ini.


Bagas segera memasuki kendaraan roda empatnya dan berniat meluncur ketempat dimana Alexa berada kini. Meninggalkan wanita yang masih sah berstatus istrinya sendiri tenaga tergeletak di ruang operasi.


Sementara itu di mansion keluarga Gustavano. Seorang anak kecil tiba-tiba menangis kencang. " Hei, Dino Kakek kenapa menangis?" tanya Anggara heran. Pasalnya tadi ia melihat cucunya ia sedang asik mewarnai tugas sekolahnya.


"Mommy ...!" jeritnya bersamaan dengan tangisan yang membuatnya tersedu dengan sangat menyedihkan.


"Kakek akan menelpon daddy-mu. Kau tenanglah," bujuk Anggara yang sontak mendapat gelengan dari Theo.


"T–Rex mau mommy, no daddy!" pekik bocah laki-laki berusia empat tahun itu dengan wajah basah yang penuh dengan linangan air mata.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2