Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 13. Leo Si Adik Tiri


__ADS_3

๐Ÿน๐Ÿน๐Ÿน๐Ÿน๐Ÿน


"Ternyata perusahaan tempat Kak Alexa bekerja sangat megah." Leo berdecak menatap bangunan di hadapannya. Pemuda yang baru saja lulus SMU itu menelisik akan apa yang kakak tirinya itu kerjakan di gedung ini.


"Kira-kira Kak Alexa kerja di bagian apa ya?" gumam Leo seraya melajukan motornya ke area parkir khusus kendaraan roda dua.


"Kalau saja aku tidak di pecat oleh kepsek sialan itu. Aku pasti tidak perlu mengemis pada kak Alexa. Ini semua demi membeli obat nenek yang sangat mahal." Leo masih terus bergumam. Pemuda bertubuh tinggi atletis itu terlihat tak sesuai dengan usianya. Ia nampak dewasa di balik usia remajanya.


"Permisi Nona-nona cantik." Leo menyapa dengan gaya sok akrabnya pada dua wanita resepsionis.


"Ada yang bisa kami bantu?" sahut salah satu resepsionis itu dengan sopan seraya memasang senyum ramahnya.


"Duh, mimpi apa ya saya semalam. Pagi-pagi udah dapet senyum semanis ini," goda Leo. Membuat senyum dari wanita tersebut semakin lebar. Bahkan kawan yang satunya ikut maju menghampiri keduanya.


"Mas ganteng mau cari siapa ya?" tanya salah satu resepsionis.


"Ekhm, saya ingin mencari wanita yang bernama Alexandria. Apa benar ia bekerja di sini? Kalau iya di bagian apa, tolong cari tau ya," ucap Leo dengan sekilas kerlingan nakal ya.


"Oke, tapi tuker pake nomer hape kamu ya infonya." Salah satu resepsionis yang terkenal genit melakukan penawaran pada Leo.


"Siap!" ujar Leo menaikkan jempolnya.


"Memang yang di cari itu siapa? Pacarnya ya?" tanya resepsionis itu.


"Kalau iya kenapa? Kalau bukan kenapa?" goda Leo lagi kali ini dengan menatap dalam pada wanita yang bertanya padanya.


"Kalau iya, maka saya sudah tidak memiliki kesempatan. Tapi, kalau bukan ... boleh dong masukkan saya dalam jajaran entry?" goda balik dari resepsionis itu. Sambil mencari nama Alexandria dalam komputer.


Bagaimana para wanita itu tidak menggoda, jika Leo sudah lebih dulu mengobral dirinya. Di tunjang oleh wajah yang tampan serta kepandaiannya mengeluarkan kata-kata manis merayu. Membuat ia dengan mudah mendapatkan wanita.


"Ada nih!" seru resepsionis tersebut.

__ADS_1


"Bagian apa? Office Girl atau staff administrasi?" cecar Leo, karena ia paham betul kalau sang kakak hanya memiliki ijasah SMU. Meskipun sempat kuliah tapi Alexa tidak dapat menyelesaikannya. Hanya sampai semester enam saja.


"Bukan. Karena Alexandria yang kau maksud adalah asisten dari CEO kami." Resepsionis itu menjelaskan kepada Leo dengan ekspresi wajah yang tegang. mereka masih mengingat kasus beberapa orang karyawan di dalam gedung ini yang dipecat secara tidak hormat oleh Bagas Gustavano, CEO mereka. Membuat keduanya seketika berpikir, ada hubungan apa pria di hadapan mereka ini dengan Alexa.


" Katakan padaku kalau Kak Alexa bekerja di lantai berapa?" tanya Leo dengan tak sabaran.


" Oh, jadi wanita itu adalah kakakmu." kedua resepsionis tersebut saling pandang dan kemudian tersenyum penuh arti.


" Iya, Alexandria adalah kakak tiriku. Aku ke sini ingin meminta uang padanya untuk pengobatan nenek kami, juga untuk biaya motorku yang harus diservis ke bengkel. Kalian Jangan berpikir macam-macam ya! Aku bukan laki-laki yang suka meminta-minta uang kepada perempuan. Aku melakukan ini semua karena baru saja dipecat dari pekerjaanku," tutur Leo jujur menceritakan apa yang terjadi padanya.


"Pantas nggak ya? Aku minta tolong pada Kak Alexa agar ia dapat memasukkan CV ku untuk melamar bekerja di sini?" gumam Leo pelan, tapi masih dapat didengar oleh kedua resepsionis tersebut.


" Iya coba saja, kami dengar ada beberapa lowongan di gedung ini," ucap salah satu wanita resepsionis itu antusias. Mungkin mereka akan lebih semangat lagi bekerja jika ada karyawan laki-laki yang menarik seperti Leo. Karena kebanyakan karyawan pria di gedung ini semuanya sibuk dan bersikap cuek.


Setelah mendapatkan informasi dari resepsionis tersebut. Leo pun segera berlalu menuju lantai di mana Alexa berada. Tak lupa ia meninggalkan nomor teleponnya di atas meja resepsionis. Bahkan salah satu resepsionis itu berjanji padanya, bahwa ia akan melunasi semua biaya perbaikan kendaraan roda duanya asalkan Leo mau menjadi pasangan di acara hajatan saudaranya.


" Iya kan saja lah, yang penting aku sudah tidak bingung lagi memikirkan biaya perbaikan motorku." Leo bergumam sembari menunggu pintu lift terbuka. Kedua sudut bibirnya melengkung ke atas menciptakan senyuman.


Sebelum menemui Alexa ternyata Leo dihadang oleh sekretaris dari Bagas. Sesuai dengan pesan Alexa bahwa tidak ada tamu yang boleh sembarangan masuk ke dalam ruangan Bagas sebelum melalui pemeriksaan darinya. Sementara Alexa tidak ada di ruangannya karena ia sedang keluar.


" Nona Masih lamakah saya menunggu Kak Alexa kembali?" tanya Leo yang sudah tidak sabaran.


" Tunggu saja. Saya juga tidak tahu kapan Nona Alexa akan kembali. Akan tetapi yang saya tahu, Nona Alexa sudah sejak tadi keluar dari ruangannya mungkin dia akan kembali beberapa waktu lagi," jelas sekretaris yang bernama Virni.


" Baiklah aku akan menunggu sebentar lagi." Leo pun Kembali ke tempat duduknya di sudut sebelah kanan. Di posisi ini ia pun dapat melihat jika memang Alexa telah kembali.


" Kok aku jadi deg-degan gini ya. Apakah karena sudah lama tidak bertemu dengan Kak Alexa. aku merindukannya dan perasaan yang kumiliki ini bukan antara adik dan kakak." Leo bergumam dengan lirih sembari merebahkan kepalanya di sandaran sofa. Baru saja ia hendak memejamkan kedua mata, sebuah suara yang dikenal akrab di telinganya terdengar memanggil.


" Leo, Hey Leo bangun!" Alexa yang sudah berdiri dekat Leo berusaha memanggil adik tirinya itu dengan kencang.


Leo terkesiap dengan panggilan tersebut, ia menyesali dirinya Karena bisa-bisanya ketiduran. Namun begitu dirinya lebih kaget lagi ketika sepasang matanya menangkap penampakan Alexa di hadapannya.

__ADS_1


"Iโ€“ini, Kak Alexa?" gagap Leo. Bahkan terlihat jika pemuda ini menampar-nampar pipinya sendiri.


" Aduh kenapa aku bisa-bisanya ketiduran, mana segala mimpi lagi. Kan aku melihat Jika Kak Alexa sangat cantik seperti bidadari." Leo bergumam tanpa disadarinya jika apa yang dilihatnya saat ini adalah nyata.


" Hey Leo! sejak dulu juga kakakmu ini kan sudah cantik. Kenapa sampai tidak mengenali begini sih?" Alexa terlihat mengerucutkan bibirnya kemudian ia menundukkan kepala memindai penampilannya dari ujung kaki. Memangnya apa yang ia kenakan hingga Leo sang adik tiri tidak mengenalinya kini? Begitu pikirnya.


" Wah ternyata kau benar Kak Alexa!" pekik Leo girang dan tak percaya. Kemudian pemuda bertubuh tinggi atletis ini menghambur untuk memeluk Alexa. Akan tetapi Alexa menahan dada bidang Leo menggunakan Kedua telapak tangannya. kemudian Alexa mendorongnya perlahan.


" Leo Jangan begini karena Kak Alexa sedang bekerja. sebaiknya kita berbicara di ruangan Kakak saja." Alexa pun mengucapkan terima kasih kepada Virni lalu mengajak Leo masuk dalam ruangannya.


Leo mengedarkan pandangannya demi mengagumi ruangan tempat Alexa bekerja.


" Kenapa kau bisa dipecat dari sekolahan itu? itu kan sekolah favorit dan bayarannya juga lumayan." tanya Alexa penuh selidik.


" Entahlah Kak. Aku tak tahu dari mana kepala sekolah mendapatkan bukti dan laporan jika aku telah melecehkan beberapa orang murid perempuan." Leo mengadu berharap mendapatkan dukungan. Akan tetapi Alexa tidak percaya begitu saja akan kata-katanya.


" Kakak akan menelepon ke sekolahan tersebut. Lalu ku minta bukti yang tadi kau katakan. Bagaimanapun aku harus melihat yang mata kepalaku sendiri. Setelah itu baru aku bisa memutuskan kau benar atau salah.


Sebaiknya kau tidak mengecewakanku Leo. Kau pasti tahu kan bagaimana pengorbananku selama ini untukmu. Tolong jangan sia-siakan itu!" pinta Alexa penuh harap.Leo hanya bisa tersenyum karena kini ia tengah mengagumi penampilan Alexa yang macam wanita kelas atas.


"Hei, ini kuberikan uang gunakanlah untuk segala keperluanmu dan juga nenek. sampaikan permintaan maaf dariku. Karena kakak tidak bisa pulang ke rumah sebelum kontrak pekerjaan Kakak selesai. Belilah ponsel dari uang itu, dengannya kau bisa menghubungi kakak lain waktu." Alexa pun segera mengajak Leo keluar.


" Terima kasih Kak Alexa. Aku tidak akan pernah melupakan pengorbanan mu. Aku berjanji lain kali aku akan menjadi laki-laki yang bisa kau andalkan." Leo pun segera melepas rangkulannya. Ia berlalu setelah sebelumnya mencuri kesempatan untuk mencium salah satu pipi Alexa.


๐˜“๐˜ฆ๐˜ฐ!


๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ.


๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต.


๐˜๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ.

__ADS_1


Bersambung.>>>


__ADS_2