Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 7. Pembalasan Dari Seorang OB.


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Permisi Tuan. Saya mau mengambil kotak bekal. Mau di cuci, sekalian saya mau bikin kopi di pantry." Alexa sengaja menatap wajah Bagas, memperhatikan garis kontur wajah sang CEO yang tengah fokus menatap layar laptopnya. Bagas tak menjawab sepatah kata pun. Namun, ia membiarkan Alexa menikmati wajah tampannya itu agak lama.


"Tidak perlu membuatkan ku kopi lagi. Kau juga jangan lagi membawakan ku makan siang." Bagas berkata tanpa menoleh sedikit pun ke arah Alexa. Kemudian, tangannya melambai sebagai sebuah kode bahwa Alexa harus keluar.


"Baik Tuan." Alexa pun keluar dengan berbagai pertanyaan yang bersarang di kepalanya. Karena ia tidak sempat bertanya secara langsung, Bagas sudah keburu mengusirnya.


Keesokan harinya.


"Antarkan klien kita sampai ke lobi. Juga, pesankan aku kopi." Setelah memberi perintah Bagas segera berbelok untuk menuju ruangan kerjanya. Alexa hanya sedikit menundukkan kepalanya. Meski tersimpan dalam benaknya yang tak habis pikir kenapa Bagas menolak kopi buatannya. Juga kenapa Bosnya itu menolak bekal kiriman darinya. Sementara makanan yang diambil dari restoran langganannya juga tidak disentuh sama sekali oleh Bagas.


Alexa membungkukkan sedikit tubuhnya. Klien yang berasal dari negara Itali tersebut berlalu dengan puas. Bahkan ia menawarkan pekerjaan untuk Alexa dengan gaji tiga kali lipat lebih besar. Seandainya, suatu saat Alexa telah bosan bekerja di perusahaan ini.


𝘓𝘶𝘮𝘢𝘺𝘢𝘯. 𝘚𝘦𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘤𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯. 𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘯𝘨𝘨𝘢𝘳𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘴𝘢𝘫𝘢.


"Tuan, saya sudah siap jika proposal buatan saya anda koreksi," ucap Alexa. Dengan tenang dan tanpa canggung ia duduk di hadapan Bagas sang CEO. Memang mereka akan membahas isi presentase meeting pada hari ini.


Namun entah mengapa, Bagas merasa gusar. Padahal hanya melihat Alexa duduk santai sambil menaikkan satu kakinya ke atas paha. Alexa juga memang mengenakan rok di atas lutut sehingga kaki jenjang putih mulusnya terekspos begitu rupa.


Biasanya, Bagas cuek saja. Meski tak sengaja melihat ia tak pernah ambil pusing. Ia pun tak pernah menghiraukan secantik apapun dandanan Alexa pada hari itu.


Lain dengan hari ini. Ia begitu tergoda untuk melirik asistennya itu. Apa lantaran semalam ia kecewa pada Yukia. Dimana istrinya itu mengatakan akan sampai dini hari tadi. Namun, ternyata kepulangannya diundur lagi. Bagas merasa menjadi pengemis cinta. Ia begitu merindukan kehangatan di atas ranjaangnya. Terutama belaian dari istrinya sendiri.

__ADS_1


𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘶 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘨𝘢𝘴.


𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘴.


𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘭𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢.


𝘐𝘯𝘨𝘢𝘵. 𝘒𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘠𝘶𝘬𝘪𝘢, 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶.


Bagas mengusap wajahnya perlahan. Ia pun kembali fokus dengan laptopnya.


𝘉𝘰𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘵𝘶 𝘦𝘴 𝘪𝘯𝘪 𝘺𝘢.


𝘒𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘴 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘦𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬 𝘯𝘢𝘮𝘱𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢.


𝘌𝘯𝘢𝘬, 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳.


𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘤𝘢𝘮 𝘪𝘯𝘪, 𝘱𝘢𝘯𝘢𝘴 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘮𝘱𝘦𝘬.


Batin Alexa menggerutu. Meskipun raut di wajah cantiknya nampak tenang dan tetap konsisten dengan keeleganan nya.


Di sela-sela rapat.


Seperti biasa. Bagas tidak akan mengomentari Alexa selepas presentasinya di depan klien mancanegara. Meski dalam hati terdalam pria itu terselip kekaguman luar biasa. Bagaimana tidak, jika ternyata Alexa dengan kepiawaiannya berbicara mampu menghipnotis para investor dari manca negara tersebut.

__ADS_1


"Wanita yang luar biasa."


"Anda sangat beruntung. Memiliki kaki-tangan yang cerdas sepertinya. Cantik pula."


Begitulah beberapa bagian kecil komentar dan pujian untuk Alexa yang di sampaikan padanya. Di jam istirahat ini para investor di jamu dengan baik. Sementara itu Bagas kembali keruangan nya.


Tak lama kemudian seorang OB mengantarkan kopi hitam pesanan Bagas dan juga teh hijau untuk Alexa. Bos-nya itu tak mau makan apapun. Ia hanya ingin kopi dan brownies.


"Cukup sampai di sini. Biarkan aku yang membawanya masuk," ucap Alexa mengambil alih nampan berisi cangkir minuman tersebut. Tanpa menaruh curiga sedikitpun pada OB yang tersenyum penuh arti tersebut.


𝘙𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯𝘬𝘶. 𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢𝘮𝘶, 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘬𝘶 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘤𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘢𝘬𝘴𝘢 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘨.


Beberapa saat yang lalu.


𝘚𝘦𝘳𝘣𝘶𝘬 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘭𝘶𝘴𝘪𝘯𝘢𝘴𝘪.


𝘐𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢.


𝘒𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢.


𝘈𝘭𝘦𝘹𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘮𝘢𝘭𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘪𝘯𝘷𝘦𝘴𝘵𝘰𝘳.


Laki-laki yang mengenakan seragam OB tersebut mengaduk teh hijau dengan senyum liciknya.

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2