
🏹🏹🏹🏹🏹
Mey-Mey terus mendaratkan sepatu hak tingginya berkali-kali kebahu Leo. Untung saja, ujung sepatu itu tidaklah lancip Seperti milik para model catwalk. Akan tetapi ujung sepatu milik Mey-Mey agak besar. Tapi mantap juga kalau kena pukul belakang kepala. Seperti yang Leo alami saat ini. Sebab, wanita bermata sipit yang tak lain adalah sahabat Alexa ini sangatlah membabi buta. Ia begitu marah tatkala kedua matanya melihat langsung kelakuan bejat dari adik tiri durjana itu.
Sontak Leo segera turun dari atas tubuh Alexa. Leo menengok kebelakang, kemudian mengeram seraya menajamkan tatapannya pada sosok wanita mungil yang telah memukulnya. Tak ada sedikitpun rasa takut, justru Mey-Mey menatap balik Leo dengan tak kalah tajam. Bahkan ...
BLETAK!
..."Sakit sialan!" Leo terhuyung karena lagi-lagi ia terkena pukulan keras dari sepatu yang di pegang di kedua tangan Mey-Mey. Leo menyentuh pelipisnya yang perih. Kemudian ia melihat jarinya yang mana terdapat bercak darah segar disana. Sementara Mey-Mey cukup puas dengan apa yang di dapat oleh Leo darinya....
"Kau. Jangan pikir aku terima kau perlakukan seperti ini. Mey!" hardik Leo yang kemudian maju sekaligus menjulurkan tangannya hendak meraih leher Mey-Mey.
"Hiah!" Mey-Mey memekik sambil menendang ke arah Leo. " Kau pikir aku terima akan perlakuan mu terhadap Alexa!" seru Mey-Mey kencang dengan tatapan berapi-api. Ia masih terus melayangkan sepatunya kedepan. Membuat Leo sedikit kelimpungan. Pasalnya, meskipun bertubuh mungil. Mey-Mey bisa sedikit ilmu bela diri. Sehingga pukulan dan serangan yang diarahkan kepada Leo cukup bertenaga.
..."Kau benar-benar menantang ku, hah!" Leo merangsek cepat menangkap tangan Mey-Mey yang kembali ingin memukul menggunakan sepatu....
GREP!
"Adik laknat! Lepaskan aku cepat!" teriak Mey-Mey ketika tangan Leo berhasil menjambak rambut sebahunya. Akan tetapi jambakan Leo justru semakin kuat. Hingga Mey-Mey merasakan perih di kulit kepalanya.
..."Berani kau cari mati. Kau akan menyesali hari ini!' Leo memindahkan tangannya dari rambut kini ke leher Mey-Mey. Membuat gadis mungil itu terbatuk-batuk dan kesulitan bernapas....
__ADS_1
"LEO!" teriak Alexa, seraya mendatangai keduanya. Bisa-bisa sahabatnya itu kehabisan napas. Jika ia diam saja.
"Lepaskan!" perintah Alexa yang hanya ditanggapi dengan cengiran meremehkan dari Leo.
BUGH! Alexa mendorong Leo dengan satu tangan sekuatnya, hingga adik tirinya itu melepaskan secara paksa cekikan nya di leher Mey-Mey.
..."Kalian benar-benar membuatku habis kesabaran. Dasar pelacuur tidak tau malu!"...
PLAKK!
"Kau yang tidak tau malu. Juga tidak tau diri! Dasar manusia sampah! Busuk!" maki Mey-Mey yang baru saja melayangkan tangannya hingga membuat Leo menengok secara paksa. Selagi Leo tak seimbang. Mey-Mey menendang perut Leo kencang. Hingga anak muda itu terjengkang lumayan keras.
"Sial!" umpat Leo. Ia mengusap cairan yang merembes keluar dari sudut bibirnya.
"Pergi Leo! Jangan kembali lagi kehadapan ku!" pekik Alexa di sela-sela isaknya. Sungguh sakit hatinya betapa besar kekecewaannya. Sebab mendapat perlakuan seperti ini dari keluarganya sendiri.
"Tidak Lex. Dia tidak boleh pergi sebelum mendengar semuanya!" Mey-Mey pun mengeluarkan ponselnya dan memperdengarkan sebuah rekaman pada Leo. "Dengar ini adik bangzaatt!" maki Mey-Mey, dengan raut wajah penuh amarah.
Kedua mata tegas Leo berputar kekanan dan kiri. Pikirannya seakan tengah menyambung benang yang putus. Berusaha menelaah apa yang sedang ia dengar. Jakunnya turun naik pertanda Leo tenaga kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri.
Dadanya mulai kembang kempis, dan seketika tatapannya beralih ke wajah Alexa. Tatapan yang tadinya nyalang dan penuh napsu kini berubah sendu penuh penyesalan." Jadi, papi menggadaikan rumah mami?" tanya Leo memastikan terlihat bahwa ia sangat syok dengan kenyataan yang ia terima.
__ADS_1
"Dasar bodoh! Papi mu itu gila judi! Seandainya bukan karena Alexa mengorbankan dirinya. Kau dan juga nenek mu sudah menjadi gelandangan sejak beberapa bulan yang lalu!" teriak Mey-Mey tepat di depan wajah Leo. Pemuda itu diam saja, bahkan ia terlihat menunduk dan memejamkan kedua matanya.
"Kurang apa Alexa padamu! Dia seharusnya masih kuliah denganku dan sedang mengurus skripsi sekarang! Tapi karena kau, karena membelamu. Kakak tiri mu ini, yang tidak ada hubungan darah dengan mu. Rela memupuskan segala mimpinya demi agar kau selesai sekolah dan menjadi instruktur karate yang hebat!" pekik Mey-Mey lagi. Bahkan ia sembari menangis membayangkan betapa terlukanya Alexa. Sementara Alexa, tak kuasa dan telah menjatuhkan raganya di atas sofa. Alexa menggigit bibirnya sendiri demi menahan isak-nya hingga sesak.
"Kau harus mempertanggungjawabkan perbuatan mu. Atau arwah mu tidak akan diterima langit dan bumi!" ancam Mey-Mey. Gadis mungil ini mengesampingkan rasa sakit di lehernya. Ia ingin menyelesaikan semua salah paham Leo pada kakak tirinya itu.
..."K–Kak ...," lirih Leo parau. Ia bahkan tidak berani menaikkan kepalanya untuk melihat keadaan Alexa yang telah dibuat hancur olehnya....
"Jangan panggil dia dengan sebutan Kakak! Aku sungguh tidak sudi mendengar itu keluar dari mulut mu! Apalagi, Alexa!" bentak Mey-Mey, demi sahabat dirinya menjadi sosok yang berani dan sangat garang.
..."Aku--" Leo tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Lehernya seakan tercekik. Napasnya tersengal-sengal macam baru marathon saja....
Leo yang segera bangun dan menghampiri Alexa, dimana sang kakak tiri baik hati itu duduk di sofa dekat jendela. Akan tetapi gerakan langkah kakinya seketika berhenti. Karena pandangannya menangkap sosok yang berwajib di lobi apartemen.
...Leo segera menaikkan kembali Hoodie-nya hingga menutupi sebagian kepalanya. Lalu ia mengenakan kembali maskernya. "Maaf ..." lirih Leo menatap dalam pada wajah basah Alexa dengan sorot mata penuh penyesalan. "Mereka tidak boleh menangkap ku!"...
"Hei mau kemana kau!" Mey-Mey berusaha menghentikan Leo yang berniat kabur dengan menarik ujung sweeter pemuda itu. Akan tetapi cekalannya langsung di tepis kuat oleh Leo.
"Lex. Aku tidak bisa menahannya. Dia kabur!" sesal Mey-Mey seraya menyatukan telapak tangannya dengan milik sahabatnya itu. Alexa yang sudah tidak menangis segera melihat ke lantai bawah dari jendela.
"Pantas saja dia pergi. Rupanya ...ada yang telah menghubungi pihak yang berwajib. Dan mereka semua ada disini. Tidak!" teriak Alexa ketika Leo di sambut depan lobi oleh yang berwajib. Perkelahian pun tak dapat terelakkan lagi.
__ADS_1
"Gawat Mey! Kita susul kebawah cepat!" ajak Alexa seraya menarik tangan Mey-Mey keluar dari kamar apartemennya.
...Bersambung...