Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO. Bab 64. Asisten Pribadi Azriel


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Maaf, Tuan." Sontak Virnie langsung menunduk. Konyol memang jika ia menyamakan apa yang Bagas alami dengan kejadian mengidamnya dulu.


"Kau ini aneh-aneh saja. Baru kali ini aku mendengar persepsi konyol keluar dari otak jenius mu itu, Vir." Bagas berkata sambil melewati sekretarisnya itu. Ia kembali menyandarkan tubuhnya pada dinding sambil sesekali memijat pelipisnya.


"Berikan aku air jahe itu lagi, Vir!" pinta Bagas. Sebab ia merasa mualnya agak reda ketika menyeruput minuman yang pedas manis menghangatkan itu.


"Apa, Tuan yakin. Ingin kembali ke ruang rapat?" tanya Virnie yang melihat wajah pucat bos-nya itu semakin membuat nya khawatir.


"Memangnya kau pikir aku bisa membatalkannya? Ini projek besar dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang akan membuat papa mengakui skill yang ku miliki. Ini tender bergengsi yang akan memperkuat dinasti Gustavano di dua negara itu," tutur Bagas berapi-api.


Virnie tak bisa berkata apa-apa lagi, ia mengekor Bagas yang keluar dari toilet dan kembali kedalam ruangan rapat untuk persentase.


"Maaf telah membuat kalian semua menunggu. Bagas menundukkan sedikit kepalanya tanda permintaan maaf. Membuat kedua orang Asia di hadapannya juga melakukan hal yang sama. Meskipun mereka sedikit kesal karena Bagas telah membuang waktu berharga mereka beberapa menit tadi.


Bagas pun membuka sesi presentasinya. Hingga, lagi-lagi ia merasakan mual sekaligus keadaan berputar di sekelilingnya. Padahal tidak ada gempa, tapi Bagas merasa pijakannya bergerak dan ia pun akhirnya limbung.

__ADS_1


"CEO jatuh!" teriak salah satu peserta rapat. Virnie yang tengah menatap laptop sebab ia yang bertugas tehadap isi presentasi tersebut. Segera berlari ke depan. Dimana Bagas kini telah terbujur lemah di atas lantai.


"Maaf, CEO kami sepertinya harus di larikan kerumah sakit. Ijinkan saya meneruskan presentasi beliau," ucap pria muda yang menjadi salah satu karyawan andalan pada divisi ini.


"Maaf, kami tidak ingin bekerja sama dengan pengusaha yang penyakitan. Tidak kompeten!" Klien atau calon partner asal Jepang dan Korea itu pun keluar dari ruang rapat di susul beberapa anak buah bawaan mereka. Tony tidak mampu menahannya, apalagi semua bahan presentasi hanya di kuasai oleh Bagas sendiri.


Braakkk!!


"Apa-apaan ini!" Anggara murka, mukanya mengeras dengan aura mau makan orang. Seakan-akan ia ingin melahap apa yang ada di hadapannya saat ini.


Kejadian Bagas di ruang rapat telah sampai ke telinganya. Anggara marah atas kegagalan yang terjadi. Tanpa bertanya ataupun khawatir atas apa yang terjadi pada putra satu-satunya. Justru yang paling pertama ia khawatirkan adalah kegagalan kontrak dengan kedua perusahaan bonafit di negara besar itu.


"Kenapa anak itu menjadi lemah. Sedangkan aku yang sudah tua saja saja belum pernah sakit hingga saat ini. Bagaimana bisa, dia yang semudah itu sudah begitu ringkih?" ucap Anggara angkuh. Memang benar sejak muda Anggara belum pernah mengalami yang namanya sakit parah. Pria itu paling hanya mengalami kelelahan dan juga pusing saja. Anggara selalu menyalahkan cara hidup Bagas yang tidaklah sehat dan disiplin seperti dirinya.


"Kenapa? Aku memiliki putra yang tidak bisa di atur! Sehingga keadaan tidak seperti apa yang seharusnya terjadi!" Anggara semakin marah kala asistennya menunjukkan tabel diagram saham perusahaan Vi-Gen Tech.


"Oh. Shitt!" Anggara keluar dari ruangan nya. Memasuki lift bersama dengan sang asisten. Memasuki mobil mewahnya yang meluncur cepat menuju rumah sakit.

__ADS_1


"Dok, sebenarnya apa yang terjadi pada bos saya? Kenapa gajalanya mirip sekali orang yang tengah mengidam? Tapi kan bos saya laki-laki, bagaimana dia bisa hamil?" cecar Virnie yang membuat dokter dan perawat di dalam ruangan itu tak kuasa menahan senyumnya.


"Begini, Nona. Penjelasannya. Memang semenjak dua kali pingsan dan masuk rumah sakit dalam keadaan dehidrasi serta tekanan darah yang tinggi. Kami sempat menyimpulkan penyakit yang lain, akan tetapi hasil cek darah mau pun organ dalam semua menunjukkan bahwa keadaan pasien tidaklah bermasalah sama sekali. Karena itulah, saya sebagai dokter pribadi tuan Bagas berinisiatif untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Nah, apa yang tengah pasien alami memang bukanlah sejenis penyakit. Akan tetapi sebuah sindrom yang berakibat atau berdasarkan dari perasaan yang begitu dekat dan pikiran yang tertuju pada satu titik fokus. Namanya, Couvage syndrome, atau hamil simpatik. Dimana itu bisa saja terjadi,jika perasaan terhadap pasangan sangatlah besar. Rasa khawatir yang berlebihan, bisa juga membuat keadaan sang istri yang hamil dan suami yang mengalami masa ngidam itu," tutur sang dokter menjelaskan panjang lebar. Hingga membuat mata dan mulut Virnie pun membuka dengan sama lebarnya.


' Tuan kan, tidak punya istri.'


Lain lagi dengan pria yang berada di depan pintu ruangan dokter pribadi Bagas ini. Rahang pria itu mengeras emang napas yang turun naik. Lantas ia memegangi dadanya yang tiba-tiba sesak. Kenyataan apa ini? Siapa wanita yang kemungkinan dihamili oleh Bagas? Begitulah yang kini berseliweran dalam pikiran Anggara Gustavano.


______


"Alexa, kau benar-benar sudah sehat?" tanya Azriel yang bertema dengan Alexa di lobi gedung pencakar langit milik keluarganya.


"Aku kan memang tidak sakit, Kak Az. Buktinya, aku baik-baik saja," jawab Alexa dengan senyum manis andalannya. Membuat Azriel pun segera membalas senyum itu dengan senyum yang sangat lebar hingga menampilkan sdikit gambaran gigi-giginya yang putih.


"Kau tau apa pekerjaanmu di sini?" tanya Azriel yang seketika membuat Alexa menggeleng. Ia lupa jika belum tau akan bekerja di bagian apa.


"Tentu saja, kau asisten pribadiku." Azriel tergelak saat Alexa menampilkan wajah polosnya. Mereka pun masuk ke dalam lift bersama.

__ADS_1


"Benar juga, memangnya apa lagi?" celetuk Alexa yang kembali membuat Azriel tergelak.


...Bersambung ...


__ADS_2