
🏹🏹🏹🏹🏹
Sebelum terbang ke Paris, Yukia menyempatkan diri untuk menemui sahabatnya, yaitu Mikita. Yukia menceritakan apa yang ia temukan dari suaminya. Yukia juga menunjukkan vidio yang menunjukkan bukti 𝘢𝘧𝘧𝘢𝘪𝘳 dari Bagas.
Sekilas kedua mata Mikita terbelalak tatkala dirinya mengenal gestur dari wanita yang ada dalam rekaman vidio tersebut. Dirinya semakin yakin karena telah melihat sendiri bagaimana penampilan wanita tersebut.
𝘒𝘶 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳, 𝘉𝘢𝘨𝘢𝘴 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢.
𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘪𝘮𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘳𝘶𝘯𝘵𝘶𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘶𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘪𝘶𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.
𝘓𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘨𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘴𝘰𝘯𝘢 𝘪𝘵𝘶.
𝘠𝘶𝘬𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩.
Mikita menyunggingkan seringai rencana liciknya. Tersembunyi, hingga Yukia tidak menyadari teman seperti apa yang ia dekati.
"Bantu aku mencari tau siapa wanita dalam vidio ini." Yukia pun meminta bantuan pada Mikita.
"Aku tau siapa dia." Mikita menaikkan salah satu sudut bibirnya. Ia senang akhirnya memiliki kesempatan untuk membalas kelakuan Alexa padanya.
𝘏𝘰𝘰𝘢𝘢𝘩𝘩 ...
𝘚𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 𝘥𝘶𝘢 𝘭𝘢𝘭𝘢𝘵 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘢𝘱𝘢𝘳.
Batin Mikita senang.
"Aku akan membantumu." Mikita merangkul lengan Yukia, lalu ia mengalihkan pandangannya seraya tersenyum penuh arti.
"Bagaimana kau bisa tau? Bahkan wajahnya saja sengaja dibuat samar? Jangan bercanda, Mi!" tukas Yukia sangsi.
__ADS_1
"Aku akan mendapatkan buktinya. Kau tunggu saja, dan tinggal terima beres. Tapi jangan lupa, seperti biasa ya!" Mikita memberi kode dengan menjentikkan jarinya.
"Aku akan mengirim berapapun yang kau minta. Asalkan wanita murahan yang telah menggoda suamiku itu hancur tanpa bekas!" geram Yukia disertai kilat amarah yang terpancar dari kedua matanya.
_______
"Pagi ini para karyawan perusahaan Vi-Gen mengadakan kasak-kusuk meresahkan. Setiap Alexa melewati kubikel karyawan divisi apapun, maka tatapan tajam serta sinislah yang akan ia dapatkan.
" Dasar penggoda ...."
"Tak disangka dan tak di kira."
"Ternyata, di balik gaya berkelasnya ada niat busuk."
"Mengambil kesempatan ketika bos kesepian."
"Padahal selama ini kita segan sama dia."
Itulah sebagian kasak-kusuk yang di dengar oleh Alexa. Membuat dirinya segera melintas dengan cepat.
Drttttt ...
Merasa ponsel di saku blazernya bergetar, Alexa segera mengambil benda pipih tersebut.
"Halo Mey."
𝘈𝘭, 𝘤𝘦𝘱𝘦𝘵 𝘥𝘦𝘩 𝘭𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘴𝘰𝘴𝘮𝘦𝘥 𝘪𝘨𝘦𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘶𝘸𝘪𝘵𝘦𝘳 𝘭𝘶. 𝘌𝘭𝘶 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘵𝘳𝘦𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘰𝘱𝘪𝘤 𝘣𝘦𝘣!
"Gue udah lama Mey, gak buka aplikasi sosial media. Emang ada apa sih?" heran Alexa seraya berbisik dengan ponsel yang ditempelkan di telinganya.
__ADS_1
𝘠𝘢𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨!
Setelah mendapat laporan dari sahabatnya. Alexa segera membuka aplikasi tersebut. Benar saja, namanya telah menjadi berita panas terkini.
Sebuah postingan dengan Hastag# Asisten itu merebut suami dan juga anakku.
Vidio berdurasi satu menit dua puluh detik itu. Berisikan cuplikan adegan ciuman antara dirinya dan Bagas. Di tambah dengan beberapa foto kebersamaan Bagas dengan anak dan istrinya.
Sontak, puluhan hujatan masuk ke beranda dan juga kolom komentar pada cuplikan vidio yang di unggah itu.
Puluhan komen berasal dari para karyawan perusahaan yang di pimpin oleh Bagas sebagai CEO-nya.
"Apa-apaan ini! Kenapa vidio itu bisa tersebar ke media. Tidak mungkin jika ini kelakuan dari Anggara. Ini pasti kerjaan Yukia." Alexa mengepalkan tangan seraya merapatkan gigi-giginya.
"Alexa!" teriak Bagas dari ruangan sebelah.
"Ada apa,Tuan. Kenapa anda berteriak?" bingung Alexa, karena tak seperti biasanya Bagas meneriaki namanya. Sementara ada alat penghubung d atas meja.
"Bagaimana, vidio ini bisa tersebar! Siapa pula yang merekamnya!" hardik Bagas seraya melempar ponsel ke hadapan Alexa.
"Saya juga baru melihatnya. Saya sendiri pun bingung dengan apa yang terjadi." Alexa sontak terduduk di kursi yang berada si depan meja.
"Perlahan media juga akan tahu jika kau adalah salah satu pegawai ku. Mereka pasti akan segera mencari tahu siapa pria yang berada di dalam video tersebut. Pada saat itulah nama baikku dan juga perusahaan terancam." Bagas mengusap wajahnya kasar.
"Ini semua kan salah anda!"
"Sebaiknya, anda mulai mencari tahu siapa yang selalu memata-matai anda setiap saat." Alexa mendengus. Mendapat kemarahan dan protes dari Bagas membuat perasaannya semakin memburuk.
Inilah konsekuensi dari misinya ini. Alexa harus menguatkan hati dengan kecaman dan cibiran yang ia terima dari masyarakat.
__ADS_1
Bersambung>>>