Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO. Bab 65. Theo Kangen Daddy


__ADS_3

"Tuan, anda belum boleh keluar dari rumah sakit!" Virnie secara refleks memekik ketika Bagas hendak turun dari hospital bed dan mencabut jarum infus yang tertancap pada punggung tangannya itu.


"Projek itu pasti gagal. Aku akan membujuk kedua pengusaha itu untuk kembali mendengarkan persentasi ku!" Bagas baru saja memijakkan kakinya pada lantai, akan tetapi raganya yang masih lemah kembali ambruk dengan tak elegan.


"Huft ..., kenapa aku menjadi lemah seperti ini. Pasti papa sangat kecewa padaku," lirih Bagas, yang pasrah lagi-lagi dibantu oleh Virnie untuk sekedar bangun. Ada untungnya memiliki sekretaris wanita yang bertubuh gardam bukan? Virnie yang usianya lebih tua dua tahun dari Bagas, memandang wajah lesu bos-nya itu dengan tatapan memelas. Ia tengah berpikir, apakah nona Alexa yang saat ini tengah mengandung anak dari Bagas? Lalu, dimana dia?


"Saya akan memanggil, perawat untuk memasang infusnya lagi, Tuan. Tunggu sebentar!" ucap Virnie. Baru saja hendak melangkah suara bariton Bagas menghentikan gerakan kakinya.


"Kalau kau di sini, siapa yang bertugas mengurus kantor?" tanya Bagas heran.


"Semua telah di urus oleh Presdir, Tuan. Saya yang meminta agar menemani anda saja di sini. Karena Presdir ingin mengirim beberapa pengawal. Tapi saya tau, Tuan tidak akan nyaman dengan mereka. Juga perawat di sini," jelas Virnie.


"Hemmm." Bagas hanya menjawab penuturan sekretarisnya itu dengan sebuah deheman. Membuat, Virnie menggeleng dengan senyum tipis. Ia yakin, jika keputusannya adalah tepat. Bos-nya ini tidak mudah untuk di dekati apalagi di urus oleh orang lain. Bahkan, Virnie berinisiatif untuk menghubungi nomer ponsel Alexa yang tercatat pada data-data karyawan di perusahaan. Akan tetapi hasilnya, nihil. Nomer itu tetap tidak aktif, meskipun telah berulang kali Virnie coba menghubungi.


"Aneh, kenapa nona Alexa tiba-tiba menghilang bak di telan bumi?" gumam Virnie sambil berjalan di lobi mencari suster jaga.

__ADS_1


Sementara itu.


"Apa kalian telah menemukan jejaknya?" tanya Anggara pada anak buah yang ia kirim untuk melacak keberadaan Alexa. Ia tau jika wanita itu telah membawa Theo. Tadinya ia masa bodoh. Tapi, kini Bagas mengalami kehamilan simpatik. Ia menduga jika Alexa kini tengah mengandung keturunan asli Gustavano. Anggara seketika berubah pikiran. Ia akan menekan Alexa untuk melahirkan putra Bagas dan menyerahkan padanya. Cucu asli ini, adalah miliknya.


"Setelah itu, aku akan mengusirnya jauh-jauh. Bagas tidak perlu lagi menikah selamanya. Cukup satu penerus yang akan membaut klan Gustavano tetap kuat dan eksis. Aku tidak butuh, menantu yang tidak jelas asal usulnya itu." Anggara menyeringai di balik setiap rencana yang telah Ia susun rapi dalam otaknya yang licik. Pikirnya, ia tinggal memberikan uang yang banyak sebagai penebus harga sang cucu calon pewaris. Sungguh pikiran yang dangkal untuk orang pintar. Susah payah ia mendidik dan memanjakan Theo yang tenyata bukanlah darah daging keturunan Gustavano. Sungguh ia telah membuang waktu dan energinya.


"Jika aku tau sejak awal, tidak akan kubesarkan dalam lingkungan mewah ku. Menyekolahkannya, memberikannya fasilitas. Cih, ternyata hanya anak dari seorang musuh yang pengecut." Anggara masih saja mengungkit akan kebenaran status Theo yang bukanlah cucu kandungnya. Pria paruh baya yang masih nampak gagah ini memang begitu menyayangi dan memanjakan Theo. Bahkan Anggara telah menyiapkan susunan rencana untuk pewaris dan penerus Gustavano itu. Setelah kenyataan yang hadir di depan matanya. Sontak semua rencana dan mimpinya ambyar seketika.


"Sepertinya, tuan muda juga memiliki tim investigasi untuk mencari Alexa, Tuan!" lapor anak buah Anggara lagi.


"Kalau begitu, pantau! Jika mereka lebih dulu menemukan target, kalianlah yang harus lebih dulu membawanya padaku!" titah Anggara. Aura diktatornya membuat para anak buah menunduk paruh secara serentak.


______


"Baik, Tuan. Anda jangan berpikir terlalu keras. Ingat kesehatan anda. Saya akan menghubungi, Tony sekarang." Virnie segera mengeluarkan ponselnya. Ia semakin khawatir akan keadaan Bagas.

__ADS_1


______


"Aunty, Mey. Kapan Aunty cantik pulang?" tanya Theo yang membuat Mey-Mey menatap balita itu dan mengusap kepalanya. Ia letakan dulu pisau yang digunakan untuk merajang sayuran.


"Aunty cantik akan pulang jam 4 sore nanti. Masih beberapa jam lagi. Memang kenapa sayang? Theo rindu ya?" tanya Mey-Mey dengan seulas senyum.


"Theo ... tiba-tiba kangen Daddy," lirihnya yang seperti tengah menahan tangis.


Mey-Mey tidak tau harus menjawab apa, ia hanya bisa menarik tubuh Theo untuk membawa ke dalam pelukannya.


_____


"Kau harus banyak makan ikan laut. Ini bagus di trisemester kehamilan mu. Karena pembentukan janin itu di mulai dari otaknya," jelas Azriel yang seperti dokter kandungan saja. Membuat Alexa tak dapat menahan rona bahagia di wajahnya. Ia seperti memiliki seorang kakak laki-laki yang kini tengah menjaganya.


"Terimakasih, Kak."

__ADS_1


Azriel pun menghela napas acap-kali Alexa memanggilnya dengan senyum polos seperti itu.


...Bersambung ...


__ADS_2