Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 16. Rencana Leo


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Halo Kak. Bisa aku menemui mu hari ini?"


𝘔𝘢𝘢𝘧, 𝘓𝘦. 𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨. 𝘒𝘢𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘷𝘪𝘳𝘢𝘭?


"Bukan hanya aku, tapi nenek juga."


𝘖𝘩, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬.


𝘔𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶, 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 ... 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘱𝘢𝘩𝘢𝘮𝘢𝘯.


"Nenek semakin parah sakitnya. Semua tetangga membicarakan mu. Tidak ada sekolah yang mau menerimaku. Berdagang pun aku tak laku. Mereka mengkaitkan berita tentangmu dan juga kasus yang membuat sekolah elit itu memecat ku. Mereka sudah memberi cap bahwa kita adalah keluarga kotor yang brengsekk. Asal kau tau Kak. Kasus di sekolah bukan kesalahanku sepenuhnya. Gadis itu menjebak ku karena aku menolaknya." Leo bertutur dengan menggebu diiringi dengan deru napas yang memburu.


𝘔𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯, 𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 ... 𝘓𝘦𝘰.


𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘬𝘦𝘯𝘥𝘢𝘭𝘪𝘬𝘶.


𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘪𝘮𝘣𝘢𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘯𝘦𝘯𝘦𝘬 𝘱𝘪𝘭𝘶.


𝘚𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬.


"Aku ingin bertemu denganmu Kak. Ku mohon," ucap Leo lirih.


𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘓𝘦𝘰.


𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘪𝘮𝘶.


𝘈𝘱𝘢𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘪𝘵𝘶𝘢𝘴𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘳𝘪𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪.


𝘒𝘢𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥𝘬𝘶.


"Apa ini hanya sekedar alasanmu Kak. Halo! Alexa!" Leo berteriak pada layar ponselnya. Karena tak ada lagi sahutan dari kakak tirinya itu.


"Sialan kau Alexa. Aku menghargai mu sejak dulu. Aku menjaga perasaan ini dan berjuang menunggu waktu yang tepat. Tapi lihatlah apa yang kau lakukan. Kau mencoreng nama keluarga kita. Kau telah merusak penilaian ku padamu." Leo menggeram seraya mengeratkan gigi-giginya.


"Alexandria ...," lirih nenek Lilu memanggil cucu perempuannya.


"Oh Tidak! Nek, suhu tubuhmu sangatlah tinggi. Nek, dengarkan Leo ya. Jangan pikirkan Kak Alexa lagi. Nanti Leo akan menemuinya untuk menanyakan kebenaran itu semua," ucap Leo berusaha membujuk sang nenek.


Tangannya cekatan memeras kain kompresan kemudian meletakkannya di dahi keriput Lilu. Leo mengambil mangkuk berisi bubur bayi dan mulai menyodorkannya ke depan bibir nek Lilu.


"Mau di suapi Alexa ...," pinta nek Lilu dengan suara lemahnya.


"Sama Leo saja ya. Kak Alexa kan tidak ada di sini," bujuknya.

__ADS_1


"Tidak mau makan." Nek Lilu mendorong mangkuk yang di pegang oleh Leo. Hingga isi makanannya jatuh dan tumpah di atas seprai.


"Nenek!" hardik Leo sambil mengibas celananya yang juga terkena tumpahan bubur.


"Percuma aku mengurus mu, jika yang terus kau cari adalah kak Alexa!" pekik Leo kesal. Karena merasa perlakuannya tak di anggap oleh sang nenek.


Mendapati kemarahan dari cucunya, Lilu yang sudah sangat tua hanya bisa menangis dan semakin merajuk. Ia tak mengerti kenapa Leo berteriak padanya. Ia juga tak mengerti kenapa Alexa tak dapat ia jumpai sesuka hatinya.


𝘒𝘢𝘬 𝘈𝘭𝘦𝘹𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘪𝘮𝘶, 𝘴𝘪𝘢𝘱 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬.


𝘈𝘬𝘶, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘣𝘶𝘢𝘵-𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘪𝘵𝘶.


Alex menyatukan kepalan tangannya. Kemudian ia keluar dari kamar sang nenek. Menyambar jaket, helm dan juga kunci motornya yang menggantung.


Leo melaju keluar dari pemukiman rumah dengan membawa sebuah rencana dalam otaknya.


________


"Aku ingin bertemu kakakku. Bisakah kalian menghubunginya?" pinta Leo ramah pada dua resepsionis yang telah menjadi kawan di grup chatnya itu.


Kedua resepsionis itu saling pandang lalu menampilkan senyum remeh mereka.


"Pantas aja sih klo kakaknya itu penggoda. Adiknya aja player," sindir salah satu resepsionis.


" Jangan-jangan emang udah bakat alami dari keturunan," celetuk asal dari penjaga resepsionis yang lain.


"Jangan asal bicara kalian!" hardik Leo marah. Ia bahkan menggebrak meja resepsionis dengan keras. Membuat dua wanita itu menjengit kaget seraya memegangi dada mereka yang berdegup kencang.


Ternyata, Leo tetap memaksa untuk menemui Alexa hingga dengan terpaksa dua orang penjaga keamanan menariknya secara paksa keluar gedung.


BRUGH!


Leo di dorong keluar hingga terjengkang dan bokongnya pun mencium lantai marmer dengan sangat tak elegan.


"Sialan lu berdua! Baru sekuriti aja udah belagu!" pekik Leo seraya mengarahkan sebuah pukulan ke salah satu penjaga berseragam biru dongker tersebut.


Tak tinggal diam, dua orang sekuriti tersebut pun meladeni Leo. Hingga, perkelahian pun tak dapat di hindari dari mereka bertiga.


Sementara itu di lantai teratas gedung perusahaan Vi-Gen Tech. Tepatnya di ruangan seorang presdir atau CEO yang bernama Bagas Gustavano. Nampak ia dan Alexa asistennya tengah membicarakan isi konferensi pers dengan dewan direksi.


𝘚𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘥𝘪𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘪𝘯𝘪.


𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘈𝘯𝘨𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘴𝘶𝘴 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘳𝘶𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘣𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘪𝘮𝘣𝘢𝘴𝘯𝘺𝘢?


𝘏𝘢𝘪𝘩𝘩, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘶𝘮 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘪𝘯𝘪.

__ADS_1


Alexa terlihat memijat pelipisnya. Ia pusing menjalani peran yang tak pernah ia sangka akan di alami di hidup sederhananya ini. Ia tak pernah bermimpi akan berurusan dengan orang-orang yang berada di tingkat atas.


Tiba-tiba Virni sektetaris Bagas masuk ke dalam ruangan.


"Maaf, jika saya menganggu. Tuan. Akan tetapi di lobby tengah terjadi kericuhan. Karena adik laki-laki dari Nona Alexa memaksa untuk naik ke atas. Sehingga para penjaga mengusirnya keluar. Namun hal itu memicu perkelahian di antara ketiganya," ucap Virni melapor dengan ekspresi panik, ia melirik sekilas ke arah Alexa merasa tak enak karena telah mengabarkan hal ini.


"Apa-apaan anak itu!" geram Alexa pelan, tapi masih dapat di dengar dengan jelas oleh Bagas.


Setelah Virni keluar, Alexa pun hendak ikut mengekori. " Mau kemana kau!" panggil Bagas dengan suara baritonnya. Membuat langkah kaki Alexa terhenti seketika.


" Tentu saja ingin menemui adik saya, Tuan. Saya harus menghentikan perkelahian itu," jawab Alexa jengah. Kenapa pula harus nanya, bos nya ini memang aneh.


" jangan bohong padaku, dan katakan yang sebenarnya!" sarkas Bagas yang tahu-tahu sudah berada di dekat Alexa kemudian mencekal sebelah tangannya.


" Apa maksud Anda tuan? berbohong seperti apa?" heran Alexa merasa bingung, dengan pertanyaan ambigu yang dilontarkan oleh Bagas.


"Bahwa laki-laki itu sebenarnya bukan adikmu. Akan tetapi dia adalah kekasihmu!" ucap Bagas penuh penekanan dengan sorot matanya yang tajam menatap lekat pada Alexa.


" Kenapa Anda bisa berpikir seperti itu? tapi terserah saja saya tidak peduli dengan pemikiran Anda." Alexa menepis kencang tangan Bagas. Ketika ia hendak berlalu keluar Bagas justru mendorong tubuhnya hingga menabrak pintu.


"Mana ada seorang adik yang menatap kakaknya dengan pandangan sedalam itu. Ia bahkan merangkul dan juga mencium pipimu layaknya perlakuan kepada kekasihnya yang lama tak bertemu. Aku tidak buta Alexa kau tidak bisa membohongiku!" sarkas Bagas semakin menambah tekanan pada bahu Alexa.


Terdengar napasnya yang juga memburu entah karena kesal lantaran cemburu atau karena takut kasusnya bertambah pelik. Pastinya, dalam hati Bagas sungguh tak rela jika Alexa menemui pria yang sedang membuat kekacauan di bawah.


" Kalau seandainya iya, lalu apa hubungannya dengan anda? Kenapa marah dan melarang saya menemuinya!" pekik Alexa karena kesal.


" Dasar wanita bodoh! Apakah kau tidak sadar posisimu saat ini seperti apa? Kenapa kau malah nekat untuk menemuinya! Berpikirlah dengan benar jangan memperkeruh keadaan!" tukas Bagas menegaskan posisi Alexa saat ini.


Namun, kedekatan posisi antar keduanya saat ini. Dimana Bagas tanpa sadar telah menekan tubuh Alexa hingga jarak diantara keduanya berjarak tipis. Entah dirasuki oleh apa, kedua mata Bagas justru menatap bibir penuh Alexa yang merona alami itu. Ia kembali teringat akan rasa manisnya. Hingga tanpa sadar, Bagas memajukan wajahnya.


𝘉𝘢𝘨𝘢𝘴 𝘣𝘳𝘦𝘯𝘨𝘴𝘦𝘦𝘬!


𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯!


Alexa hanya bisa mengumpat dalam hati karena bibirnya telah dikuasai oleh Bagas.


Di bawah, keadaan Leo tak jauh lebih baik. Karena dua orang penjaga itu memanggil kawan-kawannya. Hingga Leo, mengalami luka-luka cukup banyak di sekujur tubuhnya.


𝘚𝘪𝘢𝘭!


______


"Kumpulin pasukan di markas. Gua ada kerjaan buat kalian." Leo kembali memasukkan ponselnya ke saku jaket. Ia pun mengendari motornya dengan kencang dan ugal-ugalan demi meluapkan segala emosinya.


𝘈𝘸𝘢𝘴 𝘢𝘫𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘈𝘭𝘦𝘹𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘺𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢.

__ADS_1


𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶.


Bersambung>>>


__ADS_2