Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO. Bab 68. Alexa Butuh Transfusi Darah


__ADS_3

๐Ÿน๐Ÿน๐Ÿน๐Ÿน๐Ÿน


Satu bulan berlalu, Alexa masih dalam keadaan yang terus dipantau oleh seorang perawat pribadi. Sudah sejak sebulan yang lalu, Alexa memohon kepada Mey-Mey dan juga Azriel. Satu permohonan, hanya agar ia diijinkan untuk memasak. Alexa, yang memang hobi di dapur untuk mengolah apa saja itu sudah rindu. Ia juga bosan hanya bisa berada di dalam kamar saja. Makan, tidur, nonton tivi, baca buku dan bercanda sesekali dengan Theo. Semua ia lakukan di dalam kamar. Semua di awasi oleh perawat yang Azriel tugaskan untuk merawat serta menjaganya. Termasuk pola makan dan istirahat yang teratur dan sehat bagi Alexa.


Semua hal itu membuatnya kesal dan merasa tidak bebas. Alexa jenuh, dan ia merasa hari ini keadaannya sudah baik-baik saja. " Aku akan membuat makanan kesukaan Theo. Nugget ayam berbentuk dinosaurus. Theo pasti suka. Hari ini kan, bertepatan dengan ulang tahunnya. Mumpung, Mey-Mey tengah membawanya pergi. Aku akan merayu suster agar di perbolehkan ke dapur sebentar." Alexa bergumam sendiri sambil menyisir rambutnya. Bahkan, untuk mandi saja dirinya harus di bantu oleh perawat tersebut.


"Sus, boleh tidak aku ke dapur. Hari ini saja, please!" ucap Alexa memohon dengan wajah yang memelas.


"Maaf, Nona. Katakan saja, biar saja yang memasak. Nona mau makan apa. Beri tau saya resepnya," tolak perawat wanita yang masih terbilang muda itu lembut dan sopan.


"Tolonglah, Sus. Aku hanya akan duduk di kursi. Aku janji tidak akan kelelahan. Kan ada dirimu yang membantu, ya ... boleh ya?" pinta Alexa lagi dengan nada yang lebih mendayu demi merayu.


"Maaf, Nona. Saya menjaga anda taruhannya nyawa lho. Jadi, saya tidaklah boleh melanggar aturan dari tuan Azriel," tolak sang perawat yang bernama Sofi itu.


"Sofi, kau tahu kan? Jika wanita hamil itu pasti memilki masa mengidam?" tanya Alexa yang diangguki oleh Sofi. Entah apa maksud dari pertanyaan majikannya ini.


"Selama ini, aku tidak pernah menginginkan apapun. Apalagi permintaan yang aneh-aneh. Aku selalu menurut apa kata dokter. Karena kau tau jika itu semua demi kebaikan aku dan juga bayiku. Tapi, hari ini. Aku memohon padamu. Aku hanya ingin membuatkan sesuatu di hari ulang tahun Theo. Aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri. Aku hanya ingin masak sekali ini saja. Ku mohon, Sofi ...," rengek Alexa dengan cairan kristal bening yang mengalir dari sudut matanya.

__ADS_1


"Noโ€“Nona. Anda jangan menangis. Anda tidak boleh sedih dan stress. Semua itu dapat mempengaruhi perkembangan jiwa bayi anda nanti. Aku mengizinkan anda memasak untuk kali ini. Tapi, hanya satu macam olahan saja. Oke?" tawar Sofi yang kemudian membuat Alexa tersenyum senang.


"Makasih banyak ya, Sofi."


Sofi pun mendorong roda Alexa ke dapur. Sebab, Alexa tidak boleh berjalan. Sofi melakukan apa yang Alexa instruksikan untuk membuat nugget ayam homemade.


Alexa hanya mengupas bumbu dan mencetak adonan yang sudah di kukus lalu melumurinya dengan tepung roti.


Tak, lama kemudian. Alexa merasakan keram di bawah perutnya. Sudah lebih dari setengah jam ia duduk tak bergerak, tapi kenapa masih sakit juga?


"Sofi, akh!" Alexa menjerit ketika ia merasa cairan hangat mengalir melewati sela kedua paha hingga ke betis.


"Halo. Rumah Sakit Citra Medika!" Sofi yang sudah siap jika kejadian ini berlaku. Segera menghubungi rumah sakit dimana ia di kirim untuk menjaga Alexa.


Sementara itu.


"Aku segera kesana!" Azriel meninggalkan ruang rapat membuat beberapa pasang mata dari relasinya itu membola dan mereka tak habis pikir. Ada kejadian sehebat apa, yang membuat seorang Azriel meninggalkan ruang rapat. Bahkan, mereka berpikir kejadian besar itu pasti menyangkut dengan nasib perusahaan.

__ADS_1


"Nona kehilangan banyak darah. Hemoglobin ya juga sangat rendah. Nona, butuh sekitar beberapa kantung darah. Sementara itu, persediaan rumah sakit dengan golongan darah nona kebetulan hanya tinggal satu kantung. Bagaimana ini, Tuan? Untuk mengambil di bank darah pusat membutuhkan waktu sekitar dua jam. Sementara, keadaan Nona--" Sofi tidak bisa meneruskan ucapannya lantaran Azriel memotong penjelasannya dengan sorot mata memerintah.


"Periksa darahku. Jika cocok, maka ambil sebanyak apapun yang di butuhkan!" titah Azriel membuat Sofi menuntun langkahnya menuju laboratorium.


"Ambil darahku juga, Suster!" pekik Mey-Mey yang sudah berlinangan air mata.


"Darah Theo juga, Aunty cantik tidak boleh sakit!" Isak Theo menjulurkan tangan gembul-nya. Padahal, dirinya takut jarum suntik. Tapi, demi Alexa ... Theo menjadi pemberani.


"Tidak, bisa Theo sayang. Kamu masih kecil, darahnya masih sedikit. Biar, Uncle saja oke!" ucap Azriel menenangkan bocah yang sesenggukan itu.


"Kenapa, Theo lama sekali tumbuh besar?" Isak bocah itu di dalam pelukan Mey-Mey.


_______


"Alexa!"


"Hosh, hosh, hosh!" Bagas yang seketika terbangun dari tidur tak sengaja di atas meja kerjanya. Kini banjir peluh di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


"Alexa, jangan pergi, Alexa. Jangan tinggalkan aku. Berikan aku petunjuk untuk menemukanmu. Aku merindukan mu, Alexa," Bagas mengusap kasar wajahnya yang basah. Oleh keringat yang bercampur dengan air mata.


...Bersambung ...


__ADS_2