Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 11. Kedatangan Yukia


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Apa-apaan ini!" Mikita memekik merasakan tak enak pada tenggorokannya. Belum lagi dia baru saja menyemburkan teh tersebut hingga mengotori berkas di atas meja.


"Jika kau datang kesini hanya untuk mengacau, lebih baik keluar!" usir Bagas pada Mikita. Jujur saja ia tak pernah menyukai sahabat Yukia ini sejak dulu. Hanya saja, ia mencoba menghargai siapapun kawan dekat dengan istrinya itu.


"Ini pasti pekerjaan dia!" tuding Mikita pada Alexa yang tengah mengulum bibirnya menahan tawa.


"Jangan melempar kesalahan pada orang lain. Anda sejak dari lobi sudah membuat kekacauan, memarahi resepsionis kami bahkan mengancam akan memecat securty. Memangnya anda siapa!" sarkas Alexa tentunya dengan sorotan tajam dari mata indahnya itu.


"Jangan asal bicara. Aku begitu karena mereka tidak percaya jika aku mengenal presdir mereka," kilah Mikita. Seraya merapikan pakaiannya yang tertarik ke atas.


𝘕𝘪𝘢𝘵 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘨𝘪𝘵𝘶.


𝘔𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘭𝘢𝘯𝘤𝘢𝘳 𝘫𝘢𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘳𝘪𝘬 𝘮𝘶𝘳𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪.


𝘔𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘬 𝘢𝘨𝘦𝘯𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢.


𝘏𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘥𝘪 𝘩𝘦𝘮𝘱𝘢𝘴 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘪𝘯𝘪.


"Maaf, Tuan. Kita ada meeting lima belas menit lagi. Sepertinya tamu anda ini tidaklah terlalu penting." Alexa melirik tajam ke arah Mikita. Membuat sahabat Yukia ini menggeram kesal.


𝘋𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘴𝘪𝘩 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘭.


𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.


𝘈𝘶𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘶𝘢𝘵.


𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘬𝘢𝘯𝘬𝘶.


"Bagas. Asistenmu ini berani kurang ajar padaku. Dia bahkan tidak menghargaiku sebagai sahabat dari Yukia, istrimu." Mikita mengucapkan kalimat terakhir dengan penuh penekanan. Seraya melirik ke arah Alexa, sengaja mengisyaratkan posisi dirinya.


𝘊𝘬. 𝘉𝘢𝘳𝘶 𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘱𝘳𝘦𝘴𝘥𝘪𝘳 𝘢𝘫𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘤𝘢𝘮 𝘪𝘵𝘶.


𝘎𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘳𝘦𝘴𝘥𝘪𝘳.


𝘉𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘥𝘶𝘬 𝘪𝘯𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘢𝘯.


Alexa mencibir dalam batinnya. Ia tak takut sama sekali. Justru tangannya sudah gatal untuk menarik rambut gulali Mikita keluar dari ruangan Bagas.


"Keluar dan pulanglah! Aku ada hal yang lebih penting." Sekali lagi Bagas mengusir Mikita. Tetap saja wanita itu tak bergeming sedikit pun.


"Bagas! Kamu tega ya sama aku. Aku hanya ingin melamar pekerjaan di sini. Kau tau kan bagaimana kesulitan ku? Setidaknya biarkan aku bekerja sebagai sekretaris mu, bagaimana?" ucap Mikita penuh percaya diri. Ia mengajukan dirinya dengan tak tau malu.


"Aku tidak membutuhkan dua orang sekretaris." Bagas menjawab singkat karena ia sudah jengah.


"Kau bisa memecatnya, lalu biarkan aku yang menggantikannya," ucap Mikita tanpa filter.


Seenaknya saja ia mengajari serta mengatur seorang pemimpin perusahaan besar yang berdedikasi terhadap pekerjaannya. Bagas sangatlah profesional, begitu pun dengan para bawahannya. Karena itulah, yang akan berkerja dengannya bukanlah orang sembarangan. Mereka adalah para karyawan yang memiliki kredibilitas tinggi pada bagiannya. Sesuai dengan keahlian.

__ADS_1


"Apa hakmu mengatur susunan daripada karyawanku. bahkan istriku pun tidak berani melakukan hal seperti itu. Jangan berlebihan pada posisimu." Bagas akhirnya mengeluarkan kata-kata yang mampu membuat Mikita bungkam.


" Alexa, kau antar tamu kita ini keluar. Kita tidak punya banyak waktu untuk meladeni omong kosongnya." Bagas memerintahkan kepada Alexa agar asistennya itu mengajak Nikita keluar dari ruangannya.


" Lepaskan tanganmu dariku, aku bisa keluar sendiri!" Nikita menampik pegangan tangan dari Alexa.


"Kau keterlaluan Bagas! Seharusnya kau tidak memperlakukan aku seperti ini. Seharusnya kita bisa saling tolong menolong. Kau membantuku dengan memberikan pekerjaan lalu aku akan mengisi hari-harimu yang kosong ketika Yukia tidak berada di sampingmu. Tidak bisakah kamu menghargai niat baikku itu Bagas?" Mikita masih terus mengoceh mengeluarkan omong kosongnya. Tanpa ia sadari orang-orang di sekitarnya tengah menahan dirinya untuk tidak muntah mendengar kalimat yang keluar dari mulutnya.


𝘚𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘤𝘢𝘮 𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶!


𝘗𝘢𝘵𝘶𝘵𝘬𝘢𝘩 𝘯𝘪𝘢𝘵 𝘣𝘶𝘴𝘶𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘪 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘪𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘪𝘬.


𝘒𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘫𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘮𝘶𝘭𝘶𝘵𝘮𝘶.


Batin Alexa geram.


________


Siangnya di kantor. Kebetulan Alexa tengah menggantikan Bagas untuk menemui kliennya diluar.


KLEKK.


"Sayang!" panggil seorang wanita yang berpenampilan sangat modis layaknya seorang model. Kakinya yang jenjang dan mulus melangkah memasuki ruangan seorang Presiden Direktur dari perusahaan Vi-Gen Tech.


"Yukia, kau pulang sayang." Bagas bangun dari duduknya lalu menghampiri Yukia dengan senyum sumringah. Ia segera meraih tubuh ramping nan tinggi dari wanita cantik yang teramat di rindukannya itu.


"Apa kau merindukanku, sayang?" tanya Yukia, seraya mempererat pelukannya pada raga tegap Bagas.


"Benarkah?" ragu Yukia. Ia bahkan berbicara dengan nada lemah dan lembut. Sementara dalam hatinya.


𝘚𝘪𝘢𝘭! 𝘉𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶 𝘉𝘢𝘨𝘢𝘴!


𝘒𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳𝘶𝘩𝘬𝘶.


𝘒𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯.


𝘓𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘫𝘢! 𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶.


"Sayang, aku membawakan makan siang untukmu. Kita makan dulu ya. Sudah lama kan kita tidak pernah ada waktu seperti ini." Yukia pun melerai pelukannya, karena ingin menyiapkan makan siang mereka.


"Ku mohon sebentar lagi saja. Biarkan aku begini." Bagas menarik kembali raga ramping yang wangi itu.


"Iya sayang. Aku juga merindukan mu. Sentuhan mu dan--" Belumlah Yukia selesai bicara. Bagas telah terlebih dahulu membungkam bibir Yukia dengan pagutan menggebu. Ia telah teramat merindukan kehangatan dari istrinya itu.


"Ah, sayang ...," Yukia mengeluarkan suara desahnya lirih. Tatkala Bagas menurunkan ciumannya hingga ke ceruk leher Yukia.


"Cukup sayang. Kita akan meneruskannya ... di rumay sa--" Bagas kembali membungkam bibir seksi Yukia dengan sesapan dan juga gigitan lembut. Membuat wanita yang teramat di rindukannya itu kembali mengalungkan tangan ke leher Bagas.


"Tolong jangan di sini, sayang. Lagipula aku belum membersihkan tubuhku." Yukia mencoba menahan wajah Bagas yang kini berada antara dadanya. Sementara, Bagas tetap saja berusaha menurunkan pakaian kurang bahan Yukia. Pakaian yang di kenakan Yukia memang sangat memancing birahinya. Kenapa juga istrinya itu malah menahan dirinya.

__ADS_1


"Jangan menahan ku Yukia. Biarkan aku mengeluarkan magma yang tertahan di dalam pusat tubuhku ini. Aku tidak kuat lagi, harum tubuhmu yang selalu kurindukan seakan memanggil gelora ku untuk mengajakmu terbang mengelilingi nirwana." Bagas terus menyentuh dan meremas bagian kesukaannya daru tubuh indah nan seksi Yukia.


"Tapi, Bagas sayang ... aku--"


Bagas kembali menempelkan bibirnya dan kembali melumaat dengan buas apa yang menjadi miliknya secara sah itu. Ia sekalian menghapus jejak pikirannya yang terus membayangkan rasa dari bibir Alexa.


𝘏𝘩𝘩 ...


𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘣𝘪𝘣𝘪𝘳 𝘈𝘭𝘦𝘹𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘯𝘪𝘴 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳𝘢𝘯𝘬𝘶.


𝘗𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘠𝘶𝘬𝘪𝘢, 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪.


Bagas terus menyesap lebih dalam lagi, hingga tanpa ia sadari Yukia telah kehabisan napas karena kelakuannya.


_______


"Kenapa kau begitu buas sayang. Bukankah belum lama kau baru saja bermain dengan bibir yang lain," sindir Yukia. Saat mereka baru saja selesai melepas hasrat membara keduanya di atas sofa kantor.


"Apa maksud dari perkataan mu Yukia?" Bagas menoleh mendengar pertanyaan dari Yukia. Pria itu kembali mengenakan pakaiannya yang barusan terserak di atas lantai.


"Siapa wanita itu, Bagas Gustavano?" selidik Yukia dengan serangannya langsung tepat sasaran.


"Kau tau ... saat itu aku merasa gila karena terlalu merindukanmu. Sungguh, aku mengira dia adalah dirimu sayang," terang Bagas jujur. Karena seingatnya kala itu, ia memang melihat wajah Yukia yang berada di hadapannya.


"Apa maksudmu, Bagas Gustavano!" Yukia sontak berdiri dalam keadaan yang belum berbusana lengkap.


"Jadi, kau menyalahkan semua akibat perbuatan mu padaku. Iya?" Yukia memasang wajah tersakiti dan sedih.


"Bukan begitu, hanya saja maksudku--" Bagas tidak mampu meneruskan kalimatnya, karena Yukia telah memotong lebih dulu.


"Bukan begitu apa? Aku hanya minta beberapa tahun lagi saja. Sampai aku berhasil mengelilingi dunia karena talenta yang ku punya. Aku ingin menggapai mimpi masa kecilku, itu saja ...," lirih Yukia dengan air mata yang mulai perlahan mengalir dari sudut matanya.


"Sayang, aku minta maaf. Aku yang salah karena tak dapat menahan diri sedikit saja." Bagas menghampiri Yukia dan memeluknya erat. Menghujani ciuman penuh sesal di seluruh wajah cantik wanita keturunan Eropa itu.


"Salah ku juga yang telah membuatmu kecewa. Salahku, yang masih saja memaksakan mimpi-mimpiku. Salah ku--"


Bagas memaksa berhenti gumaman Yukia. Setelah di rasa tenang, ia kembali melepas ciumannya.


"Kau tidak salah sayang, aku yang salah." Bagas menyatukan kening mereka berdua.


"Hanya dua tahun lagi. Aku akan pulang tiga bulan sekali. Ini dua road trip terakhirku dengan agency di Paris. Kami akan keliling dua puluh empat negara dalam kurun waktu dua tahun. Ku mohon. Bertahanlah sebentar lagi." Yukia menatap dengan binar penuh permohonan. Mau tak mau Bagas pun mengiyakan, meskipun hatinya terdalamnya menjerit tak terima.


"Terimakasih, sayang. Aku mencintaimu." Yukia mengecup bibir Bagas dalam, kemudian ia kembali melucuti pakaian suaminya itu. Hingga pergumulan panas kembali terjadi di ruang seorang CEO tersebut.


𝘒𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘉𝘢𝘨𝘢𝘴.


𝘈𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘵𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘶.


Yukia tersenyum penuh arti, di sela hentakan kuat suaminya itu.

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2