Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO. Bab 70. Hubungan Sedarah


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


Azriel mendadak merasakan pusing di kepalanya. Seperti ada benda keras yang menghantamnya secara tiba-tiba. Sejak awal bertemu dengan Alexa kala itu, ia merasa seperti melihat kembali seseorang yang lama ia rindukan. Mata itu, mata Alexa yang sebiru lautan. Membuatnya merindukan sosok yang amat dekat dengannya ketika ia kecil. Dialah, aunty Ivanna Maxime.


"Bagaimana mungkin? Bagaimana aku bisa sedarah dengan Alexa!" Azriel mencengkeram erat kepala menggunakan kedua belah tangannya. Menenggelamkannya di antara kedua lutut yang ia satukan. " Aku harus mencari tau. Ya, Daddy. Mommy, pasti ada yang telah mereka sembunyikan dariku selama ini. Apa ... jangan-jangan?" Azriel pun segera meluncur untuk pulang ke mansion kedua orang tuanya. Setelah ia mamastikan jika keadaan Alexa baik-baik saja. Dirinya tidak dapat menunda lebih lama lagi. Rasa penasaran ini bisa saja membunuhnya seketika. Bahkan, dirinya sontak kehilangan napsu makan.


"Riel? Tumben datang tidak mengabari Mommy dulu, Nak?" sambut wanita cantik dengan rambut keriting yang di sanggul. Namun, anak rambutnya masih menjuntai ke depan. Meski sudah berumur paruh baya, akan tetapi garis kecantikannya masih tetap awet membekas. Sofie, tersenyum lembut ketika Azriel mencium punggung tangan dan juga kedua pipinya.


"Aku meninggalkan rapat penting di kantor. Sebab, ada hal yang lebih penting harus aku tanyakan padamu, Mom," jawab Azriel to the point.


"Ada hal apa? Kenapa kau serius sekali?" cecar Sofie Basalamah, khawatir. Belum pernah, putra satu-satunya ini meninggalkan rapat karena suatu hal kecuali sangatlah urgent.


"Ceritakan padaku, dengan jujur. Bagaimana, aunty Ivanna bisa mendadak pergi dari mansion? Ku mohon?" pinta Azriel dengan sorot mata penuh permohonan. Sofie, menghela napasnya. Setelah sekian lama, sang putra baru mengungkit kembali kisah tentang pengasuh kesayangannya itu.

__ADS_1


"Nak, kau tau ... kenapa selama ini, Mommy tidak pernah menceritakan kronologi yang sebenarnya padamu. Sebab, Mommy tidak ingin perasaanmu yang mendalam itu berubah pada pengasuhmu itu. Mommy dan Daddy, hanya ingin menutupi aib Ivanna darimu," jelas Sofie seraya menatap sang putra lekat. Azriel melihat kejujuran dari mata sang mommy. Kemudian ia bertanya lagi.


"Lanjutkan. Aku berjanji, apapun kesalahan aunty kala itu. Aku tidak akan pernah berubah pandangan terhadapnya," pinta Azriel lagi, menanti penjelasan selanjutnya dari Sofie.


"Dua puluh dua tahun yang lalu. Bertepatan di hari ulang tahunmu yang ke delapan. Mommy dan Daddy terpaksa mengusir, Ivanna. Setelah kami mengetahui kehamilannya," jelas Sofie, membuat kedua mata Azriel membola dan langsung terduduk lemas.


"Kenapa, Nak? Apa ada yang kau ketahui, sehingga kau mendadak mengulik hal ini dari Mommy?" cecar Sofie yang peka jika ada hal besar yang baru saja terjadi pada sang putra.


"Apa, Mommy mencurigai seseorang? Maksudku, yang sekiranya bisa menghamili aunty Ivanna? Bukankah, aunty tidak banyak kenal orang luar. Seingatku, aunty Ivanna selalu bermain bersama ku. Dia tidak pernah pergi keluar kecuali mengajakku ke taman," tutur Azriel seraya menahan sesak di dalam dadanya. Kali ini, ia merasakan bongkahan batu itu menimpa dada sebelah kirinya.


"Apa mungkin, jika Ivanna menjalin cinta dengan salah satu pekerja? Tapi, jika iya ... ketika Mommy mendesaknya kenapa dia tidak mengaku saja, lalu meminta pertanggung jawaban padanya. Bahkan, belum sempat Mommy membwri tunjangan ... Ivanna tau-tau sudah pergi dari mansion tanpa sepengetahuan kami semua." Sontak, penuturan dari sang Mommy membuat Azriel semakin mencurigai seseorang.


"Kalau begitu, Mommy harus ikut aku kerumah sakit!" ajak Azriel, membuat raut wajah Sofie mendadak bingung.

__ADS_1


"Untuk apa?" tanyanya heran.


"Ikut saja. Setelah bertemu dengannya, Mommy juga akan paham," ucap Azriel membaut Sofie semakin tak mengerti. Sebenernya apa yang tengah disembunyikan oleh putranya ini? Pikir Sofie.


"Tunggu di sini, biar Mommy ganti pakaian dulu sebentar!" Sofie pun naik ke kamarnya dengan menggunakan lift. Dalam hitungan kurang dari sepuluh menit, ia telah kembali dengan pakaian yang membuatnya sangat anggun di usinya yang sudah di atas kepala lima itu.


Sesampainya di rumah sakit.


"Si–siapa, wanita hamil itu, Riel? Jangan bilang kalau kau--" Sofie tidak meneruskan kalimatnya. Ia hanya bisa menatap tajam kearah putranya itu. Sementara mereka melihat dari kaca pintu. Itu artinya mereka saat ini berada di luar kamar perawatan Alexa. Azriel menggeleng dan kembali menyapa melalui kocak kaca berukuran 15x10 centimeter itu.


Dimana, di dalam Alexa tengah tertawa sambil disuapi buah oleh Theo. Bahkan, sesekali bocah gembul itu akan mencium perut Alexa dengan sangat lembut. Tentu saja, pemandangan di hadapannya ini membuat pikiran Sofie melanglang buana kemana-mana. Iya kan ...


Hayo loh, Mom? Mikir apa dah?

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2