Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 47. Ulah T-Rex


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


Bagas malah salah fokus dengan keadaan Alexa. Wajah wanita itu baginya sungguh imut dan menggemaskan ketika bangun tidur. Padahal, Alexa sangatlah berantakan, rambutnya juga tidak beraturan. Apalagi pakaiannya, memalukan. Karena itu Alexa menutupi perasaan sebenarnya dengan cara berteriak marah.


"Anda tidak sopan! Cepat keluar sana!" Alexa yang telah menutup atas tubuhnya dengan selimut, mendorong Bagas hingga ke depan pintu. Akan tetapi, ketika turun sebelah kakinya menginjak ujung selimut hingga Alexa tergelincir ke depan.


"Aakh!"


GREP!


Sementara itu, di bagian dapur.


"Mey-Mey yang sedang memasak tiba-tiba mematikan kompor lalu memasang telinganya baik-baik. Sebab, sepertinya tadi dia mendengar suara teriakan. Ataukah, itu hanya perasaannya saja.

__ADS_1


"Aunty Mey, mau masak apa?" tanya Theo sambil mengunyah oatmeal warna-warni di dalam mangkuk berbentuk kepala T-rex. Seketika pertanyaan bocah itu mengalihkan pikiran Mey- Mey.


Mey-Mey tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Theo. Ia menggeleng kepalanya pelan, tatkala matanya menatap kontras apa yang Theo kenakan juga tempat makan yang tengah Theo gunakan saat ini. Semuanya seragam, atau couple. Sama-sama satu karakter, yaitu king of the dinosaur. Apalagi kalau bukan gambar T-Rex.


Susah sekali bagi Alexa demi mendapatkan mangkuk edisi terbatas ini. Alexa yang menyukai kegemaran Theo selalu membeli apapun pernak-pernik dengan karakter kesukaan bocah lelaki yang ikut itu. Mulai dari mainan, alat makan dan minum. Piyama, dan bantal guling. Karena memang Theo sering menginap di apartemennya. Betapa sahabatnya itu begitu menyayangi bocah malang ini. Balita yang kekurangan kasih sayang dari ibu kandungnya. Mey-Mey berharap dalam hatinya, semoga Theo tidak menuruni sifat jelek sang mommy.


"Theo mau taunya pake aja atau pake banget nih?" canda Mey.


"Pake banget ... banget!" sahut Theo riang.


" Nanti, Theo boleh coba tidak?" tanya bocah itu seraya memasukkan suapan terakhir dari sarapannya.


"Boleh aja. Memangnya, Theo tidak kenyang?" tanya Mey-Mey, seraya menengok ke dalam mangkuk berukuran sedang yang tadinya penuh berisi susu dan oat.

__ADS_1


"Mencoba itu kan tidak sampe banyak Aunty Mey," jelas Theo yang membuat gadis berwajah oriental itu terkekeh menertawakan kebodohannya. Selalu saja ia kalah jika bicara dengan Theo.


'Anak jaman now, kenapa bisa pintar sekali bicara ya. Apalagi Theo, selau, saja membuatku skakmat. Apa karena mereka ini kebanyakan vitamin?' batin Mey-Mey menahan geli nya lagi.


"Theo, Aunty Mey boleh minta tolong tidak?"


"Boleh, minta tolong apa, Aunt?"


"Kalau sudah selesai sarapannya, bisa tidak kembali ke kamar dan lihat. Apakah Aunty cantikmu sudah bangun atau belum," pesan Mey-Mey, yang sebenarnya khawatir akan keadaan sahabatnya itu. Pasalnya, Alexa dan Bagas hanya berdua di dalam kamar. Untung, saja kamar yang ditempati Mey-Mey tidaklah kedap suara seperti kamar Alexa. Sebab itu sejak tadi, ia sesekali menoleh dan mencuri dengar. Siapa tau, bos-nya itu melakukan sesuatu atau memanfaatkan momentum tersebut.


"Baik, Aunty Mey. Sepertinya, Daddy sudah cukup tidurnya." Theo pun segera turun dari kursi dan berlari menuju kamar.


Ketika bocah itu mendorong pintu kamar yang memang tidak di kunci, apa yang ia lihat membuat senyum seketika mengembang dari wajah imut menggemaskan miliknya.

__ADS_1


"Kiss her Dad!" teriak Theo.


...Bersambung ...


__ADS_2