Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Im Sorry Bu Hakim


__ADS_3


Xailendra merupakan seorang pengusaha kelas atas namun tidak banyak yang tahu jika dirinya seorang mafia yang paling ditakuti.


Belasan tahun, ia sedang mencari gadis kecil yang hilang bak ditelan bumi, disisi lain ia juga mencari seorang gadis yang telah ia rengut kesuciannya tujuh tahun yang lalu.


Namun, ia telah menikahi seorang hakim muda yang cerdas dan tangguh. Dan tanpa ia sadari dari dua gadis yang dicarinya selama ini ternyata adalah istrinya sendiri.


Bab 1


Sekitar lima belas orang sedang mengantri untuk menunggu lampu kembali berwarna merah agar bisa menyebrang jalan. Seorang wanita masih santai menunggu sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan mengetukkan kakinya di paving jalan. Dia terkesan kurang peduli dengan kondisi sekitarnya, rasanya terlalu lelah untuk memperhatikan orang lain.


Tepat didepannya ada seorang pria yang lebih tinggi darinya, memakai jas yang terlihat mewah, pria itu lebih dominan dibanding orang lain yang turut mengantri karena perawakannya yang tinggi dan aroma parfumnya yang bisa tercium dari radius dua meter lebih.


Saat lampu kembali berwarna merah, orang yang mengantri kembali jalan dengan menyerobot dengan sedikit agresif pada Cindy, nama wanita itu. Dia hanya mengumpat kesal karena di negaranya banyak orang tak tahu sabar ketika sedang mengantri seperti ini. Pria di depannya tidak segera melangkah tapi mengambil sesuatu dari kantong jasnya lalu menempelkan di kuping. Setelah mengangkat telepon lalu melangkahkan kakinya dengan sedikit tergesa.


Cindy hanya geleng-geleng kepala melihat pria itu sambil ikut melangkahkan kakinya namun dia sedikit tertinggal karena langkah pria itu amat lebar, apalagi dia berjalan dengan sedikit tergesa.


Posisi awal mereka berada di kanan jalan dan akan menuju sisi kiri, dengan begitu para penyebrang harus berhati-hati karena aturan lalu lintas mengatur untuk yang belok kiri tidak perlu menunggu warna lampu berganti hijau alias boleh langsung jalan.

__ADS_1


“Shit,” umpat Cindy sambil berlari.


“Anda tidak apa-apa?” tanyanya dengan napas yang tersengal-sengal.


Sumpah. Ini pertama kalinya dia mereka adegan film yang selalu dilihatnya dari TV. Dia berlari dan langsung memeluk pria tadi yang paling tinggi dan mengajaknya berguling di aspal untuk menyelamatkan pria itu dari mobil yang sangat jelas ingin mencelakai pria tersebut.


“A … aku …” pria itu seperti baru tersadar dengan apa yang terjadi. Cindy beralih ke hadapan pria itu.


“Hai.” Dia mengoyang-goyangkan tangannya didepan wajah pria yang terlihat shock itu. Keningnya pun berkerut kala pria itu tidak merespon apapun.


“Tuan. Anda baik-baik saja?” Seorang pria lainnya dengan pakaian serba hitam datang dengan setengah berlari lalu menbungkukkan tubuhnya tanda permohonan maaf pada tuannya.


“Terima kasih, Nona.” Xail tersenyum pada Cindy yang masih setia berdiri disampingnya.


“Apa saya perlu bawa ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi anda?” tawar Cindy.


“Tidak perlu. Saya benar-benar tidak apa-apa.” Xail melebarkan tangannya sambil tersenyum untuk membuktikannya.


“Baiklah kalau begitu saya akan pergi.” Cindy mengangkat tangannya yang seingatnya tadi sedang memegang handbag berwarna mint miliknya.

__ADS_1


Sadar wanita didepannya mencari sesuatu membuat Xail ikut menunduk niat membantu mencari barang tersebut.


Baik Xail, Cindy dan Sean sama-sama terkejut melihat sebuah revolver yang tekeluar dari tas Cindy. Mungkin wanita itu melepaskannya tidak sengaja ketika sedang menolong Xail.


Takut ketahuan, ia segera berjongkok dan memasukkan barang lainnya yang tekeluar dari tas.


“Saya sedang terburu-buru. Lain kali berhati-hatilah di setiap kondisi apapun,” ucap Cindy sebagai tanda jika ia pamit dari hadapan dua pria itu.


“Tunggu,” panggil Xail. “Siapa nama anda, Nona?” lanjutnya yang membuat Cindy kembali menolehkan kepalanya tapi tidak dengan tubuhnya.


Dia hanya tersenyum simpul pertanda tidak ingin memberi tahu namanya. Setelah itu ia meneruskan langkahnya kembali ke mobil untuk bisa segera pulang ke apartemen.


Setelah kepergiannya, Xail menatap Sean penuh arti dan Sean menjawab dengan mengangguk seakan paham dengan maksud dari tatapan tuannya.


Ganjalan di sepatu Xail saat dia melangkah ketika hendak pergi dari sana membuatnya melihat apa yang sedang diinjaknya.


“I got you,” ucapnya dengan tersenyum smirk menyeramkan kala mendapatkan nametag milik Cindy. Name tag yang berisikan nama lengkap, tanggal lahir dan profesinya.


….

__ADS_1


Baca kelanjutannya di novel baru akuuu 😉


__ADS_2