
Hari ini James berangkat ke Amerika untuk meneruskan tournya...
Padahal kalau sesuai rencana tour disana baru akan dimulai 10 hari lagi, sehingga penyelenggara melakukan reschedule besar-besaran agar tidak keteteran dan anggota boyband terlalu terpuruk yang mendalam.
Agensi memberikan pilihan untuk Hans apakah dia mau tampil atau tidak. Dan Hans memilih untuk tetap tampil.
Besok lusa tour di mulai di Chicago dan seluruh personel serta crew langsung diterbangkan kesana. Beruntung sekali, tadi James meninggalkan rumah dalam kondisi mood bumil yang sangat baik sehingga tidak ada drama pertumpahan air mata.
Tiara mencoba berpikir yang indah-indah agar tidak sedih, toh dia juga melakukan ini untuk kesehatan janin yang dikandungnya. Calon anaknya yang akan dibesarkannya sepenuh hati.
📲 "Aku udah di hotel ya, ini mau istirahat karena besok pagi mau work out lanjut cek sound by... kamu gimana? kalau mau makan sesuatu bilang sama mommy atau pengawal ya," James mem VC sang istri saat di Amerika pukul 12 malam dan di Swedia sudah jam 6 pagi.
📱 "Anak aku pinter loh, selama kamu nggak ada mood masak aku jadi meningkat. Dari kemarin udah 4 kali masak aja, kan gak perlu repotin orang banyak" jawab Tiara sambil nyengir kuda..
📲 "Syukur deh.. kalau turun tangga hati-hati ya. jangan grasak-grusuk.. aku tidur dulu honey, nih lelah banget, lihat tuh Mark udah tidur aja," pamit James sambil mengarahkan ponselnya ke kasur disebelahnya yang terlihat Mark sudah mendengkur..
Tiara tersenyum dan memutuskan sambungan telpon.
Saat ia ke dapur, terlihat Clarissa sudah bersiap untuk pergi kerja sehingga dia akan berada sendirian di rumah itu, ditambah James melarangnya melangkah 1 step pun keluar dari rumah. Perintah suami adalah segalanya bukan? bahkan jika permintaan suami dan permintaan orang tua istri bertentangan maka istri tetap harus mendengarkan suaminya...
Setelah Clarissa ke kantor, Tiara memutuskan kembali ke kamar untuk membaca buku sebagai ganti dari niatnya berenang. Cuaca masih terlalu dingin hingga dia memutuskan berenang nanti sore saja.
Sudah 5 hari keberangkatan James dan sudah 3 negara bagian disambangi James sebagai lokasi tour. Malam dimana mereka sedang tidak melakukan tour, kepolisian Swedia mengajak mereka untuk zoom meeting membahas penangkapan pelaku.
Personel band, agensi dan pihak penyelenggara memesan satu ruangan hotel presiden suite untuk mereka berkumpul dan mendengarkan hasil dari zoom meeting 5 menit lagi.. ah ah ah...
"Pelakunya sudah ditangkap, ada 3 orang.. 2 orang dari agensi yang menaungi boyband baru dengan alasan mereka tidak suka kalian selalu sukses dalam mengeluarkan album apalagi sampai melakukan tour sedang boyband mereka kalau buat album penjualannya masih jauh dibawah album kalian,"
"Sebenarnya target utama dalam pengeboman memang orang tua James karena dia yang paling berbakat dan menyumbang lagu hitz, tapi diujung waktu mereka mengganti plan dengan meminta pelaku meletakkan boom di dekat panggung agar kalian yang menjadi korban utama, namun karena terlalu bising dan buru-buru, pelaku tidak mendengar arahan mereka dan tetal menjalankan plan pertama, meletakkan dekat tribun yang diisi keluarga James.. kalau sampai keluarganya terluka atau bahkan tewas, James akan sedih mungkin down sehingga akan sulit menulis lagu lagi. gitu pikirnya," terang seorang anggota polisi yang membuat semua terpaku dan terkezoed tak menyangka.
"Lalu satu tersangka lagi siapa?" tanya Matthew.
"Yang satunya adalah General Manager dari agensi Pillow Talk.. Sementara dalam investigasi lagi karena dia tidak mau membuka mulut. Tapi menurut informasi dari orang sekitarnya memang dia orang yang serakah. Dia tidak terima akan rencananya untuk Bella-James yang berpacaran dan banyak menguntungkan Bella padahal Bella tidak begitu menyukai rencana bosnya. Dia sakit hati karena James sudah menikah dan membuatnya gagal mendapatkan pundi-pundi berlebih, kalau pamor Bella naik dengan pacaran sama James maka tawaran pada Bella makin banyak. Pengeluaran dana dari Pillow Talk untuk membantu agensi boyband baru disetujui dan tanda tangan olehnya. Mereka berdua dalang pemilik ide dan menyewa sindikat, tentu menggunakan dana besar mendekati 100 Miliar Rupiah. Sebanyak itu karena sindikat tidak mau rugi, membawa bom ditengah umum dengan keamanan yang luar biasa ketatnya apalagi sasarannya ribuan orang, pasti mereka minta bayaran mahal," lanjut anggota polisi.
Semua tercengang dan bersyukur dalangnya sudah ditangkap, padahal mereka bertiga berniat mengeboom sekali lagi yang sasarannya keempat personel band.
***
Di belahan bumi lain, Erina sedang asyik chatting dengan kenalan barunya yang bernama Luthfi. Bukan sudah move on dari Hans, tetapi dia sedang dalam proses membuka hati dengan keadaan.
__ADS_1
Apakah dia bisa segera melupakan Hans, dia beharapnya bisa, tapi kalau dia terus menutup hati padahal sudah ada orang baik yang mau mengisi hatinya, kenapa harus kekeuh bertahan dengan hal tak pasti. Yuhuu...
Sedang senyum-senyum sendiri dengan ponselnya, tiba-tiba..
📩 "I miss you so bad," pesan dari Hans masuk di notifnya..
Betapa bahagia dan berdebarnya Erina saat itu juga. Tapi segera ia sadar. Semua perasaan itu salah.. Dia harus bisa mengontrol hatinya diusianya yang sudah menjelang kepala 3.
📨 "Ohh hai Hans, how are yaa?" jawabnya basa basi karena bingung mau membalas bagaimana lagi.
📩 "Kenapa tidak pernah menghubungiku?" tanya Hans keluar alur.
Oh astaga, apa yang sedang terjadii?? uppss ate uthe..
ingin sekali Erina mengumpat Hans sekarang juga..
"Calm down rin, calm down..." ucapnya sambil mengelus dadanya.
"Jangan melewati batas Hans, ingat perjanjian kita.."
"Aku sibuk kerja, menumpuk banget setelah pulang dari Swedia waktu itu,"
"Aku hanya tidak mau menganggu aktivitasmu selama tour,"
📨 "Aku hanya tidak mau melewati batas dan mengingat perjanjian kita," balasnya yang membuat hati Hans berdenyut.
📩 "Sorry,"
"Sorry juga Hans..." balas Erina dalam hati.
Hans mencoba menetralkan hatinya. Bagaimanapun juga dia harus melepaskan Erina kalau dia mau melihat orang yang dicintainya bahagia. Kalau dia terus menghubungi Erina maka akan membuat Erina merasa terganggu dan dia tidak mau Erina menganggapnya seperti itu.
***
Tiara sudah berada di Arlanda Airport bersama Bas, yang dikirim James untuk menjemput istrinya, Tom yang diminta Clarissa mengantar iparnya ke Amerika beserta 5 pengawal.
James membelikan tiket first class untuk rombongan istrinya.. Sehari sebelumnya Kenny juga sudah ke rumah Ben untuk menyuntikkan Tiara obat penguat kandungan..
Mereka sampai di Newyork pada sore hari, dan keesokan malam adalah jadwal James tampil disana. Bas sudah tau harus membawa Tiara kemana, karena pengawal tidak ada yang dibolehkan James menyentuh istrinya, maka Tom yang merengkuh tubuh adik ipar berjalan melewati paparazzi di bandara Newyork..
__ADS_1
Desak-desakan dan membuat Tiara risih. Tapi Tom terus membisikkan Tiara kata-kata semangat agar Tiara tidak merasa tertekan, apalagi setelah tragedi besar waktu itu.
"Jangan buru-buru, aku akan menjagamu,"
"Angkat kepalamu, jangan menunduk terus,"
"Keponakanku harus punya mommy yang pemberani,"
Tom terus membisikkan kata-kata itu mulai dari keluar pintu bandara sampai di dalam mobil.
James menunggu di lobi hotel..
"Honey, gimana perjalananmu?" James membuka pintu mobil dan langsung mencium kening sang istri...
"Anak papi udah naik pesawat aja.. Gak nakal kan selama gak ada papi?" James sedikit menunduk mendekatkan kepalanya ke perut Tiara lalu mengecupnya sekilas.
"Ayokk naik, aku sudah belikan kamu makan, istirahat dulu, besok siang baru kita mulai aktivitas. Tom makananmu ada di kamar ya," sebut James pada Tom saat dirinya hendak membawa Tiara naik dan Tom masih mengeluarkan barang dari mobil.
Malam ini tidak ada tralala trilili, karena James paham betul Tiara masih kelelahan.
Keesokan harinya, begitu acara akan dimulai, Tiara yang duduk di ruang ganti untuk melakukan hair do pada James mendadak berkeringat dan dadanya tidak karuan, nafasnya mulai tidak teratur.
Tiap kali Tiara ikut dalam tour James, maka segala kebutuhan James dia yang siapkan, payah kali MUA dan crew wardrobe semuanya perempuan. Mana rela Tiara wajah dan rambut James disentuh-sentuh wanita lain meski untuk kebutuhan panggung, apalagi kalau James buka baju di depan para wanita dan memperlihatkan body machonya, auto ngambek dah tuh.
Selama menikah, James kalau mau ganti baju maka akan ke ruangan khusus beda sebelum nikah buka baju suka suka hati aja dimanapun ia berada. Sepintas mengingat wajah ngambeknya Tiara membuat dia takut sendiri. Soal hair do dan make up, tidak ada pilihan lain, kalau Tiara tidak ikut tour maka Lou, MUA mereka selama bertahun-tahun yang akan melakukannya pada James.
Tiap habis konser juga Tiara menunggu di belakang panggung dengan handuk kecil dan air mineral botol ditangannya. Begitu James turun dengan peluh seluruh badan, maka Tiara menyambutnya dengan memberikan kecupan dibibir lalu memberikan botol minum, sementara James minum, dia dengan telaten mengelap peluh James di wajah dan tangan James yang membuat baper para crew.
Matthew aja yang berpacaran 4 tahun dan selalu membawa pacarnya tour tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu oleh pacarnya.
Rasa-rasanya mereka bertiga pengen punya pasangan seperti Tiara, wkwk. Aduh sedih, Hans jadi teringat Erina yang juga perhatian selama di RS Swedia waktu merawatnya.
"Honey, why?" James bingung mendapati Tiara tidak baik-baik saja.
Tiara menggeleng, dan James sudah di panggil untuk naik ke atas panggung. Akhirnya dia meminta Bas untuk menjaga Tiara di ruang ganti.
"By aku naik dulu yaa.. kamu beneran gak apa-apa kan?" tanya James sekali lagi dan Tiara mengangguk lemah.
"Jagain mommy ya, nak," James bicara pada anaknya lalu mengecup perut Tiara sebelum berlari kedepan.
__ADS_1
List lagu yang akan mereka bawakan berubah, lagu yang dinyanyikan ketika boom meledak pada waktunya menjadi lagu kedua. Dan ketika intro musik lagu kedua dinyanyikan, Tiara pingsan !!!!
BERSAMBUNG .....