Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
BOOM


__ADS_3

"Jameessssss" teriak Tiara saat James sedang memainkan HPnya di kamar hotel.


Kini mereka sedang berada di Kroasia, negara ke 4 setelah dari Canada beberapa waktu lalu untuk melanjutkan tour James.


"Pasti apelnya habis." batin James. Sudah dari Italia Tiara selalu makan apel saja tiap hari, makan roti, pizza, nasi, pasta, tidak pernah sama sekali. Kalaupun makanan lain biasa juga brownies atau cake ulangtahun. ckck


"Ada apa lagi baby?" ini sudah ketiga kalinya Tiara memanggilnya dengan agak keras. Pertama Tiara minta dipasangkan sheet mask, kedua Tiara minta dibelikan es coklat lalu ini entah apa lagi..


"Ayok beli apel lagi," ajaknya pada suaminya. Padahal James ada workout satu jam lagi.


Menghela nafas dalamm..


"Setelah workout aja ya baby. Baru juga kemarin beli 5 biji masa sudah habis aja," bujuk James.


"Kok gitu... kamu gak sayang sama aku ya.." ujar Tiara dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan nangis lagi dong sayang, seharian ini sudah 5 kali nangis aja," bujuk James sambil mengusap air mata Tiara dengan penuh sayang.


"Makanya temanin aku beli apel,"


"Iya.. yasudah sekarang yuk," James langsung mengambil tangan Tiara untuk dibawa turun..


Untung banget sekitar 500 meter dari hotel ada toko buah yang lumayan lengkap. James sudah kesana kemarin membeli apel juga, jadi dia sudah tau melangkahkan kakinya kemana..


Sesampainya di toko buah, James makin merasa ada yang janggal dengan istrinya. Tiara dengan semangat dan berbinar mengelilingi sekitar toko...


GLEGG...


James menelan salivanya kesusahan..


Gimana tidak, di keranjang Tiara banyak buah-buah bahkan ada yang tidak pernah James lihat sebelumnya.


Apel Fuji, Apel Envy, Salak, Mangga bahkan Belimbing..


"Apa-apaan.. untuk apa semua itu," sinis James.


"Untuk aku makanlah," sahut Tiara dengan senyum bahagia dibibirnya.


James hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah membayar dan kembali ke hotel, James segera mengajak Tiara untuk melewati jalan berbeda. Meski berselisih dengan beberapa fans, mereka hanya sekedar menyapa dan menggangguk senyum. Tidak ada yang sampai menahan untuk mengajak berfoto.


Ketika melihat tokomenjual bahan-bahan yang meningkatkan selera makannya, Tiara menarik James masuk kesana.


"Baby aku gak punya banyak waktu,"


"Satu barang saja. Janji," jawab Tiara sambil setengah berlari dan mencari apa yang seharusnya dia cari.

__ADS_1


"Apa-apaan beli itu banyak banget?" protes James melihat Tiara menenteng kantong putih bening berisi cabe rawit.


"Gak apa-apa. Di negara lain susah nyarinya. Mumpung nemu langsung beli banyak," jawabnya lagi dengan cuek.


James tidak membantah, selama istrinya senang itu gak masalah. Yang penting Tiara tetap disampingnya menemaninya untuk keliling di sebagian negara di dunia ini.


***


KLIK ...


"Ngapain baby?" tanya James sambil memeluk Tiara yang duduk di sofa. Ia sendiri baru saja dari kamar mandi setelah workout lebih dari satu jam untuk menjaga staminanya nanti malam.


"Makan ini.. Mau coba?" tanyanya sambil menunjuk piring yang membuat James merinding.


"Apel, mangga, belimbing, salak diiris-iris dan di piring satunya berisi garam dan cabe rawit yang digunting-gunting,"


"Kurangin dong makan begituan. Aku takut perut kamu sakit. Kamu juga harus selalu sehat, kan perjalanan tourku masih panjang," bisik James sambil mengecup daun kuping istrinya membuat Tiara bergidik geli.


James terus memindahkan bibirnya ke kuping bahkan ke bibir Tiara untuk bertukar saliva yang semakin menuntut untuk berbuat lebih.


Setelah melepaskan ciumannya, Tiara auto bertanya pada James, dia pun senang dengan kondisi ini.


"Mau di sofa atau di ranjang?" tawarnya pada James.


"Sini aja, ranjang sudah sering," kata James tanpa berpikir.


Tidak sulit bagi James menghadirkan hasrat Tiara siang ini.


resleting bagian depan Tiara terbuka, James segera menurunkan dress seharga UMK karyawan itu dengan lembut sambil menjiilati dan menyusuri leher serta dada atas sang istri.


"Emmhh.." desahnya ketika bulu halus di bagian dagu James bejalan di daerah dadanya. Tiara mengelus lembut rambut James, sebagai reaksi dia suka dengan perasaannya sekarang. Meski sudah untuk kesekian ratus kali.


Tiara mengeluarkan bola dadanya sebelah dari cup bra untuk James segera menyedotnya, emm, dia sudah gak sabar untuk itu sedang James masih berusaha membuka pengait bra Tiara di punggung istrinya.


Mengerti kemauan Tiara, James tidak menyia-nyiakan kesempatan emas, segera dia menyedot apa yang seharusnya di sedot...


"Emhh..sshhhh," nafas Tiara menderu. Belaian di rambut James menguat. Bra sudah pindah tempat membuat James kesenangan, sedot satu free satu.. wkwk


"Sa..yaan..ngg..ngghhh......" usahanya untuk memanggil James karena James bersama toungenya sudah keluar masuk didaerah intimnya...


James tidak mempedulikan hal itu, yang penting hasrat tersalurkan biar ntar malam semangat manggungnya.


"Sayang, aku belum cukuran," pekik Tiara malu... James tetap melanjutkan memberikan rangsangan pada Tiara biar tetap menikmati, gak mikir macam-macam lagi.


Terjadilah penyatuan mereka yang berakhir 40 menit kemudian.


.

__ADS_1


.


Berpindah-pindah negara masih berlangsung. Kini sudah ke negara ke 13 di bagian Eropa. Tiara tidak bisa menyembunyikan rautnya yang memancarkan kebahagiaan dan kecantikan berkali-kali lipat.


Tiap saat mereka tetap saja berantem soal apel, mangga, belimbing. Tapi James membiarkan hal itu bahkan tetap membelikan


Pasalnya sekarang mereka berada di Swedia, jelas Tiara bertemu dengan Clarissa, Ben, Bobby, Denada dan Tom..


"Baby kenapa kamu makin cantik?" tanya Clarissa pada menantunya.


"Gak kok mom, aku gak merasa gitu," jawab Tiara.


Clarissa belum sempat bertemu James karena dirinya sekarang sedang melakukan rehearsal sedangkan Tiara sedang makan siang bersama keluarga James.


"Aku makan cake aja mom sama minum jus mangga," kata Tiara yang dijawab anggukan oleh mertuanya.


James menelpon Tiara mengabarkan dirinya tak sempat lagi keluar lokasi konser. Sehingga dia meminta Tiara istirahat dulu di hotel lalu nanti menyusul bersama keluarganya yang sudah mendapat free pas untuk ke lokasi konser.


***


Di kamar hotel usai makan siang, Tiara guling-guling di kasur. Entah mengapa dia merindukan James sampai airmatanya mengalir.


Biasa di siang hari seperti ini mereka selalu bermanja-manja bahkan tralala trilili. Siang ini rasanya hidup Tiara hampa. Hingga ia tertidur saking bosannya.


Entah mengapa hari ini sangat malas rasanya untuk hadir di konser James. Ingin rasanya Tiara menolak tapi enggan mengecewakan mertua kesayangannya yang baru dia temui.


Tiara segera menuju lokasi acara bersama Clarissa tapi sesampainya di TKP dia meminta diri sejenak karena ada hal yang harus dilakukannya bersama dengan fans James.


Ternyata setelah kejadian di Canada waktu itu, banyak fans yang simpatik padanya sehingga memuji kebaikan hati Tiara yang tidak membalas dengan bentuk apapun.


Padahal pelaku sudah diamakan pengawal band James waktu itu dan mereka melakukan kekerasan karena cemburu pada Tiara bahkan menilai dirinya menjadi orang ketiga dalam hubungan James-Bella.


Tiara hanya meminta James untuk membebaskan orang itu, mau diapain lagi? Membalas pun tidak menghasilkan apapun.


Alunan musik terus menggema hingga masuk lagu ke 5,


tiba-tiba ...


BOOOMMMM


DUAARRRRR


DUARRRRRR


Ledakan bom tak terelakkan terjadi ditengah-tengah konser.


James segera melempar mic-nya dan berlari ke tribun VVIP menemui istri dan keluarganya .....

__ADS_1


"HONEYYY" teriaknya melihat Tiara sudah tak sadarkan diri dengan dahi yang mengalir darah segar.


BERSAMBUNG .....


__ADS_2