Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Resepsi?


__ADS_3

Tiara tidak mengucapkan apapun selama James berbicara mengenai hubungan mereka didepan jutaan orang yang menonton. Air matanya tumpah begitu saja. Disatu sisi dia bahagia karena sudah diketahui publik mengenai statusnya tapi disisi yang lain dia juga sedih, setelah ini hidupnya akan berubah, menjadi sorotan dan numpang terkenal. Apa dia bersedia untuk semua itu?


Ribuan komentar memenuhi kolom siaran langsung di beberapa sosial media James yang sedang aktif.


Pertentangan demi pertentangan terus berlanjut di sana, adu ketik netizen tak terelakkan. Tiara yang sesekali sempat membaca komen panas netizen hanya menarik nafas dalam. Bagaimanapun ini sudah konsekuensinya.


Jika pakai rasio, mungkin 75 persen isi dari komentar ialah netizen yang kontra, sisanya netral dan pro.


James sudah melihat mimik wajah Tiara yang merasa kurang nyaman dirinya dikatakan yang tidak-tidak. Apalagi langsung diserang seperti ini, James paham betul ini adalah pengalaman pertama bagi istrinya.


Tanpa tertangkap kamera, ia mengusap punggung Tiara sambil menoleh dan tersenyum hangat. Matanya seakan memancarkan ‘semua baik-baik saja’.


“Teman-teman jangan terlalu beranggapan dan berkata yang kurang baik di forum kita. Ini adalah pengumuman moment bahagiaku, jangan kalian rusak dengan jari kalian untuk berkata yang kalian tidak ketahui kebenarannya..” James melanjutkan perkataannya.


“Maaf untuk tidak menjawab kapan aku menikah dengan dia, tetapi semuanya sah dan sudah resmi. Kami menikah dengan dihadiri keluarga kecil kami dari kedua belah pihak. Tidak ada yang dirugikan,” jawab James melihat pertanyaan kapan dia menikah kerap mengisi halaman komentar tak henti-henti.


“Kau tak pantas dengannya. Kau sudah merebutnya dari Bella,”


“Dasar kau perebut pacar orang..”


“Apa tidak salah kau sudah memilih dia sebagai istrimu? Dia lebih pantas menjadi ARTmu,”


“Aku rasa kita hanya di prank dengan James.”


Dan masih banyak lagi hujatan diterima Tiara. Karena merasa kondisi sudah tidak kondusif, James mengakhiri siaran langsungnya.


James langsung menarik Tiara dalam pelukannya. Dia tau kondisi hati istrinya saat ini. Yang jelas sangat shock.. sangat-sangat shock..


“Mau gimana lagi. Kita sudah disatukan oleh Tuhan jadi harus saling mengisi dan menyempurnakan satu sama lain. Nggak apa-apa.. kalau kamu takut aku akan menambah pengamanan di rumah kita dan pengawal untuk kamu pribadi,” James berusaha membuat istrinya tenang yang masih terisak dalam pelukannya didepan laptop yang tadi digunakan untuk siaran langsung.


Kedua ponsel James langsung berbunyi, belasan media menghubunginya dan mengajaknya ke acara reality show sekaligus membawa istrinya. Untuk tetap menjaga ketenangan Tiara, James langsung menekan tombol silent yang terdapat disisi ponselnya.


“Mau sampai kapan peluk aku terus? Apa mau mengulang yang semalam?” goda James yang sebenarnya meminta waktu dari Tiara untuk mengangkat telpon dari rekan-rekan medianya.


“Maaff,” lirih Tiara sambil mengendurkan pelukannya.


“Aku ke studio di lantai 3 dulu yaa. Ada yang harus aku selesaikan.” Pamitnya dan mengecup pucuk kepala Tiara sambil berdiri.


.


“Dia tidak berangkat dari pekerja entertainment. Aku kira susah untuk membujuknya di acara kalian,” tolak James saat stasiun televise mengajak dirinya dan Tiara untuk mau di interview reality show.

__ADS_1


Beda halnya dengan majalah eksklusif. Dia malah meminta waktu kepada tim dari majalah untuk mengajak istrinya. Karena majalah sifatnya lebih tertutup dan boleh memilih ingin menjawab pertanyaan atau tidak.


Sedangkan dari agensi sudah tidak memperdulikan lagi, toh keuntungan penjualan album mereka juga sudah sesuai harapan.


.


Hari menjelang sore, James belum juga kembali ke kamarnya. Dia masih di studio, mengatur kata-kata yang pas untuk membujuk Tiara agar mau di interview di majalah itu, itung-itung aksi pertamanya sebagai istri James ‘didepan publik’.


Selain itu, dia juga masih menimbang bagaimana dengan keluarga Tiara di kampung. Dia tidak mau nanti mertuanya dipandang sebelah mata karena menutupi pernikahan anaknya. Apalagi sudah menolak dua lelaki yang pernah melamar anaknya secara resmi.


“Bagaimana jika orang berpikiran malah mertuaku menerimaku yang dari antah berantah tapi menolak yang lebih pasti status dan kedudukannya?”


Aw James dilemma sendiri ‘kan.


Sedangkan di dalam kamar, Tiara menerima telpon dari Refal yang mengatakan dirinya kecewa karena sudah ditolak karena mantan pujaan hatinya menikah dengan orang asing. Sungguh asing.


📲 “Parah elu. Gak bilang-bilang sudah nikah. Hamil elu ya,” tuduh Refal yang sudah bisa santai dengan Tiara.


📱 “Ehh enak aja tuh mulut kalau ngomong. Nggak mungkin lah, kami sempat LDR kok,” elak Tiara.


📲 “Tapi nggak heran juga elu nerima. Idola elu, cinta mati elu kan doi,”


📱 “Yoay brooo paham aja elu,” jawab Tiara sambil tertawa bahagia.


Tiara terkezoed dong.


📱 “Udah dulu ya,” pamitnya pada Refal.


“James..” sapanya kikuk.


“Siapa dia?” James udah pasang ancang-ancang mau perang meski bukan sniper.


“Temenku sekolah sayang, hehe,” Tiara menampilkan senyum menahan gugupnya.


“Cowok apa cewek?”


“MMmmm………”


“JAWAB…”


“Cowok,” Tiara memelankan suaranya.

__ADS_1


“Lain kali kalau angkat telpon cowok tidak boleh sebahagia tadi. Kali ini aku maafkan karena baru pertama kali,” ucap James jengkel.


“Maaf…”


Tiara sebenarnya ingin men-isengi suaminya, tapi sikonnya bahaya bund. Bisa-bisa kemaslahatan kenikmatan hubungan ‘suami istri’ ntar malam jadi taruhannya.


“Aku jalan sama pelayan ya ke toko Asia, buat beli rempah-rempah untuk masak.”


“Sementara jangan keluar dulu. Catat saja, aku akan suruh pelayan yang jalan. Keselamatanmu belum stabil. Banyak fans yang masih shock,” tegas James..


“Isshh..isshh…”


.


Setelah makan malam, James mengajak Tiara ke halaman samping rumahnya untuk duduk berduaan di ayunan. James akan mencoba berbicara dua hal penting kepada sang istri. Sekarang suasana rumah tampak sepi, karena Clarissa sudah kembali ke Swedia sore tadi. Jadi sekarang cocok untuk quality time berduaan.


“Kamu sudah cukup dengan penjelasan tadi siang? Kalau aku sih belum. Tadi ada penawaran dari majalah eksklusif untuk mewawancara kita, tapi ada sesi pemotretan juga. Aku belum kasih jawaban pasti karena semua jawaban ada di dirimuu…” James mulai berbicara.


“Sebenarnya penting untuk kita lebih membuat keterangan jelas. Cuma aku akan kurang nyaman jika urusan pribadi kita terlalu diusik dengan pihak luar. Apa kamu nggak mau buat video berdua aja QnA?” Tiara mencoba membuat penawaran.


“Bisa aja sih, tapi kalau aku mengabulkannya, aku juga minta kamu mengabulkan permintaanmu satu lagi..”


“Apa itu?” Tiara penasaran.


“Ayok adakan resepsi di kampungmu.”


GLEG…


“Aku tahu bagaimana cibiran tetangga disana. Aku sudah memantaunya selama ini. Kasihan orang tua kamu akibat pernikahan kita yang tertutup ini. Maka demi kebahagiaan orang tua kamu, aku akan membuat acara untuk meluruskan semua,”


TIKK


TIKK


Air mata Tiara menetes begitu saja.


“Kenapa baby? Kamu tidak setuju?” James bingung sendiri.


Tiara menggeleng lemah.


“Lalu?”

__ADS_1


BERSAMBUNG…


__ADS_2