Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
STOP


__ADS_3

Belum lagi Erina berhenti menangis dan masih berada di dekapan Tiara. Suara yang dikenali semuanya membuyarkan keheningan mereka.


"Menikahlah dengan pilihanmu karena kita tidak pernah bisa bersatu,"


Semua terdengar kaget dengan ucapan lelaki itu. Hans. Dialah yang datang dan langsung berucap demikian kepada Erina.


Meski dia terlihat hancur namun dia sadar diri dengan posisinya, juga semalam sudah mendapatkan kultum masalah hati dari Mark dan Matthew.


Erina melepaskan pelukan Tiara lalu menatap Hans dengan mata yang merah karena banyak menangis.


"But I love you so much," lirih Erina yang ditujukan pada Hans dan makin menangis histeris dan mengejutkan semua yang ada disitu, termasuk orang tua Erina..


Hans terlihat terpukul dengan pengakuan Erina yang diyakininya selama ini, moment yang selalu ditunggu-tunggu dari beberapa bulan lalu tetapi malah menjadi moment yang suram baik bagi dia maupun Erina.


"Rin......" mama Erina mengernyitkan dahi kebingungan. "Apa maksud kamu?"


"Jangan seperti ini, Rin," Hans memohon Erina menghentikan semuanya. Dirinya pun kini sudah rela dengan suratan dirinya yang tidak bisa bersatu dengan gadis yang dicintainya karena satu dan lain hal.


BRUGH


Erina menubrukkan dirinya secara kasar pada Hans dan memeluknya erat. Tiara mendongakkan kepalanya ke langit sambil memejamkan mata melihat aksi Erina. James mengepalkan tangannya, karena campur tangannya-lah Hans bisa sampai disini yang ternyata secara diam-diam orang tua Erina membuntuti mobil Tiara dan James.


*flash back on


James yang mengikuti langkah Tiara ke parkiran hotel tadi langsung memberikan pesan pada Mark untuk membawa Hans menyusul ke lokasi yang dia sendiru belum tahu.


James hanya meminta Mark mengaktifkan aplikasi pelacak nomor telpon untuk bisa bergerak cepat karena soal Erina dan Hans harus diselesaikan sesegera mungkin. Siang ini akad nikah Erina akan dilangsungkan.


Mark dan Matthew yang melihat Hans terpuruk sesampainya mereka dikamar Hans langsung menyadarkan sahabatnya itu agar mau menyusul James. Mark juga memberitahu kalau kondisi Erina sekarang mengkhawatirkan... Lebayin aja dramanya biar Hans we o we gitcu..


"Bergerak sekarang atau Erina tidak akan ditemukan," ucap Matthew.


"Bahkan acaranya beberapa jam lagi akan dimulai," Mark menambahi kata-kata Matthew.


"Kemana dia?" lirih Hans yang masih belum membuka mata karena semalam dia minum cukup banyak.


PLAK


"SADARKAN DIRIMU BODOH." Teriak Mark.

__ADS_1


Hans mulai membuka mata namun tetap malas untuk bergerak membuat Matthew berinisiatif mengambil baju Hans dan segera memakaikannya lalu mereka berdua membopong tubuh Hans ke dalam kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Sepanjang perjalanan hanya diisi dengan omelan Mark pada Hans yang tak henti-henti membuat Hans membuka mata dan mencoba mengumpulkan kesadarannya.


"Gimanapun aku berjuang tetap tidak bisa bersama dengan dia," sahut Hans ketika sudah mendekati pantai dimana Tiara dan Erina berada.


"Paling tidak hubungan kalian harus berakhir dengan baik. Kalian masih bisa berkomunikasi layaknya teman. Come on bro," saran Matt.


"Baiklah," jawabnya pasrah.


*Flash back off


"Lepaskan aku Rin.. aku nggak apa-apa kalau kamu tidak memilihku," pinta Hans.


Kini orang tua Erina sadar jika kemarin anaknya mengambil keputusan secara gegabah.


"Kalau kamu tidak mau meneruskan pernikahan kamu tidak apa-apa," sahut papa Erina yang juga fasih berbahasa Inggris.


"Pa.." Erina menoleh ke arah papanya dan melepaskan pelukannya dengan Hans.


Papanya hanya mengangguk lemah menyetujui Erina.


Erina dilema, walaupun dia memilih Hans, semua akan percuma karena pada akhirnya pun mereka tidak menikah. Tadinya dia melarikan diri memang bukan untuk menghindari pernikahannya tetapi untuk menuntaskan perasaannya dengan Hans.


"Belajarlah mencintai calon suami kamu," Bisik Hans yang tidak direspon oleh Erina.


***


Semua sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Tiara sedang mandi karena waktu acara Erina semakin menipis. James sedang memainkan ponsel sambil rebahan di ranjang.


"Besok pagi kita ke Jakarta ya. Ayok segera kembali ke London sayang. Tour kamu sebentar lagi. Jangan terlalu dekat waktunya biar kamu bisa istirahat dulu," Tiara berkata dengan lembut sambil memoleskan make up diwajah cantiknya. James masih asyik dengan ponselnya.


"Aku masih kepikiran Hans Honey," James kini merubah posisinya jadi duduk.


"Gak apa-apa. Mungkin berat bagi mereka bertiga tapi aku yakin semuanya bisa disembuhkan oleh waktu. Dari awal memang Hans yang mengantung. Kenapa juga dia tidak bilang tidak saat Erina meminta kejelasan. Huft. Bule memang aneh!" gerutu Tiara.


"Aku nggak ya, by," tolak James.


"Cih sama aja. Sudah sana mandi.."

__ADS_1


"Orang Indonesia emang aneh. Nikah aja acaranya bisa seminggu. Untung aku juga nikah dadakan. Its simple," gumam James sambil berjalan ke kamar mandi.


.


Kini mereka semua hadir di acara akad nikah Erina. Hans pun tampak hadir. Dan lagi. James kembali meminta pengawalan ketat dari instansi terkait di kampung mereka untuk menjaga suksesnya acara Erina dan dihadiri 4 artis hits muka bumi seantero dunia pula.


"Merinding sayang. Kayak gini aja aku udah serem dijagain dimana-mana. Gimana konser kamu nanti," bisik Tiara pada James sambil melihat ke arah para pengawal mereka.


"Sudah, jangan berlebihan. Kamu pilih seperti ini atau acara sahabatmu akan kacau," ancam James yang membuat Tiara tidak memiliki pilihan lain selain diam dan menurut.


Lantunan lagu religi mengiringi mempelai pria untuk masuk beserta puluhan nyaris ratusan keluarganya mengantar dan memegang seserahan membuat keempat artis itu keheranan.


"What the HELLo??" kata mereka serempak.


Mempelai pria sudah didampingi sang ayah untuk duduk di kursi yang tersedia untuk melangsungkan ijab kabul. Penghulu pun sudah hadir beserta saksi.


"Beruntunglah kau cukup melakukan resepsi dengan Tiara," Mark menepuk pelan pundak James dan membuat James tersenyum kecil atas candaan temannya itu.


"Apakah semua siap?" tanya penghulu kepada calon suami Tiara. Semua yang ada disekitar penghulu mengangguk pelan.


"Saudara ..... Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan wanita yang ayah kandungnya telah meminta kepada saya untuk menjadi wali hakim, yang bernama Erina Dewinta Binti Suherman dengan mas kawin cincin emas seberat 6 gram dibayar tunai..."


Baru juga si pria menarik nafas untuk menuturkan jawaban dari penghulu, tiba-tiba.....


"STOP!!! TEGA KAMU MAU MENIKAH SETELAH MENGHAMILI AKU !!!!" Histeris seorang wanita yang memakai baju seksi menyela ucapan penghulu dan calon suami Erina.


Semua menoleh ke arah suara wanita dan banyak yang tidak percaya dan menatap si pria dengan tatapan siap menyantap mangsa.


"YES," batin Hans....


BERSAMBUNG....


Siapa yook wanita itu?


Asli anak dari calon rinrin atau orang suruhan Hans?


Komennnn, Likeee, Maaciiww....


Tetap jaga kesehatan dan jangan lupa puasa syawal 😘

__ADS_1


__ADS_2