Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Undangan Nikahan


__ADS_3

"Mom," teriak James sambil membuka pintu rumah Clarissa di Swedia. Sesampainya dari bandara ia langsung menuju rumah Mommynya.


Ternyata yang dicari sedang berada di halaman belakang rumah berduaan dengan Ben. Mereka sedang asyik menanam beberapa bunga sehingga tidak mendengar panggilan James tadi.


"Pantesan suara emasku yang digemari gadis-gadis ini dari tadi manggil Mom gak didengerin. Lagi ngedate ternyata dengan Ben. Uuwww ingat usia Mom," canda James guna mengurangi kegugupan.


Ben hanya terkekeh kecil, tapi tidak dengan Clarissa. Dia tetap cuek, seakan-akan sibuk dengan tanamannya. James yang tahu situasinya saat itu langsung menunduk lemas.


"Sorry," ucapnya. Permintaan maaf untuk persoalan Bella yang sudah mutlak mengecewakan wanita yang melahirkannya itu.


Clarissa tetap diam, tak bergeming dan ....


"Ini berat Mom," James kini sudah terduduk lemas di kursi yang tidak jauh dari Clarissa. Entah harus bagaimana lagi dia menjelaskan pada Mommynya.


Ben yang sudah paham airmuka mencekam dari Clarissa memilih meninggalkan mereka berdua. Remember, Ben sebagai papa tiri tidak mau urus campur masalah Clarissa, Tom dan James.


"Apa yang berat? Terima istri kamu. Kenapa kamu dibutakan semuanya James. Selama jadi kaya, kamu gak mau lagi dengar ucapan Mommy," sahut Clarissa.


"Siapa dia Mom? Kenapa aku harus menerimanya? Aku gak mengerti semua ini, darimana dia? asal usulnya? apa kerjanya? Kenapa gak terima Bella yang semuanya jelas?" protes James..


"Jalan pikiran kita sudah tidak sama James. Sampai air dilaut jadi kering saja omongan kita tidak bisa menemukan hasil. Mommy urusin hidup kamu sekali ini saja karena Mommy tahu James," lanjut Clarissa.


Dia tidak meneruskan kata-katanya karena belum memiliki bukti. Ini hanya insting seorang ibu saja pada anaknya. Dia bisa merasakan hembusan horor dari Bella, entah apa itu tetapi dia yakini itu tidak baik untuk James kedepannya.


"Kalau kamu memang memilih Bella, silahkan. Tapi tetapkan dulu hubungan kamu dengan Tiara mau lanjut atau tidak," Clarissa bicara sambil berjalan menyusul Ben yang berada di dalam rumah.


James termenung.. Tidak tau apa yang akan dia putuskan, mengingat sejauh ini Tiara tidak pernah bersikap aneh, apalagi kartu black card yang dia berikan belum tersentuh sedikit pun.


Padahal dia menduga Tiara sengaja menjebak Clarissa agar dia bisa menikah dengan James dan memeras James. Tiara juga sangat polos dan tertutup, maklum budaya kehidupan timur memang bagaikan siang dan malam dengan budaya yang dijalankan James.


Sedangkan Bella, mungkin cuma sekedar obsesi atau terlanjur kecewa. Obesesi sebelum James jadi artis dia sangat mengidolakan Bella, tapi setelah mengenal bahkan sampai tahap pacaran kini, kenapa dia merasa flat dan tidak ada yang spesial.


Dia sangka dia bisa bahagia banget pacaran dengan idolanya, tau-taunya yaudahlahyaaaa.


Bella sangat arogan dengan orang yang berstatus sosial dibawah dia, pelayan restoran, office boy, pramugari, duuh pokoknya gak banget deh sikapnya.

__ADS_1


Suka semena-mena dan memandang lemah. Dan itu ditangkap James selama mereka sering jalan bareng selama dua minggu belakangan ini.


"Kok sekarang aku gak yakin dengan hubunganku dengan Bella ya," James bicara pada dirinya sendiri.


Dia pun memilih masuk ke dalam kamar usai penerbangan yang menguras tenaga fisiknya untuk segera beristirahat. Tepatnya menenangkan hatinya.


Clarissa menyerah memberi tahu James. Terserah anaknya sekarang, toh kalau menyesal paling balik lagi ke dia. Jadi sekarang slow aja Clarissa. Teteuup dengan masih menyayangi Tiara sebagai menantunya dong.


......................


Di tempat lain, Tiara masih memilih alasan tepat untuk menolak Ditto yang pasti tidak menyebut kalau dia sudah berstatus istri.. upss..


"Aakuu... aaak... aku harus menolak kamu Dit," ucap Tiara lantang tanpa beban.


Ditto terdiam mengernyitkan dahi. Tidak pernah dalam sejarah selama ia mengenal Tiara, Tiara memiliki pacar, sedang dekat sama cowok, sedang jatuh cinta.


Atau mungkin dia tidak terlalu mengenal Tiara yang tertutup. Yang pasti Ditto syok bukan main.


"Kasih aku alasan kenapa? biar aku bisa terima alasan kamu," desak Ditto.


"Bukan karena aku sudah dipinang yang jelas. Ada hal lain. Hidup tidak selalu tentang keterbukaan kan, Dit. Kadang ada hal yang menjadi privasi seseorang yang bakal menjadi rahasia dirinya sendiri sampai ujung hayat," bijak Tiara.


Melihat raut wajah kecewa Ditto membuat hati Tiara tidak nyaman. Dia sangat menyesal mengecewakan orang baik di depannya kini. Tapi, dia bisa apa. Dia istri seseorang dan mengerti hukum selingkuh dan main hati. Makanya dia tidak membuka hati sembarangan.


.


Setelah Ditto pergi, mertua kesayangannya menelpon. Tiara mengatur nafas untuk membuat suaranya senormal mungkin. Sebagai signal paa mertua kalau dia baik-baik saja.


"Hai Mommy," sahutnya.


"Sayang lagi ngapain?," tanya Clarissa..


"Noo... Baru selesai jam kantor ini udah mau balik," ....


blablabla

__ADS_1


yang akhirnya Clarissa menyampaikan maksudnya.


"Sayang, sekitar 20 hari lagi ada acara nikahan sepupunya James di Italia. Kamu datang yaa, nanti Mommy belikan tiket sekaligus uang visa," pinta Clarissa.


Tiara terdiam... "Italia?" tanyanya dalam hati.


"Mommy kasih tau sekarang biar kamu bisa atur visa kamu dari sekarang. Jangan khawatir, nanti Mommy kenalin kamu sebagai teman Mommy dari Indonesia," ajak Clarissa sambil terkekeh.


"And James?" tanya Tiara.


"Mommy gak peduli lagi sama dia. Yang pasti dia diundang terserah deh dia mau datang atau nggak. Kenapa kamu tanya? kangen yaa??" usik Mommy mertua seenak-enaknya.


"Plis deh Mom.. Kangen James? buat apa?" sewot Tiara. Clarissa terkekeh dengar protes Tiara kini.


Panggilan itu pun berakhir dengan Tiara yang menjanjikan akan pergi jika kantornya memberikan cuti. Mungkin dia bisa meminta cuti selama 2 hari saja. Jadi dia berangkat di awal weekend hingga hari Selasa.


Dan kantor, tentu tidak masalah dengan ituu.... Karenaa..


Perusahaan tempat Tiara bekerja menilai kenyamanan karyawan adalah yang utama karena karena kerja karyawanlah perusahaan bisa berjalan dan berkembang.


Karyawan bebas memilih cuti kapan saja. Apakah diambil langsung dalam tempo lama atau sedikit-dikit, no problem.. selama kinerja kamu baik, why not???


......................


Ternyata James meninggalkan LA tanpa pamit dengan siapapun sehingga semua kru mencari dia kesana kemari hingga ia mengangkat telponnya yang sudah puluhan kali dihubungi....


"Sorry, ada urusan mendesak dengan Mommy," jawabnya cuek.


"Kembali sebelum rekaman di mulai. Jangan banyak cari perkara kalau kamu mau karir kamu berjalan mulus," ancam seorang kru.


James langsung mematikan telpon.


"Ck! mulus gimana??? Hubunganku saja kalian yang atur. Kalian yang memaksa aku jadian dengan Bella, padahal aku belum mau. Gak apa-apa sekali-kali aku berontak," batin James...


BERSAMBUNG....

__ADS_1


Ciee James sadar perasaannya sudah dengan Bella?


Berarti gak cinta kan James? Ada kesempatan bagi Tiara dongss? wkwk


__ADS_2