Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Cie Kesampaian Juga !


__ADS_3

Di salah satu kota kecil, Indonesia bagian tengah, terdapat rumah sederhana. Rumah yang kentalnya rasa kebersamaan dengan tetangga sangat terasa. Saling mengenal, saling mendukung, saling bergosip ria antar emak-emak tiap pagi di gerobak penjual sayur keliling.


Dalam rumah itu sedang banyak makanan yang terhidang meja ruang tamu, beragam jenis kue, teh hangat, kopi panas pun sudah di tata dengan rapi.


Seorang pria paruh baya dan istrinya sedang gelisah, jantung mereka berdua berdegup sangat kencang. Kini mereka berada didalam kamar untuk menyiapkan kata-kata penolakan yang sebenarnya mereka tidak tega untuk mengucapkannya.


Yap. Itu adalah rumah orang tua Tiara yang sedang menunggu kedatangan Refal serta keluarga untuk melamar Tiara.


Awalnya saat mereka menyampaikan niat, bapak Tiara sudah hendak memberikan penolakan secara halus, tetapi Refal tidak memberikan kesempatan untuk orangtua itu berbicara. Duh, galau juga sih ya kalau kayak gini.


"Udah dapat ide belum pak?" tanya ibu Tiara.


"Ya gimana bu.. ibu sendiri ada ide gak?" bapak Tiara tanya balik.


Ibu Tiara menggeleng lemah..


Seketika saudara mereka mengetok pintu kamar bapak dan ibu itu, mengatakan kalau tamu yang ditunggu sudah datang. Pasangan suami istri itu beradu pandang, mengungkapkan isi hati mereka masing-masing dari tatapan mata saja.


Dan mereka mengangguk bersama-sama sebagai jawaban mereka siap menghadapi semuanya berdua. Mereka tidak bisa memanggil Tiara hadir, sekalipun Tiara tidak pergi ke Italia, tetap saja bapak ibu tidak mau anaknya yang sudah resmi berstatus istri orang lain ada ditengah-tengah situasi seperti sekarang.


Kini semuanya sudah berada di ruang tamu yang berukuran 4 x 5 meter itu. Meski orang tua Refal menunjukkan aura bersahabat tetap tidak bisa mengurangi rasa gugup di dada kedua orang tua Tiara apalagi author.


Setelah 10 menit basa basi kebasian, akhirnya tujuan utama mulai di bahas.


"Pak, anak kita sudah berteman sejak dibangku sekolah. Refal sudah banyak bercerita tentang Tiara dan kita tahu mereka berdua sudah sama-sama matang untuk menjalin ikatan rumah tangga ..... dan seterusnya ..... Jadi maksud kedatangan kami adalah ingin melamar putri bapak Tiara Maheela" sopan orangtua Refal.


Bapak ibu Tiara sambil mengenggam tangan, semakin mendekati kata terucap dari bibir bapak Tiara semakin kuat juga genggaman sepasang suami istri itu, menansfer energi 'berjuang bersama' satu sama lain.


"Saya sudah membahas ini dengan putri saya sebelumnya. Perlu saudara semua disini tahu, keputusan apapun baik kami ataupun anak kami adalah keputusan individunya masing-masing. Itu adalah tradisi keluarga besar kami sehingga keputusan hari ini pun atas keputusan anak saya. Dia tidak bisa menerima lamaran putra bapak karena sekarang dihatinya sudah ada orang lain. Mereka saling mencintai dan kami tidak bisa memaksa Tiara lagi. Maafkan kami sebelumnya," jawab bapak Tiara lembut. Dia tidak membuat drama dengan mengatakan Tiara akan menikah sebentar lagi atau lain-lain. James aja modelannya seperti itu, bisa saja James meninggalkan anaknya sewaktu-waktu.

__ADS_1


Daripada kepalang malu dengan mengatakan hal yang belum pasti kebenarannya, lebih baik berkata yang realistis saja. Begitu pikirnya.


Kedua orang tua Refal beserta paman dan tantenya yang berjumlah 6 orang menghela nafas berat. Refal pun terkejut, bisa-bisanya dia tidak menanya pada Tiara lebih dulu~~ salah syendiriii~~.


"Baiklah. Kalau itu itu keputusan keluarga bapak kami akan menerimanya. Memaksa juga gak baik untuk keduanya 'kan," sahut bapak Refal santai.


.


.


.


Sedangkan di suatu taman hotel elite yang ada di Italia, Tiara sudah melangkahkan kakinya menuju pintu masuk acara pernikahan sepupu James.


Clarissa yang melihat menantunya dari dalam ruangan itu diam saja, membiarkan Tiara masuk sendirian dan mau tau gimana ekspresi James si keras kepala. Sebenarnya Clarissa mau melatih mental Tiara untuk kedepannya bisa terbiasa di depan banyak orang kalau-kalau nanti berhadapan dengan fans James saat statusnya sudah di up ke publik.


Tom dan Denada yang melihat kedatangan Tiara tersenyum simpul. Satu-dua orang memperhatikan Tiara dari atas sampai bawah termasuk sepupu James yang terkenal playboy bernama Edward.


"Come here" panggil Tom. Meski dia sempat cekcok dengan Mommynya beberapa waktu lalu, tapi bukankah disini Tiara sebagai tamu dan dia harus menjamu tamunya dengan baik... Itu pikir Tom.


James pun menoleh untuk melihat siapa yang dipanggil oleh Tom dan istri gadisnya tersebut hanya berjarak 10 langkah dari dia. Sangat sangat anggun dan natural, belum lagi warna kulit Tiara sawo khas orang Indonesia.


Mata mereka bertemu dan terkunci beberapa detik hingga akhirnya Tiara memutuskan tatapan matanya dan berjalan mendekati Tom dan Denada.


Clarissa yang melihat interaksi itu tersenyum simpul.


Tom mengenalkan kepada orang didekatnya jika Tiara adalah teman Mommynya. Dan Edward lah yang dahulu menyalami Tiara, duh jiwa playboynya udah nampak ajak nih.


Satu persatu Tiara salami dan mereka mengenalkan nama mereka masing-masing kecuali Hans, Tiara yang duluan memanggilnya.

__ADS_1


"Hai Hans," sapanya.


"Hai Tiara," Hans menjawab dengan kesulitan memanggil nama Tiara. Hans sudah tau namanya karena Tiara sudah 3 kali menyebutkan namanya pada orang-orang sebelum dia menyalami Hans.


James menatap nanar interaksi istrinya dengan kerabatnya. Hingga giliran akan menyalami James, Tiara ragu dan melihat wajah James, dia tersenyum kaku.


"Gini banget gue sama suami," batinnya.


"Sama orang seneng sampai senyum sumringah salamannya. sama suami sendiri kaku. ck," umpat James dalam hati.


Aduy James, sana elu sama Bella. Gedeg author ma elu..


Tiara tetap memberikan tangan kanannya pada James untuk salaman. Salaman mereka kedua kalinya setelah menikah, pertama usai akad nikah di kantor polisi London dan ini yang kedua...


"Hai," sapa Tiara ragu.


James menerima uluran tangan Tiara dan menahan sekitar 5 detik.


Tiara menghentikan salaman itu dann dengan SKSD-nya Edward langsung mengandeng tangan Tiara untuk mengajak Tiara ke meja menu makanan.


James melihat itu dengan tatapan sulit diartikan. Sedangkan Tom langsung mencairkan suasana.


"Jangan berlebihan, budaya mereka tidak seperti itu. Nanti kita makan sama-sama saja," katanya.


"Baiklah. Selamat menikmati pestanya nona manis," rayu Edward.


Denada mengajak Tiara berbincang, kapan datang, tinggal dimana selama di Italia, berapa lama Tiara akan disana. James sengaja menguping, cie mau tau juga. Tapi dia tetap saja dengan cueknya.


"Cie kesampaian juga kamu sama Bella. Udah nunggu bertahun-tahun juga. Selamat ya," seru Roland sambil berjalan menuju kumpulan Tiara. Teman dekat James dan merupakan keluarga dari mempelai wanita juga hadir dan langsung memborbardir pernyataan tersebut. Dia tau James dari dulu karena mereka memang akrab.

__ADS_1


James langsung melihat Tiara, hatinya berantakan. Meski Tiara sudah tau tapi tetap saja James merasa tidak tega kalau ini dibahas secara gamblang di situasi seperti ini pula .......


BERSAMBUNG.....


__ADS_2