
Bas memanggil tim medis yang memang tersedia di arena konser ketika melihat istri artisnya pingsan dan langsung pucat.
Dokter yang memeriksa menyarankan Tiara dibawa ke RS segera. Pingsannya Tiara tidak disebabkan karena kelelahan, kurang makan, dehidrasi atau hal semacam itu lainnya.
"Sepertinya ada hal yang membuatnya shock sampai gak bisa nahan diri," ucap dokter pada Bas dan Bas paham akan kejadian besar yang baru-baru dialami wanita di depannya ini.
Bas pamit pada asisten Hans dan menitip pesan kalau sudah berakhir konser minta James menyusulnya di RS.
Selama perjalanan, ia tak berhenti menghubungi Tom dan Clarissa. Sayang, Tom sudah kembali ke Swedia tadi pagi.
"Tir bertahanlah tir.. gimana keadaan James kalau kamu rapuh begini..." mohon Bas sambil terus menelpon Clarissa yang tak juga diangkat.
Tiara samar-samar mendengar keluhan Bas merasa bersalah. Bukan maunya juga menjadi lemah seperti sekarang, tapi tadi di belakang panggung bayangan bom meledak kembali menghampirinya.
Hanya Bas dan 2 crew yang menemani proses pengobatan Tiara di depan UGD.
"Keluarga Tiara" panggil seorang perawat dari pintu UGD.
Bas maju dan mengenalkan diri serta menjelaskan James akan datang satu jam lagi.
"Yasudah kita tunggu suaminya saja," sahut perawat lalu kembali masuk..
.
"Bas, bagaimana bisa?" panggil James sambil berlari ke arah Bas yang masih setia duduk di depan ruang UGD.
"Masuklah. Dokter akan menjelaskannya padamu. Kau ditunggu dari tadi," Bas menepuk pelan bahu James.
James kini memakai t-shirt yang sempat digantinya saat di perjalanan tadi dan masih dengan jeans serta beralas kaki sneakers.
"Istri anda sedang terkena PTSD ringan karena kejadian baru-baru ini. Tidak perlu cemas cukup 2-3 kali terapi sudah bisa sembuh kok," ucap dokter pada James dan membuat James mematung..
Terapi??
Padahal dirinya tidak bisa terus menemani Tiara karena konsernya.
James hanya mengangguk tanda mengerti dan meminta dokter memberikan pengobatan terbaik untuk istrinya.
Segera ia keluar untuk menemui Bas.
"Apa kau sudah menelpon mommy?"
__ADS_1
"Iya dari tadi cuma nggak diangkat. Mungkin tidur. Disana masih subuh kan," jawab Bas.
James memegang pangkal hidung dekat alisnya. Menandakan sekarang dia sedang berpikir keras.
"Kembalilah ke hotel Bas, beristirahatlah. Tolong besok uruskan mertuaku agar bisa segera datang. Hubungi Erina atau adiknya Yura yang bisa berbahasa Inggris.. Dan hubungi Mike minta dia temui Randy di KBRI London agar bisa mempercepat visa mertuaku," titah James.
Tidak lama kepergian Bas, Clarissa menelpon. Mungkin dia baru bangun tidur disana.
📱 "Mom, Tiara membutuhkan kalian semua," singkat James tanpa basa basi.
📲 "Yang jelas James. Ada apa?" Clarissa ikut panik.
📱 "Ambil pensiun dini mom, tolong aku.. ini urgent," James menjelaskan keadaan istrinya yang membuat Clarissa menarik nafas dalam sebelum menjawab.
📲 "Pagi ini juga mommy kesana. Tapi untuk pensiun gak bisa sekilat itu James.. Nanti Ben bantu uruskan ya, yang penting mommy kesana dulu buat temenin menantu mommy,"
Begitu telpon terputus Clarissa langsung membangunkan Ben untuk memesankan dia tiket ke Amerika segera. Dia pun mengambil koper dan mengemas barang secukupnya. Yang penting sampai dulu disana.
"Ingat kesehatanmu Honey.. Jangan sampai Tiara sembuh malah kamu yang sakit," kata Ben lembut sambil melihat Clarissa sedang sarapan. Untung tiketnya nanti jam 11 jadi nggak terlalu keburu kan.
.
Menjelang subuh Tiara mulai sadar dari obat penenang yang disuntikkan dokter saat tadi dia sadar dan kembali menangis karena tidak melihat James ketika di UGD.
"Honey," James mencium kening Tiara ketika sadar akibat isakan Tiara.
"Sudah jangan sedih teruss. Aku disini," James merengkuh Tiara dan menawarkannya agar mau makan dan minum.
Saat pagi hari, setelah James memandikan sang istri dan menyuapkan sarapan, ia mulai menanyakan Tiara beberapa hal.
"Kamu mau tetap temenin aku atau menunggu di London?"
Bukan tanpa sebab, lingkungan LA dimana rumah James berada kurang elok untuk ditinggali Tiara dalam waktu yang lama. Beda dengan rumahnya di London yang lebih asri dan tenang.
Hasrat tralala trilili disampingkan dulu mengingat Tiara harus sembuh demi masa depan keluarga kecil mereka.
"Dimana aja yang penting aku nggak kesepian,"
"Nanti malam mommy sampai disini.."
James mulai galau, 5 hari lagi dirinya harus ke Amerika Selatan untuk lanjutkan tour selama 10 hari. Disisi lain Tiara membutuhkan dirinya.
__ADS_1
Duh rasanya kepalanya nyut-nyutan memikirkan semuanya. Dia memilih menunggu Clarissa baru akan membicarakan hal ini..
...
"Baby, apa kamu izinkan James ke selatan untuk 10 hari?" tanya Clarissa saat dirinya sudah 20 menit berada di kamar Tiara setelah datang dari airport.
Tiara diam. Sebenarnya dia berat, tapi itu dia tahu itu tanggung jawab James.
"Kalau kamu nggak mau, nanti kita bicara sama manajemen," bujuk Clarissa.
"Gak apa-apa asal mommy menemaniku," lirihnya.
"Mommy selalu disini sayang. Besok orang tuamu datang. Kau mau disini apa istirahat di London?" kompromi mertua dan menantu.
"Gak apa-apa kalau di London my?"
"Gak apa-apa.. tapi kamu tetap jalani pengobatan terapi kamu yaa.. Mommy akan support kamu," Clarissa mengusap pipi halus Tiara untuk memberikan kekuatan dan keyakinan.
***
Sayang berjuta sayang, belum genap 2 hari ibu bapak di Amerika, sudah harus terbang ke London lagi yang membuat bapak ngedumel karena pinggangnya encok.
Mereka ke Amerika karena hal urgent, dahnya sampai, diajak ke London pula karena hal urgent 😄... rasanya bapak Tiara pengen punya karpet terbang biar bisa kemana-mana sambil rebahan.
Ternyata keputusan yang disepakati oleh seluruh keluarga membuah hati James tidak karuan. Baru satu negara di sambangi di Amerika selatan sudah membuatnya kurang fokus, banyak melupakan lirik bahkan salah nada.
Duhai, dia benar-benar memikirkan istrinya.
Pihak manajemen menegurnya saat sesudah turun dari panggung.
"Kenapa kamu tadi seperti itu? apa banyak masalah? Tidak biasanya kamu tampil memalukan seperti tadi," omel seorang dari manajemen artisnya.
Yang lain cuma sibuk mendengarkan James diomeli habis-habisan. Mungkin yang ngomel kekurangan 🤔 air kuah mie ayam.. Padahal kesalahan tidak seberapa tapi kata-katanya nyelekit.
"Aku tidak mau tahu, besok kamu harus tampil maksimal!!!" bentak yang mengomel itu...
Sesampainya di hotel, James makin galau. Belum lagi mendengar kabar kalau tadi siang Tiara tiba-tiba badmood dan tidak jadi pergi terapi...
James mengambil ponselnya untuk menelpon istrinya..
📱 "Baby, apa kau tetap disampingku kalau aku berhenti jadi artis?" tanya James membuat Tiara tak mampu berkata apa-apa lagi...
__ADS_1
BERSAMBUNG .....