Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Air Mata Berhenti


__ADS_3

"Izinkan aku berbakti padamu James sampai dititik aku merasa cukup. Akankah kau mencintaiku nanti atau tidak yang utama sekarang adalah aku istrimu dan aku akan tetap setia apapun yang terjadi," kata-kata dari hati Tiara saat ia berjalan dari ruang tunggu menuju ke pesawat melalui garbarata.


Ia menetapkan hatinya untuk bersikap layaknya istri meski tidak ada dunia luar yang tahu pernikahan mereka. Gimana caranya kan mereka sedang berada di benua berbeda?


Sementara ia akan terus mencoba berkomunikasi dengan baik pada suaminya. Bukankah suatu hubungan perlu adanya komunikasi yang lancar. Lagi-lagi Tiara hanya mencoba.


Belum lagi permintaan mertuanya tadi saat mereka di perjalanan ke bandara masih terngiang jelas di telinga Tiara.


"Mommy minta apapun yang akan kamu hadapi dalam rumah tanggamu dengan James, jangan tinggalkan dia. Bertahanlah semampu kamu. Mommy tau semua ada batasnya, kalau kamu sudah merasa ingin menyerah segera katakan pada Mommy. Jangan percaya apapun dari berita, kalau kamu mau tahu kebenaran kabar miring tentang suamimu, tanyakan langsung sama dia," pesan Clarissa pada menantunya.


Tiara mengangguk perlahan tanda mengerti sekaligus pertanda itu adalah beban dan amanah berat yang harus dihadapinya mulai hari ini.


.


.


Air mata yang mengalir dipipinya berhenti menetes bersamaan dengan lepasnya roda pesawat dari landasan pacu bandara Heathrow. Ia benar-benar meninggalkan kisah di negara itu, hanya Tuhan dan author yang tau tentang kejelasan rumah tangganya nanti.


...****************...


Usai memeluk Tiara tadi, James langsung naik ke studionya di lantai tiga. Kalau ada yang tanya apa James sudah tertarik dengan Tiara? Kenapa dia langsung memeluknya?


Salah kalau kalian berpikir ia sudah ada rasa dengan istrinya, ia memeluk Tiara hanya menghormati Tiara sebagai fans yang sudah rela mengeluarkan uang untuk idolanya. Just All...


Gak ada tuh udah ada benih cinta, tanda-tanda suka... Sungguh masih jauh. James aja masih mau meyakinkan ketidak terlibatan Tiara dengan orang yang menikam Mommynya.


Hanya dia merasa sedikit aneh dengan sikap Tiara tadi yang meminta izin sebelum memeluknya sehingga beberapa kali sempat terlintas di otaknya saat ia sedang mencari nada untuk lagu baru.


"Fans histeris sampai wajah memerah udah biasa aku temui, tapi kok dia tadi kayak gitu yaa? unik tapi aneh...," ia bertanya pada hatinya sendiri.


Hampir lupa, gimana kabar Arnold yang melihat postingan Bella semalam? Yes, kalian benar, tentunya Arnold senang dong.. Kali ini mereka tidak mendesak James dulu karena mereka yakin secepatnya pasti James akan melakukan keinginan mereka tanpa mereka mengotori tangan mereka. Cukup duduk manis dan uang akan datang dengan sendirinya. Sungguh licik.


.

__ADS_1


.


James sudah kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Hari ini ia habiskan hari di studionya saja, lumayan bisa menyelesaikan satu lagu. Dan nyaris lupa, James juga diminta untuk menulis lagu soundtrack film yang dibintangi Bella. Fokusnya akan terbagi tapi its okeylah masih cukup waktu untuk menyelesaikan keduanya.


Clarissa sudah sampai sore tadi di Swedia, ia sudah mengirimkan pesan kepada anak dan menantunya tapi tujuan pesan untuk Tiara belum diterima si pemilik akun, bukti ia masih dalam perjalanan panjang.


.


.


Pesawat Tiara sudah bergerak selama 8 jam tanpa henti. Usai pesawat takeoff maka berhenti pula air matanya mengalir. Kini ia hanya mempersiapkan diri untuk hidup layak seperti sedia kala sebelum menikah.


"Berbahagia secukupnya, bersedih secukupnya. Hari tidak selalu sama. Yang penting jalani hari yang diberikan Tuhan lalu syukuri. Tidak perlu banyak berpikir yang gak-gak toh semua yang terjadi dalam hidup ini adalah suratan takdir," batin Tiara..


Itulah dia, wanita yang selalu berpikir positif dan menganggap semua akan baik-baik saja selama berada di jalan yang benar. Caranya? Bersikap baik dengan semua orang dan tidak perlu mencampuri urusan oran lain. Itulah kuatnya mental Tiara sekalipun James berkata kasar dengan dia, Bella bikin onar, dia masih selow aja. Satu hal pendukung lainnya, dia tidak punya 'rasa' pada suaminya.


Beberapa jam kemudian pesawat yang ditumpanginya sampai di bandara Soekarno Hatta Jakarta. Teman kantornya yang bernama Olla menjemputnya.


"Wooi ngapain aja elu di London lama-lama. Bikin repot gue aja semua kerjaan elu dialihkan ke gue," omel Olla saat Tiara sudah duduk dalam mobil.


"Sorry baby,"


"Gimana ceritanya tuh elu bisa dijadikan tersangka disana. elu yaa diam-diam bae taunya main pisau," sindir Olla.


"Nanya mulu ntu mulut. iya iya gue ceritain,"


Sebelum bercerita Tiara lebih dulu mengirim pesan buat James dan Clarissa, beserta bapaknya kalau dirinya sampai dengan selamat di Jakarta. Ia hanya mengabari saja, urusan dibalas atau tidak nanti di cek kalau sudah sampai di kontrakannya. Lalu ia menceritakan semuanya dengan Olla minus pernikahannya. Sebisanya dia mengarang tentang aturan hukum disana, syukur Olla percaya.


Tiara membuka jendela mobil untuk menikmati cuaca panas yang sangat dirindukannya dua minggu belakangan ini.


"Seger yaa, kangen matahari nih gue,"


"elu dari LN kok jadi norak yak?"

__ADS_1


"Sewot aje elu,"


...****************...


Di sisi yang lain, ada Bella yang berkali-kali mencoba menghubungi James tapi tetap tidak ada jawaban. Sang tujuan yang ditelpon sejak tadi masih asyik dengan gitarnya.


"Kenapa dia jadi susah dihubungi?" gumam Bella.


Bella tidak ada henti-hentinya menganggu ketenangan James. Ada hal yang perlu dia bicarakan kali ini dan sepertinya cukup penting. Apa itu?


Lagu soundtrack film yang dijanjikan harus selesai dua bulan lagi mendadak diminta tim manajemen film dalam seminggu kedepan. Dan orang yang berhasil melobikan James untuk membuat lagu ialah Bella.


Maka dari itu sekarang ia mendapat tekanan dari atasannya untuk bisa mendesak James agar segera menyelesaikan lagu 'titipannya' .... Enak ya punya teman yang bisa diatur-atur semaunya kita, minta sesuatu yang berkualitas baik pula (pengen sentil Bella jadinya)...


Kenapa harus James padahal banyak artis yang lebih baik dari dia? Karena James belakagan menjadi artis pendatang baru dengan reputasi paling baik dibanding yang lainnya termasuk teman-teman satu band-nya.


"Kenapa baru jawab?" Bella bertanya ketus saat James menghubunginya kembali. Sebelumnya Bella mengirim pesan pada James untuk segera menghubunginya. Urgent.


"Gila. Ya gak bisa lah. Buat lagu bukan seperti buat es kopi," sindir James yang diberitahu Bella apa hal urgent tersebut.


"Please.. Kalau kamu kaya gitu aku juga yang didesak-desak sama atasan," mohon Bella.


"Sepuluh hari. No debat," James langsung menutup telpon. Loh kok James ketus sama Bella, katanya sudah mengidolakan dari jaman sekolah ?


James masih lelah teman-teman, pikiran dan fisiknya sangat sangat lelah (mulai kelar tur sampai pernikahannya dan drama Bella). Dia dalam fase tidak ingin berurusan dengan cinta dulu. Karena dari awal dia anggap Bella teman meski sering adu rayu tapi tidak se-spesial itu. Maka dia mampu bersikap semena-mena pada Bella. Lumrah.


Bella tersenyum penuh kemenangan usai mendapat kesepakatan dari James.


"Dasar bocah. Gak sesulit yang aku bayangkan ternyata 'bermain' dengan bocah. Aahhh senangnya. Makin disayang agensi dong aku. Fee-ku juga makin nambah," ujarnya depan cermin sambil mengedipkan sebelah matanya.


BERSAMBUNG .....


Bella mau main apa tuh bareng James? Ikutan dong ....

__ADS_1


__ADS_2