
Belum juga James sepenuhnya menjauhkan tubuhnya dari pelukan Tiara, ia langsung kembali memeluk James dan membisikkan sesuatu dengan sangat sensual..
“Aku mengingkanmu..” katanya sambil mendesah.
James menggeser tubuh Tiara menjauh. Dia tidak mau tergoda kali ini. Bukan dia tidak ingin meminta haknya, tetapi niat Tiara yang ingin memberikan dirinya setelah menggunakan uangnya dengan nilai fantastis harus diluruskan.
Rumah tangga ada untuk menyempurnakan dan menutupi kekurangan yang ada dalam diri pasangan. Bukan sebagai ajang pemenuhan nafsu melalui materi. Apalagi hubungannya dengan Tiara masih dalam pandemi, tidak ada kejelasan ujungnya akan bagaimana.
Awal nikah dia minta berpisah, Tiara tidak mau. Sekarang James mau berbaikan, Tiara malah minta pisah. Lalu sekarang Tiara menjadi agresif seperti ini ‘kan aneh. Dia tidak memungkiri mungkin Tiara memang sayang dengan dirinya karena perhatian yang diberikan istrinya awal-awal mereka menikah diakuinya sangat menyentuh.
“Apa sebenarnya maumu?” James sedikit emosyi melihat istrinya berubah seperti ini.
“Mau menjadi istrimu sepenuhnya.”
“Aku ada interview di radio sebentar lagi. Kau bersihkan dirimu lalu istirahatlah,” ucap James lalu berjalan ke walk in closet nya untuk bersiap-siap.
20 menit berlalu, James keluar dari walk in closet dan hendak mengambil kunci mobil yang terletak di meja sudut kamarnya. Alangkah terkejutnya James mendapati Tiara yang hanya tertutupi handuk melilit menutupi dadanya dan paha atasnya ditambah rambunya digulung dengan handuk hingga menampilkan lehernya dengan sempurna. Belum lagi kulit Tiara ekstotik sawo khas orang Indonesia.
“Apa-apaan kamu?” Tanya James terkejut. “Kenapa masih disini, pindah ke kamar sebelah.”
“Lah, kan kita sekamar James. Masa ada suami istri tinggal dikamar terpisah,” jawab Tiara tersenyum. Dia tau James pasti tidak menerimanya di kamar ini.
Makanya dia sengaja langsung membuka kopernya dan menghambur barang-barangnya seakan-akan mencari pakaian yang akan dia cari.
“Tidak ada begitu. Pokoknya aku pulang nanti, kamar ini harus sudah kembali bersih,” ucap James dan langsung bergegas pergi. Malas jika harus berdebat lagi dengan istri perawannya itu.
.
Keluarnya James dari kamar, tidak lama berselang Clarissa masuk. Mertuanya harus mencari tahu hubungan menantunya dengan anaknya. Karena dialah penyebab dari segalanya. Ingin rasanya Clarissa memberitahu menantunya kalau dia adalah dalang dari semuanya. Tapi membayangkan kecewanya Tiara nanti ia tidak akan sanggup.
“Sayang, kenapa tidak dibereskan?” Clarissa masuk tanpa mengetuk pintu. Diapun sedikit kaget dengan kondisi Tiara saat ini yang hanya berbalut handuk.
“Iya mom, ini lagi nyari baju dulu. Setelah itu aku bereskan,” jawabnya pelan.
“Udah sana pakai baju dulu. Ini mommy bantuin masukin kembali ke koper dulu ya, setelah ini kita ngobrol bentar, bisa kan? Kamu gak terlalu capek kan?”
__ADS_1
“Iya mom, tunggu bentar ya,” sahutnya sambil berjalan membawa baju ganti ke kamar mandi.
“Duduk sini sayang,” Clarissa menepuk ruang sampingnya usai Tiara keluar dari kamar mandi untuk memakai pakaian. Dia sekarang duduk di sofa kamar James.
“Ada apa sayang? Kok datang tiba-tiba?” tanyanya.
“Sudah seharusnya aku jujur dengan Mommy,”
“Mmm.. mommy, apa mommy tau kalau aku habis bertengkar hebat dengan James?”
“Mommy nggak tau apapun tentang hubungan kalian. Kamu selalu bilang baik-baik saja dan James juga nggak pernah menyinggung apapun tentang kamu,” jawab Clarissa.
“Mom, awal-awal pernikahan memang sangat menyakitkan untukku, James tidak pernah memandangku, membalas chatku saja tidak pernah, apalagi dia sempat berpacaran dengan Bella. Mommy tahu ‘kan bagaimana style anak muda di barat sini kalau sudah berpacaran, tapi Tiara tetap saja bisa berbuat baik pada James karena dia sendiri bilang sama aku kalau dia hanya terpaksa menjalankan hubungannya dengan Bella,”
Tiara menjeda kata-katanya dan menarik nafas sejenak.
“Pada saat ulang tahun James yang Mommy belikan Tiara tiket, disitu ‘kan James sudah putus tapi ternyata dia sedang asyik berciuman panas di backstage, aku memilih untuk kembali ke Indonesia saat itu juga ternyata James menyusulku. Disitu aku meminta cerai sama dia, tapi dia menolak Mom… akhirnya dia kembali lagi untuk mengurus albumnya dan selama 2 bulan lebih kami tanpa komunikasi sedikitpun..” air mata Tiara sudah bercucuran mengingat bagaimana hidupnya setelah menikah.
Clarissa masih setia menunggu menantunya melanjutkan cerita.
“Tapi waktu malam ulangtahunku sekaligus ulangtahun kantor, James datang dan menawarkan diri untuk menjadi pengisi acara dikantorku, lalu kami bertemu lagi di hotel dan dia meminta maaf dan mengajakku rujuk untuk membina RT yang baik, tapi aku menolak mom hingga datang temenku yang suka sama aku dan kami sempat adu mulut. Ternyata kedatangan temanku membuat James emosyi hingga gegabah mengambil tindakan, ia membuka sendiri status kami di sosmednya mom. Bersamaan dengan itu, aku dan James di fitnah temanku itu dan kami didatangi polisi tapi karena kami punya bukti kalau kami suami istri, maka semua aman.”
“Kenapa kamu plin-plan?” Clarissa tampak mulai hipertensi. Sabar dulu bund.
“Aku sekarang merelakan hidupku mom karena aku sudah memakai uang James sangat banyak untuk pengobatan bapakku,”
PLAKKK
Clarissa menampar Tiara.
“Kamu menjual dirimu? Kamu menjual harga dirimu? Kalau tidak cinta dengan James lepaskan dia toh dia sudah mau juga untuk berpisah.. kalau memang kamu cinta dengan James, terimalah dia dengan hatimu, sayangi dia. Jangan dengan embel-embel kamu sudah memakai uangnya!!!!” marah Clarissa.
Tiara tidak ikut emosi karena jalan pikirannya memang salah kali ini. Clarissa belum mendengar semuanya, jaminan bahwa karir James akan jatuh bukan ancaman belaka, karena Tiara mendengar sendiri dari Bas dan dia tidak mau menjadi penyebab hal itu terjadi pada orang yang dicintainya. Andai Clarissa berada di posisi Tiara.
“Maafkan aku mom,” Tiara berlutut memeluk kaki Clarissa. Clarissa menarik nafas lalu meminta waktu untuk menenangkan diri dulu meninggalkan Tiara sendiri di kamar James.
__ADS_1
.
Langit berubah warna. Tiara masih pulas diatas kasur suaminya berlapis selimut. James yang baru datang membuka kamarnya dan tampak gelap, sunyi. Dia mengernyitkan dahi, tidak biasanya kamarnya gelap, biasanya kalau dia pulang malam, pelayan pasti sudah menyalakan lampu dikamarnya.
KLEK
Ia menekan saklar on lampu dan terkejutnya dia melihat Tiara tertidur disana. Ia mendekat dan mendapati mata Tiara sembab seperti orang yang habis menangis dalam durasi yang lama, dan ia juga melihat pipi Tiara yang sedikit memerah, sepertinya Clarissa memukulnya dengan agak kuat.
James mengulur tangannya untuk menyentuh pipi sang istri. Merasa ada yang menganggu tidurnya, Tiara mencoba membuka mata dan dia melihat James duduk disampingnya dengan tatapan datar.
“James,” tegurnya sambil merubah posisi menjadi duduk. James tidak menjawab.
“Baru pulang? Sudah makan belum? Sini aku temanin makan dibawah..”
“hhhuuhh.. tidak perlu.”
“Yasudah sekarang kamu mandi dulu. Aku buatkan teh hangat ya,” Tiara beranjak dari kasur dan segera keluar menuju dapur di lantai 1.
James mengeluarkan ponselnya dan mengecek kejadian dari CCTV kamarnya untuk melihat apa yang terjadi sampai Tiara terlihat se-berantakan tadi.
“Kenapa mommy menyakiti dia? Kurang puas mommy sudah menjebaknya?” teriak James depan pintu kamar Clarissa yang berhadapan dengan kamarnya.
PRANGGGG
Cangkir kaca berisikan teh panas yang Tiara pegang terlepas begitu saja mendengar penuturan dari mulut James.
“Menjebakku?” lirihnya dengan penuh airmata dipipi chubby-nya.
BERSAMBUNG …………..
Author percepat aja alurnya, udah nggak sabar mau buat Tiara bahagia nih…
Gak lama lagiii, bahagia menghampiri Tiara. Tumpah-tumpah lohhhh….
Wkwk
__ADS_1
Jangan lupa like mentemen…
Semangat semuanya. Love u