Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Panen


__ADS_3

Mendengar tawaran yang baru diucapkan Luke, James menolehkan kepalanya mengarah ke meja Tiara dan pasutri petani di kebunnya itu duduk. Tiara tampak asyik mengobrol dengan sambil tersenyum ke arah pasutri itu. Melihat pesona bahagia dari sang istri membuat James semakin ingin membahagiakan Tiara.


"Maaf, sir. Aku mundur dari dunia entertaiment tanpa berniat kembali lagi. Sekarang aku sudah punya kehidupan baru bahkan benar-benar baru memulainya. Aku belum ada berencana bermusik lagi, tapi kau boleh meninggalkan kartu namamu padaku. Seandainya aku ada membuat lagu maka aku akan memberikanmu dengan cuma-cuma, tak perlu berikan aku royalty," James menjawab dengan jujur. Sebenarnya dia ingin menolak, tapi rasanya sungkan untuk berbicara seperti itu dengan orang yang baru ditemuinya.


"Baiklah.. Kualitas musikmu sangat bagus James. Sayang kalau kau berhenti total. Setidaknya kembalilah walau sekedar di belakang layar," saran Luke.


"Sebenarnya aku juga butuh uang lebih lagi untuk kejutanku pada Tiara.. Kalau menulis lagu mungkin dalam setahun bisa terkumpul," batinnya.


"Sementara belum, aku sibuk menyiapkan kehadiran anak kami yang akan lahir," James tersenyum kebarah Luke dan pamit untuk kembali ke meja Tiara.


"Sayang mumpung masih disini, gak mau VC mereka bertiga (teman-teman band).. Nanti di desa susah sinyal,"


James segera mengeluarkan ponselnya untuk melakukan VC group.


📲 "Wassaapppp bro?" sahut mereka serempak.


📱 "Gimana kalian disana?"


📲 "Seperti biasa," sahut Hans.


📲 "Gimana New Zealand?"


📱 "Good. All good.. aku sudah siapkan semuanya untuk kalian kalau mau jalan-jalan kesini," jawab James.


📲 "Kau harus tau, Hans kini makin mesra dengan girlband itu, yang kemarin dihindarinya terus," adu Mark.


📱 "Benarkah?"


Tiara yang berada disamping James ikut terkejut. Memikirkan bagaimana dengan Erina. Karena selama dia terkena musibah boom sudah jarang lagi berkomunikasi dengan Erina ditambah kesibukannya bersama James.


📲 "Mereka sudah berkencan satu kali,"


📱 "Hans," panggil James melihat yang diledek tak kunjung menjawab. Hanya tersenyum tapi buat meleleh.. eh buat penasaran dink... 😁


📲 "Ternyata dia tak seburuk yang aku sangka," kata Hans.


James bernafas lega tapi tidak dengan Tiara.


***


"Wah bayinya sangat sehat," dokter kandungan mereka (Mona) di RS terdekat menjelaskan pada Tiara sambil terus memperhatikan monitor USG baby fruity. Dokter Mona nantinya yang akan mebantu persalinan Tiara.


"Benarkah? gimana dengan berat baby dok? gak over kan?"

__ADS_1


"Semua aman, air ketubannya tidak over, placentanya juga bagus, gak ada indikasi terlilit tali pusat. Kalau nona mau lahiran normal sering-sering jalan kaki ya biar memudahkan proses persalinan,"


"Baik dok,"


Sepulangnya dari RS James bertanya pada sang istri apa masih ada barang yang mau dibeli. Dan Tiara ingin memakan es krim sejenak sebelum kembali ke desa.


Tidak lupa mereka juga membelikan para pekerja kebun makanan dan snack ringan untuk anak-anak para pekerja.


***


Setelah teguran dari Luthfi beberapa waktu lalu, Erina benar-benar bisa 'membuka mata' dengan menerima semua kebaikan Luthfi dengan lapang dada. Ditambah Hans semakin santer diberitakan kedekatannya dengan girlband Kpop.


"Makasih ya.. padahal aku gak niat repotin kamu lhoo," goda Luthfi saat Erina membawa makan siang ke kantornya untuk makan berdua.


"Nanti tukaran ya pak," sahutnya yang lebih bisa mengimbangi adu rayu Luthfi.


"Baiklah, simulasi jadi suami istri idaman gitu ya," canda yang akhirnya membuat mereka bisa lebih terbuka satu sama lain.


Akhirnya mereka ngobrol-ngobrol ringan sampai Erina pamit kembali ke kantor..


"Makasih sudah mau menungguku," kata Erina dalam hati usai keluar dari ruangan Luthfi. Saatnya dia bersyukur karena masih bisa menemukan orang yang cinta sama dia dengan satu frekuensi. Bahkan rela membuang waktunya demi Erina yang waktu itu masih terpaku dengan Hans.


***


Kini mereka sudah di kamar dengan Tiara yang berselonjoran kakinya dan James sedang melakukan refleksi ringan karena tampak Tiara sangat kelelahan setelah berjalan seharian.


"Hanya orang agensi musik saja. Hanya bertanya apa aku beneran gak mau kembali ke dunia musik lagi.. Sharing aja by," jawab James setengah kurang jujur. Dia tidak menceritakan soal tawaran lagu baru karena bagi James saat ini tidaklah penting.


"Kalo kamu mau nulis untuk sekedar menyalurkan bakat, silahkan. Lagian disini kita gak terlalu repot 'kan," ucap Tiara tulus.


"Kalo aku ada keinginan ke arah sana pasti aku lakuin kok, by..."


"Apapun deh asal jangan sampai buat aku sama baby fruity kelaparan ya,"


"Gak akan honey," James beralih mencium bibir Tiara.


Hari H masa panen telah tiba. Biasanya satu kali panen pemilik akan menghasilkan 4 ton jeruk dari 20 hektar lahan yang ada. Keuntungan kotor bisa mencapai 3 Miliar, mungkin 1 Miliar saja yang bisa masuk ke kantong James setelah bayar ini itu, urus ini itu. Dan dalam setahun bisa sampai 4 kali panen paling banyak.


Tiara antusias melihat hasil panen hari pertama Sean. Meski sudah dibantu mesin pemanen tetapi belum ada 50 persen berhasil dikerjakan di hari itu.


"Begini nanti keadaan akan kalian hadapi 3-4 bulan mendatang." ucap Sean pada James dan Tiara.


Mereka berdua membantu membersihkan sisa daun yang melengket di jeruk untuk bisa segera ditimbang sebelum hari semakin sore.

__ADS_1


Benar-benar no gadget seharian full. Mereka hanya fokus panen dan bersenda gurau dengan rasa kekeluargaan yang lekat.


"Enak kan jadi petani," canda Sean.


"Iya. Seandainya aku tahu dari dulu aku sudah berinvestasi pada kebun-kebun dimana-mana," James menimpali perkataan Sean.


"Kalau kamu gak jadi artis, gak ketemu aku dong. Gak nikah dengan artis dong aku," kata-kata Tiara mengundang tawa orang-orang yang berada disitu karena sempat-sempatnya menggoda sang suami.


Ketika di timbang ternyata hasil panen pertama sekitar 800 kg.. masih ada 5 hari lagi waktu untuk panen secara menyeluruh..


Panen sudah selesai, Sean sudah membantu James menstreilkan kebun dan diberikan bibit. Sudah 10 hari usai panen berlalu atau sudah 15 hari mereka meneruskan hari-hari disana.


Kini Tiara diajak James kembali berbelanja bahan makanan yang kian menipis. Sekalian mengecek sang baby kembali karena bulan depan sudah HPL Tiara.


Sesampainya di supermarket, Tiara mengeluarkan ponsel untuk mengecek sosmed yang susah diakses jika berada di rumahnya.


from ibu :


📩 "Tiara, ibu gak bisa kesana nih sampai bulan depan.. Erina mau nikah, gak mungkin ibu gak hadir kan.. Sebelum kamu lahiran ibu usahakan sudah ada disana ya,"


from Erina "


📩 "Serius nih bumil gak bisa datang? Eh aku undang Hans gak ya?"


Erina benar-benar menikah dengan Luthfi setelah memantapkan hatinya. Tidak boleh banget dia terlalu terpaku dengan Hans. Gak akan ada masa depan dong kalau dia terus-terusan seperti itu.


"Kenapa by," tanya James yang melihat mimik wajah Tiara tidak biasa ketika bermain ponsel dan tidak meneruskan memilih bahan makanan.


"Ibu gak bisa datang sampe bulan depan, Erina nikahan,"


"Kamu mau datangin artis buat dia nggak? hadiah dari kita,"


"Jangan buang-buang uang sayang, pemasukan kamu udah terbatas," Tiara mengingatkan.


"Artis Indonesia aja kalau gitu. Biar hemat,"


"Eh tapi kamu gak mau datang kan?" James seketika ingat gimana kalau Tiara merengek padahal dia sudah tidak dibolehkan naik pesawat di usia kehamilan penuh resiko seperti sekarang.


"Enak aja, kamu mau aku melahirkan diudara. Sudah nggak usah ngaco, belanja lagi yuk udah mulai pegel nih kaki,"


Sementara memilih belanjaan seorang wanita menegur James...


"Jamessss....." sapa Bella yang tiba-tiba berada dihadapan mereka berdua...

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2