
James mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan Tiara melalui ponselnya yang tersambung dengan CCTV di kamarnya. Begitu terkejutnya dia mommy-nya menampar istrinya, kenapa mommy-nya bisa sekejam itu? Dia harus cari tahu kepada Clarissa dan langsung mendatangi kamar Clarissa yang berada di hadapan kamarnya.
Knock..knock..
Pintu terbuka, terlihat Clarissa sedang baru bangun tidur kebingungan dengan kedatangan James.
“Kenapa mommy menamparnya?”
“James, mommy bisa jelaskan?
“Kenapa mommy menyakiti dia? Kurang puas mommy sudah menjebaknya?” teriak James.
PRANGGGG
Cangkir kaca berisikan teh panas yang Tiara pegang terlepas begitu saja mendengar penuturan dari mulut James.
“Menjebakku?” lirihnya dengan penuh airmata dipipi chubby-nya.
Ternyata semua percakapan mommy dan James terdengar oleh Tiara yang hendak kembali ke kamar.
Karena mendengar keributan dari suara James dia menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik dinding.
Hati wanita mana yang tidak hancur setelah mendengar fakta dirinya dijebak oleh orang yang disayangnya selama ini. Tiara melemah hingga tangannya yang memegang cangkir bersisi teh panas terlepas begitu saja.
James dan Clarissa terkejut langsung menoleh ke sumber suara. Mereka langsung memanggil Tiara yang sedang menggerakkan bola mata hitamnya seakan-akan mencari hal yang baru didengarnya adalah tidak benar.
James langsung menghampiri Tiara dan memeluknya. Bagaimanapun James juga tidak ingin menyakiti Tiara lebih dari ini.
“Kuatkan hatimu baby. Jangan gegabah dan mendepankan emosi sekarang. Aku akan selalu membantumu.” Kata James lembut sambil menyembunyikan Tiara di dadanya agar tidak bertemu tatapan dengan Clarissa yang masih setia depan pintu kamarnya. Dia juga mengusap pelan punggung sang istri seakan memberi kekuatan.
“Menangislah kalau memang itu yang kau butuhkan,” tambah James.
Tiara makin tersedu, bahunya terguncang beberapa kali karena terisak. Duh author ikut sedih. James setia menunggu istrinya selesai menangis.
“Ayok ke kamar. Lanjutkan istirahatmu,” ajak James.
Tiara menggeleng.
“Kenapa?”
“Aku akan dikamar yang ini saja,” Tiara menunjuk kamar yang pernah ditempatinya waktu awal-awal menikah dengan James sebelum kembali ke Jakarta.
“Bukankah kau tidak mau kalau kita sekamar?” ucap Tiara.
“Nanti kita bahas. Yang penting malam ini kau tidur dulu di kamarku,”
Tiara cukup mengangguk.
Sesampainya di kamar James membantu Tiara untuk baring ke kasurnya lagi. Tiara sangat lemah sekarang, bahkan tulangnya terasa remuk gegara perjalanan panjang dari Indonesia. Begitu James hendak berdiri, Tiara menahan tangan James.
__ADS_1
“Peluk aku……. Please,” pintanya. Karena memang Tiara membutuhkan kekuatan saat ini, kalau dia ditinggal James lagi dia akan makin sedih.
“Badanku kotor. Aku mandi dulu ya, setelah ini aku tidur sama kamu,”
Tiara menggeleng dengan mata yang sudah berair. James hanya menghela nafas. Tapi dia juga merasa tak tega.
“Badanku kotor, Tir. Akan banyak kuman dan penyakit kalau aku tidak membersihkan diri,” ia mencoba memberikan alasan logis.
“Kalau gitu aku ikut ke kamar mandi..”
James menimbang. Sebenarnya tidak apa-apa Tiara kalau akan ikut kesana. Kamar mandinya kan elite, ada satu set meja rias disana, jadi Tiara bisa menunggu disitu dan dia masuk ke dalam ruang kecil berbentuk kotak yang dikelilingi kaca bening-buram, biasanya untuk mandi pakai shower.
Selesai mandi, mereka benar-benar tidur bersama dalam kondisi yang sangat mesra.
.
Tiara menggeliat untuk merenggangkan ototnya yang kaku, matanya mencoba terbuka yang ternyata hari sudah mulai terang. Tubuhnya sedikit lebih segar karena tidurnya sangat nyaman semalam. Tetapi dia tidak mendapati James disampingnya sekarang.
“Kemana dia sepagi ini,” gumamnya tapi masih bisa didengar oleh James.
“Pagi? Ini sudah jam 10.” Kata James yang baru keluar dari kamar mandi.
Tiara Cuma nyengir aja karena malu.
“Aku udah bawain sarapan kamu tuh. Makan dulu lalu bersihkan diri. Setelah ini aku mau ngomong sama kamu,” James mode datar on.
“Iya.” Jawab Tiara singkat.
“Apa yang mau kamu dengar sekarang? Tentang mommy atau tentang kita?”
James dan Tiara sekarang berada di sofa kamar dengan pakaian sama-sama rapi.
“Tentang kita dulu James,”
“Baiklah. Aku akan memberikan kamu waktu untuk meluruskan niatmu memperbaiki semunya dengan aku. Kalau persoalan kau tidak enak karena sudah menggunakan uangku, lebih baik kita berpisah. Aku mau kau menerimaku karena memang kita adalah sepasang suami istri yang sudah Tuhan ikat dalam janji suci yang sah dan sakral,” James bicara dengan tenang.
“Aku tidak minta jawabanmu sekarang, aku mau kau pikirkan ini dengan baik dan kepala dingin.”
“Apa kau merasa aku tidak menyayangimu? Mungkin belum sampai tahap mencintai, mungkin setelah kita hidup bersama aku rasa cinta itu akan datang. Aku juga tidak mungkin main-main dengan janji suci kita,” beber Tiara.
“But I can’t believe it begitu saja. Kau saja menamparku waktu itu,” decak James.
“Maaf,”
“Sekarang aku akan menceritakan kenapa mommy menjebak kamu (bab nekat).. bisa dibilang kau beruntung karena sudah mommy pilih berdasarkan foto saja,” jantung James sudah dagdigdug takut kalau sampai Tiara akan menanggapi ini dengan darah panas. 🔥🔥🔥 Cukup soto betawi aja yang panas, hati Tiara jangan.
Tiara tersenyum. James bingung dengan perubahan istrinya kini.
“Lah.. kenapa ni bocah senyum yak?” batinnya.
__ADS_1
“Tapi mommy nggak salah pilih kaaannn,” gombalnya pada James.
“Salah banget,” James jadi kesal diledekin.
“Oke-oke. Sekarang serius.”
“Sebenarnya aku mungkin sudah mencintaimu James. kalau Cuma sekedar sayang tidak mungkin aku bertahan sampai sekarang setelah apa yang kau lakukan padaku selama ini. Awalnya aku mengagumimu. Lama kelamaan semakin aku stalking semua yang berkaitan denganmu, aku merasa semua yang ada didirimu membuatku takjub.”
“Maksudnya?” James mengernyitkan dahi.
“Kau lahir dan dibesarkan dengan budaya barat tapi kau memegang prinsip tidak akan melakukan hubungan intim sebelum menikah, kau tidak memiliki tato seperti Hans ataupun Mark, kau selalu ikut kegiatan charity, kau jarang bergonta-ganti pacar bahkan setelah kita menikah, pelayanmu bilang kau tidak pernah membawa seorang cewek pun kesini,” jelas Tiara sambil menerawang pikirannya yang dulu-dulu. Kenapa dia bisa se-bucin itu dengan orang yang bahkan tidak pernah ditemuinya.
“Aku tidak membenarkan diriku yang mengatakan ingin menjadi istrimu sepenuhnya setelah menggunakan uangmu. Dibalik semua itu, dorongan rasa yang aku punya padamu dari lama adalah yang dominan di hatiku. Aku sering diam-diam mendoakanmu James. cukup untuk menjadi temanmu. Tapi Tuhan memberikanku bonus dengan manjadikan kita suami istri,” katanya sambil tersenyum.
James merapatkan dirinya dengan Tiara. Dia menarik tengkuk sang istri untuk memberikan ciuman. Sangat lembut. James memang bisa merasakan ketulusan Tiara selama ini. Setelah merasa cukup, ia melepaskan ciumannya.
“Jadi kau sudah memaafkan mommy?” yang dijawab anggukan oleh Tiara.
“Baiklah. Kalau gitu kau bersiaplah. Mari kita buka status kita kedepan publik. Apa perlu kita daftarkan pernikahan kita di Indonesia?”
“James.. akuu….”
“Tidak ada yang perlu kau ragukan lagi. Jangan terlalu banyak mikir.” Kata James sambil mengeluarkan ponsel untuk mengirimkan pesan pada Mike untuk membatalkan perceraiannya.
Tidak lama kemudian, pelayan James mengetok pintu dan mengabarkan ada Hans yang menunggunya dibawah.
“Ayok bertemu dengan Hans.”
“Duluanlah. Aku mau ganti baju yang lebih tertutup lagi,”
.
Saat Tiara menuruni tangga, Hans tidak melihatnya karena posisi Hans yang membelakangi tangga. Cuma suara Hans yang terdengar oleh Tiara. Tampak seperti orang frustasi.
“Aku mohon James. Katakan pada Tiara untuk menamaniku ke kota mereka. Kalau perlu kau yang menemani aku ke Indonesia.” Mohonnya.
“Untuk?”
“Membatalkan pernikahan Erina dengan orang lain,”
“Apa maksudmu?” Tiara menyelonong dan langsung duduk disamping James.
“Aku,, mencintainya tapi ….” Hans memotong ucapannya.
“Tapi apaa…………” kaget James dan Tiara bersamaan.
BERSAMBUNG …….
Finally updateeee.....
__ADS_1
Jangan lupa jempol dibawah 🤭