
Hans berusaha untuk meraih dunia mimpi, tetap saja tidak bisa. Bayangan senyum Erina, kebaikan dan perhatiannya yang tulus selama ini membuat Hans merasa berduka ketika Erina memutuskan untuk berhenti dalam HTS mereka. Ditambah melihat Erina akan dekat dengan lelaki lain.
"Apa suatu saat aku bisa menemukan seseorang seperti dia lagi?" tanyanya pada diri sendiri.
Banyak.. Banyak sekali bahkan sungguh banyak orang yang mau menjadi pendamping Hans. Dari kalangan artis kelas atas, dari barat tau timur, kpop girlband pun bukan sedikit yang mengidolakannya..
Sesekali mereka cari perhatian pada Hans tapi semua bagai angin lalu. Malah dengan Erina yang ceplas ceplos, gadis dari kalangan biasa mampu membuat hari-harinya memiliki warna berbeda.
Sayang, persoalan perbedaan religi membuat mereka belum bisa bersatu sekarang..
Erina yang baru landing di Jakarta memutuskan untuk mengambil penerbangan lagi ke kota kecilnya. Capek ya capek sekalian, nanti aja istirahat kalau sudah di rumah. Begitu pikirnya.
Ahh tapi, satu kita lupa.. Dia tidak menghubungi Hans pemirsa untuk mengabarkan dirinya sudah sampai. Erina memilih untuk mencukupkan semuanya mulai hari ini. Apalagi dia siap menyambut masa depan dengan lelaki yang mau serius dengannya kali ini. Tentu nantinya ada pertimbangan. Nanti. Mulai juga belum.
Dia juga masa bodoh dengan ponselnya yang hilang, mau dicari sampai mana lagi, buang-buang tenaga tapi gak ketemu juga nantinya. Seminggu full dia merawat Hans di RS membuat tubuhnya letih tak terkira. Untung sebelum berangkat sudah minum multi vitamin Tiara yang dia konsumsi dari ahli gizi saat menemani James tour di beberapa negara Eropa, sebelum dia tahu kalau dia sedang hamil.
Keesokannya, Tiara dan James pergi ke klinik Kenny lagi untuk konsul sebelum keberangkatan James. Nanti kalau James sudah ke Amerika ia tidak membolehkan istrinya keluar satu langkahpun, maka sekarang mereka mengagendakan melihat baby fruity sekali lagi. Tetap dirumah saja bersama Clarissa dan Denada yang akan datang tiap weekend.
"Apa anakku baik-baik saja, Ken?" tanya Tiara saat di perutnya sedang dijalankan stick USG.
"Babymu sangat baik, perkembangannya juga seminggu ini luar biasa. Apa kau sudah mulai makan hewani?" Kenny beranjak dari samping kasur menuju kursi kebesarannya. James setia mendengar penjelasan Kenny dari tadi soal larangan-larangan yang harus dilakukan Tiara sebelum menyusul ke Amerika.
"Cuma ikan dan cumi saja. Sekali sehari, sisanya tetap makan buah, oat dengan blueberry, jeruk dan mix vegetable + fruite juice.." sambung Tiara.
"Siap-siap James, kedepannya anakmu memiliki bakat kecerdasan di level tertinggi tampaknya.. untung yang di mau Tiara banyak disini, jadi kamu gak repot nyarinya," kata Kenny sambil tersenyum, entah dia sedang menggoda James atau memang memiliki pengetahuan lain terkait ibu hamil. Entahlah.
"Gak tau aja kamu kadang dia minta jajanan Indonesia," bantah James akan kata-kata Kenny.. wkwk.
***
Sehari sebelum James ke Amerika, kepolisian Swedia menghubungi mereka semua dan meminta berkumpul kembali.
Kali ini mereka tidak berkumpul di kantor polisi karena membahas sesuatu yang sangat urgent dan rahasia. Mereka akan berkumpul di satu villa yang jaraknya satu jam dari pusat kota Stockholm..
Para anggota band pun disarankan menggunakan mobil berbeda, bukan mobil kerabat atau mobil yang disewakan manajemen selama hampir 2 minggu ini, tetap dengan pengawalan ketat.
__ADS_1
Terpaksa James meminta tolong saudara Mike untuk meminjamkan mobilnya. Dia sendiri akan menyetir ke lokasi pertemuan.
Seluruh wajah tampak tegang untuk mendengar kabar dari hasil penyelidikan.
Jantung semuanya berpacu sangat cepat, namun dari agensi James sudah menduga satu hal. Ah semoga tidak meleset...
"Bukti sudah kami dapatkan 85 persen dan semuanya mengacu pada agensi yang menaungi boyband baru bekerja sama dengan agensi Pillow Tosca yang menaungi Isabella, mantan pacar James. Kalau dari agensi boyband baru itu, mereka ingin menjatuhkan nama band kalian yang sangat besar ini dengan cara tidak baik, karena mereka merasa tersaingi. Sedangkan Pillow Tosca hanya membantu saja. Mendapatkan bom dan mencari sindikat yang mau bekerja sama tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Terkait kenapa si pelaku meletakkan di dekat tribun VVIP bukan di dekat panggung karena ada miss communication antara pelaku dan yang memerintah dia.. Sasarannya bukan fans tentu tapi kalian berempat," beber seorang penyelidik kepada semua yang hadir.
"Alasan kalian kesini harus memakai mobil berbeda dan berjalan secara terpisah, karena kami masih mencari 15 persen bukti lagi untuk melakukan penangkapan terduga utama jadi sekarang mungkin mereka diluar sana sedang mempersiapkan rencana baru,"
"Sebenarnya mereka mau memulai aksinya sejak di Italia, Hungaria, Kroasia, tetapi tidak mendapatkan celah hingga memilih Swedia, bisa menggunakan akses orang tua James untuk menyelundupkan bom buat masuk ke lokasi acara,"
Baik James, Hans Matthew maupun Mark mendapati bagian dada mereka sedang tidak baik-baik saja. Namun kepolisian Swedia menjanjikan akan menjaga mereka dengan baik dan sudah menyurati secara resmi ke kepolisian negara orang tua mereka bertiga berada untuk memberikan pengamanan sementara kepada para orang tua.
Penyelenggara acara dan manajemen agensi meminta waktu untuk membahas tour mereka kedepannya. Apalagi besok sudah harus ke Amerika.
"Apa kalian masih bisa melanjutkan?"
Mereka berempat sepakat melanjutkan.. keselamatan mereka masih kalah dengan bayangan teriakan dan senyuman fans saat mereka di atas panggung.. Apalagi sistem control keamanan untuk area konser berikutnya ditingkatkan 3 kali lipat.
***
Tangan James melingkar sempurna di perut Tiara yang sudah mulai menampakkan baby-nya.. Tiara sedang melalukan night routine untuk kecantikannya didepan cermin saat James baru pulang dari villa dan mendadak memeluknya..
"Wangi banget sih," goda James sambil menciumi leher sang istri.. mengecup berkali-kali...
"Sayang.." Tiara mencoba menghindar dengan melepaskan pelukan James. Leher dicium aja dia mulai terpancing...
"Sebelum berangkat honey," tangan James mulai gentayangan ke dada Tiara apalagi sekarang dia tidak memakai bra..
"Bahaya loh kalau baby rindu papinya saat papinya jauh, gak bisa jenguk dia," tangan James sudah mulai meremas bola dada Tiara dan lidahnya menjilati leher sang istri..
Mudah saja bagi James karena Tiara memakai daster diatas lutut dan tanpa bra.. Satu kali tarikan maka Tiara auto telanzang...
Segera James menggendong Tiara dan merebahkannya ke ranjang untuk menuntaskan aksinya...
__ADS_1
"Mau diatas?" tawar James setelah melepaskan ciuman panasnya dan membuat Tiara ngos-ngosan.
Tiara menggeleng.. Mengapa bayangan mister abu abu 50 muncul diotakknya..
"James," panggilnya dengan menatap James dalam..
Setelah memberitahu James keinginannya, James meminta pelayan membawakan semangkuk es batu ke kamarnya. Sambil menunggu pelayan, dia menutup mata sang istri memakai kain dan mengikat tangan Tiara di sandaran ranjang... sudah nyaris telanjang sisa dalaman bawah Tiara yang masih terpasang.
Baik James dan Tiara sama-sama gugup akan memulai hal baru bagi mereka kali ini. Meski James bule dan artis besar, banyak dikelilingi kehidupan seexz bebas tapi dia tetap bisa terjaga sampai menyentuh istrinya pertama kali..
"Kamu beneran nih by?" James memastikan sekali lagi dan Tiara mengangguk antusias...
"Awww," pekik Tiara saat James mulai menyentuh lehernya dengan es batu yang sedang digigitnya dan menyisakan separuh didepan mulut...
James yang juga penasaran segera menelusuri ke dada Tiara dengan menjalankan es batu secara perlahan...
"Ahhhh..eemhh," desah Tiara saat rasa dingin dan geli muncul bersamaan dari es batu dan rambut tipis James di bagian dagu-mulut berjalan dari bola dada kiri ke bola dada kanannya..
Ujung bola dada yang berwarna pink kecoklatan menegang akibat rangsangan dari James.. es batu sudah mulai mengecil dan segera James masukkan kedalam mulutnya lalu menyesap bola dada sang istri..
Tiara menggeliat gak karuan saat rasa dingin dari dalam mulut James hadir di tengah bola dada. Baru di dada gimana di segitiga tidak muda bawah sana. hahaha...
Rangsangannya 2 kali lebih cepat, James melepas bola dada dan dengan gesit mengambil esbatu baru untuk dia turunkan melalui perut dan bertemu lubang segitiga.
Dengan cekatan Tiara mengangkat pinggulnya agar James mudah untuk melepaskan penutup terakhir di tubuhnya. James tersenyum dengan keagresifan Tiara..
"Jammeeessshh," teriaknya kala James hanya memainkan es batu hanya di lutut ke dalam pangkal pahanya kiri dan kanan namun Tiara tidak sabar untuk James menyentuh kacangnya juga... padahal nafasnya sudah tersengal...
James sengaja sih lebih tepatnya...
segera James ambil es batu baru untuk digigit dan.... NYESSSS...
es batu begitu sempurna mendarat di tempat yang dari tadi Tiara inginkan.. Belum juga James bergerak Tiara sudah menaik turunkan pinggulnya agar es batu bisa terkena ke seluruh area segitiga tidak muda tersebut...
Ingin James mengatakan sabar tapi mulutnya masih mengigit es batu hingga tidak bisa berbicara.... Setelah Tiara mendapat pelepasan pertama, barulah James memasukkan ulegannya dengan tidak membuka penutup mata dan ikatan tangan Tiara...
__ADS_1
Benar-benar perpisahan yang mengesankan untuk dua minggu mendatang....
BERSAMBUNG...