
Kini, Tiara sudah sampai di Jakarta lagi. Belum genap 32 jam dia meninggalkan ibukota Negara itu kini sudah kembali lagi. Apa kata dunia?
Tekadnya untuk mengakhiri segalanya dengan James sudah bulat. Ia mengaktifkan ponselnya dan melihat puluhan notifikasi dari James baik melalui telpon maupun pesan chat. Tiara memutuskan untuk membalas satu pesan James saja.
📨 “Aku sudah kembali ke Indonesia.” pesan singkat ia kirimkan pada suaminya.
Setelah itu tidak ada lagi balasan dari James karena sang suami juga tengah melakukan perjalanan udara untuk menuju suatu tempat. Tidak adalagi komunikasi antara Tiara dan James dari pesan terakhir yang dikirim Tiara.
Dua hari berlalu. Kini Tiara sudah kembali ke kantor untuk bekerja. Selama di kantor fokusnya hilang. Namun tetap saja dia berusaha bekerja sekalipun terkesan lamban. Saat sore hari saat hendak keluar kantor, di lobi kantornya sedang berdiri seseorang dengan wajah datarnya. Tiara sangat mengenal siapa dia. Segera saja ia menghampir laki-laki berusia awal 30 tahun tahun itu.
“Bas. Kenapa disini?” Tanya Tiara sambil menghampiri Bas.
“James sedang menunggu di mobil. Ikutlah denganku,” kata Bas singkat dan dengan raut wajah ‘harus dipatuhi’.
Tiara yang sedang kebingungan pun mengikuti langkah Bas. Daripada dia menolak dan Bas membuat onar. Merusak reputasinya sebagai karyawan taudalan dong.
Di basement kantor Tiara, Bas segera membukakan pintu sebuah mobil dan ada James yang duduk disana sambil memainkan ponselnya. Yah, ceritanya sama lagi nih dengan di Aussie, bertemu dan bercerita dijalan.
“Kenapa kamu disini?” bingung Tiara dan langsung bertanya pada James.
*Flash back on
Sesampainya di hotel pada malam pertemuan terakhirnya dengan Tiara, James langsung menuju kamar Bas dan mengetoknya dengan kencang. James sudah hampir gila sekarang. Tiara pergi entah kemana dan James dalam perasaan bersalah pula. Meminta maaf pun belum.
“Bas aku akan mengatakannya padamu sekarang. Aku tidak peduli lagi sekarang. Temani aku ke Jakarta Bas, cari penerbangan pagi ini juga. Gadis itu istriku Bas. Aku menikah dengannya sebelum rekaman dimulai di Amerika, sudah hampir 3 bulan. Cerita lengkapnya nanti tapi tolong aku. Carikan juga detektif swasta di Indonesia Bas yang bisa mencari tahu banyak informasi tentang dia.” Mohon James pada Bas dengan mata berkaca-kaca.
“Menikah? Istri? Indonesia? Apa kau bercanda?” Bas terkejut langsung kembali terduduk padahal nyawanya belum setengah kembali dari ketokan James semenit lalu saat membangunkannya.
“Tidak Bas, aku mohon. Waktu kita tidak banyak. Sampaikan pada pihak manajemen kalau aku masih mau berada disini 2 hari dan kau menemaniku disini,” ide James lagi.
“Merepotkan. Baiklah,” ucap Bas langsung mengambil ponselnya untuk memenuhi permintaan James. mencari detektif swasta dan mencari penerbangan ke Indonesia.
“Penerbangan dari sini kesana ada jam 12 dan jam 4 sore. Mau yang mana? Saranku lebih baik jam 4 saja, karena itu jam penerbangan setelah kepulangan crew. Kalau jam 12, mereka mungkin masih ada di hotel. Akan susah kita membohongi mereka,” ujar Bas sambil mengutak-atik ponselnya.
“Kalau gitu pesan yang jam 4,”
Sesampainya di Jakarta, James hanya menerima informasi dari detektif yang disewanya untuk mengikuti rutinitas Tiara. Tidak ada yang spesial, tidak ada yang membahayakan. All normal.
__ADS_1
“Baiklah. Besok kita akan bertemu dengannya Bas usai dia pulang kerja,” perintah James pada Bas. Bas sudah mengetahui segala struktur cerita James - Tiara karena saat di pesawat kemarin James sudah menceritakan seluruhnya tanpa ada yang ditutupi lagi.
Maka dari itu, Bas menunggu Tiara di lobi tadi untuk memberitahu James ingin bertemu dengannya.
*Flash back off
Kini mobil yang mereka berdua tumpangi sudah memasuki basement hotel ternama di depan lingkaran terkenal ibu kota.
“Ada yang mau aku bicarakan denganmu. Masuklah ke kamar 1010,” suruh James.
Tiara sebenarnya malas. Tapi mau gimana lagi. Lebih baik sekarang ikuti aja. Dia juga yakin gak akan terjadi apa-apa antara dia dengan James meski mereka berduaan di kamar.
Dengan posisi yang berhadapan dipisahkan oleh meja sepanjang 1,5 meter didalam kamar hotel, James dan Tiara saling bertatapan.
“Katakan apa maumu?” ucap James singkat.
Surpriseee. Kejutan ulang tahun. Entah sejak kapan namun Tiara mengeluarkan sebuah kertas dari dalam tasnya.
“Tanda tangani ini. Aku akan berpisah denganmu,” balas Tiara sambil menyodorkan James sebuah surat perjanjian mereka akan bercerai.
Entahlah, sepertinya Tiara harus mengurus ini di London karena di Indonesia pernikahan mereka belum terdaftar.
“Ini saja?” pertanyaan itu keluar dari mulut James.
Tiara tidak menjawab namun diamnya sudah menjadi jawaban bagi James. hmm.
KREEEKKKK
James merobek kertas yang dibuat Tiara dengan susah payah tersebut.
“James,” bentaknya pada sang suami dan auto berdiri.
“Jangan menyiksaku James,” tangis Tiara pecah sambil kembali duduk dengan kasar.
“Kita harus bagaimana sekarang? Aku sakit James,” Tiara histeris sambil terus memukul dadanya mengungkapkan rasa sakit hatinya.
James hanya diam. Tidak menjawab satupun keluh Tiara.
__ADS_1
Hingga Tiara selesai menangis James pun masih diam.
“Izinkan aku pulang sekarang.” Pamit Tiara langsung berdiri dan menuju pintu. Ketika tangan kanannya sudah memegang gagang pintu laluuu..
Sebuah tangan melilit diperutnya dengan sangat kuat.
“Maafkan akuuu, Tir, maafkan aku.” Lirih James sambil sedikit menangis. James orang yang rapuh juga sangat lembut sehingga dengan menyakiti Tiara kemarin membuatnya tidak tega dan terus dihantui rasa bersalah.
Tiara membiarkan dulu James menangis tanpa merespon. Setelah sedikit tenang, dia melepaskan tangan James dari perutnya sambil berkata,
“Kita harus melepaskan satu sama lain James agar menemukan kebahagiaan. Akan sakit dan sulit kalau kita terus seperti ini,” ucapnya tegas.
Tiara kembali menoleh ke arah James untuk bertatapan dengan suaminya.
“I Love You, James,”
James terkezud dan langsung terdiam. Usai mengucapkan kata-kata itu Tiara segera meninggalkan kamar hotel dan kembali ke rumahnya.
📨 “Jangan pedulikan aku dan kembalilah ke London segera,” pintanya pada James.
.
.
Belum ada kejelasan antara hubungan James dengan Tiara sekarang. Padahal sudah lebih 3 hari dari kejadian di hotel waktu itu. James pun sudah berada di London untuk melanjutkan proses rekamannya yang tertunda.
Tiara sadar harus membenahi dirinya untuk bisa segera berpisah dengan James. Meski kenangan mereka tidak banyak, tapi jujur dia tulus menyayangi James sebagai idolanya.
Terbukti, dalam kapsul botol kado itu adalah jawaban dari hatinya selama ini. Jadi walaupun mereka tidak menikah, Tiara memang sudah mengagumi James. Banget.
"Kiranya suatu hari nanti kita tidak dapat bersama, percayalah aku selalu menyimpanmu diruang khusus yang ada dihatiku."
Salah satu isi kapsul Tiara yang pertama kali dibuka oleh James.
SneekPeak.. Hehe...
BERSAMBUNG ....
__ADS_1
Besok-besok part dilema dulu yaa 😘
Jans lupss like . thank u