Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Terkezoed


__ADS_3

Baru juga si pria menarik nafas untuk menuturkan jawaban dari penghulu, tiba-tiba.....


"STOP!!! TEGA KAMU MAU MENIKAH SETELAH MENGHAMILI AKU !!!!" Histeris seorang wanita yang memakai baju seksi menyela ucapan penghulu dan calon suami Erina.


Semua menoleh ke arah suara wanita dan banyak yang tidak percaya dan menatap si pria dengan tatapan siap menyantap mangsa.


"YES," batin Hans....


"Siapa kamu?" bentak papa Erina pada wanita itu.


Wanita itu berdecih lalu tersenyum mengejek ke arah mempelai pria. Segera ia melangkahkan kakinya mendekat ke meja dan membuat jantung si laki-laki ketar-ketir.


"Gawat!! Bisa batal nih aku nikah sama Erina!" batinnya.


Emang dari awal niatnya menikah juga tidak begitu baik. Selain karena ada kesempatan, dia juga ingin menghindar dari wanita itu, wanita yang memberikannya kenikmati One Stand Night.


"Sial. Gagal deh rasain perawannya Erina!" gerutunya lagi namun tidak ada satupun yang mendengar.


Wanita itu segera mengeluarkan amplop rumah sakit dan rekaman CCTV hotel dimana dia sedang check in berduaan dengan mempelai pria. Dua kali, ya mereka melakukan adegan suami istri itu dua kali dihari yang berbeda membuat papa Erina segera berdiri dan


PLAKKK


Tamparan keras diberikannya kepada mempelai pria. Beruntung tamu undangan tidak tau duduk permasalahan yang dibahas di meja yang seharusnya menjadi saksi bisu janji suci antara Erina dan calon suaminya.


"Semuanya mohon kembali kerumah," pinta om dari Erina yang bisa membaca kondisi sekarang tidak memungkinkan untuk melanjutkan acara.


"Jangan senyum-senyum kau. Bukan kerjaanmu kan?" sinis James pada Hans.


"Aku nggak semurahan itu," dalih Hans lalu meninggalkan James dan Tiara.


Diperjalanan menuju ke hotel, James menawarkan apa Tiara mau bertemu Erina atau tidak tapi Tiara memilih untuk membiarkan Erina menenangkan pikirannya, lagipun dirumah sahabatnya pasti sedang rame dan ricuh.


Tiara tidak mau terlalu ikut campur. Dirinya aja masih lelah karena kerja kerasnya berdua James semalam hingga membuat dia kurang tidur.


"Yasudah. Kita istirahat saja. Atau mau ke Jakarta nanti malam?" tanyanya lagi. Namun Tiara menggeleng. Mengingat rencananya nanti malam seluruh keluarga dan teman-teman James akan kembali ke Jakarta untuk kembali ke negara masing-masing maka dia akan menyusul saja agar sempat berpamitan sama keluarga besarnya nanti malam.


Sesampainya di lobi hotel, James masih setia merangkul Tiara yang memang sangat lelah. Namun, langkah mereka auto terhenti ketika melihat sekitar belasan gadis-gadis remaja tanggung berlari menghampiri James dan berteriak kencang.

__ADS_1


"James," Tiara menatap James terkejut dan dia bingung harus bersikap bagaimana. Tubuhnya terasa remuk belum lagi masalah Erina yang turut ia pikirkan sekarang ia dipaksa untuk bersikap ramah dan tersenyum. Bukan hal mudah tentunya.


Belum sempat James menjawab Tiara, kini belasan remaja memeluk James agresif hingga Tiara terjembab untuk bergeser dari rangkulan James. Ingin berteriakkkk...


"Kembali lah ke kamar kalau perut kamu sakit. Aku akan segera menyusul," teriak James menyelamatkan Tiara ditengah kerumunan fansnya.


Tiara melangkah dengan gontai ke arah lift untuk nsik ke kamarnya.


"Baru begini saja rasanya udah nggak enak banget. Gimana nanti tour, ratusan cewek yang bakal peluk dia," dumel Tiara karena cemburu. Lah katanya dia milik fansnya. Baru juga segitu yang agresif udah badmood aja elu...


Saat pintu lift hendak tertutup, ketiga teman band James menahan pintu dan masuk dengan buru-buru sambil tertawa, menertawakan James.


"Hahaha. Rasain tuh dia layani sendiri. Emang enak." ejek Mark..


"Kenapa kalian membiarkan suami aku sendirian disana?" tanya Tiara ketus.


"Lagian James sendiri cari masalah. Lewat lobi pula. Kami kan lewat tangga darurat. Smart Tir," ejek Matthew sambil menunujuk samping dahinya seakan-akan otaknya sangat cerdas.


Tiara malas menimpali. Yang dia inginkan sekarang hanyalah kasur..


.


Kamar hotel yang James masuki tampak sepi, terlihat sang istri sedang terbalut selimut. James memilih untuk mengganti baju dulu lalu berbicara dengan Tiara. Dia paham istrinya sedang dalam kondisi hati yang tidak baik.


"Katanya siap menerima konsekuensinya" ujar James sambil memasukkan dirinya ke dalam selimut yang sama dengan istrinya.


"Aku cuma kaget James. Lagian kamu juga tahu aku lagi cape dan banyak pikiran," sahutnya.


"Iya aku paham. Nanti terbiasa sendiri. Sekarang tidurlah," James menarik Tiara dalam dekapannya. Ia sebenarnya mau mengutarakan pendapatnya terkait Tiara yang selalu tidak mau dibawa jalan ke tempat umum maka begini jadinya. Dirinya jadi 'kagok' sendiri kan. Andai kata dia mau mengikuti kata-kata James dari lama pasti tidak se-kaku tadi.


.


Di rumah Erina sedang berlanjut perdebatan panjang. Orang tua Erina meminta acara mereka dibatalkan saja karena wanita itu juga tidak mungkin dibiarkan hamil tanpa pendamping. Apalagi yang menghamilinya terlihat tenang-tenang saja bahkan merasa tanpa dosa meminang anak orang. Huft.


"Aku sepakat dengan papa. Emang dari kemarin aku sudah tidak bisa meyakini perasaanku untuk menikah. Taunya Tuhan memang tau yang terbaik," tegas Erina panjang.


"Rin.. aku..." belum lagi si pria berbicara sdh dipotomg oleh kedua orang tua Erina.

__ADS_1


Sedangkan keluarga besar dari pihak lelaki memohon maaf kepada keluarga Erina karena sudah merusak semua rencana indah itu. Mereka juga kecewa pada anaknya namun soal itu akan diselesaikan sendiri di rumah.


Akhirnya mereka pun pamit pulang setelah menyepakati tidak meneruskan acara mereka.


Erina pamit untuk ke kamar karena gerah dengan baju pengantinnya. Alasan aja sih, niatnya mau hubungin yayang-nya. Dia tidak tampak terlalu sedih bahkan terkesan ceria.


📨 "Bukan kerjaan kamu kan?" kirimnya pada Hans.


📩 "Enak aja. Nggak mungkin aku sebercanda itu untuk hal yang sakral." elak Hans.


📨 "Kirain.."


📩 "Kapan kita bisa bertemu?" ajak Hans.


📨 "Nanti sore. Aku akan ke hotelmu."


Sesampainya di hotel Hans, Erina langsung menuju kamar Hans di lantai 7. Tak sabar rasanya apalagi dia sudah mengucapkan cinta pada Hans pagi tadi.


"Hubungan seperti apa yang kau inginkan?" tanya Hans.


"Mengingat kita yang susah untuk bersatu. Maka aku akan merelakan kita yang tidak memiliki status apapun. Cukup berteman, komunikasi secukupnya dan berhubungan secukupnya," gamblang Erina.


Hans menghela nafas. Ia mengharap lebih tapi situasinya memang tidak memungkinkan. Akankah mereka bersatu?


.


Detik berlalu, kini James dan Tiara sudah berada di bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk kembali ke London.


Tautan tangan mereka tidak pernah terlepas dan terlihat 4 pengawal berada di sisi mereka. Fans pun 'maju segan mundur tak ingin' untuk mendekati James. Benar-benar dia memanjakan Tiara dengan menunggu di ruang khusus untuk penumpang first class.


"Gimana? Apa kamu siap nanti ikut konser?" James bertanya lagi untuk memastikan.


Ternyata Tiara salah, ia kira akan mudah menerima perilaku James yang sedikit intens dengan fansnya faktanya dia hanya panas dan terbakar cemburu.


Tiara mengangguk lemah. Namun entah mengapa James jadi tidak enak hati sehingga berkata ketus pada sang istri.


"Jangan dipaksa kalau tidak ingin," sinis James membuat Tiara terkezoed !!!

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


Wah ada apa nih?


__ADS_2