
Senja sudah menapaki langit mengiring turunnya matahari di ufuk barat. Ada tubuh yang butuh istirahat, ada jiwa yang butuh ketenangan. Tiara berada di tengah kepadatan jalan raya kala itu. Seharian penuh dia hanya berurusan dengan berkas sampai-sampai lupa makan dan lupa kalau sudah mengirim pesan pada suami.
Sesampainya dirumah dia segera mandi dan memasak makanan sederhana, ikan goreng, cah sawi dan tahu goreng plus sambal terasi, gak pakai nasi. Dia sadar hidupnya sungguh tidaklah sehat, olahraga tidak pernah jadi dia sebisa mungkin menjaga kesehatannya dari asupannya saja sehingga meminimalisir jajan diluar yang kehigenisannya belum teruji.
"Untung kemarin sudah beli banyak stok... Bisa masak lagi nih.. kelamaan hadapi dokumen sampai lupa makan," bicara pada dirinya sendiri sambil membuka kulkas.
Karena repotnya dia dihari itu membuat Tiara tak mengingat apapun tentang suaminya hingga dia melihat jari manis tangan kanannya saat hendak membuka kulkas.
"Hmm" Tiara menghela nafas berat melihat cincin itu, seketika pikirannya teringat tentang siang tadi saat mengirimkan James pesan.
Berat hati ia memutuskan untuk memasak meski selera makannya sedang turun drastis tapi gak mungkin juga nyiksa diri sendiri dengan tidak mengisi asupan kebutuhan tubuh sama selali 'kan.
Usai makan ia kembali ke kamar dan segera mengecek ponsel, 3 panggilan tidak terjawab, 2 dari Clarissa dan satu dari ibunya.
Dia memutuskan untuk menghubungi Ibunya lebih dulu karena sudah beberapa waktu ini dia tidak menelpon ibunya.
📲 "Darimana sayang? Baru pulang kerja ya?" tanya ibunya.
📲 "Udah dari tadi bu, ini habis makan. Kerjaan numpuk banget."
📲 "Selalu saja... Tiara kamu sudah dirumah sekarang?"
📲 "Udin bu."
📲 "Bicara yang bener sama orang tua. Ntar marah yang namanya udin dibawa-bawa,"
📲 "heheeee.. sorreeeh momski," ledeknya pada ibunya.
📲 "Kamu ingat teman sekolah kamu gak? Si Refal?"
__ADS_1
📲 "Jelas ingat lah bu... Yang bener aja, temenku dari SMP-SMA,"
📲 "Tadi dia kerumah ketemu bapak. Katanya mau serius sama kamu,"
⛈⛈⛈⛈⛈
📲 "Terus bapak jawab gimana bu?" suara Tiara menandakan dia sangat shock. Ada yang temponya sangat cepat tapi bukan lirik lagu rapper..
📲 "Kami bilang gak bisa jawab sekarang. Butuh persetujuan kamu juga. Kita gak boleh langgar perjanjian kita dengan keluarga James, gimanapun kita sepenuhnya sadar kamu istri orang lain,"
Perbincangan melalui telpon terus berlanjut yang berujung Ibu Tiara meminta dia untuk menerima Refal toh sah saja kan istri bersuami dua apalagi suami pertama modelnya seperti James gitu.
Refal kini sudah memegang jabatan penting di bank swasta yang cukup terkenal. Berasal dari keluarga baik. Sejauh ini hubungannya dengan Tiara teman akrab. Suka bertukar cerita, saling curhat dan saling mengingatkan untuk berlaku kebaikan.
Tapi apakah Tiara mau? Tentu tidak... Sama seperti manusia pada umumnya yang berharap hanya menikah sekali seumur hidup. Dia belum berjuang apapun terhadap rumah tangganya masa sudah mau membuat skenario cerita lain.
📲 "hikss..hiksss" hanya itu yang bisa Tiara dengar dari kupingnya ketika Clarissa menjawab telpon.
📲 "Mom, are you okay?" cemasnya.
Sekitar semenit Clarissa menangis dan Tiara setia menunggu tangis mertuanya reda. Ada sesuatu yang tidak akan indah untuk didengar. Tiara sudah bisa prediksi akan hal itu.
📲 "James...." lirih Clarissa.
📲 "Dia kenapa Mom?"
📲 "Dia ke LA sayang... hikss..hikss... rekamannya akan di take disana. Tadi pagi dia sudah berangkat. Mommy sedih sebentar lagi akan banyak gosip tentang dia.. Belum lagi dia gak memperhatikan kamu sedikitpun. Kamu pasti sedih 'kan sayang..."
📲 "Ya ampun mom aku kirain ada apa... Jangan seperti ini mom. i am okay... Kami sudah berjanji untuk terbuka satu sama lain tentang hubungan kami. Kalau sesuatu terjadi dengan dia, aku percaya dia akan ngomong kok," Tiara berusaha membuat Clarissa agar tidak terlalu berpikir negatif.
__ADS_1
📲 "Benarkah?" Clarissa sumringah mendengar kabar itu.. Dia kira anak dan menantunya sudah saling terbuka dan semakin 'dekat'.
📲 "Ya Mom..." padahal dalam hati Tiara tertawa dan merasa berdosa sudah membohongi mertuanya. Pasalnya, perjanjiannya dengan James adalah kalau salah satu dari mereka akan selingkuh atau menikah lagi maka akan memberitahu pasangannya terlebih dahulu. Memberitahu loh ya bukan meminta izin... Gak berlaku izin atau tidak dalam kamus hubungan Tiara-James.
......................
Sedangkan pihak nun jauh disana sudah sampai di tempat tujuannya. Segera dibawa ke hotel yang salah satu kamarnya sudah didesain menjadi ruang studio rekaman.
Mereka diminta untuk istirahat agar besok pagi bisa melanjutkan menulis lagu. Kali ini kembali lagi aturan seperti mereka sedang tour, guna menjaga kualitas suara. Gak boleh makan sembarang, minum alkohol terlalu banyak dan harus banyak workout. Tidak ada yang keberatan soal itu.
Media yang terus mengirimkan berita ke segala arah mata angin di bumi ini membuat yang di khawatirkan Mommy James kejadian. Bella yang menerima kabar itu tersenyum sumringah.
Usahanya untuk mendekati James semakin mudah layaknya semesta seakan berpihak padanya.
Bukan tanpa sebab, Bella sedang kerjasama dengan agensinya untuk mengambil keuntungan sepihak yang berhubungan dengan musik. Pertama, ia harus bisa dekat dengan James yang digadang-gadang artis muda dengan talenta yang baik. Sehingga dengan begitu ia bisa bebas meminta tolong dibuatkan lagu untuk soundtrack filmnya serta meminta diskon untuk fee. Kalau memakai artis lain tentu fee-nya akan tinggi.
Dan lagi-lagi harapan itu terwujud. Didorong oleh rasa 'suka' bertahun-tahun pada Bella tentu James tulus menolong, ia tidak menginginkan fee karena yang dikejarnya bukanlah soal nominal, yang penting orang sekitarnya suka dengan karyanya.
Kedua, sebenarnya Bella belum putus dari pacarnya yang juga artus solo papan atas. Tetapi dia membuat drama seakan sudah putus dan agensi meminta ia untuk berpacaran dengan James.
Supaya apa? Supaya saat rilis film nanti diiringi berita Bella-James tengah 'nge-date' dan James yang menuliskan lagu untuk film Bella... Agar publik simpatik dengan kedekatan mereka yang berdampak 'positif' untuk keduanya.
Tetapi Arnold dan Evans terjebak dalam hal itu. Mereka seakan-akan mendapatkan 'emas' atas kedekatan artisnya dengan Bella yang nyatanya sungguh akan merugikan seluruh pihak bahkan teman James dalam band juga menjadi taruhannya..
Begitu memang kalau orang yang menghalalkan segala cara. Apapun bisa dilakukannya. Untung aja Clarissa cepat sadar ya bun jadi bisa mencoba mengontrol kedekatan Bella-James meski tidak banyak bisa merubah keputusan James.
Karena tak selang beberapa hari. Baik dari sosmed Bella maupun James sudah sama-sama mengonfirmasi hubungan kedekatan mereka yang dikabarkan sudah serius...
BERSAMBUNG .....
__ADS_1