Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Benang Kusut


__ADS_3

📱 “Hai Hans, how are you?” singkat Erina tanpa basa-basi lagi. Dia sementara ini tidak ingin membahas soal ajakan Hans ke Sydney. Ia masih belum siap menerima semuanya, mengingat status mereka hanya teman ‘baru’.


Bagaimana kalau Hans mencampakkannya selama disana? Apa dia bisa planning semua dengan baik? Bagaimana kalau Hans tidak memberikan dia tiket pulang dan hotel? Apa yang harus dilakukannya disana seorang diri. Memikirkan segala ‘bagaimana’ saja membuat Erina serem sendiri. Bagaikan masuk wahana rumah hantu ya shaaayyy.


📲 “Aku tidak masalah kalau kamu menolak. Tapi jangan diamkan aku,” balas Hans.


📱 “Sorry,”


📲 “Apa kamu takut aku akan melupakan kamu selama kamu disini seandainya kamu nyusul. I miss you, rin. Kalau berkenan datanglah. Aku akan mengirimkan segala ongkos akomodasi kamu selama disini, sekalian nonton show aku,” pinta Hans mencoba merayu sekali lagi.


📱 “Aku akan lihat izin kerjaku dulu Hans. Tidak semudah itu,” jawab Erina. Nggak bohong sih, tapi sekarang itu senjata paling ampuh untuk menjawab rentetan pertanyaan Hans saat ini.


Akhirnya mereka kembali untuk telponan demi mengisi kerinduan satu sama lain. Duy, padahal juga baru sehari lebih dikit gak komunikasi. Maklum, mereka seperti remaja sedang PDKT, bisa 2-5 kali telponan dalam 24 jam.


Namun, kali ini Erina sedikit mendengarkan si tirtir yang kesehariannya selalu diisi dengan jawaban tidak masuk akal jika sedang diajak diskusi ringan, tapi kalau dalam kondisi super serius dialah yang paling dihandalkan. Kegesitan otaknya hanya bisa berurusan dengan memikirkan kemungkinan dua sisi dari masalah orang lain. Apalagi kalau bukan meminta Erina jangan menganggap yang Hans lakukan sejauh ini ‘pakai hati’..


Ya seperti biasa saja, kalaupun nanti ternyata Hans beranggapan mereka berdua tidak lebih dari sekedar teman, maka Erina juga tidak perlu merasakan sakit hati. Hidup simpel ya bund, jangan dibuat ribet dengan kata seandainya.


Erina ketinggalan gossip nih, kemungkinan Tiara juga bakal nyusul dan kasih kejutan di hari ulang tahun suaminya. Awas terbalik Tir, jadi elu yang dikasih kejutan sama James. Hehe.


***


Keadaan keempat orang (James dan Tiara, Hans dan Erina) sudah kembali kondusif. Waktu terus berjalan semakin mendekati perpisahan Tiara dan James hingga membuat Tiara mengambil langkah kilat. Memastikan bagaimana hubungan Bella dengan James.


Andai kata James mau terus berlanjut dengan Bella, maka Tiara akan berhenti berharap dan siap untuk menutup pintu hatinya pada James. Bukan tanpa sebab, daripada hubungan mereka semakin intens, rasa semakin dalam maka semakin lama juga waktu dibutuhkan untuk bisa sembuh.


Selama masih bisa di antisipasi kedalaman rasa untuk James.. why not?

__ADS_1


Ya juga kanss..


Pukul 3 dini hari, mungkin di London sekitar jam 8 atau 9 malam ponsel Tiara berbunyi. Ia sudah tahu siapa pelakunya selain suaminya yang memang ia minta untuk menelponya usai rekaman. Biasalah, kalau selama proses di dalam studio James tidak mementingkan urusan yang ada di ponselnya, makanya Tiara tidak terlalu leluasa berkomunikasi layaknya Erina-Hans karena James bisa tidak memegang ponsel sampai berbelas jam lamanya.


📲 “Kenapa tir?” Tanya suara lembut dari sebrang sana.


📱 “James… aku mau bertanya… apa kini kau sudah bisa percaya padaku?” pertanyaan yang sudah Tiara siapkan sejak sebelum tertidur.


📲 “Ada apa?” nada bicara James mulai serius.


📱 “Aku harus memastikannya James. Jangan sampai di detik-detik terakhir baru kita sepakati untuk benar-benar berpisah. Kalau dari sekarang kita sudah janjian untuk berpisah maka aku akan terus menganggapmu sebagai temanku. Tampaknya kau juga dengan Bella makin serius..”


Kata-kata terakhir itulah yang membuat Tiara menjadi dilema. Baru beberapa hari lalu James memberitahu dia kalau ingin menyudahi hubungannya dengan Bella, namun sang wanita berbanding terbalik dengan terus memposting kerekatannya dengan James.


Konyolnya, bunga-bunga dan coklat yang dulu pernah dikirimkan James saat James sedang nyala-nyalanya menyukai Bella masih ada dan foto itu diposting Bella seakan-akan dia baru menerima itu semua dari sang kekasih.


📲 “Tir satu hal yang kau harus tahu, aku sudah menurunkan rasa tidak percayaku padamu, namun itu belum bisa ku anggap 100 persen. Maafkan aku karena sifatku yang seperti ini. Disatu sisi, aku tidak keberatan dengan hubungan kita yang sekarang semakin membaik, akupun senang punya teman yang baik seperti kamu. Dan soal Bella, percayalah padaku, aku sedang mencari jalan untuk bisa menyudahi hubunganku dengan dia, Tir. Aku terlalu lelah, belum lagi kondisi di studio sedang ada masalah kecil,” keluhnya.


Tiara dapat memaklumi kondisi sang suami kini yang dipenuhi dengan banyak lika-liku. Namun dari jawaban James barusan, Tiara bisa menarik satu simpul benang kusut yang sedang dijalaninya, yaitu menerima James sementara status mereka masih aktif. Disangka handphone. Selama status mereka masih suami istri. Maka Tiara akan menerima dalam hal --> sewaktu-waktu James membutuhkan dia, maka dia selalu ada.


Terlepas bagaimana kalau dia nanti akan jatuh hati sejatuh-jatuhnya pada sang suami padahal James belum bisa menerima keadaannya? Ya sudah mau gimana lagi. Tidak ada yang bisa mengontrol hati manusia ingin melabuhkan rasa sayang dan cintanya kepada siapa kecuali ‘rasa’ tersebut datangnya dari Tuhan pemilik semesta alam. Rasa sayang dan cinta yang dihadirkan Tuhan di hati adalah anugerah, sedangkan manusia hanya mampu mengontrol perasaannya untuk kendalikan emosi, marah, senang, kecewa dan bahagia. Just it.


Sekuat apapun manusia mencoba untuk menghadirkan ‘rasa’ kalau Tuhan tidak mengizinkan itu terjadi, maka rasa itu tidak pernah bisa hadir, pun sebaliknya.


📱 “Baiklah James, aku bisa mengerti soal trauma masa lalumu. Sekarang aku akan pegang janjimu yang mau menyudahi hubunganmu dengan Bella,” jawab Tiara.


Usai menutup telpon yang hanya berlangsung tidak sampai 10 menit, Tiara kembali tertidur.

__ADS_1


***


Para penguntit sudah sampai di kamar Bas dan segera mengeluarkan ‘lalat’ juga memori card. Bas menimbang apakah ini cukup untuk menjadi bukti pada James dan agensi atau perlu satu lagi bukti yang lebih akurat.


Setelah berdiskusi maka penguntit harus mencari satu moment lagi sebelum Bas benar-benar kembali ke London besok lusa. Misalpun Bas sudah kembali, maka penguntit harus tetap menjalankan titah dari Bas.


Hari berganti dan Bas pun kini sudah bersiap ke salah satu restoran ternama, high dan sangat-sangat privasi untuk bertemu seseorang dan membahas album baru band James. Orang yang bisa masuk disana, hanyalah orang yang mempunyai nilai rekening diatas satu miliar saking high-nya demi menjaga privasi sesama pengunjung.


Sementara bercengkrama usai makan malam terakhirnya di Amerika, Bas izin ke toilet.


“Aku permisi ke belakang sebentar,” pamit Bas.


Jeng…jengg…jenggg….


Begitu ia membuka pintu, tampak di depannya Darren dan Bella sedang berjalan sambil saling merangkul dan berciuman mesra di lorong restoran tersebut. Bas segera mengeluarkan ponselnya dan mengambil setidaknya dua gambar. Lalu menyalakan aplikasi recording dan segera menyimpan ponselnya di kantong jaket lalu mempercepat langkahnya agar semakin merapat dengan Bella dan Darren yang belum menyadari kehadiran Bas di belakang mereka.


“Tenang saja sayang, James itu pet-ku dan kau adalah kekasih hatiku. Usai launching film aku segera memutuskan dia lalu kita akan menikah. Yang penting banyak keuntungan sudah kita dapat dari dia. Lima lagu yang dia tulis untukku sudah ku terima dan nanti kita akan menyantumkan namamu saja sehingga akan jadi royalty kita berdua.” ucap Bella.


Setelah mendengar hal itu, kebetulan Bas juga sudah menemukan pintu toilet dan ia segera masuk kedalam toilet untuk mengatur nafasnya yang tidak stabil karena emosi. Jadi Bella dan Darren tidak melihat Bas yaaa.


📨 “Berhenti mengikuti mereka berdua. Aku sudah menemukan jawabannya!!” perintah Bas kepada para penguntit bayaran yang ia sewa.


BERSAMBUNG ……….


Masih galau harus ngapain lagi sekarang...


Kalau kayak gini, author jadi kepincut Erina Hans sih, manja-manjain. Soalnya Bella jahat. Kan kasihan James…

__ADS_1


__ADS_2