
Ternyata sejak Tiara duduk di kursi penonton dengan teman-teman lain, Ditto sudah mengikutinya. Dia juga tahu Tiara berulang tahun hari ini, bahkan Ditto sudah menyiapkan kejutan dan hadian untuk pujaan hatinya. Ya meskipun Tiara masih belum menunjukkan tanda-tanda akan menerima cintanya namun Ditto tetap berusaha. Gak salah juga sih.
Maka saat James hadir dan membawakan lagu bahkan menyebut dia memiliki kerabat yang berulang tahun pada hari ini, Ditto langsung melihat ke arah Tiara yang sudah menangis. Entah mengapa rasa curiganya meningkat kalau Tiara dan James memiliki hubungan dekat karena Tiara kerap kali pergi ke LN. Yang Tiara pergi ke Aussie aja Ditto tau tapi agak lambat.
“Ada yang nggak beres nih diantara mereka berdua,” batinnya.
Usai James mengatakan menunggu seseorang tersebut disuatu tempat, Ditto masih memperhatikan Tiara yang langsung mengecek ponselnya. Eskpresi Tiara biasa aja saat menerima pesan yang berisikan lokasi pertemuan mereka sebentar lagi. Setelah membaca pesan, Tiara mengedarkan pandangannya dan tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan tatapan Ditto yang memperhatikannya.
“Mampus. Gimana caranya aku bisa segera pergi dari sini ya?” gumam Tiara yang juga tidak sabar bertemu dengan James. Bukan untuk melepas rindu namun untuk meminta penjelasan semuanya termasuk kehadirannya mengisi acara di kantornya malam ini.
Tiara terus memikirkan cara agar ia bisa menghindar dari Ditto. Ia tahu benar temannya satu itu sangat tergila-gila padanya. Tiara tahu Ditto suka mencari tahu tentang dirinya secara diam-diam, dari Olla, teman kantor lain, bapak ibu, bahkan Yura sekalipun.
Diam-diam Tiara keluar dari keramaian untuk mengangkat telpon. Tujuannya jalan raya yang jauh dari sound yang menggema hampir diseluruh lapangan kantor. Gak akan bisa dengan suara dari si penelpon dong yaa. Dan sesuai perkiraan, Ditto benar-benar menguntit Tiara untuk mencari tahu kemana gadis itu pergi.
Langkah kaki Tiara ia percepat kala melihat pantulan Ditto dari cermin cembung yang biasa ada di pertigaan jalan raya. Ia harus menuju suatu tempat untuk bisa sampai sesuai perjanjian. Bagaimanapun juga statusnya dengan James belum boleh sampai diketahui publik, kasihan James yang akan merilis albumnya dalam hitungan jam lagi bisa rusak reputasinya. Makanya dia juga mau diam-diam aja untuk bertemu James tanpa sepengetahuan seorang pun. Emang ya kalau udah terdesak ada aja ide gila.
Tiara sedang berdiri di pinggir jalan dan bersiap untuk menyebrang jalan raya. Padat lancar. Itulah situasi jalan saat ini. Dan saat sudah ada kesempatan untuk menyebrang, segera ia bergegas menuju median jalan. Ia menghentikan langkahnya ketika ada mobil Alphard akan melintas, namun ternyata mobil tersebut memberikan jalan untuk Tiara dan kini Ditto berada 3 meter di belakang Tiara.
Ketika mobil Alphard hitam itu pergi, Tiara juga hilang dari pandangan Ditto. “Kemana perginya ya?” Ditto bertanya dalam hati sambil melihat-lihat sekitarnya mungkin ada yang terlewati dari pandangannya.
“Untung saja tepat waktu, Bas,” ucap Tiara menghela nafas lega karena sudah bisa menghindari Ditto untuk bertemu suaminya karena ia segera masuk ke dalam mobil Alphard tersebut. Duileeh suami..
“Fansnya suamimu banyak tapi nggak posesif. Fansmu satu saja tapi duh, buat puyeng aja ngalahin suamimu sampai stalking kayak gitu,” gerutu Bas malas.
Kenapa mereka bisa bertemu?
*Flash Back On
Saat mata Tiara bertemu dengan mata Ditto saat ditengah keramaian tadi, Tiara terus mencari cara agar bisa segera ke hotel yang dimaksud James. Namun dia tahu bagaimana Ditto posesif terhadapnya sehingga mencari cara agar bisa menghindar tetapi tidak melibatkan orang sekitarnya karena ini masalah sangat privasi.
“Astaga, aku ada menyimpan nomor Bas yang dikasih Mommy waktu itu,” Tiara langsung mengambil ponselnya dan mengecek, benar saja disana sudah ada kontak Bas.
__ADS_1
📨 “Tolong aku,”
📩 “Kenapa?”
📨 “Kalian dimana? Aku mau menuju hotel kalian tapi ada seseorang yang akan menguntitku? Apa kau ada ide?”
📩 “Kau yang tinggal disini pasti lebih tahu. Kau minta ide sama aku yang baru beberapa detik lalu sampai di Indonesia? Apa ini gila?” seru Bas tidak percaya.
📨“KALIAN DIMANA?” Tiara mulai emosyi dengan Bas.
📩 “Masih di back stage.”
📨 “Keluarlah dari belakang dan belok ke kiri, sekitar 200 meter ada traffic light, aku akan menyebrang di sekitar sana dan kalau kalian melihatku, izinkan aku dulu yang lewat, lalu bukakan aku pintu agar bisa segera masuk dari pintu kiri dan menghilang dari pandangan temanku. Keluarlah 5 menit lagi. Aku akan segera ke TKP,” saran Tiara.
📩 “Kebanyakan nonton film action,” jawab Bas jengkel.
*Flash back off
“Diem kau. Suamimu sudah menunggumu. Cepatlah selesaikan urusan kalian. Kau pikirkan baik-baik apa maumu. James sudah berjuang berkelahi dengan para seluruh petinggi agensi agar bisa menyanyikan lagu di album baru mereka malam ini. Setidaknya kau jangan sia-siakan perjuangannya,” omel Bas.
“Oke Bas. Makasih ya udah nolong aku. Love banget deh sama Bas,”
“Bacot.”
.
📍Kamar 2030…
Tokk..tookkk..tookkkk
James langsung membuka pintu dan menyuruh istrinya masuk.
__ADS_1
Mereka langsung duduk di sofa kamar hotel dengan sedikit berjarak. Saling diam dan menunggu satu sama lain untuk mengungkapkan isi hatinya duluan.
“Kenapa kau lakukan ini?” Tiara berinisiatif membuka suara pertama.
“Apa kau tidak suka? Aku hanya ingin memberimu kejutan dan membahagiakan teman-temanmu dengan kehadiranku,” jawab James.
“Apa agensi dan manajemenmu tidak marah?” Tiara teringat kata-kata Bas.
“Sudah jangan pikirkan mereka. Sekarang yang terpenting hubungan kita Tir.”
Tiara hanya diam. Sehingga James langsung mengeluarkan cincin berlian yang dikelilingi blue saphire yang berharga fantastis untuk nilai Rupiah, tidak dengan Poundsterling ya. Dan segera berlutut di depan Tiara.
“Maafkan aku Tir dengan semua yang sudah ku perbuat kepadamu, perkataan menyakitkan yang sudah ku ucapkan. Aku sepenuhnya sadar, memang kau jodoh yang baik yang sudah Tuhan kirimkan untuk aku hanya aku tidak menyadarinya dari lama. Karena kita sudah menikah, maka aku tidak melamarmu tetapi aku mengajakmu mari kita bangun rumah tangga yang baik dan bahagia,” mohon James dengan mata yang berkaca-kaca.
Tiara terenyuh, tapi sayang. Niatnya berpisah dengan James sudah bulat. Dia sakit, kecewa dan sedih. Bahkan orang-orang terbaik yang sudah melamar dia, rela dia tolak. Refal dan Ditto. Terlalu banyak perjuangan Tiara yang disia-siakan James. Tidak menerima kembali bukan tidak memaafkan ya.
Tiara sudah memaafkan James dari lama. Akan tetapi lukanya yang ditorehkan James akan susah hilang. Sekalipun James sudah berupaya membuat lagu indah dari isi hati sang istri, hingga rela-rela ke Indonesia untuk memberikan surprise besar-besaran.
“Maafkan aku yang tidak mampu menerimamu kembali.” Tiara langsung memeluk James erat dan menangis. James menerima pelukan sang istri sambil mengusap lembut punggung Tiara.
“Aku paham. Salahku banyak kepadamu. Tapi apakah tidak ada jalan lain selain kita harus berpisah? Apakah kau tidak memberikanku kesempatan untuk segalanya?” tanya James lembut.
Belum juga James menjawab, ketokan yang berasal dari pintu kamar menganggu konsentrasi mereka berdua. Mereka melepaskan pelukan dan James segera membuka pintu.
Ceklek.
Tampak Ditto dengan tatapan amarah sedang melihat tajak ke Tiara yang sedang duduk di sofa dan mengelap airmatanya.
“Tiara. Ayok ikut aku,”
BERSAMBUNG…….
__ADS_1
HIH kenapa Ditto bisa tahu Tiara ada disana?