
Sementara memilih belanjaan seorang wanita menegur James...
"Jamessss....." sapa Bella yang tiba-tiba berada dihadapan mereka berdua...
Tiara sempat terpaku atas kehadiran Bella. Dia melirik ke arah James yang juga terpaku dengan sang mantan. Tapi satu yang Tiara yakini jika suaminya benar-benar mencintainya, kemungkinan berpaling itu kecil.
“Aku duluan ya sayang,” pamitnya pada James.
“Stop,” Bella menahan Tiara yang sudah berbalik dan hendak melangkah.
“Aku mau minta maaf dengan kalian berdua dan aku berdoa agar kehidupan kalian selalu bahagia apalagi dengan calon baby yang kau kandung,” Bella berkata dengan lembut.
Tiara mencoba menetralkan hatinya yang mulai gak santai.. Sebisa mungkin dia meredam sesuatu yang ingin meledak apalagi Bella sudah meminta maaf padanya.
“Terima kasih, kami permisi,” James menjawab dan langsung menarik tangan Tiara meninggalkan troli belanjaan mereka ditempat Bella berdiri.
“Berbahagialah, kami permisi,” Tiara sempat berucap pada Bella sebelum terlalu jauh melangkah karena tangannya ditarik James.
“Pelan-pelan sayang,” tahannya ketika James sangat laju berjalan.
James menghindari keadaan awkward tadi untuk menjaga hati Tiara. Apalagi Tiara sudah sangat baik dan mencintainya seperti sekarang. Mana mau dia menyia-nyiakan Tiara akan down atau apalah-apalah dalam kondisi hamil besar.
“Jangan hiraukan dia,” kata James dengan emosi tertahan ketika mereka sudah sampai di mobil.
“Terima maafnya James, gak apa-apa. Kau tidak pernah tahu apa yang terjadi di hari esok, mungkin malah kau yang paling membutuhkannya dihari akan datang. Sudahlah,” Tiara mengusap bahu James lembut.
“Aku memaafkannya hanya aku tidak mau bertemu dengannya lagi,”
“Iya aku paham. Tenangkan hatimu. Lalu kita masuk lagi untuk membayar barang yang kita tinggalkan tadi. Kasihan supermarketnya sudah banyak barang di troli lalu kita tidak jadi belanja,” James mengangguk.
***
Mereka sedang asyik makan es krim di sebuah kedai. Kebiasaan kalau mereka pergi ke kota itu untuk belanja dan memeriksa baby fruity, pasti makan es krim, apapun cuacanya.
James meminta Tiara memikirkan hadiah apa yang mereka berikan untuk Erina. Karena ia tahu hubungan istrinya dengan Erina sedekat apa.
“Nanti aja deh. Setelah lahiran kalau anak kita udah boleh naik pesawat aku mau balik Indo sayang. Disitu aja aku berikan Erina kado,” kata Tiara yang memang sekarang fokus untuk kelahiran anaknya.
Setiap pagi, tanpa terlewat sekalipun, ia selalu berjalan kaki menuju kebun ditemani dengan James. Pulang-pergi. Sementara Jeepnya tak berarti lagi. Tiara menyiapkan makanan untuk mereka berdua namun sepanjang jalan James yang menentengnya.
Sambil menghirup udara segar nan bersih, tangan selalu berkaitan. Duh sungguh pemandangan yang menentramkan hati melihat pasangan itu menelusuri kebun pagi buta sambil menegur satu dua pekerja dikebun lain yang selalu tersenyum melihat mereka.
***
Tiga minggu kemudian, Hans melihat jadwal manggungnya cukup renggang dan mendapati undangan pernikahan Erina. Ia memutuskan meminta izin dulu kepada girlband Kpop kesayangannya. Yang sudah menjadi pacarnya dan teman tidurnya 2 minggu belakangan ini.
📨 “Aku akan ke Jakarta, hadiri acara pernikahan temanku,” kirimnya.
__ADS_1
📩 “Ikut,”
📨 “Siapkan waktumu 2 hari untuk pekan depan kalau mau ikut bersamaku,” balasnya.
Dirumah orang tua Tiara sedang sibuk packing pakaian untuk mereka bawa ke Selandia Baru usai acara Erina. Bahkan calon nenek kakek sudah membelikan cucu mereka berlusin-lusin cancut, baju dan lampin bayi.
Se-excited itu menanti cucu pertama mereka.
Clarissa sendiri sudah mengupayakan berobat ke dokter agar bisa naik pesawat dengan durasi lama. Ia mau melihat langsung kelahiran sang cucu kedua. Karena Tom dan Denada memiliki anak dan menjadi cucu pertama Clarissa.
📲 “James, mommy dua hari lagi berangkat. Jemput di bandara ya,”
📱 “Baiklah mom, besok aku akan ke Wellington agar Tiara bisa beristirahat dulu disana lalu menjemputmu,”
James menjawab telpon mommy-nya ketika berada di kebun yang lancar akses sinyalnya.
Tiara yang tanpa sengaja mendengar James menelpon tersenyum sambil mengelus perutnya.
“Syukur banyak yang sayang sama kamu, nak, kelak besar kamu juga harus menyayangi sekitarmu ya, lihat tuh kamu belum lahir aja nenek sama grandma sudah gak sabar melihat kamu.. sehat terus sayang,” katanya sambil tunduk melihat ke arah perutnya.
“Ayo pulang, sudah terlalu siang ini,” seru James ketika melihat sudah pukul 2 siang.
Biasa jam 12 atau jam 1 sudah kembali ke rumah. Untuk istirahat sejenak sebelum sore beraktivitas lain lagi, seperti Tiara menanam beberapa bunga atau merajut makram, James membaca buku atau menulis lagu.
***
James sudah memberitahukan kepada Hans dia tidak akan hadir. Syial-nya dia gak punya waktu banyak, hampir saja dia meneruskan perjalanan ke Wellington setelah dari Indonesia untuk menjenguk Tiara dan James.
Gak tanggung-tanggung, satu set emas seharga ratusan juta disiapkan Hans untuk hadiah pernikahan Erina.
Ditengah-tengah resepsi, penyanyi solo wanita Indonesia dengan bayaran tertinggi naik untuk membawakan lagu-lagu ternamanya. Erina terkesima dengan kejutan yang dia alami.
"Siapa yang undang nih?" batinnya.
Tak lama Hans naik bersama pacarnya seraya berkata.
"Apa kau suka?"
DEG !
Belum lagi Erina menjawab, Hans mengeluarkan satu bingkisan kecil yang sudah terbungkus rapi. Jadi si kpop girlband gak tau apa isinya. wkwk. coba aja tau, pasti ngamuk. Percaya dah. Dia aja gak pernah diberikan Hans barang semahal itu.
"Kenapa repot-repot?" Erina akhirnya bertanya juga meski masih sedikit gugup.
"Nikmatilah. Semoga rumah tanggamu bahagia selalu," katanya sambil mengajak Erina cipika cipiki.
Duh Luthfi mau marah tapi nda kenal sama Hans 😂
__ADS_1
"Kenal dari Tiara ya?" Luthfi penasaran.
"Iyaa," sahut Erina tanpa membalas tatapan suaminya.
Entah kapan Erina akan menceritakannya pada Luthfi atau dia akan membiarkan kisah itu terkubur dengan sendirinya? gak ada yang tahu.
Kini James dan Tiara berkeliling di pusat perbelanjaan Wellington sambil menunggu kedatangan Clarissa esok lusa. Urusan kebun ia serahkan kepada mandor selama ia berpergian.
Sepanjang perjalanan James membujuk Tiara membeli tas keluaran terbaru, sepatu baru, baju, coat apapun yang bersifat kebutuhan badan.
Sangat jarang mereka tampil semesra sekarang ditengah keramaian selama karir James sedang hits-hitsnya dulu karena Tiara memilih berdiam diri dirumah daripada bertemu banyak orang asing.
"Beli anting-anting aja kalau gitu," tawar James lagi
Tiara tetap menggeleng, sekarang dia bingung apa yang harus ditambah dari dirinya yang kini sudah sangat berkecukupan. Apalagi kehidupan mereka memang sederhana di kota itu.
"Yasudah duduk dulu yuk cari makan sebelum balik ke hotel," James menggandeng Tiara memasuki sebuah restaurant.
Dari jauh Tiara melihat sepupunya yang sempat dijodohkan dengannya tapi gagal. Padahal dia sudah cinta, gimana gak lebur tuh hati.
Tiara menghela nafas berat.
"Kenapa by?" tanya James.
"Gak apa-apa cuma lelah. Ayo duduk," jawabnya sambil menarik tangan James.
Baru juga mau duduk, eh tu mata sepupu sudah melihat dirinya aja sambil berteriak,
"Tiara,"
James kaget dan menoleh ke sumber suara, padahal yang dilihat sudah berjalan mendekat ke arah mereka. Tiara sudah bersiap apa yang akan dilakukan sepupunya maka dia duluan antisipasi pada James.
"Dia sepupuku,"
BUUPPHH
Ah Ariza langsung saja memeluk Tiara sejenak lalu melepaskannya kemudian tangannya mengelus-ngelus perut Tiara yang sudah besar.
"Bang udah ya, gak enak sama suami aku," tegur Tiara pada Ariza dengan bahasa Indonesia saat matanya bertemu dengan mata intimidasi dari James.
"Oh sorry," ucapnya langsung menarik tangannya dari perut Tiara.
James membuang buka lalu duduk dengan kasar ke kursinya...
BERSAMBUNG .....
Baru pertama nih James ngambek...
__ADS_1
aww jangan gitulah James, awas Tiara lahiran sebelum masanya gara-gara hadapi sikapmu..