Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Show to the World


__ADS_3

“Tapi malam ini kita tralala trilili ‘kan James..” Tiara mulai memancing. Jangan salah, dia Cuma bisa frontal kalau lagi dikamar berduaan dengan James aja ya.


“Tergantung?”


Tiara kebingungan…


“Hah?”


“Tergantung malam ini apakah aku akan dikeluarkan dari band atau tidak. Kalau aku dikeluarkan, artinya kita tidak ada begituan malam ini. Tapi kalau aku masih bertahan di band, yaaa mau nggak mau kita harus peeeecaahiinn perawaan kamu malam ini,” James nyengir sambil mikir mesum…


“Dikeluarkan?” Tanya Tiara yang bersamaan dengan keluarnya airmatanya. Mimpi buruknya kejadian, James dikeluarkan karena sudah menikah dengan dia.


“Astaga, pasti sekarang dia merasa bersalah kalau aku dikeluarkan dari band,” James tau alasan kenapa istrinya menangis.


Segera ia menangkup kedua pipi Tiara dan mengelapnya airmata mengalir itu dengan ibu jarinya.


Tiara tidak boleh terus-terusan seperti ini. Kalau pada akhirnya James akan dikeluarkan, maka James sudah menerima itu bahkan jauh-jauh hari sebelumnya.


Dia masih mampu untuk bermusik solo, masih mampu untuk membuka bisnis dengan tabungannya yang ada sekarang, atau masih mampu untuk membuat lagu untuk artis dan berbagi royalty. All okey.


“Baby, masih tidaknya aku di band, semua tidak ada kaitannya dengan kamu. Jangan salahkan diri kamu sendiri karena aku bahkan tidak pernah menyalahkan keputusanku.. termasuk menikah dengan kamu.. jangan banyak pikiran dan terlalu bersedih ya,” James mencoba memberi pengertian dengan lembut dan menarik Tiara ke pelukannya.


.


“Hai,” James masuk ke ruangan yang sudah ada ketiga teman bandnya dan pihak-pihak studio.


Sekarang menunggu giliran Arnold dan Evans yang belum kunjung datang. Mereka berenam asyik ngobrol ringan dan tidak menyinggung soal James sedikit pun. Seandainya James tidak berada di band lagi, bukan berarti mereka tidak berteman lagi ‘kan.


Ceklek.


Arnold dan Evans masuk langsung duduk di kursi kosong yang masih ada di sekitar mereka. James tampak tenang, dia tidak memperdulikan apapun lagi. Tidak ada raut kekhawatiran di diri James sedikitpun.


Lagian, terlepas dari agensi itu bukankan sedikit menguntungkan?


Dia tidak perlu menjalani serangkaian drama dan diatur ini itu oleh agensi seenaknya. Benar tidak??


“Hmm.. keputusan sudah ditentukan oleh atasan kami..” Arnold memulai pembicaraan.


Deg


Deg


Deg


Bukan jantung James yang berdetak cepat, tetapi jantung Hans, Mark dan Matthew.


“Menimbang dari hasil penjualan dan antusias dari viewers video clip pertama berupa lagu yang James tulis tanpa bantuan siapapun sangat tinggi, maka atasan memastikan para fans tidak lari dengan postingan James yang mengakui dirinya sudah menikah,” jelas Arnold.


“Fansmu sangat setia padamu James,” sambung Evans.

__ADS_1


“Ciee… ciee…” ledek teman-teman studio.


“Jadi kapan mau mengenalkan istrimu pada kami….” Tanya Matthew yang mewakilkan pertanyaan seluruh netizen. Wkwk


“Secepatnya.” Jawab James sambil senyum malu-malu.


Rapat telah usai, semua meninggalkan tempat dengan hati yang damai. Namun tidak dengan sosok gadis (masih gadis ya soalnya belum tralala trilili) yang ada di kamar James.


Tiara mondar-mandir dengan hati yang gelisah. Dia tidak berani menghubungi James duluan, takutnya masih rapat atau dalam perjalanan pulang. Tampak sekali Tiara cemas, padahal James sudah berpesan padanya dia tidak akan menyesal kalau sampai dia dikeluarkan dari band.


“Kenapa dia belum datang juga. Sudah 3 jam aku menunggu,” cemasnya.


Tinggg..


Ponselnya berbunyi, Tiara bergegas membaca pesan tersebut.


📩 “Jangan lupa pakai baju seksi dan tipis. Malam ini aku meminta hakku,”


BLUSSHHH


📨 “I Love You,”


Setelah membalas Tiara segera turun untuk makan malam di bawah, peraturan disana ialah semua penghuni akan berada tepat waktu dimeja makan tanpa pelayan memanggil satu persatu. Dan 5 menit lagi makan malam dimulai.


Tiara turun dengan wajah sumringah, tak henti henti mengukir senyum, sesekali pipinya merona. Tampak sekali dia sedang bahagia. Tapi ternyata keadaan itu tidak berlangsung lama karena begitu dia turun, sudah ada James di meja makan dan sempat melihat bagaimana bahagianya wajah sang istri barusan.


“Kelihatannya menantumu tidak sabar memberikanmu cucu mom. Ada request mau cucu berapa?” James bertanya yang padahal sedang menggoda Tiara.


Tiara yang sudah duduk disamping James langsung mencubit suaminya dengan manja.


“Sudah nggak usah malu-malu. Padahal juga senang,” James makin menggoda Tiara.


.


“Kenapa kamu tadi makan banyak sekali? Udah nggak sabar mau melakukannya denganku sampai pagi?” iseng James.


“Jameeesss,” rengek sang istri manja.


“Katanya mau punya panggilan sayang. Tapi masih panggil nama. Cih,”


“Aku belum menemukan panggilan yang pas sayang,”


“Sayang???” James terbata kaku mengucapkannya.


“Sayang itu bahasa Indonesia, kalau disini mungkin sejenis baby atau hubby,”


Kini James yang malu sudah dipanggil sayang oleh Tiara. Dia menyukai panggilan barusan. Untuk menutupi rasa malunya, ia segera bergegas ke kamar mandi.


.

__ADS_1


(Karena bulan puasa, author memilih stop untuk adengan tralala trilili dulu ya. Even ini malam pertama mereka, tetapi menjaga keimanan jauh lebih penting. Intinya setelah James mandi mereka melakukan belah duren)


.


Tiara duluan tersadar dari tidurnya, baru pukul 3 dini hari dia bisa terpulas setelah adegan tak terlupakan itu selesai. Mereka bermain dengan antusias hingga sekian ronde dan membuat Tiara kesulitan bergerak sekarang. Padahal dia pingin buang air..


Segala usaha dia lakukan meski harus menahan ringisan agar tidak menganggu lelapnya tidur sang suami.


“Isshh mana kata temen-temen aku enak. Kok jadi orang pincang gini aku jalan…” kesalnya dalam hati.


Saat Tiara keluar dari kamar mandi, James baru membuka matanya mencari sosok yang membuat dia berteriak keenakan semalam tidak ada disisinya.


“Dari mana? Nggak capek?” Tanya James.


“Udah jangan lebay.. tapi aku gak bisa buatkan kamu sarapan pagi ini, maaf sayang,” Tiara tampak sedih.


“Lagipun aku nggak yakin bisa turun untuk sarapan bentar sama mommy.. masih nyeri soalnya..” keluhnya.


James diam berpikir sejenak, apa betul sesakit itu? Tapi biasanya temen-temennya yang sudah berhubungan intim kesannya biasa saja. Kok bisa Tiara sampai kesulitan berjalan begini. HELAAWWW itu temen-temen elu sudah berbelas bahkan puluhan kalii ooonnnn. Pan istri elu baru pertama kali.


James hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sedang mencari alasan yang tepat untuk mommy-nya kalau mereka bertemu di meja makan.


“Tapi mommy pasti penasaran honey. Aku gendong ya..” bujuk James.


“Sumpah dah ni suami akuu. Katanya penyanyi kok bisa bisanya akting layaknya pemain sinetron,” umpat Tiara dalam hati.


“Ini dunia nyata sayang. Bukan halu.. aku bakal paksain nih. Sebentar aku pamit ke toko rempah-rempah ya sama pelayan biar bisa semangat masak.”


“Nggak. Kita sarapan setelah itu kembali ke kamar. Ada yang harus aku lakukan…”


“iyaa iyaa.. asal jangan seperti semalam lagi. Masih lemes….”


.


“Hai semuanya. Pagi ini aku akan memberikan jawaban atas pertanyaan dari teman-teman semua soal statusku yang sekarang.”


DEG…


Tanpa memberitahu Tiara, dia langsung menghidupkan 2 laptopnya dan 2 ponselnya dengan jaringan ke sosmed yang berbeda untuk siaran langsung. Tiara shock, jelas. Karena wajahnya sudah masuk dalam semua alat elektronik yang merekam dirinya dan James.


“Sayang,”


“All okey honey… “


“Aku ingin menyampaikan aku sudah menikah dengan istriku beberapa bulan belakangan ini. Aku tidak bisa memberitahu kalian lebih detail. Dia gadis yang sudah tidak gadis lagi berasal dari Indonesia dan aku sangat bahagia bisa kenal dan hidup bersama dengannya. Pertemuan kami mungkin bisa dibilang sengaja, tidak sengaja tapi begitulah jodoh. Satu hal yang pasti, kami minta teman-teman semua mendoakan pernikahan kami agar bisa langgeng dan selalu bahagia..”


BERSAMBUNG….


HWAAAA TIARA UDAH DIKENALKAN KE PUBLIK GUUYSSSSS ....

__ADS_1


Gimana Gimanaaaa ????


__ADS_2