Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Pet


__ADS_3

Ditto bergegas ke bagian HRD untuk memeriksa cuti dari Tiara. Ia masih penasaran kenapa Tiara dalam sebulan terakhir sudah dua kali keluar negeri secara mendadak. Mudah saja bagi Ditto mendapat informasi itu, karena sekarang sahabatnya baru dipindahkan di divisi HRD seminggu lalu. Jadi pakai jaringan orang dalam.


Alangkah terkejutnya dia ketika melihat ternyata cuti Tiara masih banyak. Maklum, Tiara orang senior di kantornya sudah bekerja nyaris 6 tahun dengan predikat karyawan teladan lagi hingga tiap tahun ia mendapat penambahan cuti selama 3 hari. Sehingga ia memiliki cuti tahunan selama kurang lebih 25 hari.


“Dia baru pakai 16, masih ada 9 lagi. Aku tidak bisa menahan cutinya sekarang karena memang masih banyak,” kesal Ditto yang berencana mau menyabotase cuti Tiara dan melarang bagian HRD mengeluarkan izin kalau dalam waktu dekat Tiara ingin cuti lagi.


Bukan tanpa sebab, dia sedang curiga dengan gebetannya yang mau-mau saja terus keluar negeri bahkan akan membutuhkan uang yang tidak sedikit. Apa yang sedang dilalui Tiara? Dia saja berangkat dari kalangan menengah. Nggak etis kalau dikit-dikit dia ke LN.


Kepo !!!


Dia meremas kertas keterangan cuti dari divisi Tiara yang diberikan temannya tadi. Terbesit ide untuk mengikuti Tiara keluar negeri saat ini. Efek dari obsesinya pada Tiara. Duh…..


“Aku tidak boleh lambat mengambil langkah mulai detik ini,” batinnya.


***


Langit London saat ini sedang dingin-dinginnya. Suhu udara yang terdapat di ponsel James menunjukkan angka 9 derajat Celcius. Waktu pun sudah dini hari. Meski di dalam kamarnya sudah menggunakan penghangat ruangan, tetapi tetap tidak bisa membuat mata James tertutup sempurna. Tubuhnya sedang lelah loh usai belasan jam berada di studio. Bahkan sudah berminggu-minggu.


“Kenapa aku tiba-tiba merasakan perasaan aneh terhadap Bella ya? Apa yang sedang terjadi sekarang?” gumam James dalam selimutnya sendiri yang dari tadi kerjaannya hanya bolak-balik tubuhnya diatas kasur bagaikan sate yang sedang dibakar. Posisinya sekarang bersamaan dengan Bas yang baru saja mendapati Bella di restoran elite itu, karena di Amerika masih awal malam, sekitar jam 9 malam.


“Bas kapan pulang ya? Kok beberapa hari ini dia tidak ada menghubungi aku?” tanya James pada dirinya sendiri.


Selain itu, hal lain yang sedang James pikirkan adalah rumah tangganya dengan Tiara. Apakah dia bisa menerima Tiara dengan tulus? Apakah bisa Tiara menjalankan kehidupan budaya barat yang sangat bertentangan dengan budaya timur? Terlebih, mungkinkah Tiara bisa hidup dalam circlenya sebagai artis internasional yang segala ancaman bisa datang kapan saja.


Memikirkan semua itu dalam kondisi lelah benar-benar mengusik ketenangan batin seorang James.


“Sudahi semua ini ya Tuhan. Kuatkan hamba,” kata-kata terakhirnya sebelum meninggalkan dunia nyata dan berpindah menuju alam mimpi..


***

__ADS_1


Tujuan Bas ke toilet untuk buang air kecil tadi sudah berganti dengan membasuh wajahnya secara kasar dengan air wastafel. Reputasi James, artis baru yang paling baik attitudenya dibanding artis senior yang selama ini dia tangani sedang terancam karena pacarnya sendiri.


Bukannya Bas takut kalau James turun pamor dan dia kehilangan pekerjaan, yakali orang seprofesional dia bakal di sia-siakan. Nggak mungkin. Tapi dia takut kalau publik akan bertanggapan berbeda pada James seandainya Bella melakukan playing victim. Tidak menutup kemungkinan loh. Dan itu semua akan berpengaruh James akan menerima sanksi sosial dari fans-fans Bella.


“Baiklah Bel, kau sudah melemparkan api kepada kami. Sekarang akan kami padamkan dan kami menyerangmu dengan cara berbeda.” Batin Bas sambil berjalan kembali keruangan pertemuannya.


***


Seminggu sudah Bas telah sampai di London dan dalam seminggu pula dia menimbang kapan harus memberitahu fakta Bella pada James.


Sedangkan dua minggu lagi mereka akan ke Sydney dan Canberra untuk show di televisi swasta disana. Maka moment ulang tahun James bertepatan dengan jadwal manggung di Sydney makanya Clarissa meminta Tiara untuk kesana.


Cepat atau lambat James akan tahu kebenarannya. Itu tekad Bas sehingga malam ini ia memutuskan untuk ke rumah James demi membongkar semuanya.


“Kenapa Bas?” Tanya James yang melihat Bas sudah duduk di ruang tamunya saat dia baru sampai dari studio.


Bas hanya menatap James dengan nanar. Andai kata Bas bisa menangis saat ini tentu ia akan menangis, tetapi tidak sedramatis itu yaa kak.


Bas hanya menyerahkan amplop pada James dan meminta James duduk depan laptop yang sudah dia siapkan di meja ruang tamu. Bukan tanpa alasan, kalau mereka menggunakan sosial media dan ketahuan oleh Bella, mereka bisa dilaporkan kepada pihak berwajib atas dasar menguntit dan menganggu privasi orang lain secara illegal.


Jadi hasil rekaman dari ponsel Bas dan ‘lalat’ hanya mereka salin ke laptop dan terus di bawa Bas kemana saja.


Perlahan James membuka amplop dari Bas yang memperlihatkan apa yang sudah seharusnya ia ketahui sejak lama. Begitu melihat video dari laptop, ia menyunggingkan senyumannya seakan menertawakan dirinya sendiri melalui sebelah bibirnya. Bas yang memperhatikan respon James seketika terdiam bingung.


“Kau tidak marah?”


Namun wajah James langsung berubah sedih dan murung.


Gimana nih author ngetiknya sambil berkaca-kaca…

__ADS_1


“Apa aku serendah itu Bas?” tanyanya lirih.


“James..”


“Aku tidak masalah kalau dia masih tetap dengan Darren. Tapi aku manusia Bas, apakah dibenarkan kalau aku disamakan dengan seekor pet?” James kini sudah mengeluarkan airmatanya. Sakit. Itu yang ia rasakan.


Luka Bella menipunya untuk soundtrack film dan lima lagu yang James berikan Cuma-Cuma tertutupi dengan luka Bella menganggapnya hanya seperti pet.


“Ini terlalu berat Bas.” Ucap James yang suaranya sudah hampir hilang.


Begitulah James, jika ia merasa tersakiti ia akan terpuruk dan rapuh.


Ini yang membuat Bas galau dari kemarin-kemarin mau mengungkapkan fakta itu pada bos-nya.


Belum juga Bas mengeluarkan suara.


“Terima kasih sudah bekerja dengan baik, Bas. Aku masuk ke kamar dulu,” pamit James.


.


Di dalam kamar, James merenung mengapa ada orang sejahat Bella yang tega melukai harga dirinya seperti saat ini. Dulu ia memang obsesi dengan Bella, namun selama berpacaran dengannya rasa obsesi itu berangsur pudar bahkan terkesan hilang sehingga kini perasaannya pada Bella hanya sebatas peduli sesama rekan artis.


Bahkan biarpun bukan dengan Bella, James akan memberikan lagu yang ia ciptakan pada siapa saja yang meminta bantuannya untuk menulis lagu. Maklum, meski pendatang baru, tapi musikalitasnya sudah diakui belasan artis papan atas dari hampir semua belahan dunia.


Usai membersihkan diri, James sudah tahu tindakan apa yang akan dia lakukan...


yaituuu ......


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


ngapain yookk si James 😋


__ADS_2