
Saat James sudah berada di kediamannya di London, ia segera menghubungi sang istri yang nun jauh disana. Ada yang perlu ditegaskannya disini agar tidak menyakiti istrinya itu. Karena sebenarnya James juga tidak yakin dengan perasaannya saat ini pada Tiara sehingga ia mengambil jalan tengah dengan meminta Tiara jangan berbesar hati dulu.
Kekecewaan yang diakibatkan Bella sangat membekas. Sangat-sangat dalam sehingga berpengaruh pada aktivitas premier James sendiri. Makan tidak selera, memainkan alat musik rasanya tak ingin, tidur tidak nyenyak. Sedihnya.
📲 "Masih di LA?”
📲 "Apa kau sedih? Kenapa kau tidak bahagia daripada kau sedih atas perlakuan orang yang tidak menyayangimu? Bukankah bahagia itu mudah kalau kita menerima dengan ikhlas apa yang bagi kita berat. Bukankah hidup hanya sekali? Kalau Cuma sekali, kenapa kita tidak mengisi dengan hati yang senang?”
📱 “Maafkan aku. Sekarang aku di London. Terima kasih sudah tetap baik sama aku. Istirahatlah, Tir. Dan jangan terlalu GR karena aku sudah tidak bersama Bella lagi. Aku tidak mau nantinya kau yang paling tersakiti disini,” jawab James.
📲 “Okey James. Namun selama status kita masih seperti sekarang, tidak ada salahnya aku GR. Jangan khawatirkan aku. Selamat istirahat.”
“Ck. Nih anak selalu saja. Padahal dia lebih tua dari aku 2 tahun tapi kelakuan seperti remaja,” James membayangkan Tiara sambil tersenyum sendiri.
***
Ehem..ehemm….
Kini Hans sedang telponan dengan Erina untuk membahas rundown Erina selama berada di Sydney selama 3 hari.
Hans menjelaskan dia belum tahu kapan bisa ketemu dengan Erina mengingat mereka berdua juga harus menyembunyikan identitas Erina dari pihak manajemen dan fans fanatik, demi keabsahan hidup Erina di kemudian hari.
Namun, Hans bukan orang tanpa pertimbangan. Ia sudah mengatur semuanya demi kenyamanan Erina selama berada di Negara orang.
Maklum, tampaknya Hans semakin tertarik dengan kelucuan dan kepolosan Erina. Berbeda dengan wanita-wanita lain yang sering ditemuinya.
📲 “Akan ada supir yang menjemputmu di bandara. Maaf aku tidak bisa mengambilkan kau kamar di hotel yang sama denganku untuk menjaga privasi kita berdua. Tapi kau akan menginap di hotel persis di depan hotelku,” ucap Hans.
📱 “Oke Hans. Maaciiwww baby,” Erina menunjukkan aksinya. Berhasil membuat wajah Hans merona dari balik telponnya.
📲 “Jangan kemana-mana selama belum di jemput dengan supir. Tidak perlu hadir di acara stasiun TV. Cukup di konser terakhir aja, malam sebelum kepulanganmu. Oh iya, Tiara apa gak datang? James ulang tahun loh di malam itu,” tanyanya.
📱 “Siap laksanakan baby, apapun yang kamu katakan aku turuti. Hehehe. Tiara kayaknya gak datang deh, kemarin sudah telponan gak ada bahas yang menyindir-nyindir keberangkatanku sih.” Tapi disini Erina ingat satu hal. Janji Tiara yang mau menjelaskan padanya hubungannya dengan James.
__ADS_1
📲 “Oh mungkin aja dia gak datang. Gak penting juga si James,” canda Hans.
Usai menutup telpon, Erina langsung menghubungi Tiara. Ada yang harus dia ketahui. Masih tidak lupa ‘kan dengan jiwa kepo-nya Erina.
Yuhuuu. Gak kepo, gak ada artinya hidup bagi Erina.
📲 “Cus jangan bilang lupa. Kasih tau aku apa hubunganmu dengan James? Ancol bisa-bisanya gue lupa gara-gara Hans nih sekarang tiap detik otak gue Cuma diisi dengan dia.” Beber Erina.
📱 “Kimbab elu. Urusan gini aja ingat. Dulu soal belajar hobby nyontek kan elu. Gue emang pacaran sama dia, tapi didesak mommy-nya. Yakali gue nolak, enak aja. Ya gue terima. Tapi dianya nggak.” Tiara ngobrol sambil ngakak. Kan dari telpon juga jadi Erina gak bisa tahu ekspresinya saat ini.
📲 “Tir, serius dong Tir. Gimana ceritanya. Alur tir, alur. Jangan langsung klimaks. Apese elu,” jengkel Erina.
📱 “HAHAHAHA. Ah malas gueee.. gue udah berapa kali sih ceritain soal penikaman nyonya Clarissa. Udah, gak usah gue ulang lagi. Okey? Terus sebagai ucapan terima kasihnya dia awalnya suruh James nikahin gue. Emang James mau? Tau sendiri ‘kan jawabannya. Akhirnya bilang Clarissa yaudah kalau gitu pacaran aja. Hmmm, James keberatan tapi diancam sama Mommy-nya kalau gak mau, dia gak bisa ketemu Mommy-nya lagi. Ngeri ‘kan. Paksa deh James terima aku.” Lanjut lagi bohong. Sorry readers yang berpuasa. Jangan diikuti ya.. wkwk
📲 “Next!” perintah Erina.
📱 “Udah deh aku ya terima aja. Gak ada bedanya pacaran sama dia atau nggak? Flat aja hubungan kami. Terus Clarissa undang aku ke Italia. Udah deh, aku kesana. James itu curiga sama aku, katanya aku yang terlibat dalam penikaman itu. Makanya dia dingin banget sama aku sampai malam itu bentak aku. Soal Bella, yaa tau sendiri. IT IS OVER,” gamblang Tiara yang sangat-sangat di percayai oleh Erina.
📲 "Sumpah deh gue kalau jadi elu, gue terima aja si Refal Bangkok. Ngapain elu status pacaran tapi rasa halu,”
📲 “Bangkok elu.” Sahutnya Erina geram.
.
.
.
Keesokan harinya setelah mendapat pesan dari Darren, Bella butuh keterangan lebih lanjut. Bukankah mereka akan menikah setelah launching film Bella dan setelah dia mengakhiri kisah tabu-nya dengan James?
Ck. Penghianatan dimana-mana. Yang disangka baik dan setia taunya menyakiti dan yang disakiti dan dinomor duakan taunya yang paling tulus. Maka kenalilah keliling kalian dengan baik. Jangan sampai kisah Bella-James terjadi di kehidupan kalian ya.
“Kenapa kau menduakanku? Kenapa? Apa kurangku?” Tanya Bella dengan sudah becucuran airmata saat dia sudah bertemu dengan Darren dirumah lelaki itu.
__ADS_1
“Karena aku sudah menemukan yang lebih baik dari kau,”
“Teganya kau. Baik dalam hal apa? Bisa kau jelaskan?” Tanya Bella.
“Lebih baik dari segalanya. Kau tahu, kau terlalu obsesi dengan hal yang bukan menjadi rejekimu Bel. Aku tahu awalnya kau memacari aku juga untuk mendapatkan keuntungan seperti kau mendekati James ‘kan. Kau selalu menggunakan orang-orang bereputasi baik untuk keuntungan sepihakmu. Entahlah siapa yang diuntungkan, kau atau agensimu,” Darren berkata dengan tenang namun tidak dengan Bella. Karena apa yang disebutkan Darren sungguh benar.
Bella hanya bisa menangisi kebodohannya. Dia kehilangan dua orang sekaligus dalam hidupnya dalam waktu yang bersamaan. Darren kembali melanjutkan kata-katanya.
“Kau selalu bilang kalau James adalah pet-mu nyatanya kaulah yang menjadi pet dari agensimu. Sudahi kontrak dengan mereka, Bel. Kau orang yang hebat, tanpa drama begini pun kau akan menjadi artis hebat.” Dukung Darren.
“Bagaimana dengan kita?”
“Bel, aku lelaki dan aku butuh dihargai. Kau menerima tawaran agensimu untuk drama dengan James dan kau selalu secara terang-terangan mengekspose kemesraan dengan James. aku cemburu tapi kau tidak paham hingga aku bertemu dengannya dan dia memberikan apa yang aku butuhkan dari kau. Dia perhatian denganku dan selalu menjadi penolongku.”
…..
Hening…..
Bella menyadari kata-kata Darren. Selama ini dia terlalu egois dan sekarang menyesalinya. Meski sudah sedikit sadar, nyatanya Bella masih mau mencoba mendekati James lagi untuk menariknya menghadiri launching filmnya.
Ah. Kalau udah watak jadi susah sih ngerubahnya.
“Okeylah. Mulai hari ini kita benar-benar tidak punya hubungan apapun.” Kata Bella seraya menghapus air matanya dan berdiri untuk pergi dari rumah Darren.
Setelah keluar dari rumah Darren, Bella langsung menelpon seseorang.
“Siapkan keberangkatan sekarang. Kita harus sampai di Canberra sebelum mereka. Cari tahu semua kegiatan mereka dan kita akan menggunakan namaku untuk bisa terus masuk belakang panggung mereka. Aku harus membayang-bayangi James selama disana,” serunya pada orang tersebut.
“Baiklah Darren karena kau sudah menemukan penggantiku. Maka sekarang sisa James. Aku harus mendapatkannya kembali. HARUS,” batinnya sambil menyandarkan kepalanya di kursi mobil mewahnya menuju bandara.
BERSAMBUNG …..
HABIS INI KITA KE AUSSIE YAAAA !!!
__ADS_1
stay tune...