Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Mencoba Agresif


__ADS_3

📩 “Dimana kita bertemu. Berkas perceraianmu baru saja selesai, nanti aku antarkan,” pesan dari Mike.


“Nanti malam kau kerumahku saja,” jawab James pada Mike…


Meski banyak masalah yang menimpa James, tapi dia tetap mengutamakan karirnya sekarang. Kemarin dia bertemu dengan agensinya untuk membicarakan kebijakan kedepannya terkait foto cincin pernikahan yang dia posting. Mengingat agensi tidak membenarkan James untuk membuat ulah selama album ketiga belum launching.


James siap menerima semua konsekuensinya. Diberhentikan dari band, diceraikan oleh Tiara. Dia akan menerima semuanya, meski berat tetapi dia tidak suka memaksakan kehendak yang memang tidak ditakdirkan untuknya.


(Satu hari sebelum acara launching album)


“Banyak fans yang terkejut dengan beritamu. Apa itu benar? Siapa wanita itu?” Arnold menanyakan hal itu saat mereka sudah berkumpul disuatu ruangan.


“Nanti ada waktunya akan aku publikasikan,”


“Meski aku sendiri tidak yakin apakah waktu itu akan datang,” ucap James dalam hati.


“Bagaimana dengan Bella? Kau sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengannya lagi? Apa kau tidak takut dengan dia? Dia didukung oleh agensinya, James. untuk menjatuhkan kamu,” sahut Evans.


“Jangan hiraukan dia. Kalau dia mau menghancurkan aku, apa aku tidak bisa hidup dengan karya-karyaku? Apa aku tidak bisa bermusik lagi?” jawab James tenang.


“Baiklah. Ini juga masalah pribadimu jadi kami tidak berhak ikut campur. Kita akan lihat hasil penjualan album ketiga ini, kalau lebih besar dari album pertama dan kedua, maka kau kami pertahankan ada di band ini. Begitu juga sebaliknya. Juga, kita masih bisa lihat antusiasme dari pendukungmu di video musik single utama kita yang merupakan karyamu sendiri tanpa bantuan orang lain. Kalau viewers-nya membludak, maka kami akan semakin yakin untuk membiarkanmu di band ini,” beber Arnold.


“Aku gak masalah. Dikeluarkan dari band juga tidak apa-apa,”


“JAMES,” bentak Matthew, Mark, dan Hans bersamaan. Mereka tidak suka dengan sikap pesimis James kali ini.


.


James tidak memperdulikan pesan dari bank tadi. Urusan Tiara belakangan, bukan dia tidak peduli. Tapi acara yang akan dihadirinya juga adalah tanggung jawab besar dari diri James. Kini dia sudah sampai di lokasi acara. Ratusan pewarta sudah tampak di sepanjang redcarpet. James menampilkan senyumnya kepada seluruh fans yang menunggu di luar gedung sambil berjalan memasuki ruang acara.


Dia berjalan dan terlihat menyalami satu persatu orang yang dikenalnya, mulai dari agensi, pihak studio, penyanyi lain yang membantu penulisan lagu-lagu di album mereka bahkan kerabat dan keluarga dari ketiga teman band-nya. Clarissa pun sudah hadir disana lebih awal dari James dan sekarang tampak ngobrol dengan mommy dari Mark.

__ADS_1


James dan ketiga temannya sudah duduk dimeja paling depan untuk siap menerima pertanyaan dari pewarta yang datang. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab keempat anggota band dengan baik dan memuaskan. Hingga salah satu pewarta bertanya pertanyaan yang membuat semua kaget.


“Benarkah kau sudah menikah James? kapan? Gimana dengan Bella, berarti kau selingkuh dari istrimu ya? Tapi ada kabar yang beredar kalau ketiga lagu yang kau tulis di album baru terinspirasi dari istrimu? Siapa dia? Sepenting apa dia bagi hidupmu?”


Mark, Hans dan Matthew menoleh ke arah James dengan sedikit kasihan. Mereka memberikan hak sepenuhnya kepada James, seandainya tidak mau menjawab juga tidak apa-apa. James mengangguk menandakan ia baik-baik saja lalu mengambil microphone didepannya.


“Benar saya sudah menikah dengan seseorang yang masih saya rahasiakan identitasnya sampai ia bersedia untuk tampil depan publik. Saya tidak memungkiri kalau karya saya yang terakhir terinspirasi dari dia. Saya rasa cukup.” James langsung menutup jawabannya sebagai pertanda ia tidak mau menjawab kapan ia menikah dan kebenaran ia berselingkuh dari istrinya.


Acara terus berlangsung dan selama acara James belum ada bertegur sapa dengan Clarissa. Entahlah, dia bingung sekarang. Hingga dirinya sudah sampai dirumah dan meminta waktu untuk bicara dengan Clarissa berdua.


“Karena mommy sudah memulai hubunganku dengan cara yang tidak baik. Maka aku harus mengakhirinya dengan cara yang tidak baik juga. Kami akan bercerai, jangan mommy Tanya kenapa padaku, tanyakan saja pada Tiara langsung,” jujur James. Ia tidak lagi percaya pesan dari Tiara pagi tadi yang mengatakan dirinya tidak pernah menerima lamaran siapapun.


Bentakan dan tamparan Tiara malam itu di kamar hotel masih sering terbayang olehnya. Soal uang yang digunakan Tiara, sudahlah, peduli apa dia? Biarkan saja, toh selama 6 bulan ini Tiara tidak pernah menggunakannya sepeserpun.


“Ceritakan pada mommy apa yang terjadi diantara kalian?” desak Clarissa.


“Tunggu saja dia datang, Mom. Katanya dia mau datang dalam waktu dekat.” Sahut James dan langsung berdiri meninggalkan mommy-nya di depan tv sendirian.


.


Bapak Tiara sudah dibawa ke Jakarta dihari yang sama ketika Tiara sampai dikampung (hari yang sama dengan ulang tahunnya). Bapak keadaannya sudah sangat membaik. Dia juga tau sumber biaya pengobatannya.


“Kenapa kamu memakai uangnya sebanyak itu? Bagaimana kalau dia marah, nak?”


“Aku istrinya, pak. Tenang saja. Setelah ini aku akan ke London untuk tinggal bersama dia,” jawab Tiara guna menegaskan dia akan mengabdi sepenuh hati menjadi istri James.


“Bapak akan mendoakan kebahagiaan untuk kamu dan James,” lirih bapaknya.


Tiara tidak bohong, 3 hari kemudian dia benar-benar ke London untuk menghadapi takdirnya. Entah bagaimana hari yang dijalaninya selama disana. Hanya author yang tahu. Dia sudah sampai di rumah James dan segera masuk. Clarissa yang melihat menantu kesayangannya langsung berhambur memeluk Tiara.


“Sayang.. selamat datang.. kamu pasti lelah. Ayok makan dulu,” mulut Clarissa seperti kereta listrik aja kesenangan melihat menantunya datang.

__ADS_1


“Iya mom. James mana mom?” tanyanya.


“Ada di kamar. Makan dulu ya, baru temui dia.”


.


Ceklek.


James duduk di sofa kamar sambil memainkan gitar. Dia tidak kaget dengan kedatangan Tiara. Sang istri mendekat dan hendak memeluk James, namun James dengan cepat menyangkalnya.


“Diam disitu. Aku harus memberikanmu sesuatu.” Perintahnya yang membuat Tiara otomatis berhenti.


Ia menuju ke sebuah meja yang ada di kamarnya, membuka laci dan mengambil kertas.


“Sudah aku penuhi maumu!” ucapnya sambil memberikan selembar kertas pada Tiara.


Surat perceraian yang dibuatkan Mike waktu itu, sebenarnya James ingin segera mengirimkan via email pada Tiara saat itu juga, tapi dia memutuskan untuk menunggu karena Tiara bilang akan ke London dalam waktu dekat. Sama seperti James waktu itu, Tiara memilih untuk merobek surat cerai ditangannya. Terserah nanti kalau masih ada salinannya, yang jelas dia menolak untuk menyetejui hal itu. Gimana sih tir, itukan juga maunya elu.


“Tidak James. Maaf aku sudah bohong. Sekarang aku ingin hidup bersamamu layaknya suami istri yang baik.” Ucap Tiara yang langsung melingkarkan tangannya ke leher James dan mencoba mencium bibir James dengan agresif.


Setelah satu menit berciuman, James melepaskan tautan bibir mereka sambil mengejek dan mengelap sudut bibirnya. “Cih. Baru ciuman pertama saja sudah sok-sok-an mau agresif. Sana tanda tangan surat cerai kita,” katanya sambil menjauhkan dirinya dari Tiara.


Belum juga James sepenuhnya menjauhkan tubuhnya dari pelukan Tiara, ia langsung kembali memeluk James dan membisikkan sesuatu dengan sangat sensual..


“Aku mengingkanmu..” katanya sambil mendesah.


BERSAMBUNG ………..


Ciee, gak jadi cerai nih?


James diajakin bobo bareng tuh, mau nggak James?? wkwk

__ADS_1


__ADS_2