
Sudah makan Rendang, Opor, Buras berapa piring guuyss??
Jangan lupa tensi tekanan darah ya 😋
***
“Jadi tawaran majalah eksklusif waktu itu beneran gak mau nih? Hari ini batas terakhir kita kasih konfirmasi ke mereka loohh,” James mulai lagi…
Tiara menggeleng lemah sebagai jawabannya. Matanya terlihat sendu sedang memikirkan sesuatu.
“Kenapa baby?”
“aa..akuu… mm…”
“Kamu kenapa?”
“Aku merasa ragu dengan perasaanku.. aku merasa aku tidak pantas bagimu?” Tiara mengungkapkan isi hatinya selama tinggal bersama James belum sebulan lamanya ini…..
"Baby, kita sudah jalan sejauh ini, kenapa sekarang kamu berpikir seperti itu? Kenapa nggak dari kemarin-kemarin. Aku sudah menetapkan hatiku untuk berlabuh bersamamu.” James sedikit frustasi dengan jalan pikir Tiara yang yaa begitulah.
“Jangan pikir macam-macam. Yang penting jaga kesehatan kamu untuk bisa tetap sehat untuk kegiatan kita beberapa minggu kedepan,” kata James lembut sambil mengecup bibir sang istri.
.
Hari-hari berlalu, kini James dan Tiara beserta pengawal dan beberapa asisten sudah berada di bandara Heathrow untuk melakukan perjalanan ke Jakarta. Meski sudah banyak papparazi disana, namun Tiara bisa menutupi kegugupannya.
Gimana tidak, sepanjang jalan James mengajaknya mengobrol untuk membuat dia mengatasi rasa gugupnya. James tidak sedikitpun menyinggung soal yang sensitive berupa kejaran media yang haus berita atau gimana ganasnya fans sesekali dengan idola mereka. James juga menenangkan dengan menyewa belasan pengawal untuk membantu perjalanan mereka kali ini.
“Jangan pernah lepaskan tanganku dan angkat kepalamu. Jangan tunduk terus,” ucap James sesaat sebelum mereka turun dari mobil.
.
Karena profesionalnya pihak-pihak yang James pilih untuk acara resepsinya, maka kurang dari 3 hari dari acara dilangsungkan kini 90 persen persiapan sudah mantap. James sekarang sedang berbaring dikamar Tiara yang tidak terlalu besar.
Jangan Tanya gimana dia saat diajak Tiara tidur disana, malam itu juga dia langsung membeli AC dengan harga 3 kali lipat karena tidak bisa tidur akibat kegerahan. Kenapa 3 kali lipat? karena dia memesan pada jam 11 malam dan minta dipasang saat itu juga.
James sedang terlelap, sedang Tiara mengabsen undangan yang akan disebar mulai hari ini.
Acaranya akan selisih satu hari dengan acara Erina.
Tiara dilangsungkan pada Jumat malam dan Erina pada sabtu malam. Pakaian bridesmaid sudah diserahkan Tiara pada sahabatnya dua hari yang lalu. MUA yang disewa dari New York akan sampai di Jakarta besok.
Setelah membereskan kertas-kertas yang berserakan dikasurnya, Tiara memandang James dengan penuh cinta. Dia bersyukur meski dihatinya masih belum bisa menerima dirinya menjadi pendamping James, khawatir sewaktu-waktu ia tidak bisa menjadi pasangan yang baik untuk suaminya.
__ADS_1
Namun, Tiara tetap berpikir positif dengan mencoba mengabaikan pikiran nyelenehnya belakangan ini. Segera ia membersihkan diri untuk menyusul James kealam mimpi. Tidak lupa untuk tidak memakai bra dan baju berdada rendah untuk menempelkan James ditengah dadanya. Entahlah, mungkin aneh namun dia sangat suka dengan hembusan nafas James disana setiap malam. Ada yang geli meski bukan digelitik… hahahaha
“Mari kita belajar bersama untuk jadi pribadi yang baik untuk banyak orang sayang,” Tiara mengecup kening James sebelum benar-benar tertidur.
Pukul 3 dini hari ponsel James dan Tiara berbunyi tak henti-henti. Namun bukannya bergerak untuk mengambil ponsel, tetapi James malah semakin membenamkan wajahnya di dada Tiara yang berukuran 36C itu.
Tiara mengelus pipi James untuk menyadarkannya. Kali-kali yang menghubungi mereka akan memberikan informasi penting.
“Sayang bangun, angkat telpon dulu. Udah bunyi daritadi tuh,” bujuk Tiara yang tidak berani menggeser dirinya karena James terlihat sangat menikmati tidurnya dalam pelukannya.
“Ntar dulu, aku ngantuk,”
“Ayoklah sayang,” bujuk Tiara nggak menyerah yang akhirnya membuat James menyerah.
📱 “Halo..”
📲 “James.. tolong James….” suara Brendy terdengar panik.
📱 “Calm down aunty.. calm down..”
📲 “James, Hans.. dia,”
📱 “Tarik nafas dulu aunty,” ucap James pada ibu dari Hans itu.
James melirik Tiara menandakan dia bingung. Tapi Tiara ‘kan nggak dengar pembicaraan dia dengan mommy dari Hans. Gimana sih?
📱 “Aku pernah bertemu dengannya sekali aunt, dia temannya istri aku?”
📲 “Terus apa kamu tahu ada apa dengan mereka berdua? Kenapa anak aunty sampai begini, tidak pernah sebelumnya James,” pusing Brendy.
📱 “Erina mau nikah 4 hari lagi. Mungkin Hans jatuh cinta dengan dia. Entahlah, aku harus bantu apa aunty?”
📲 “Kamu di Indonesia kan? Tolong bujuk istrimu untuk memberitahu Erina kondisi Hans sekarang…”
📱 “Baiklah nanti aku sampaikan dengan Tiara,”
.
“No Sayang. Aku tidak bisa. Nanti kalau Erina kepikiran gimana? Sebenarnya Erina mencintai Hans, tapi Hans yang seolah mengabaikannya dengan tidak memberi kepastian pasti bisa membuat dia kepikiran.” Tolak Tiara saat James menceritakan hasil telponnya dengan Brendy barusan.
“Honey, tapi kalau sampai Erina menjalankan rumah tangganya namun tidak bahagia juga kasihan,”
“Kita Cuma kasih tau kabarnya Hans saja, keputusannya mau bertindak gimana itu urusannya sendiri.”
__ADS_1
Akhirnya keesokan hari James dan Tiara bertandang ke rumah Erina dan mereka dipersilahkan masuk ke kamar. Ingat prinsip pasangan suami istri itu ‘kan, kalau mau ngomong gak perlu embel-embel.
Erina yang mendengar penjelasan dari mereka berdua hanya bisa menangis dalam pelukan Tiara.
“Duh lokasi favoritku,” pikiran James melayang saat melihat Erina bersandar di area dada Tiara. Duh James mesuk tidak pada waktunya.
“Entahlah. Aku menerima lamaran ini dalam kondisi gegabah kali karena saat itu aku sedang galau-galaunya dengan Hans. Kalau boleh jujur masih ada dia hatiku sampai sekarang..” ucap Erina.
“Rin tapii..”
“Tetap gak bisa Tir, kita berbeda dengan Hans. Gimana orang tuaku bakal restuin aku… banyak pertimbangan kalau aku mau sama dia.. itupun kalau dia juga mau dengan aku.” Sangkal Erina.
“Baiklah. Aku sudah mengerti tentang aturan hukum pernikahan disini juga sedikit banyak soal budaya kalian. Aku akan mencoba bicara dengan Hans.” James menengahi.
.
Seluruh keluarga besar James dan rekan-rekannya, Mark, Matthew, dan Mike pun tampak sudah berada di hotel yang di booking-kan James untuk acara besok. Setidaknya kedua teman band-nya akan menghibur tamu undangan sedikitnya 5 lagu.
Undangan akan menggunakan barcode untuk mengantisipasi tamu yang membludak, apalagi ada artis kenamaan idola seluruh remaja dan anak muda.
Tiara dan James sendiri tadi yang langsung menjemput seluruh kerabat di bandara yang ada di kota kelahiran Tiara namun tetap diawasi para pengawal.
“Makasih mom, Uncle Ben sudah datang.” Ucap Tiara sambil mencium pipi Clarissa saat mengantar koper Clarissa ke kamar hotel.
“Ayok kita ke kamar kita baby. Kita juga harus istirahat.” Ajak James.
“Cihh.. istirahat katanya, nanti sampai dikamar tidak ada istirahat-istirahatnya aku. Capek sayang besok kerjaan kita banyak banget,” manja Tiara menolak halus permintaan suaminya setelah mereka keluar kamar Clarissa.
“Minum susu doang,” kata James sambil tersenyum mesum.
Tiara juga ikut tersenyum, memiliki ide cemerlang bund. Hahahaha…
Sesampainya dikamar, James tidak langsung menjalankan aksinya tetapi ia pergi mandi dulu. Kesempatan ini digunakan Tiara untuk turun ke restaurant hotel untuk meminta sesuatu..
Saat James keluar dari kamar mandi, bersamaan dengan Tiara yang membuka pintu kamar. James kebingungan melihat istrinya.
“Darimana kamu,” tanyanya.
“TARAAA.. udah aku beliin yang kamu mau?” James makin mengernyitkan dahi.
Tiara berjalan kearah meja dan mengeluarkan sekotak susu… lalu tertawa ngakak….
“HAHAHAHAHAHA… Oh no sayang… malam ini nggak ya.. besok malam baru kita ngegas!!!” kata Tiara sambil memegang perutnya yang keram akibat banyak tertawa setelah mengerjai James.
__ADS_1
BERSAMBUNG…