Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Orange Jus


__ADS_3

Kini ruang tamu di rumah Tiara sudah bersih, dapur juga sudah dibereskan oleh sanak keluarga yang hadir saat acara lamaran keluarga Refal. Semua tamu sudah kembali ke rumah masing-masing menyisakan penghuni tetap kediaman itu, bapak ibu serta kedua adik Tiara.


Bapak ibu sudah masuk ke kamar dan membersihkan diri. Ibu Tiara kini berada di depan meja rias untuk memakai skincare sedangkan bapak sudah terbaring sambil memainkan ponsel untuk membuka video-video di platform berlogo merah.


Antara bapak dan ibu sebenarnya sedang beradu dalam pikiran yang sama, yaitu ingin meminta Tiara berpisah dengan James. Percuma status suami istri tapi kehidupan masih sendiri layaknya seperti sebelum menikah.


Sungguh banyak alasan kalau Tiara mau meninggalkan James, tapi kedua orang tua itu masih tidak mengerti kenapa putrinya memilih bertahan.


"Ayo kita bujuk lagi Tiara pak, biar mau meninggalkan James dan memilih antara Refal dan Ditto," Ibu Tiara bicara lembut pada suaminya.


"Dipaksa juga gak baik. Dia yang menjalani, kalau dia merasa mampu kenapa kita harus terus mengusik," jawab sang suami. Bapak Tiara sudah berkali-kali meminta anaknya berpisah tetapi Tiara selalu mengatakan ingin berjuang dulu hingga kini si bapak sudah lelah untuk terus mengingatkan.


Ibu Tiara menghela nafas berat seakan mengabarkan dirinya sedang banyak pikiran.


"Sudah ayok tidur bu.. Satu episode dulu yaa," goda bapak Tiara sambil memainkan kedua matanya pada sang istri. Ibu Tiara tersenyum malu dan langsung naik ke atas ranjang menyusul suaminyaa. Tralalatrilili pun terjadi kepada pasangan suami istri hampir 30 tahun itu ♡♡♡...


.


.


.


Pernah dengar pepatah kalau kita berbuat baik kepada orang lain, artinya kita sebenarnya berbuat baik kepada diri kita sendiri.


Yaa.. Kebaikan dan ketulusan Tiara sebulanan ini kepada James perlahan menghapus pandangan buruk tentang dirinya yang dikatakan mata duitan, mau memeras sampai melukai Clarissa dan disuruh menikah lagi.


James mulai menyadari Tiara bukan seperti orang yang diucapkannya dulu. Terbukti dia perhatian tanpa lelah, sekalipun dia belum memakai kartu yang diberikan James, tapi soal urusan hati atau pacar Tiara sementara James belum ada niat mau tau.


Dan karena itulah James merasa berat hati karena perkataan Roland barusan terdengar oleh istrinya. James menatap Roland datar tanpa merespon perkataannya sedikitpun.


"Siapa nih?" tanya Roland sambil melihat Tiara dari atas sampai bawah dengan tatapan mendelik.

__ADS_1


Tiara yang mendapat tatapan seperti itu merasa risih dan langsung menatap Tom Denada meminta pertolongan.


"Teman kami," jawab James spontan melihat raut Tiara seperti ini dia tidak tega.


"Hai aku Roland," ucapnya sambil mengulurkan tangan pada Tiara.


"Tiara," sambutnya sambil tersenyum kecut...


James masih terus memperhatikan Tiara. Tampak dia ingin berbicara dengan istrinya sekarang tapi bingung mau memulai dari mana. Akhirnya dia membiarkan Tiara ngobrol dengan Denada.


Edward tiba-tiba meminta foto bersama saat melihat seorang fotographer melewati mereka yang asyik mengobrol satu sama lain. Tiara siap-siap berpindah ke dekat Denada dan Tom tapi Edward langsung menariknya dan merangkulnya tanpa izin.


Mata Tiara membulat sempurna, wajahnya sudah tidak bisa terkontrol lagi, ada siratan emosi yang memuncak disana. Tidak bisa dibenarkan, temannya saja tidak pernah bertingkah seperti itu, selain tradisi budaya timur yang lebih terbatas dari budaya barat, Tiara juga orang yang menjaga norma-norma seperti menjaga untuk tidak banyak bersentuh dengan lawan jenis tanpa ikatan.


"Perhatikan tangan kamu. Jangan membuat tamu kita tidak nyaman. Mereka berbeda dengan kita (tradisinya)," ketus James pada Edward. Dia melihat wajah 'memohon' pada Tiara saat mereka sempat bertatap mata sejenak. Makanya segera menegur Edward.


Edward akhirnya melepaskan tangannya dari bahu Tiara dan meminta maaf. Tiara cepat-cepat melangkahkan kakinya menuju samping Denada.


Jangan akting elu Tir, gak cocok...


"Cantiknya menantu Mommy," puji Clarissa sambil berbisik dan membuat sang menantu bersemu malu.


"Sudah duduk sana, kursi kamu sudah disiapkan tuh," pinta Clarissa dan saat Tiara menoleh ke arah yang Clarissa maksud terkejutnya dia jika kursi yang disiapkan berada tepat disamping James.


Sebuah pesta taman sederhana, ada altar dan podium di tengahnya. Meja berbentuk lingkaran dan ditutup kain warna putih dengan kursi 10 buah ditutup kain berwarna navy permeja disiapkan untuk para keluarga yang setiap kursi sudah diberikan nama masing-masing.


Kini Tiara sudah duduk di kursi miliknya yang tepat disamping James. Beruntungnya Edward dan Roland tidak satu meja dengan mereka.


"Untung aja Hans disampingku. Mayan bisa lihat Hans puas-puas dari dekat," ucap Tiara dalam hati.


Gimana rasanya Tir duduk diapit dua artis internasional, mau deh jadi elu...

__ADS_1


"Jangan norak. Cepet makan," sahut James melihat Tiara memperhatikan makanan didepannya. Tiara takut itu adalah makanan yang dilarang baginya. Tapi melihat kedua iparnya dan suaminya makan, maka terpaksa dia ikut makan juga.


hhhnggkkk... suara tahan muntah dari Tiara tapi cuma James yang mendengar karena dia mengeluarkan suara itu sambil menoleh ke arah James, untuk menghindari Hans yang akan mendengar juga.


"Orange jus please," teriak James saat melihat pelayan sibuk berkeliling dengan beragam macam minuman di nampan yang ada ditangannya.


"Berikan 4 ya," Tom meminta lembut pada pelayan, untuk dia sendiri, James dan istri mereka. Maklum minuman yang ada diatas meja berupa wine, minuman ringan yang mengandung alkohol juga beragam mocktail.


"Nih minum," James menyodorkan satu gelas orange jus dengan sedotan yang sudah dipasangnya. Aww ~~~ perhatian ya 🤭..


Tiara segera menerima dan meneguk hingga 3 kali menghilangkan rasa mual dan amis daging dimulutnya.


"Jangan makan lagi. Nanti aja kamu cari restoran cepat saji dekat hotel, karena disini makanannya gak bisa milih," bisiknya pada sang istri dan Tiara hanya mengangguk.


Hans bingung, siapa cewek disampingnya yang tampak akrab dengan James dan keluarganya.


"Tak biasanya James begini. Apa dia punya hubungan khusus? Tapi dengan siapa? James atau keluarganya? kalau dengan James, Bella gimana kabarnya?" Hans berkenala dengan pikirannya sendiri melihat interaksi James dan Tiara.


"Kenapa gak makan?" Hans buka suara pada Tiara.


"Aku tidak terbiasa, rasanya aneh," jawab Tiara jujur sambil tersenyum pada Hans.


Hans terkekeh pelan hingga tiba-tiba Edward datang ke meja mereka untuk merayu Tiara.


"Nona manis, boleh aku duduk disini?" ucapnya dengan suara yang sok dimanja-manjakan..


"Pergilah ke meja Mommy," bisik James. Tiara segera berdiri tanpa menjawab Edward dan saat hendak melewati Edward, lelaki minim sopan santun itu menahan tangannya dan ......


"Duduklah disini aku akan menemanimu,"


"EDWARD" bentak Tom dan James bersamaan...

__ADS_1


BERSAMBUNG .....


__ADS_2