
Maafkeun author yang lama parah updatenya.
Realitas di kehidupan ini sungguh padat..
Rencana baru mau update besok tapi gak apa-apalah begadang dikit demi konco-konco onlineku ...
🔴🔴🔴
Selepas menghilangnya Tiara dari pandangannya saat di jalan raya beberapa menit lalu, Ditto tidak kehabisan akal untuk menemukan Tiara.
Segera ia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan langsung meng-install aplikasi pelacak lokasi melalui nomor HP. Ah, jaman sungguh canggih sekarang.
Setelah mengutak atik tidak lebih dari 7 menit, dia sudah menemukan lokasi Tiara yang sedang dalam perjalanan, entah menuju kemana. Segera ia memberhentikan taksi untuk mengejar Tiara.
Sedang di dalam mobil Tiara saat perjalanan menuju hotel, Bas menceritakan kejadian selama 2 bulan Tiara dan James tanpa komunikasi. Bagaimana James menulis lagu dari isi kapsul dan debat menegangkan dengan pihak studio karena James menarik 3 lagunya untuk digantikan dengan lagu yang terinspirasi dari sang istri.
"Lalu kenapa lagu James yang sudah di rekam akhirnya bisa tidak terbit dan digantikan lagu barunya?" penasaran juga nih si Tirtir.
"James mengancam pihak studio dan manajemen kalau lagunya tidak diterima maka untuk next album dia tidak membuat lagu baru lagi. Bagus juga buat artis papan atas lain atau buat film-film. Belasan film loh yang udah minta James untuk menulis soundtrack mereka. Cuma karena suamimu sibuk banget, maka dia baru terima 5 aja," Jelas Bas tanpa melebih-lebihkan dan mengurang-ngurangkan.
"Cih. Gaya banget pakai ancam-ancam segala. Kayak penting aja lagu barunya yang kabarnya terinspirasi dari aku," sangkal Tiara yang masih tidak mau terlalu kePDan dengan perkataan Bas.
"Selain itu kayaknya Hans dan temanmu lagi ada masalah. James sampai berkelahi dengan Hans karena dia mau merepotkanmu waktu itu. Padahal Hans adalah orang yang paling dia percaya dan paling dekat dengannya di band," lanjut Bas yang mengetahui semuanya secara tidak sengaja. Saat James dan Hans adu mulut 3 minggu lalu, dia berada di lokasi dan mendengar semuanya.
"Apapun itu, aku gak merubauh keputusanku Bas. Gak apa-apa gak jadi istrinya lagi. Jadi fansnya saja aku sudah senang," lirih Tiara dan tersenyum simpul membayangkan bagaimana dirinya 'setidak diinginkan' itu oleh suaminya sendiri.
"Kita sudah sampai. Apa mau aku antar?" tanya Bas ketika mobil mereka sudah memasuki halaman parkir hotel sambil memberika card hotel untuk masuk lift dan buka pintu kamar.
"Gak usah Bas. Gak ada yang kenal juga aku siapa dan apa hubunganku dengan James." ucapnya dan langsung turun dari mobil memasuki lobi hotel.
Sedang Ditto 15 menit lagi akan sampai di hotel. Sesampainya di hotel, Ditto bisa segera tahu di tingkat berapa keberadaan Tiara dan langsung Check In kamar hotel juga di tingkat yang sama. Soalnya kartu lift cuma bisa digunakan untuk tingkat tamu itu berada, gak bisa bebas mau naik turun seenak jidat.
__ADS_1
.
Kisah mengharukan James dan Tiara sedang berlangsung, dimana James mengajak Tiara untuk membangun rumah tangga mereka dengan harmonis dan penuh kasih sayang.
Saat sedang heboh-hebohnya berpelukan dan berurai air mata, pintu kamar mereka sedang di ketok. James segera berdiri dan mengintip dari lubang kaca kecil yang memang biasa ada di pintu-pintu hotel. Dia melihat seorang pria dengan pakaian sedikit rapi dan berwajah Indonesia banget sehingga dia merasa itu adalah pelayan hotel. Bungul bungul. Duh James polosnya.
Begitu pintu terbuka, fokus Ditto ke arah Tiara yang duduk di sofa sambil mengelap air matanya. Dia belum sadar kehadiran Ditto disana hingga suara James membuat Tiara menoleh ke arah pintu.
"Excuse me, sir. What are you looking for?" tanya James yang melihat Ditto menatap istrinya dengan tatapan marah.
"Tiara, ayok ikut denganku," bentak Ditto.
"Sekali elu langkahkan kakimu untuk masuk, gue akan laporkan elu dengan tindakan menganggu kenyamanan orang lain karena aku sedang bersama suamiku disini," tegas Tiara kembali menatap Ditto tajam dan sambil menunjuk temannya dengan jari telunjuknya seakan itu bukan ancaman belaka.
"Nekat aja nekat. pakai bahasa Indonesia, James gak paham juga. Itu aja cara gue selamatkan diri gue," batin Tiara.
Ditto temundur dan kaget. Topangan kakinya melemah.
"Kenapa? Kaget? Ini yang elu cari tahu kan. Dan gue sudah beritahu semuanya," kini Tiara bicara dengan mendekatkan dirinya ke arah pintu.
"Siapa dia? dan kenapa kau tegang sekali? Apa ada sesuatu yang salah?" tanya James yang keheranan melihat sisi lain istrinya bertanya. Pakai bahasa inggris yaa. wkwk. Jadi waktu debat Ditto-Tiara, si James gak paham.
"No baby. Dia temanku dan sangat menganggu proses kita making love. Dia nggak percaya kalau kau suamiku," ucap Tiara yang dimanja-manjakan sambil mengerutkan wajahnya dan menyandarkan kepalanya di bahu James seakan-akan dia kecewa batal tralala trilili malam ini.
James tahu signal yang dikirim istrinya langsung merangkul Tiara.
"Ada lagi, sir? atau sekarang sudah mau pergi? Karena kami mau melanjutkan yang tadi," tanya James dengan senyum mengejek.
Ditto langsung lari dengan mata memerah menahan kekecewaan karena sudah dibohongi Tiara selama ini.
"Maafkan aku. aku nggak punya pilihan lain," batin Tiara yang merasa bersalah dengan Ditto sekaligus dengan James karena sudah membongkar status mereka.
__ADS_1
"Maafkan aku yang sudah buka status kita. Dia yang melamarku waktu itu dan dia menguntitku sampai kesini. Sudahlah biarkan saja, yang penting aku mau meluruskan suatu hal disini," beber Tiara datar sambil berjalan ke arah sofa kembali.
"James, ini bukanlah mauku, bukan maumu pula. Berpisah bukan berarti aku tidak mencintaimu, justru karena aku sangat cinta sama kau makanya aku memberikanmu kebebasan. Denganku kau akan terikat hal yang tak pasti James, aku akan cemburu dengan teman artismu yang cewek, dengan fansmu, kita akan konflik dengan masalah yang tidak seharusnya muncul. Normaku berbeda dengan kamu James, kau bisa sebebas mungkin berekspresi tentang apa yang kau rasa, berkenalan dengan siapa saja, yang membuat banyak peluang untukmu agar bisa bertemu dengan wanita-wanita baik diluar sana," logis Tiara.
"Jaga ucapanmu," seru James dan Tiara memejamkan matanya sambil menarik nafas yang sudah mulai tidak teratur karena menahan tangis.
"Jamess.. ayok berpisah. Aku tidak akan menuntut apapun bahkan sepeserpun dari kau. Asalkan kau lepaskan statusku sebagai istrimu. Aku mohon," kini Tiara mendekat dengan James dan kembali memeluknya erat sambil nangis sesegukan.
Sedangkan James? Dia juga menangis karena memiliki hasrat yang berbeda dengan sang istri.
"Baiklah Tir, aku tahu cara agar bisa menahanmu sebagai istriku," kata James dalam hati sambil tersenyum memikirkan sesuatu....
.
.
Malam ini James meminta Tiara tidur di kamarnya aja karena wajah Tiara sudah lemas dan tubuhnya remuk akibat acara kantornya. James meminta Tiara untuk menon-aktifkan ponselnya agar tidak terganggu. Setelah dirasa Tiara tertidur sempurna, James mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi yang mirip-mirip album foto ituu...
Dia memilih beberapa foto pernikahannya dengan Tiara, berita gembiranya, James meng-crop bagian wajah mereka, kurang lebih tiga foto ia masukkan ke akun pribadinya.
Pertama, foto tangan mereka berdua sedang mengadah berdoa yang diambil usai ijab qabul, kedua foto mereka berdiri bersampingan dan Tiara memerkan cincin pernikahan mereka yang merupakan cincin turun temurun dari Clarissa dan ketiga, James menggenggam tangan Tiara yang disematkannya cincin berlian blue saphire yang kemarin di tolak Tiara, baru 5 menit lalu dia pasangkan di jari manis istrinya.
"THANK YOU FOR ALWAYS BEING MY WONDERFUL WIFE. WE ARE MARRIED❤💍👰"
BERSAMBUNG....
Padahal James besok launching album baru loh.. Kan udah kontrak dengan agensi gak boleh buat berita heboh sampai album ketiga...
Gimana reaksi netizen sejagat raya?
Apa sama dengan reaksi para readers. hahaha....
__ADS_1