
AUTHOR MINTA MAAF DENGAN SEPENUH HATI KEPADA TEMAN-TEMAN READERS YANG SETIA MENANTI TAPI UPDATE-NYA LAMA.
KONDISI HIDUP MEMANG TAK SEMULUS KACA BURJ KHALIFA DAN TAK SEMEWAH MOBIL FERRARI…
Mari kita lanjutkan dan doakan author bisa selalu menghibur teman-teman semua… semoga semua sehat dan bahagia selalu ya..
…
📱 “Sayang jangan bercanda dong,” jawab Tiara mendengar perintah James yang meminta dia segera ke Canada.
📱 “Gak mungkin banget aku hadir di redcarpet, kamu suruh aku ngapain.. Gak gitu, gak mau,” elak Tiara panjang lebar.
James yang selama hampir dua minggu berada di belahan benua lain tidak pernah mengecewakannya soal komunikasi dan Tiara percaya sangat dengan seluruh penjelasan James selama masih dalam perjalanan tour. Toh tidak lama lagi dia akan segera menyusul.
Lagian enak ‘kan di rumah aja, bisa banyak belajar masak masakan western food. Maklum Tiara selama ini hanya masak makanan rumahan Indonesia saja, bakwan sayur atau jagung, soto betawi, bubur ayam, ikan goreng, sayur bening atau sayur lodeh. Simple bukan?? Hahaha.
Sekurang-kurangnya dia harus bisa masak 3 bahkan lebih makanan yang selalu James konsumsi dari kecil, macaroni schotel, lasagna, chicken cordon bleu and other.. ah apalah ituuu…
James tidak menjawab, diam tanpa suara apapun. Diapun lelah dan malas berdebat dengan Tiara. Yang mengharuskan Tiara mengetahui kondisi dimana James tidak main-main dengan ajakannya untuk membawa dia ke acara besar di kalangan artis kelas dunia.
📱 “Yasudah. Jadi kapan aku harus berangkat?” sahut Tiara terpaksa.
📲 “Nanti Bas akan uruskan semua keperluan tiket kamu. Kamu cukup packing baju kamu saja. Aku akan usahakan kamu sampai tidak lama sebelum aku, biar kamu tidak kesepian selama disana. Baju kamu untuk acara award pesan di London saja,” Jawab James.
📱 “Begitu lebih baik sayang,” sepakat Tiara.
.
Acara yang dimaksud James akan berlangsung beberapa menit lagi. Di dalam kamar hotel Tiara sedang berdandan seorang diri karena James sedang mandi. Tiara tampak lesu, tidak semangat. Seperti orang tidak ingin tetapi dipaksa berada dalam keadaan ini.
“Padahal aku gak ikut juga gak bakal ber-efek apa-apa. James ngapain juga sih seperti ini?” omelnya dalam bahasa Indonesia.
Begitu James keluar dia segera memakai pakaiannya yang sudah disiapkan Tiara di gantungan lemari. Inilah unggulnya Tiara, dia tidak pernah bertanya apa kebutuhan James karena dia selalu mengerti dan apapun yang Tiara ‘buatkan atau siapkan’ untuk dirinya, ia tidak menolak.
“Ciyeee.. udah siap buuu jadi artis?” James menggombal Tiara.
“Diem nggak?” dibalas dengan tawa ngakak puas dari mulut James.
“Tuh minum jahe hangat kamu, tadi aku buatkan waktu kamu mandi. Sok artis, sok sibuk, baru datang siang tadi juga belum istirahat udah mau heboh lagi ke acara,” Tiara menunjukkan rasa cintanya dengan cara berbeda. Omelannya kali ini sebagai penolakannya terhadap James yang dinilainya terlalu disiplin dalam bekerja padahal tubuhnya butuh istirahat.
__ADS_1
“Untuk masa depan kamu honey,” singkat James lalu mengecup bibir sang istri secara kilat dan segera mengambil cangkir minuman hangatnya.
Tiara menghela nafas.
Setelah James selesai memakai pakaiannya, dia meminta James duduk di depan meja rias karena dia akan hair do rambut James biar paripurna tjakepnya!! Seh elaahhhhh….
Dengan telaten Tiara mengoleskan pomade dan menyisir rambut James biar sempurna didepan kamera nanti. James berkali-kali menelan salivanya ketika berjarak wajah tidak sampai 15 cm dari sang istri.
Untung masih bisa berpikir bersih, kalau dia memajukan wajahnya untuk mencium Taira alamat butuh waktu 2 jam buat mengeluarkan keringat sehat. Mending nanti setelah acara saja ‘kaannn.
Dalam perjalanan, Tiara dan James duduk di kursi belakang. Tiara tidak memakai gaun, cukup dia memakai baju atas bawah dan jilbab senada. Sedangkan James memakai Jeans hitam, baju kaus hitam dan jaket berbahan Jeans warna Turqouise, sesuai dengan ketiga baju teman bandnya yang lain.
Berbagai doa Tiara panjatkan untuk mengusir kegugupannya. Raut wajahnya tidak diragukan lagi, Cuma dia bersama Tuhan yang tahu bagaimana perasaannya sekarang, bahkan author aja gak bisa tuang dalam cerita ini, wkwkwkw.
Pandangannya tidak pernah lepas kearah jendela mobil di sebelah kirinya. Tangan James sejak dari hotel tadi tidak pernah melepaskan tautannya dengan Tiara.
“Gak apa-apa,” kata James sambil mengelus lembut punggung tangan Tiara dan mengecupnya dengan penuh sayang.
Air mata Tiara jatuh sendiri.
“Ancol nih kenapa gue jadi cengeng diwaktu gak pas banget,” umpatnya dalam hati.
Tempat acara semakin dekat. Sudah memasuki gerbang namun puluhan mobil mengantri mengantar hadirin dan ditahan sebentar oleh para reporter dan paparazzi. Nafas Tiara memberat.
“Jangan mundur bahkan sebelum kamu maju,” James mengeratkan genggamannya pada Tiara.
KLEK..
Jepret
Jepret
Jepret
Flash
Flash
Flash
__ADS_1
Begitu pintu mobil dibuka, sorot lampu kamera dari ribuan kamera menuju ke mereka. Bocah-bocah penggemar garis keras James sudah bersusun di pembatas yang disiapkan penyelenggara acara.
JJJAAAAMEEEESSSSSSSSSSSSSSSSSSS..
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
HUUUUUUUUUUUUUUUHUUUUUUUUU
Antusias penggemar menggelegar ketika James menurunkan kakinya ke tanah. Dan Tiara sudah bisa dipastikan sekarang sedang pucat tapi James mengulurkan tangannya untuk disambut Tiara.
“Tersenyumlah,” bisiknya sebelum Tiara keluar mobil.
James bertahan untuk diambil fotonya oleh paparazzi sebelum masuk ke gedung acara. Sedangkan disatu sisi dia tidak mau berhenti saat dipanggil reporter karena dia pastikan yang ditanyakan pasti soal Tiara, sehingga dia hanya menjawab akan menunggu teman-teman lain untuk diwawancara perihal musik.
Awalnya Tiara meminta James untuk berpose sendiri sedang dia rasanya ingin menjadi Jinny oh Jinny yang bisa menghilang kurang dari satu detik. Cukup James menatapnya dan sedikit menggangguk pertanda dia memanggil Tiara untuk ke arahnya dan berpose bersama.
Tiara menatap James dengan tatapan cinta dan butuh perlindungan, James mengerti itu, sedikit pun Tiara tidak mengarah ke kamera. Sedangkan James langsung tersenyum ke arah kamera dan membiarkan posisi mereka seperti itu.
“Lihat ke depan karena kalau aku menoleh maka pose kita akan berciuman,” ucapnya yang memang hanya Tiara yang bisa mendengar karena riuhnya suara fans disana.
Tiara berusaha tersenyum dan menoleh kearah paparazzi dan momen ini tidak di sia-siakan James untuk langsung menyosor pipi istri tercinta.
“Jangan bergerak,” katanya lagi dengan bibir menempel sempurna di pipi Tiara.
Duh manis bangett siihh, author pengen…
Berjalan menyusuri redcarpet dari kumpulan paparazzi tadi, James menatap Tiara seakan meminta izin untuk menghampiri fansnya yang hendak berfoto bersama dan meminta tanda tangan. Tiara tersenyum menandakan James boleh melakukan itu.
James membawa Tiara mendekat ke pembatas besi sampai dada orang dewasa, Cuma James meminta Tiara bertahan di 2 meter dari pembatas, biar James saja yang melayani fansnya.
“Tolong jaga istriku,” katanya pada pengawalnya.
Fans tidak puas, mereka meneriakkan nama Tiara dan membuat Tiara menjadi canggung disana. Mau menghampiri tapi malu dan merasa bukan siapa-siapa, tidak menggubris tapi nanti dibilang sombong. James terkekeh melihat Tiara seperti sekarang. Mata mereka bertemu dan James menaikkan alisnya seakan mengatakan ‘pergi sana’.
Tiara mendekat dan menerima ponsel dari beberapa fans yang mengajaknya selfie namun Tiara yang kendalikan ponsel mereka. Hingga semenit lebih berlalu, tiba-tiba…..
“pucking bitchhhhh,” ucap 3 orang haters Tiara yang langsung menjambak jilbab Tiara hingga robek dan menghempaskan Tiara begitu saja untuk pengawal cepat tanggap dan menangkap tubuh Tiara yang terhuyung tak tentu arah.
“STOP IT,” Teriak James dan pengawal bersamaan. Tiara hanya bisa menangis mendapati jilbab dan kancing baju atasnya sudah robek…
__ADS_1
BERSAMBUNG ….
Yuk yang haters yang haters.. mana suaranya ??