Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Kau Egois !


__ADS_3

Setelah mengupload foto saksi pernikahannya dengan Tiara, James segera me-non-aktifkan ponselnya juga, untuk beristirahat dari lelahnya fisik dan lelahnya hati. Segera ia memasukkan tubuhnya kedalam selimut yang sama dengan Tiara dan tidur disamping sang istri tanpa berpelukan. Ia masih waras dan menghargai istrinya yang belum siap untuk ia sentuh.


Lelapnya tidur Tiara dan James hingga membuat mereka berdua tidak sadar dari gerak-gerik saat tidur membuat mereka saling berpelukan mesra. Sama-sama hilang ke alam lain meski tidak bertemu dialam mimpi, nyatanya alur kehidupan membuat cerita lain. Takdir tidak mengizinkan mereka untuk tertidur hingga terbit fajar.


“Bangun! Apa yang sedang kalian lakukan?” suara menggema di kuping James dan Tiara. Kini posisi tidur mereka sangat intim, berpelukan tanpa celah. James mencoba membuka mata dari nyenyaknya tidur, Tiara pun juga.


“Siapa kalian?” James langsung tersadar dan ingin marah tapi ada daya. Lima orang dengan jaket hitam khas detektif (seperti yang di drama korea atau film-film action itu loh, style ala intel), serta Ditto berdiri mengitari kasur James dan Tiara dengan tatapan ‘ajak perang’.


“James, jilbabku,” sadar Tiara dan langsung meminta diambilkan penutup kepalanya pada sang suami.


“Wait baby. Aku carikan dulu ya.” James segara membuka selimut dan membolak-balik bantal karena dia sendiri lupa dimana menyimpan jilbab Tiara tadi.


“Ini baby.” Ucapnya sambil memberikan pada Tiara setelah mendapatkannya.


“Kami mendapat laporan dari saudara Ditto kalau kamu ingin melakukan kekerasan fisik pada wanita disamping kamu. Wanita itu adalah tunangannya,” jelas salah satu polisi yang fasih berbahasa inggris kepada mereka berdua. Ditto langsung tersenyum penuh kemenangan detik ini.


“Kekerasan?” James mengernyit tidak mengerti.


“Ya. Saudara Ditto mengatakan kau hampir memperkosa tunanangannya.” Bentak polisi itu lagi.


Tiara langsung menatap Ditto dengan penuh marah. Ditto sama saja menggali lubang untuk dirinya sendiri. Bisa-bisanya dia memfitnah James sekarang tanpa mengetahui kebenarannya. Lalu bagaimana bisa Ditto dan polisi sampai ke kamar James.


*Flash back on


Ditto lari keluar dari pintu kamar James tanpa arah. Harapannya untuk mempersunting Tiara hancur lebur. Eits, tapi setan masih terus memompa dirinya agar tidak mempercayai James dan juga Tiara.


Kondisi Tiara tadi pun memperburuk keadaan, masih mengelap airmatanya sambil tertunduk.


Apalagi kesan Tiara selama ini adalah pribadi yang solehah, tidak mungkin memilih bule yang notabane-nya suka miras, seeekkksss bebas, narkotik, beda keyakinan, dan lain-lain. Gak tau aja dia kalau keyakinan James dan Tiara udah sama sejak sebelum James jadi artis.


Bahkam James lumayan mengerjakan kegiatan yang ma’aruf dan sesekali meninggalkan yang munkar kecuali miras. Hehe.


Asyik berkeliling tanpa arah, dia memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Niatnya bagus sih, untuk melindungi Tiara dari James, karena ia merasa Tiara beralih profesi sebagai wanita pemuas nafsu, apalagi dari kalangan ternama seperti James.


“Ku laporkan saja ke polisi dan bisa mengungkap kasus ini secepatnya,” tegasnya dan menyetop taksi untuk ke kantor polisi.


Ditto menceritakan kronologis saat kepergian Tiara, bagaimana ia menghilang dan sedang dikamar berduaan, ditambah bumbu, ia mengakui Tiara adalah tunangannya. Sakit jiwa.

__ADS_1


Akhirnya setelah dirasa cukup, maka polisi melakukan penangkapan dan pencidukan James dan Tiara dengan langsung memasuki kamar.


Karena membawa embel-embel kepolisian, maka pihak hotel memberikan izin.


*Flash back off


“Shial elu To. Elu kira gue bercanda kalau gue emang sudah nikah sama dia.” Judes Tiara kepada Ditto.


“Baby, kamu bawa berkas pernikahan kita nggak?” Tanya Tiara dengan tenang pada James yang masih mencerna segalanya dengan baik.


James menggeleng pelan.


“Ada sama Bas nggak? Terselip mungkin di tas Bas yang berisi berkas-berkas kamu,” bujuk Tiara lagi mencoba mencari jalan keluar.


Sayang James kembali menggeleng.


“Ujian apa lagi nih?” Tiara bergumam sendiri.


“Pak polisi, aku mau meluruskan disini kalau dia adalah suamiku. Kami sudah menikah hampir 6 bulan lalu di London tapi sayang pernikahan kami belum aku laporkan di administrasi Negara kita. Ini kami bisa memberikan buktinya kepada bapak.” Beber Tiara dan langsung menghidupkan kembali ponselnya.


Ia membuka galeri untuk mencari foto dan video pernikahannya. Setelah semua melihat bukti yang diberikan Tiara, semua yang ada diruangan langsung malu dan pamit. Ditto batal tersenyum sumringah. Wkwk. Salah sendiri ah, malas deh.


“Lihat aja sosmed aku,” kata James sambil berdiri dan kembali ke ranjang untuk melanjutkan tidurnya.


PRANGGGGGGG


Tenang readers tenang. Gak ada adegan banting-banting barang pecah belah hahaha.


Itu hanya suara keterkejutan dari hati Tiara usai melihat unggahan sosmed James.


“Bangun James. bangun, kenapa kamu lakukan ini?” Tiara langsung menarik paksa selimut James dan pukulan demi pukulan dia berikan pada suaminya.


“Hei hei tenanglah? Kau kenapa? Bukankah harusnya senang?” James berusaha menangkap tangan Tiara yang terus memukulnya.


Nafas Tiara tersengal bersamaan dengan airmatanya yang tumpah.


“Kenapa?” James semakin bingung.

__ADS_1


Tangis Tiara makin kencang, seperti sedang mendapatkan tekanan tapi James tidak tahu apapun.


“Sedih belum bisa packing buat ikut denganku ke London?” goda James agar Tiara tidak sedih.


Setelah puas berdiam diri selama 5 menit padahal James sudah ngoceh tak henti-henti ini ono kucrut, akhirnya Tiara mau bicara lagi.


“James kenapa kau lakukan ini?”


“Karena aku mau membuka status kita sekarang!”


“Kau tidak lupa ‘kan dengan permintaanmu sendiri? Kau memintaku untuk menikah lagi kalau aku membutuhkan nafkah bathin? Dan apa kau tau? AKU SUDAH MENERIMA LAMARAN SESEORANG DAN KAMI AKAN MENIKAH DALAM WAKTU DEKAT!!!!!!!!!!!!” bentak Tiara sudah tidak tahan lagi.


JDARRRRR


“Jangan bohong Tir,”


“Apa? Bohong kau bilang? Sejak kapan aku membohongimu? Hah? Jawab kapan aku membohongimu?” air mata Tiara kini terjun bebas.


Airmata James juga sudah mulai tampak di lapisan matanya.


“Ka..ka..kapan….” belum lagi James menyelesaikan pertanyaannya.


“Minggu depan,” jawab Tiara yang seakan tahu pertanyaan James adalah kapan ia akan menikah.


“Kau egois James. Kau memberikanku peraturan yang tidak ku inginkan sama sekali, setelah aku jalankan semua permintaanmu, kau malah mematahkanya dengan menolak ajakanku bercerai,” Tiara menampar James dengan kuat.


James memegang pipinya yang memanas sambil menatap Tiara. Sulit sudah, mau kecewapun tidak bisa karena benar adanya dia meminta Tiara untuk menikahi laki-laki lain.


“Baiklah. Pulang dari sini aku akan urus perceraian kita,” kata James.


Tiara langsung mengambil tasnya dan bergegas keluar kamar James dengan berlinang airmata. Sesampainya di lift tangisnya semakin pecah.


“Maafkan aku James. Aku tidak pernah menerima lamaran siapapun. Ini aku lakukan agar kau bisa selamat dari agensimu yang aku tau dari Bas kau akan diberhentikan kalau buat onar sebelum album ketiga launching… aku juga tidak pantas disisimu, makanya aku membiarkanmu mencari wanita lain yang lebih baik dari aku,” gumam Tiara sambil menyandarkan kepalanya di cermin yang ada di lift dengan lemah.


BERSAMBUNG…………


Huh Hah… ide ini tiba-tiba datang saat sedang nulis bab ini..

__ADS_1


Duh sedihnya gak ketolongan mata author juga berkaca-kaca…


__ADS_2