
James mengambil ponselnya untuk menelpon istrinya..
📱 "Baby, apa kau tetap disampingku kalau aku berhenti jadi artis?" tanya James membuat Tiara tak mampu berkata apa-apa lagi...
📲 “Why??”
📱 “Apa kau bisa masih mau berada disisiku jika aku mundur dari dunia entertainment?” ulang James bertanya.
📲 “Kenapa tiba-tiba bertanya gitu sayang?” kaget Tiara.
📱 “Aku nggak bisa berjauhan dengan kamu seperti ini, apalagi kamu sangat membutuhkan aku dimasa-masa kehamilan kamu sekarang.. Tour masih berjalan 2 bulan lagi,” jelas James sambil mendesah kasar. Pikirannya sungguh belibet.
📲 “Aku nggak apa-apa sayang,”
Seh elah, sekarang aja bilang nggak apa-apa padahal tadi siang nggak mau terapi karena James sibuk belum ada menghubungi dia jadinya ngambek.
📱 “Kamu belum jawab pertanyaanku,” ingat James istrinya bicara kemana-mana.
📲 “Kenapa Tanya seperti itu. Apa ukuran cintaku pakai profesi kamu? Apa keputusan kamu perlu aku turut campur? Kamu yang menjalani jadi kamu yang paling tahu mana yang bisa buat kamu nyaman,”
Benar. Tiara menyerahkan sepenuhnya keputusan pribadi James kepada dirinya sendiri. Percuma Tiara bilang tetap jadi artis tapi James keberatan untuk menjalaninya. Gimana sih? Bingung dah author..
📲 “Sayang..”
📱 “Baby..”
Mereka berdua sama-sama memanggil.
📱 “Kamu dulu,” bilang James.
📲 “Hmmm… seandainya kamu mau mundur dari dunia artis, kamu selesaikan dulu tour kamu ya.. tanggung jawab sayang. Nggak boleh setengah-setengah,” sarannya.
📱 “Nanti aku pikirkan dulu. Semuanya itu tergantung kamu. Kalau disana kamu mau ikuti kata-kata mommy dan ibu kamu, tidak gampang ngambek sama aku, aku mungkin bisa bertahan sampai tour berakhir,”
📲 “Ya..yaaa…yaaa…”
***
Seminggu berlalu, performa James sudah memulih menjadi baik namun belum bisa ‘all out’ seperti sebelumnya. Pikirannya bercabang antara mau berhenti atau lanjut dengan bandnya. Beruntung saja Tiara sejauh ini tidak macam-macam, karena Tiara bilang kepada mertuanya jangan melaporkan hal-hal yang kurang baik tentang dirinya kepada James.
Soal ngambek? Jangan ditanya, hampir tiap hari. Untung bapak ibu ada disana bisa menemani Clarissa menghadapi bumil satu itu.
Sebentar lagi tour Amerika Selatan berakhir dan semua personel diberikan waktu istirahat selama satu minggu. Baiklah, itu ide yang baik untuk James segera memesan tiket kembali ke London sebelum lanjut di beberapa negara bagian Amerika dan Amerika Utara.
Ceklek.
“Babyyy,” teriak James membuka pintu kamar mencari istrinya.
“Nyonya lagi senam hamil, sir,” sahut pelayannya. Salah syendiri gak nanya-nanya Tiara dimana langsung masuk aja.
James memutuskan masuk ke kamar untuk mandi dan berniat memasakkan istrinya makanan kesukaan sang istri beberapa hari ini. Dibantu pelayan tentunya, karena menurut informasi dari Clarissa, sang istri suka banget makan pesmol ikan masak kuning dan ibu Tiara sudah mengajarkan pada pelayan bagaimana cara memasaknya.
__ADS_1
Gak sabar kan… duh author lapar, ngetiknya sambil puasa wkkwkw.
Tiara yang baru sampai dari senam hamil yang ditemani ketiga orang tua kece badai pun langsung ke kamar. Iyuh, banyak keringat badan jadi lengket, campur debu pula.
Saat masuk ke kamar dilihatnya James didepan cermin sambil bersiul-siul karena si suami sedang menghayal raut istrinya ketika memakan hasil masakannya. Ojo mimpi shay.
“Sayang…” tegur Tiara kaget.
“Lhoo, kookk kamu….” Kaget James juga.
“Ngapain kamu kemari? Berenti jadi artis nih?”
“Libur seminggu sayang, kan papi kangen anak papi,” mulaiiii deh.
“Tau aja gombal mulu… dah ah, aku mau mandi.” Tiara bergegas ke kamar mandi dan kesempatan itu diambil James untuk turun ke dapur.
Oiya bagaimana Clarissa dan pelayan berinteraksi dengan ibu James…
James mempekerjakan translater dirumahnya selama orangtua Tiara berada disana. Jadi mereka full berbicara dengan keterlibatan penerjemah bahasa, gak buat salah sangka ‘kan jadinya. Repot amat.
.
“Enak nggak?” Tanya James ketika Tiara sudah memasukkan satu suapan ke dalam mulutnya.
Selama hamil selera makan Tiara hanya seafood dan buah.
“Enak banget sayang..,” Tiara antusias. Padahal pengalaman pertama loh James memasak makanan dengan rempah-rempah yang rumit.
Maklum, selama berpisah saat istri hamil James merasa kasihan dan bersalah sudah membiarkan Tiara menghabiskan waktu tanpa dirinya, jadi begitu ada waktu untuk bersama maka digunakan semaksimal mungkin.. LDR mengajarkan segalanya.
“Sayang ini aku Cuma 14 hari saja lalu kembali kesini lagi.. hasil reschedule untuk tour Eropa yang tersisa belum keluar. Semoga mommy izinkan nanti ya buat kamu ikut untuk tour Eropa. Naik bisa juga antar negaranya, gak repot..,” James menjelaskan pada Tiara sambil dia mengemas barangnya untuk berangkat lagi, sedang Tiara asyik dengan apelnya dan memperhatikan James packing.
Entah mengapa selama 14 hari berlalu ini James merasa semakin yakin untuk berhenti dari dunia keartisan. Tanpa Tiara disisinya dan membiarkan tubuhnya di peluk erat oleh banyak wanita membuat dia kurang rela jika harus berbagi hal semacam itu.
“Tiara saja tidak di peluk lelaki lain kenapa aku mau bebas dipeluk bahkan dicium wanita lain,” batinnya.
Lebih banyak ketidak nyamanan yang dia rasakan dibandingkan kenyamanan selama menjalani profesinya dan menyandang status sebagai suami.
Apalagi kalau diminta gimmick ini itu oleh agensi dan manajemen. Ampun bang jago..
.
.
Dua hari sudah James berada di London bersama Tiara, menghabiskan waktu sambil menunggu keputusan kelanjutan tour. Syukurnya Tiara sudah sembuh dan tidak membutuhkan terapi lagi selama 3 kali menjalankan pengobatan.
Hari ini mereka berencana menjenguk baby mereka yang sudah memasukki 18 minggu. Harusnya bisa kelihatan sudah jenis kelaminnya tapi Tiara bersikeras menolak, biar jadi hadiah untuk dia saat bersalin nanti.
“Kita harus siapkan perlengkapan mereka by,” rayu James yang penasaran jenis kelamin anak mereka. Dengan tahu jenis kelamin sang anak bisa membelikan peritilan, hias kamar baby, dan lain lain.
“Beli warna non gender kan bisa. Red, yellow, green, orange itu gak harus cewek atau cowok. Pokoknya nggak mau,” tegas Tiara.
__ADS_1
“Ya deh,” pasrahnya.
Saat makan malam, James mulai meminta izin pada Clarissa dan kedua orangtua Tiara terkait membawa Tiara untuk konser di 5 negara tersisa yang ada di Eropa.
“Deket-deket juga mom, naik bis 3 kali, naik pesawat 2 kali,” cakap James meski yakin Clarissa akan melarang. Apalagi dia sudah pensiun atas permintaan James. Mana mau dia kesepian kalau menantunya ikut sang anak lagi.
"Yaudah.. gak apa-apa kan, by?" tanya James sambil melihat ke arah Tiara yang masih asyik makan. Tiara hanya mengangguk dan tersenyum.. James mengelus lembut pipi Tiara lalu melanjutkan makannya.
***
Satu bulan berlalu, 5 negara yang dijadikan labuhan terakhir tour James disingkat dalam satu minggu saja. Selama LDR itu pula, mood swing Tiara udah menurun dan membuat James merasa lega.
Bapak ibu Tiara pun sudah kembali ke Indonesia. James diminta Clarissa memperhatikan keadaan Tiara karena dia mau ke Swedia ketemu dengan Ben dan Tom.. Kasihan Ben seminggu sekali bolak balik London-Swedia..
"By nanti malam temenin aku ya,"
"Kemana?"
Mereka sedang di kolam renang siang hari berduaan. Tiara lebih banyak olahraga air itu untuk kelancaran bersalinnya nanti. Disiapkan sejak dini.
"Pokoknya dandan yang cantik dan pakai baju yang resmi,"
"Yalaaatuuuhhh," jawabnya santai sambil kembali berenang.
Tiara nggak begitu kepo soal urusan seperti itu, pada akhirnya dia tau juga nanti. Yang diyakininya, James gak akan malu-maluin dia. Bucinnya James sudah terlihat sejak lama meski nggak posesif tapi Tiara lebih tau batas untuk menjaga jarak dengan lawan jenis. Budaya timurnya masih sangat kental. Susu kaleng kali, kental manis 😄...
Sampai di parkiran restaurant, Tiara santai paling juga James ajak dia dinner.
"Sweet banget," ledeknya.
James hanya senyum dan mengulurkan tangannya sesaat setelah dia keluar mobil agar Tiara menyambut dengan baik.
Ternyataaa, aku cintaa sama kamuu yang membuat hati ini deg-degann (lagu inul) haha...
ternyata, di dalam restaurant elite puluhan pers sudah duduk rapi dengan laptop dan kameranya masing-masing.
Langkah kaki Tiara temundur ketika pintu terbuka..
James menoleh ke arah istrinya lalu...
"Temani aku presscon pengunduran diri aku," ajaknya dan menggenggam tangan Tiara erat untuk dibawa ke kursi depan...
BERSAMBUNG...
Maaf beribu maaf...
RL gak ketolongan hecticnya...
cuma maaf yg bs author sampaikan...
smga semua selalu sehat yaa...
__ADS_1