Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Nekat


__ADS_3

James memasuki rumahnya dari pintu samping yang tembus dengan garasi. Bersamaan dengan Clarissa yang baru menutup pintu depan sambil tersenyum bahagia.


“Apa hubungan Mommy dengan pembunuh itu?” ucap James dengan suara yang besar dan penuh dengan amarah….


" James, Mommy…..” Clarissa tidak bisa berkata-kata lagi. Semua diluar dugaannya. Ia tidak menyangka kalau James akan secepat ini kembali dari Jakarta.


“Jawab aku, Mom,” kini James sedikit menaikkan tone bicaranya.


“Mandi dulu sana. Setelah ini mommy akan memberitahu kamu satu hal,” perintah Clarissa.


Pupus sudah harapan. Sekarang sudah takdirnya untuk membuka yang Clarissa sembunyikan selama ini. Niat hati ingin menyembunyikan seumur hidupnya tapi apa daya, Tuhan berkehendak lain. Fakta ini harus segera dibicarakan kepada James. Apapun reaksi James nantinya, Clarissa tidak peduli.


Mereka sudah berada di kamar James untuk membicarakan hal yang sangat-sangat serius. James menatap wanita yang melahirkannya itu dengan tatapan tak dapat dimengerti sedangkan Clarissa berkali-kali menghela nafasnya.


“Mommy yakin setelah ini kamu akan memarahi mommy. Tapi mommy harap kamu bisa menahan emosi kamu setelah mendengar semua ini.”


Jantung James berdebar sangat kencang. Mengalahkan lajunya F1. Hal apa yang mommy-nya akan katakan. Kenapa sekarang terasa rumit sekali? Apa yang sudah dilakukan Clarissa?


“James… mommy…. Menjebak Tiara,”


JDAR


Bagai tersambar petir mendengar fakta tersebut membuat nafas James naik turun tak beraturan.


“Tenang baby. Sabar. Kamu mau mommy melanjutkan ceritanya apa nggak?” Tanya Clarissa lembut.


“Teruskan.” Jawab James singkat padat dan tidak sabar.


“Sebenarnya, mommy tidak tahan dengan pemberitaan kamu dengan Bella selama ini. Mommy takut dengan dia yang akan membawa kamu ke dalam pergaulan yang tidak baik, baby. Maafkan mommy.”


Saat-saat menjelang penikaman Clarissa (bab 1)


Clarissa sudah janjian dengan James untuk bertemu di London minggu depan, karena mereka sudah hampir 4 bulan tidak bertemu karena James sedang tour dunia dengan band-nya. Namun, Clarissa datang 5 hari lebih awal karena saat dia sedang berada di kantor tempatnya bekerja di Swedia, ia mendengar teman-teman diruangannya bercerita mengenai detektif sewaan sekaligus bisa melakukan tindak kriminal by request.


Biasanya jasa ini digunakan untuk orang-orang yang ingin mengerjai temannya yang sedang berulang tahun atau sekedar iseng-iseng aja.

__ADS_1


Misalnya ada orang yang penasaran bagaimana rasanya diculik, maka para penyedia jasa akan berencana menculik si pemohon dengan waktu dan lokasi yang tidak diduga-duga.


“Ah.. sepertinya ini menarik. Jangan-jangan dengan begitu aku bisa memisahkan James dengan Bella.” Batin Clarissa.


Sesampainya dirumah ia izin dengan Ben untuk ke London lebih dulu karena sudah tidak sabar bertemu dengan James. akhirnya Ben mengizinkan dan berjanji akan menjemput Clarissa nanti kalau sudah ada James di London.


Saat di London Clarissa mencari tahu tentang penyewaan jasa kriminal yang dimaksud tersebut. Sesudah mendapatkan seluruh informasi maka dia mencari tahu tentang tindakan apa yang akan membutuhkan jaminan berat, yang membuat terdakwa tidak memiliki pilihan lain selain harus menikah dengan putra bungsunya.


“Kalau kejahatan yang nyonya maksudkan, kita harus mencari target WNA, agar dia bisa menikah dengan anak nyonya yang memang warga Negara kita. Akan sulit ini nyonya tapi akan kita usahakan,” ucap Barraq, penanggung jawab drama yang akan dibuat Clarissa nanti.


“Tidak masalah. Yang penting kau harus cari gadis yang keluar dari rumah ibadah kami, usahakan mencari 4 sampai 5 lalu berikan semuanya data tentang mereka kepadaku,” minta Clarissa.


“Baiklah. Akan kami kerjakan semuanya dengan baik nyonya. Nanti kita akan kerjasama dengan pihak dari RS untuk penanganan ketika kau terluka.” Jawab Barraq.


3 hari berlalu, anak buah Barraq mengantarkan berkas tentang keempat gadis yang sudah diikuti oleh orang sewaan Clarissa, salah satunya adalah yang kini secara sah sudah menjadi menantunya.


“Bagaimana dengan gadis ini? Sepertinya menarik?” tanyanya dengan menampilkan foto Tiara kepada anak buah Barraq yang masih setia menunggu Clarissa memilih-milih.


“Dia hanya wisatawan biasa nyonya. Tidak ada yang menarik dari kisah hidupnya. Lempeng-lempeng aja. Kemungkinan masih gadis karena tercatat dia belum pernah menjalin hubungan serius dengan lelaki,” jelasnya.


“Baiklah aku memilih dia,” ucap Clarissa yang dibalas anggukan oleh anak buah Barraq.


Malam menjelang, ini adalah malam kejadian yang merubah hidup Tiara. Dari pihak Barraq sudah terpecah menjadi 3 tim. Tim pertama adalah yang mengikuti kegiatan Tiara selama sehari penuh agar nanti bisa menentukan lokasi perkara, yang kedua sedang menuju TKP bersama dengan Clarissa sambil memakaikan alat-alat yang akan aman untuk mendukung aksi mereka sebentar lagi.


“Permisi nyonya kami akan menyuntikkan obat pereda nyeri ke perutmu, nanti tusukan temanku tidak dalam, sekitar 3 cm dan masih terlindung rompi khusus kita sehingga luka perutmu mungkin 1 cm tidak sampai,” jelas seorang tim sambil terus melengkapi alat Clarissa, termasuk cairan yang diberi pewarna seperti darah juga diselipkan dalam rompi dalam Clarissa.


Tim yang ketiga sedang bersiap sekitar TKP dengan ambulans dan tim medis. Darimana mereka mendapat ambulans? Heii mereka pekerja professional sehingga sudah bekerja sama dengan RS untuk perkara palsu seperti ini. Bayangkan saja dalam satu tahun lebih dari 30 ‘kasus buatan’ mereka kerjakan yang berkaitan dengan luka fisik, sayatan, tikaman, penculikan dan lain-lain.


“On position,” perintah Barraq pada ketiga timnya.


Semua sudah berada di titik yang mereka tentukan melalui earphone yang tersambung antara satu dan lainnya.


“Three…two..one… GO!!!!”


“excuse me,” ucap lelaki yang berpakaian serba hitam serta topi dan masker sambil menyenggol kasar Tiara. And…

__ADS_1


BYARR


Cairan merah terus keluar dari baju Clarissa yang berwarna terang, wanita cukup tua itu meringis sambil memegang perutnya. Beberapa orang disekitarnya ikut panik, memang sesuai harapan, Tiara-lah yang langsung berlari menangkap tubuh Clarissa yang semakin melemah.


Dia berteriak berkali-kali untuk minta dipanggilkan ambulans. Tim ketiga datang tepat waktu. Tiara pun ikut ke dalam ambulans dengan harap-harap cemas. Dia benar-benar sudah dijebak mertuanya sendiri.


Sedangkan di RS, pihak medis seakan-akan menelpon keluarga Clarissa yang sebenarnya nomor Tom dan James sdh dia berikan kepada tim. Baik di UGD maupun di ruang operasi Clarissa dan beberapa perawat hanya senyum-senyum aja mengobati lukanya yang sama sekali tidak parah. Padahal di depan sana Tiara sedang khawatir parah.


Ada juga tim yang menghubungi kepolisian dan menceritakan secara detail bagaimana keadaan saat itu serta menggiring opini kalau kemungkinan gadis WNA itu adalah bagian dari penikaman itu. Makanya tim kepolisian bisa dengan cepat menetapkan Tiara sebagai tersangka.


Tertangkapnya pelaku utama pun tak lepas dari drama mereka, karena mereka membutuhkan 'orang lain' untuk membantu Tiara agar tidak menjadi tersangka satu-satunya.


Sesuai aturan hukum disana, WNA akan dibebaskan jika korban mencabut berkas dan memiliki penjamin yang merupakan keluarga secara genetik dan berdomisili disana sedang warga Negara asli akan dibebaskan kalau korban memaafkan tersangka. Maka dari itu James bisa menikah dengan Tiara.


“Dia kesini tadi untuk ngobrol sama mommy. Menanyakan kamu dengan Tiara gimana hubungannya…” jujur Clarissa santai pada James. Karena kabar yang dia tahu, hubungan James dan Tiara membaik dengan perginya James ke Jakarta untuk memberikan kejutan ulang tahun pada istrinya.


“Kenapa mommy tega?” James kini sudah berlinang airmata.


“Terlalu berisiko James kalau mommy biarkan kamu dengan Bella. Kamu mau karir kamu hancur? Kamu ikutan punya kebiasaan buruk dan kamu melakukan semua hal terlarang bagi ajaran religi kita? Mommy Cuma mau menyelamatkan kamu agar kamu bisa punya masa depan yang baik dengan wanita yang baik juga,” Clarissa menjelaskan maksudnya.


Niatnya baik bun, tapi tidak dengan langkahnya.


***


Dua hari berlalu. Dirumah James dan Clarissa hanya diam-diaman. Kondisi James belum stabil, dia masih meminta waktu untuk mencerna semuanya.


Kedatangan Clarissa ke London kali ini untuk menyukseskan launching album ketiga anaknya yang memang ia sendiri sudah tunggu-tunggu dari waktu lama. James tengah bersiap menuju lokasi acara, namun sebelum dia pergi, ia mendapatkan pesan.


📩 “Dimana kita bertemu. Berkas perceraianmu baru saja selesai, nanti aku antarkan,” pesan dari Mike.


Selain itu ada juga berita dari bank yang black card unlimitednya ditangan Tiara. Penggunaan uang sebesar 25.000 pounsterling dari kartu yang diberikannya pada Tiara. Bersamaan dengan itu pula pesan dari Tiara masuk.


📩 “Bapak sedang membutuhkan uang itu untuk pengobatannya. Aku menolak perceraianmu karena aku tidak pernah menerima lamaran dari siapapun.”


BERSAMBUNG …………….

__ADS_1


__ADS_2