Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Hamil ?


__ADS_3

Setelah one hundred percent tutup cerita dengan Bella, James segera kembali ke London untuk beristirahat sebelum melakukan tour kecil.


Dia benar-benar menuntaskan perasaannya kepada Bella kali ini, bahkan untuk berteman pun merasa enggan. Ngapain juga, ya kan? Apa untungnya? Tidak ada selain rugi saja yang didapat.


Bahkan, Bella tega dan berniat menghapus nama James dari lagu yang James berikan padanya untuk album berikutnya guna mendapatkan seluruh royalty. Tentu James sedih, bukan perkara royalty yang besar tetapi James juga ingin diakui karyanya yang dia pikir dan ciptakan dengan tidak mudah. Tega!!


Kini James dan Bas sudah berada di lounge ruang tunggu kelas bisnis Bandara LAX, Los Angeles. Mereka sedang asyik dengan ponsel masing-masing dan di ponsel James berdering menandakan Mommy kesayangannya sedang menelpon.


📱 “Yes Mom.” Jawabnya.


📲 “Mommy gak sangka secepat ini,” Clarissa langsung mengejek James.


📱 “Ya..yaa..yaa.. yang mommy katakan benar. Maaf saat itu aku tidak mendegarkan mommy,” sahut James singkat.


📲 “Udah sana Tiara di bawa ke London James. minta dia resign dari pekerjaannya,” suruh Mommy James. Bukan tanpa sebab, karena kalau Clarissa bilang kapan Tiara akan dibawa ke London maka berantakan sudah perjanjian sang anak dengan sang istri yang meminta istrinya berbohong pada Clarissa yang mengatakan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya selama 6 bulan.


Clarissa mengetahui semuanya dari bahasa tubuh Tiara dan James. Tapi karena pernikahan mereka sangat mendadak dan benar-benar tidak mengenal satu sama lain, maka ia memaklumi jika anaknya dan menantunya butuh waktu.


📱 “Belum sekarang Mom,”


📲 “Jangan terlalu lama James. Jangan terlalu egois dengan perasaanmu sendiri. Toh kamu juga sudah mulai suka sama dia ‘kan,” ledek Clarissa.


📱 “Sudahlah Mom. Jangan buat aku tambah pusing,” rengeknya.


📲 “Oke baby. Safe flight ya,” tutup Clarissa.


***


Di benua Asia, Ditto sedang kesal-kesalnya karena selama beberapa hari memperhatikan Tiara, tidak ada yang aneh-aneh. Perlakuan sang pujaan hati tetap berjalan normal seperti sebelum ia ke London. Tidak sedang dekat dengan siapapun atau tidak sering chat dengan lelaki manapun (menurut informasi dari Olla).


Tiara benar-benar menjalankan permintaan James dengan baik untuk menjaga peredaran status mereka. Meski sudah dua bulan lebih menikah, Tiara tetap tidak menggunakan uang dari James sepeserpun. Maklum, gajinya sudah bisa mencukupi kehidupannya sendiri. Independent woman..


“La, serius kamu gak tau siapa yang dekat dengan Tiara? Kok aku gak yakin ya… yang dia ke Italia baru-baru ini pasti itu ada urusan pentingnya La,” Ditto masih berusaha bertanya pada Olla.


“Ribet banget sih elu. Ya mana gue tau, elu kira gue siapanya dia. Kenapa elu nggak tanya langsung sama orangnya sih?” kesal Olla yang beberapa hari ini diteror pertanyaan yang sama dengan Ditto.


“Privasi orang itu. Enak aja elu,”

__ADS_1


“Lah itu tau,” Olla mengernyit heran.


“Kurang baik apa gue sampai di tolak gini,” keluhnya.


“Elu bukan kurang baik. Tapi sikap elu suka over yang buat Tiara muak,” beber Olla.


“Over gimana?”


“Ya elu sadar nggak sih, suka bertindak sesuka-suka hati elu kalau dengan Tiara. Elu pernah nanya password laptop dan password ponselnya ‘kan? Elu juga dapetin alamatnya diam-diam dari HRD. Dan yang paling Tiara nggak suka dari elu, elu suka beliin dia pulsa dan makanan padahal dia nggak minta,” jelas Olla secara gamblang.


“Pan gue perhatian,”


“Perhatian tidak pada tempatnya. Sana elu ah. Sadar woy hubungan kalian Cuma sampai mana,” sambung Olla lagi sambil pergi dari hadapan Ditto.


“Jadi selama ini aku sudah salah suka perhatian dengan dia?” gumamnya kecil sambil melihat tubuh Olla yang semakin menjauh dari hadapannya.


.


Saat pulang kerja, Ditto mengajak Tiara untuk bicara berdua. Gimanapun dia harus minta maaf pada temannya itu. Dia sadar benar kesalahannya usai Olla membuka secara blak-blakan.


“Olla sudah cerita, To, sudah lupain aja,” Tiara langsung membuka pembicaraan. Daripada menunggu embel-embel panjang. Mending disingkat saja ‘kan. Durasi shayyy..


“Maafkan aku kalau selama ini perlakuanku membuatmu nggak nyaman,” tutur Ditto tulus.


“Bicara pake elu-gue To,” pinta Tiara.


“Hehe. Iya tir, maafin gue ya. Gue kira dengan gue yang seperti kemarin bisa buat elu bahagia dan akhirnya elu balas perasaan gue,” kata Ditto.


“Gue bahagia kalau orang sekitar gue tulus. Memberi tanpa berharap balasan. Itu kemarin yang buat gue gak terima perlakuan elu. Udah To jadi diri elu sendiri aja. Elu orang baik, gue yakin suatu hari elu bakal dapat orang yang bener-bener sayang sama elu,” Tiara bicara sambil berharap yang terbaik untuk teman yang sedang duduk didepannya saat ini.


“Gue tetap nunggu elu ah. Sampai gue nemu jawaban yang mengharuskan gue mundur dari elu,” tegas Ditto.


“Udahan nggak elu? Jhie-jhieque gue.” Jawab Tiara dan tatapannya langsung berubah menyeramkan.


Ditto hanya membalas dengan senyuman. Setelah itu mereka ngobrol bentar lalu pulang dan kembali ke rumah masing-masing.


Sesampainya di rumah Tiara menimbang-nimbang apa iya dia harus memberikan James surprise. Gimana kalau dia nggak pergi aja kesana. Duh dilemanya. Clarissa sudah mengirimkan uang pula..

__ADS_1


“Apa aku janjian sama Erina ya?” pikirnya.


Tuutt..tuutt.ttuuttt….. Tiara ingin isengin Erina dulu melalui telpon.


📱 “Jadi ke Aussie nggak?”


📲 “Jadi tir. Asli gue kepikiran kata-kata elu. Ngapain juga gue pusingin Hans, mending gue nikmati Sydney-nya. Wong Hans juga ngirim uang tiket pulang dan hotel sekalian. Nggak takut lagi gue ditinggalkan disana,”


Tiara bisa mendengar pancaran bahagia dari temannya itu. Diapun turut tersenyum karena Erina bahagia kini setelah memiliki teman seorang Hans. Akhirnya dia memutuskan tidak berjanjian dengan Erina misalkan dia beneran pergi ke Sydney.


📱 “Eh tapi kalau dia minta balasannya tralala-trilili gimana? Emang elu siap? Gak nutup kemungkinan tuh bagi artis sekelas mereka. Ingat tjoy mereka kehidupannya gimana?” antisipasi tirtir. Kalau dirinya sendiri mah aman, James ‘kan gak punya rasa berlebih sama dia. Kalaupun harus, mereka juga sudah suami istri.


📲 “Jangan overthinking. Kemana-mana ‘kan pikiran elu,” slow Erina menjawab.


📱 “Iya sorry,”


Usai menutup telpon. Tiara pun akhirnya membuka aplikasi pemesanan tiket. Dia juga bersedia untuk berangkat ke Sydney. Tapi dia nggak mau bilang sama Erina ya, soalnya ember. Jadi dia mencari waktu keberangkatan yang berjauhan dari Erina. Tadi saat telponan dia sudah kepo, akhirnya sekarang bisa diatur waktunya.


***


(Tarik nafas dalam)


Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Kata-kata yang pas untuk Bella.


Saat hendak tertidur di malam hari, ia mendapati ponselnya yang berisi chat dari Darren yang mengirimkan foto dirinya dengan seorang wanita beserta kata-kata.


-MARI SUDAHAN. AKU SUDAH MENGHAMILINYA-


“AAARRRGHHHHHHHH” Bella teriak sambil menjambak rambutnya sendiri.


“Baiklah!! James aku akan mendapatkanmu kembali,” ucapnya sambil mencengkram sepreinya dan matanya memancarkan kemarahan uwlala….


“Siapkan aku tiket ke Australia untuk menyusul James,” pinta Bella pada agensinya.


BERSAMBUNG ……………..


AAGGHHH author juga pusing, di Aussie bakal ada apa ya dengan pertemuan ketiganya !!!

__ADS_1


__ADS_2