Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Hans & Erina


__ADS_3

CUP


.


.


James menempelkan bibirnya di bibir istrinya tanpa permisi ….


Tiara terkejut dan mengerjapkan matanya berkali-kali. James masih setia menunggu balasan ciuman dari istrinya namun karena tidak mendapatkan apa yang dia ingin dia sedikit me***at bibir bagian bawah istrinya dan mendapat balasan refleks dengan Tiara yang memukul dada James sedikit kuat.


James melepaskan ciuman mereka dan menyeringai. Lalu dia tetap ingat tujuannya datang ke kamar Tiara untuk meminta maaf karena perkataannya yang menyakitkan tadi saat di rooftop bersama dengan Hans dan Erina.


“Maafkan aku. Aku kelepasan,” ucapnya pelan.


Tiara yang masih menetralkan jantungnya dan masih dalam kondisi mengelus dadanya hanya diam. Malas merespon. Memaafkan ataupun tidak apa efeknya di hari esok? Toh mereka akan berpisah lama lagi.


“Sudahlah biarkan saja. Sekarang pergilah. Aku mau tidur,” usir Tiara.


“Kau tidak mau memaafkanku?” Tanya James kurang puas dengan jawaban Tiara.


“Kau tidak salah. Makanya aku tidak perlu memaafkanmu. Kalaupun iya, tidak menutup kemungkinan kau akan begitu lagi padaku. Jadi aku malas mempermasalahkannya. Besok juga kita akan berpisah lama,” jelas Tiara.


Dada James sedikit tertohok mendengar kata perpisahan dari Tiara. Tapi namanya lelaki selalu berpikir realistis ‘yang dikatakan Tiara benar adanya’ jadi mengiyakan saja dan tidak memohon kembali lagi untuk meminta maaf.


Padahal seandainya saja dia mau mengucapkan maaf sekali lagi mungkin Tiara akan luluh.


“Baiklah. Sekarang tidurlah. Besok kalau sudah mau take off kabari aku,” ucapnya lalu berdiri untuk meninggalkan Tiara.


Begitu James keluar, Tiara segera menumpahkan air matanya. Ada rasa sesak didadanya karena James tidak berusaha sekali lagi untuk memohon dan mengiyakan kata-katanya. Tapi dengan begitu malah membuka pikiran Tiara untuk semakin jangan berharap pada suaminya.


Sedangkan James belum merasa tenang dengan jawaban Tiara tadi bahkan ia merasa kenapa waktu berlalu sangat cepat dan ingin kembali memisahkan dirinya dan sang istri. Duh, salah siapa sih yang meminta istrinya untuk tidak berada disisnya selama 6 bulan.


“Kenapa ketika ingin berpisah sekarang malah terasa berat? Apa aku sudah mulai menerimanya?” Batin James.


***


Pesawat yang ditumpangi Tiara kini sudah sampai di run away Bandara Internasional Soekarno-Hatta.


“Apa kau sudah melupakan pesanku? Atau kau sudah tidak menganggapku lagi?” isi pesan dari James yang diterima Tiara sesaat setelah dia menghidupkan ponselnya.


“Berikan aku kabar kalau kau sudah sampai!!!”


Bagaimana James tidak murka. Saat hendak berangkat, Tiara hanya mengirimkan pesan pada Clarissa dan Denada saja untuk pamit dan mengucapkan terima kasih atas kebaikan mereka selama Tiara di Italia. Juga kepada Erina yang meminta untuk tetap bertahan tidak menceritakan kisahnya dan James serta berjanji akan menceritakan yang terjadi pada dirinya.

__ADS_1


Tentu dengan menimbang membuka status suami-istri mereka. Mungkin nanti dengan mengatakan ia dan James sudah tunangan saja. Maybe.


Saat James bangun pagi ia segera mengecek ponselnya untuk mendapatkan notifikasi dari sang istri. But, nihil.


Gak ada James, gak ada…..


“Apa dia tidak jadi berangkat?” gumamnya.


Mumpung Hans berada di kamar mandi, ia memutuskan menelpon Clarissa untuk menanyakan keberadaan Tiara.


“Dia sudah berangkat jam 7 tadi, mungkin nanti malam baru sampai di Jakarta.” Jawab Clarissa.


“Syyiiidddddd.” Umpatnya sambil sedikit melempar ponselnya ke kasur. Bersamaan dengan Hans yang keluar kamar mandi dan mendengar umpatan sahabatnya.


“Kau kenapa?” tanyanya.


“Tidak.”


“Semalam Erina Tanya pada Tiara saat kau meninggalkan kami bertiga. ‘Kalian beneran pacaran atau nggak?” ucap Hans memperagakan kata-kata Erina semalam.


“Jadi kau pacaran sama gadis itu? Teman Mommymu?” Tanya Hans lagi namun mendapatkan jawaban diam dari James.


“Oh come on. Pilih salah satu dan lepas salah satu James. Apa kau dipaksa mommy mu berpacaran dengan dia karena kalian dari kalangan yang sama?” tebak Hans yang masih mendapatkan jawaban diam dari James sambil melamun.


“Ku lihat juga hatimu sekarang cenderung ke Tiara? Apa kau sudah mulai berpaling? Aku dukung James, mana tau kita bisa double date seperti semalam,” ujar Hans nyengir.


***


OOMAAIIGAADDDDD


Ternyata Hans mandi pagi-pagi di cuaca dingin seperti ini untuk pergi berkencan dengan Erina. Yaa Dewa Amor apa yang sudah terjadi diantara keduanya.


*Flashback on


Saat James mengusir Erina dari kamar Tiara semalam, Erina memilih pergi ke coffee shop yang ada disamping hotel. Saat ia menunggu lift di lantai kamar Tiara, ternyata Hans sudah berada di dalam sana untuk mencari angin segar karena suntuk di kamar sendirian.


“Mau kemana?” Hans membuka suara saat pintu lift tertutup sempurna.


“Ke coffee shop sebelah hotel. James lagi mau berbicara bedua dengan Tiara,” sahut Erina tanpa menoleh kearah Hans. Entahlah berduaan dalam lift dengan Hans membuatnya gugup.


“Aku akan ikut denganmu..”


Erina langsung mengernyit dan menoleh kearah Hans.

__ADS_1


“Jangan gila. Kau mau aku jadi bulan-bulanan fansmu?” Erina bergidik ngeri membayangkan reputasi Hans.


PLETAK


Hans menyentil kening Erina.


“Jangan lebay. Aku juga manusia, kita berbagi oksigen yang sama hidup di dunia yang sama. Lalu apa bedanya?”


Erina terdiam sejenak. Lalu ….. “Jangan mengikuti aku,” tegasnya.


Hans tidak peduli. Ia tetap mengikuti Erina dengan menggunakan masker dan topi bahkan duduk satu meja dengan Erina di dalam coffee shop. Melihat gelagat tidak mengindahkan dari Hans, Erina memilih duduk di pojokan dan sedikit tersembunyi.


“Cih aku seperti sedang jalan bersama ******* saja,” ejeknya.


Akhirnya Hans membuka maskernya sedikit dan mereka mengobrol banyak tentang kehidupan mereka. Masa kecil, cita-cita, budaya mereka yang berbeda hingga bagaimana persiapan konser Hans yang biasanya didatangi paling sedikit 10 ribu penonton di stadium. Hingga akhirnya mereka menyudahi obrolan karena sudah dini hari.


Aww Erina dalam sehari semalam sudah 3 kali moment ngobrol dengan Hans. Bisa-bisa ganti judul nih, lebih meresahkan kedekatan mereka dibanding bintang utama.. wkwk….


“Besok ayok kita jalan lagi. Pagi-pagi. Karena sore aku sudah harus kembali ke London,” ajak Hans.


“Mmm tapi besok juga tripku akan dimulai, tentu aku tidak bisa izin,” kata Erina.


“Pamitlah kau akan bepergian dengan kerabatmu dan yakinkan mereka kau tidak akan kesasar,” saran Hans.


Aduuhhh demi berduaan dengan Erina, ada-ada saja ide Hans.


“Baiklah akan aku coba. Gimana aku menghubungimu besok?”


Hans langsung membuka ponselnya dan meminta Erina memasukkan nomornya ke ponselnya. Dan terjadilaah niat Hans yang ingin jalan berduaan dengan Erina menghabiskan masa-masa akhirnya di Roma.


*Flashback Off


Kini 3 hari berlalu, James kembali masuk dapur bukan untuk memasak pasta tetapi untuk rekaman alias dapur rekaman. Tiara kembali bekerja. Permintaan James beberapa waktu lalu tidak dia gubris, yaitu James memintanya menghubungi saat sudah sampai di Jakarta.


James sedikit gelisah dengan perubahan Tiara. Tapi ditengah kegelisahannya Bella datang ke London untuk bertemu dengannya. Tapi kini tidak seperti ekspetasi Bella. Dia yang ingin mengajak James berjalan ditengah pusat perbelanjaan untuk menarik simpatik para papparazi malah terkena senjata makan tuan dengan James yang hanya mengajaknya makan di Apartemen milik James. Sunyi sepi senyap.


“Kenapa?” Tanya Bella yang melihat James sedikit murung.


“Bisakah kita berteman saja? Jujur aku ragu dengan perasaanku padamu. Kita tetap berhubungan baik, dengan berpisah aku akan lebih tahu perasaanku padamu dan aku akan bisa dengan fokus mengerjakan proyekku," pinta James…


BERSAMBUNG….


Kejutan apalagi nih?

__ADS_1


Nerimo gak Bella diputusin sama James?


Penasaran deehhh …


__ADS_2