
Pesan masuk ke ponsel James.
đź“© "Tour vakum 2 minggu karena kesehatan Hans yang kurang baik. Setelah itu tour akan dipindahkan ke Amerika dan Amerika Selatan.. Sebagian Eropa yang belum disambangi, akan di reschedule setelah dari Amerika,"
"Kamu gimana? Sepertinya mommy gak izinin kamu ikut lagi deh.." tanya James yang juga tau Tiara ikut membaca pesan mengejutkan itu.
"Kalau kamu ketemu Bella gimana? Apalagi kalau kamu mau tralala trilili terus gak ada aku disamping kamu," sahut Tiara dengan mata berkaca-kaca...
James terkejut dengan penuturan Tiara yang dinilainya berlebihan. Namun segera ia sadar jika ibu hamil memang hormonnya beda dengan orang biasa.
Sehingga dia bisa segera menenangkan istrinya.
“Kita konsultasi dulu ya ke Kenny dan minta izin mommy boleh atau nggak kamu ikut. Aku juga beharapnya kamu bisa ikut dan please, sudahi mikirin aku dengan Bella. Gak baik mengingat hal nggak penting by, kasihan anak aku mommy-nya sedih terus,” James menjelaskan sambil mengusap lembut perut sang istri.
“IBU”
“Mommy Mommy, nggak mau,” tolak Tiara, James hanya tersenyum tanpa membalas lagi.
Sekarang mereka hanya menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian siapa yang membawa dan meledakkan bom semalam. Tiara tidak merasa trauma, karena bukan James yang terluka. Mungkin itulah alasan kenapa kemarin sore saat di jemput Clarissa rasanya berat sekali untuk ikut ke konser James.
“Setidaknya aku sudah dikuatkan oleh anakku. Aku harus mendukung papinya untuk terus berkarya dan berkarir.” Kata Tiara dalam hati.
Yuhuu. Meski beberapa waktu lalu sempat membuat Tiara terganggu karena kekerasan fisik oleh fans, tapi karena sering dilatih James mentalnya dengan meminta sang istri banyak-banyak berinteraksi di tengah umum membuat secara perlahan dan tanpa disadari Tiara menjadi terbiasa.
Kini ia tidak lagi terlalu sentimen berada ditengah umum. Perkataan-perkataan yang kurang enak yang sering didengarnya sudah menjadi hal lumrah selama menjadi istri James. Makanya kemarin dia sudah mau tampil didepan fans sambil membawa makanan tanpa didampingi James. Sesekali bawaan hamilnya membuat sedikit posesif sih, tapi dia nggak mengeluarkannya kepada orang itu, paling ngambek dikit dengan James lalu nangis.
Dua hari berlalu, kini hasil penyelidikan sudah ditemukan. Selama dua hari James dan Tiara hanya didalam rumah saja. Bermain golf di lahan belakang rumah Ben yang seluas 1 hektar atau berenang untuk perenggangan otot yang akan kaku kalau dibiarkan berdiam terus.
Depan rumah James masih dijaga ketat oleh kepolisian dan manajemen agensi yang mengirimkan pengawal terbaik mereka.
“By hari ini aku ke kantor polisi yaa. Ada informasi baru, ini polisi hubungi aku diminta kesana. Kamu di rumah aja ya,”
“Okey.. kalau pulang beliin strawberry yaaa,”
Tetap saja nggak jauh-jauh dari buah. Pingin rasanya James menamakan anaknya baby fruity. Hahahaha.
***
Di kantor polisi sudah lengkap semua orang yang di undang. Ketiga anggota band, kecuali Hans yang masih di RS bersama dengan Erina yang setia menemaninya, agensi, pihak penyelenggara acara dan beberapa oknum terkait.
__ADS_1
Dari hasil kerja keras semua pihak kepolisian Swedia, akhirnya diketahuilah rentetan sindikat yang membawa bom dan sekarang sedang menjadi buser besar-besaran di Eropa bagian utara. ternyata lelaki itu disuruh, Cuma belum diketahui siapa dalangnya, namun yang jelas, benar jika dia memulai aksinya dari rumah orang tua James yang artinya kejadian malam itu sudah direncakan dengan matang. Medium rare.
Pihak agensi band sudah menduga akan hal ini dilakukan oleh agensi lain. Namun sekarang mereka memilih untuk tutup mulut aja. Diem dulu, kalau sudah lumayan jelas baru berkomentar.. yeekaannn...
James, Mark dan Matthew terlihat frustasi. Apalagi banyak memakan korban. Fans mereka yang rela-rela mengeluarkan uang untuk melihat konser tapi malah kehilangan nyawa. Untung dalam tiket sudah include asuransi, jadi penyelenggara acara dan agensi tidak begitu pusing.
Soal asuransi dan pemberian santunan nanti saja dibahas. James kini sudah kembali kerumah dan meminta Tiara memasak. Dia ingin makan masakan Tiara yang selalu dibuatkannya ketika belum memulai tour dulu.
Bakwan jagung, ayam goreng dan sayur lodeh menjadi menu makan James kali ini.
“Enak banget honey,” ucap James sambil makan dengan lahap. Tiara yang melihat hanya diam saja dan tidak merespon apapun. Melihat James makan ayam membuatnya eneg sendiri. Dia tetap duduk disamping James dan mengelap mulut James yang sedikit berminyak dan kotor karena kuah sayur dengan lembut dan mesra.
Hal-hal sedetail itu yang membuat James merasa berat hati kalau harus berjauhan dengan Tiara. Bahkan sesekali Tiara masih memotongkan kuku James. Sedangkan James, kelebihannya adalah tidak pernah melarang keinginan Tiara dan selalu berusaha membuat istrinya bahagia, kecuali satu hal. Dulu. bukan perkara Bella loh yaa.. wkwk..
Kecuali dulu Tiara selalu enggan ke depan publik, baru James menegurnya untuk kebaikan Tiara sendiri.
Seminggu berlalu.. Belum diketahui lagi dalang dari pengeboman spektakuler. Tiga hari lalu Tiara meminta James mengeluarkan uangnya senilai 10 Miliar Rupiah untuk memberi santunan kepada fans.
Awalnya James sempat menolak, tapi Tiara meyakinkan untuk apa simpan uang banyak-banyak kalau ujungnya gak dibawa mati. Ya juga kalau panjang umur, kalau matinya esok? James mengiyakan pikiran Tiara didukung Tiara bilang akan menemani James dalam situasi apapun.
Kini mereka akan ke klinik Kenny untuk meminta solusi hamil muda gini boleh atau tidak untuk berpergian jauh?
"Mmmmhhhh.." Kenny menghela nafas berat.
"Sebulan... 17 kota termasuk di amerika selatan,"
Kenny mengaitkan jarinya dengan siku bertumpu pada meja hingga tangannya berhadapan dengan wajahnya. Kedua jempolnya dia letakkan di tepi alis kiri kanan dekat hidung pertanda lagi memikir sesuatu yang berat.
"Kau berangkat minggu depan, usia anakmu 10 minggu. Tiara menyusul 2 minggu kemudian, jadi pas masa transisi trisemester pertama dan kedua, janin susah mulai kuat? Ini solusi dari aku.. gimana?" saran Kenny.
James dan Tiara saling pandang lalu mengangguk..
"Mmm.. Ken, sebenarnya sebelum James tour kami ada konsul ke ahli gizi untuk persiapan staminaku mengikuti konser James, jadi aku diberikan beberapa vitamin.. apa gak apa-apa ya untuk janinku?" tanyaa Tiara hati-hati sambil mengeluarkan vitamin yang dimaksud dari tasnya.
Kenny menggelengkan kepalanya...
"Untung aja masih skala aman. Lain kali perhatikan masa PMS-mu... Jadi begitu telat bisa langsung paham kondisi dan gak terjebak konsumsi sembarang kayak gini kan," kata Kenny.
"Makasih Ken. Kami pamit dulu ya,"
__ADS_1
***
Di Hotel tempat Hans menginap...
"Mana Erina?" tanya James..
"Di kamar sebelah," jawab Hans yang kini sudah membaik.
"Aku lihat dia dulu di sebelah ya," pamit Tiara.
"simmfuck, mau kemana elu?" tanya Tiara yang melihat Erina sudah berdandan rapi..
"Sadar mulut woyy. Lagi hamil juga," tegur Erina. Dia sudah diberitahu Tiara soal kehamilan baby fruity.. wkwk
"Sejauh apa hubungan elu sama Hans? Jangan kejauhan Rin sebelum terlalu dalam. Banyak banget konsekuensinya.. Bukan soal masa lalunya sih, tapi ya elu tau sendirilah budaya dan aturan hukum kita gimana. Aku gak saranin elu melanggar sih tapi kalau emang mau buat ikatan, di London aja yang nggak ngatur soal-soal sensitif kayak negara kita," panjang lebar Tiara.
Erina mulai menangis..
Banyak hal yang dipikirkannya.. Masa lalunya yang tiap saat terus menghantuinya, berpacaran secara lumayan ekstrim dengan mantannya dulu saat kuliah di Malang meski gak sampai tembus juga sih tapi tetap aja bagi dia itu kesalahan besar...
Apa karena dosanya di masa lalu yang membuatnya belum menemukan jodoh sepadan disaat teman-temannya sudah memiliki pasangan?
Tapi bukankah Erina sudah banyak belajar dari masa lalu dan makin hari dia makin memperbaiki diri unyuk menjadi pribadi yang layak untuk disebut sebagai istri atau bahkan ibu?
"Aku sadar restu orangtuaku yang utama Tir. Jadi aku sudah benar-benar memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan ini dengan Hans.. Aku akan bicara baik-baik sama dia, gak kayak kemarin yang hilang tanpa jejak," lirih Erina..
"Gak apa-apa rin.. Semua hanya soal waktu.. Lukamu akan sembuh kalau kau terus menikmati harimu merasakan kebahagiaan ditengah sulitnya hidup dan galaunya hati. Rin, dengarkan aku, kau tidak bersama Hans tapi hanya hatimu yang sakit.. Jangan pikirkan hatimu rin, tapi pikirkan banyak orang tidak bisa melihat matanya rusak, tidak bisa berjalan karena amputasi, tidak bisa merasa makanan nikmat.. Ganti rasa sakit hatimu dengan syukur atas kesehatanmu yang tiap detik kau terima,"
Tiara mengucapkan semua sambil memeluk Erina dan mengusap punggung sahabatnya. Langkah Erina terbilang tepat.. Dia masih menjunjung tinggi rasa hormat pada papa mamanya. Good job Rin...
"Aku tau kau masih terbayang masa lalumu. All okey rin.. simpan semua aibmu sebagaimana kau menyimpan hartamu.. Yang lalu tidak lagi datang dimasa depan selama kita menyadari dan tidak mengulang kesalahan yang sama," Tiara makin mengeratkan pelukannya pada Erina.
BERSAMBUNG.....
Like yaaa..
Makasih....
Semoga teman-teman semua bisa memetik hikmah yang author sampaikan..
__ADS_1
Kalau punya satu masalah, maka jangan fokus sama masalahnya tapi fokus dengan energi positif yang kita terima di detik itu juga... terutama soal kesehatan..
semoga semua selalu sehat....