
Canberra
Bandara terlihat sangat padat. Keramaian dan orang berlalu lalang kerap kali terlihat didepan mata. Bandara adalah tempat untuk menentukan dua sisi berlawanan, kedatangan atau kepergian. Namun tampaknya yang ada didepan mata James beserta band dan crew-nya adalah air mata kebahagiaan.
Ya. Ribuan fans yang sudah menunggu kedatangan mereka bercucuran air mata saat melihat idolanya keluar dari pintu bandara untuk menuju ke mobil. Kondisi seperti ini sebenarnya membuat James dilanda kebingungan. Dia ingin sekali untuk singgah dan menghapus air mata fansnya satu persatu lalu bilang tidak perlu berlebihan, dia hanya seorang manusia biasa yang tidak perlu ditangisi seperti itu.
Tapi apa daya, ia dan teman-temannya tidak pernah mampu untuk menolak pengawalan dari manajemen untuk keselamatan mereka semua sehingga mengharuskan James, Hans, Mark dan Matthew hanya melambaikan tangan dari jauh sambil memberikan kissbye dari tangan mereka.
Walaupun hanya diberikan lambaian dan senyuman dari jauh, tidak menutup kebahagiaan dari para fans. Namun, teriakan fans yang meneriaki nama keempat anggota band sesaat berubah menjadi nama Bella.
“What the Hello?” ucap Hans langsung membalikkan tubuhnya ke belakang dan mendapati Bella juga keluar dengan pintu yang sama dengan mereka.
Perasaan James mendadak tidak enak sehingga dia tidak menoleh ke belakang. Dari kata-kata fans dan perubahan raut Hans ia sudah tahu apa yang terjadi di belakang sana membuat James langsung cepat-cepat melangkahkan kakinya ke mobil.
“Kenapa dia bisa disini, Bas?” Tanya James pada Bas setelah mereka sudah duduk di mobil yang akan membawa mereka ke hotel.
“Are you kidding me?” protes Bas yang menandakan dia tidak tahu apa dengan kehadiran Bella disana.
“Pastikan dia tidak terlibat dalam acara kita. Moodku bisa berantakan, Bas. Syiiiddh!” umpatnya.
“Tanpa kau pinta, Boss.” Sahut Bas malas.
***
James galau ya kedatangan Bella di Aussie? Sama Erina juga.
Sekarang dia juga galau apakah akan pergi atau tidak kesana.
Dia galau sendiri karena takut akan perasaannya nanti kepada Hans yang menuntut lebih sedangkan Hans, everybody know siapa dia dan mantan-mantannya orang hebat. Wajar dong kalau Erina merasa tidak percaya diri.
“Kalau aku kepalang suka sama dia, lalu dia tidak suka sama aku gimana? Apa aku siap patah hati?” galaunya sambil bolak-balik di atas kasurnya. Sungguh rin-rin. Pingin author marahin elu rasanya. Gak siap patah hati tapi selalu kesemsem kalau Hans chat dia.
📱 “Hans…” panggil Erina.
📲 “Kenapa baby?”
__ADS_1
📱 “Aku gak jadi pergi yaa..” Erina memberanikan diri menolak meski tiket dan hotel sudah di reservasi.
📲 “Why?” Hans kaget.
📱 “Aku tiba-tiba merasa tak ingin,”
📲 “Seriously? Jangan bercanda baby.. ada apa? Kenapa jadi berubah pikiran?” tanya Hans yang heran dengan perubahan mendadak dari gadis yang belakangan mengisi notif-notif ponselnya itu.
📱 “I don’t know..” suara Erina makin melemah menandakan dia sedang tidak baik-baik saja.
Hans yang merasa bingung dengan perubahan sikap Erina memilih mematikan telpon daripada mood-nya drop juga kan. Cukup James yang mood-nya drop karena kehadiran Bella disana.
***
📩 “Apa kau tidak bisa menyusulku di Canberra?”
Mendapati pesan itu, Tiara langsung menghubungi suaminya.
📱 “James?” katanya singkat. Dia mendadak terkezoed terheran-heran kenapa James memintanya menyusulnya. Pasti ada sesuatu yang tidak beres.
Segala bentuk perhatian kecil, rasa sayang yang tulus, kebaikan dan pengertian Tiara selalu di terimanya selama dua bulan ini. Dan James sadar betul dengan Tiara disisinya maka dia akan bisa lebih mengontrol emosinya karena James bisa merasakan ‘kiriman’ kebaikan dari diri Tiara kepada dirinya. Transfer energi positif mbaknyaa 🤭.
“Kalau dia ada disini, paling tidak aku bisa lebih menguasai amarahku untuk tidak berlaku kasar karena mana mungkin aku tega bersikap kurang ajar kepada orang lain di depan istriku,” batin James.
Namun Tiara segera menolak dengan alasan dia ada tugas keluar kota di waktu tersebut. Gak mungkin kan soal gak ada uang tiket, wong black card James ada di tangannya. Apalagi alasan yang paling pas untuk bisa diterima selain itu.
📲 "Baiklah." sahut James langsung mematikan telpon sepihak.
"Maaf. Kita ketemu di hari ulang tahunmu yaa," batin Tiara.
.
Ternyata Bella benar-benar merecoki kehidupan James. Dia yang sibuk tapi author yang ngap wkwk.
Dia bahkan menyewa hotel yang sama dengan hotel James. Entah bagaimana pengamanan dari agensi James sampai Bella bisa mendapati rundown acara James selama di Australia. Baik di Canberra maupun di Sydney.
__ADS_1
Anyway, publik dan James belum tahu ya kalau Bella dan Darren udah bubar sungguhan. Kalau publik taunya Bella dan Darren udah bubar sejak sebelum bersama James padahal itu drama, namun James tau Bella masih bersama Darren sejak rekaman ‘lalat’.
Sayangnya, agensi James lebih hoki daripada agensi Bella. Salah seorang dari agensi James tidak sengaja berselisihan dengan seseorang dalam lift hotel dan kebetulan mereka menuju ke lantai yang sama.
Rundown acara band James terlihat jelas dari amplop plastik transparan sehingga orang dari agensi James bisa tahu ada yang menyabotase privasi mereka. Akhirnya dia melapor ke atasannya dan segera membentuk tim kecil yang melibatkan keempat anggota Band.
“Siapa yang merasa sedang memiliki musuh? Karena di hotel ini ada yang berusaha menyelundup dalam acara kita. Cepat katakan sebelum semuanya terlambat.” Ucap ketua tim tour kali ini dalam rapat dadakan mereka.
James langsung paham apa yang sedang terjadi. Demi kemaslahatan banyak orang dia memilih membuka rahasianya sendiri. Daripada di pendam tapi yang rugi crew dan acaranya sendiri. Lebih menyakitkan.
“Aku dan Bella sudah putus." kata James dengan suara pelan dan mendapat tatapan haus akan pertanyaan dari orang-orang yang terlibat dalam rapat.
"Bella disini dan tampaknya dia yang akan menganggu urusan kita selama disini. Aku dan dia berpisah dalam keadaan tidak baik sama sekali. Benar-benar tidak baik," jelas James agar atasan dan teman-teman crewnya bisa mencarikan solusi.
Setelah diskusi ringan diantara mereka, kurang lebih 15 menit lamanya maka mereka menetapkan untuk menambah pengawalan dan selama di Canberra akan tetap menggunakan rundown seperti semula.
Yang d Sydney nantinya akan dirubah sebisa mungkin. Sedangkan untuk urusan pihak yang membocorkan privasi kantor, maka akan dicari tahu nanti dan diberikan timbalan yang sepadan.
"Jadi dia rela untuk menguntit kamu sampai kesini? kenapa urusan pribadimu jadi merepotkan semua pihak sih?" keluh seorang crew.
"Iya nih. sudah waktu kita terbatas. Masa harus ngurusin persoalanmu lagi yang gak menguntungkan perusahaan sedikitpun," kesal crew yang lainnya.
"Sudah. Ngapain ribut. Fokus kerja dan jaga mata kalian dari segala sudut kalau melihat Bella akan bertindak yang merugikan kita," tegas ketua tim tour kali ini.
Sialnyaa ,
Semua pembahasan rapat dadakan itu didengar oleh Bella karena dia sudah bekerja sama dengan seorang crew dengan bayaran yang sesuai. Jadi intisari rapat tadi pun Bella sudah tau dan dia sudah menyiapkan balasan juga.
Selama rapat berlangsung, crew yang membelot menghubungi Bella agar Bella mendengar semua perkataan di rapat itu. Huh.
"Tidak semudah itu kalian mau lengserkan aku!!" ucapnya sambil tersenyum kecut !!!
"Mari kita bermain James..."
BERSAMBUNG....
__ADS_1