
Setelah menolak Ditto tanpa alasan yang jelas, hari-hari Tiara dipenuhi rasa bersalah. Tapi mau gimana lagi? bukankah permintaan suami adalah segalanya?
James meminta ia tidak membuka statusnya selama enam bulan. Ditto menjadi dingin setelah penolakan itu meski Tiara mencoba bersikap seolah tidak terjadi apa-apa tetapi Ditto tetap menghindar. Mungkin masih kecewa, anggaplah seperti itu.
Akhirnya Tiara pun ikut menghindar karena dia tidak ada pilihan lain. Untuk apa dia memohon dan memelas kalau yang diajak ngomong gak ada niat baik untuk mendengar dan bersilaturahim dengan baik, yekaannn ...
Lalu gimana dengan James?
Tiara tidak lupa, dia cukup sering mengirimkan pesan pada James apalagi selama James sudah dalam proses pengambilan suara. Dari mana Tiara tau semuanya? Tentu dari Clarissa, gak mungkin dari Bas apalagi Arnold.. wkwk
"Biarpun sibuk tetap jaga kesehatan James"
"Udah sampai mana rekamannya James?"
"Jangan lupa minum vitamin ya"
Sepenggal pesan-pesan Tiara kepada James.
Bagi sebagian orang mungkin Tiara bodoh tetap mau untuk terus menghubungi walaupun tau diacuhkan.. tapi perlu kembali di ingat, dia menjalankan semuanya karena James adalah suaminya yang ia berhak berikan kasih sayang dan perhatian.
Sudah jangan repot toh Tiara tidak keberatan menjalaninya.
Hingga seminggu berlalu, Clarissa kembali menelpon untuk mengingatkan Tiara untuk membeli tiket dan mengurus visa ke Italia.
"Astaga Mom, aku lupa," sahutnya melalui telpon.
"Kamu gimana sih? Mommy udah sering kabarin juga bisa-bisanya lupa. Pesan sekarang, nanti proses urus visanya lama disana," titah mertua baik hati tersebut.
"Siap Mommyku sayang," jawabnya....
Begitu panggilan telpon terputus, Tiara benar-benar memesan tiket. Dih GR dia, cuti aja belum diajukan...
"Bolehlah izin dua hari aja, mayan ke Itali gratis," batinnya.
Tapi seketika khayalannya pudar, gimana kalau dia ketemu James disana? apa yang harus dia lakukan, apa yang harus dia katakan? baju apa yang harus dia pakai?
"Udah deh, pergi aja dulu. Lah dia sibuk juga rekaman gak mungkin bisa datang," gumam Tiara mencoba berpikir positif.
.
.
Sedangkan di benua Amerika, lokasi dimana proses pengambilan suara James dilakukan, sedang ada cekcok dikarenakan pembagian suara diantara mereka berempat kurang cocok menurut direktur dan manajemen kantor cabang label yang mereka naungi.
__ADS_1
"Jadi gimana sir? Apa kita harus ulang dari awal. Ini udah hampir setengah jalan?" protes Hans.
"Tidak perlu, cukup ulang dua lagu lagi? Oh iya kenapa James suaranya mengalami penurunan kualitas?" tanya Direktur heran.
"Sorry sir, aku akan mencoba yang terbaik kedepannya," jawab James pelan.
Yaaaa. James belakangan sedang galau. Dia merasa tidak lagi menyukai pacar yang diidolakannya sejak lama itu. Menurutnya rasa yang kini ada di hatinya terhadap Bella adalah rasa sayang sebagai teman saja. Tidak lebih.
Karena alasan dilema itulah yang membuat fokusnya terbagi dan sangat berpengaruh terhadap kualitas suaranya. Asupannya kurang terjaga, workout juga kadang-kadang padahal udah diminta istri loh untuk perhatikan semuanya. huft.
Ditengah-tengah kegalauannya, dia melihat pesan dari Team-LA dan seketika wajahnya berseri.
"Gadis bodoh," gumamnya sambil tersenyum membayangkan bodohnya istrinya itu yang tetap perhatian sama dia.
.
.
Detik-detik keberangkatan Tiara ke Italia makin dekat. Kini ia sedang berada di depan kopernya karena sedang packing. Sebisa mungkin dia tidak membawa banyak barang karena akan percuma, disana hanya hadiri pernikahan sepupunya James aja.
Sisanya ?
Itu urusan nanti. Kemungkinan bukan seperti vacation ala-ala gitu.
Hingga H-1 penerbangan Tiara, ayahnya menelpon untuk membawa kabar penting.
📲 "Hallo pak,"
📲 "Sayang kamu jadi berangkat besok?"
📲 "Iya jadi,"
📲 "Bapak mau bilang, besok juga Refal mau kerumah bawa keluarganya untuk lamar kamu. Gimana nih?" jelas bapak Tiara kebingungan, mengingat James mendatanginya di hotel waktu itu sudah ngeri.
Tiara menarik napasnya, memejamkan matanya dan mengarahkan wajahnya ke plafon. Sungguh suratan apa lagi ini.
"Kebaikan apa yang sudah bapak dan ibu lakukan sebelumnya sampai aku dilamar dua orang sekaligus dalam waktu dekat," batinnya sambil masih mengangkat kepala.
📲 "Aku istrinya James pak, bapak cari alasan terbaik ya dan buat mereka mengerti. Usahakan jangan bilang aku sudah dipinang," pinta Tiara.
📲 "Berpisahlah dengan James, nak," mohon bapak Tiara.
📲 "Sekarang aku dalam proses menerima dia pak, kalau belum sampai aku merasa lelah, kenapa aku harus menyerah?"
__ADS_1
📲 "baiklah kalau itu mau kamu.. nanti bapak carikan alasan untuk keluarga Refal,"
Tiara gundah. Apakah dia harus bercerita semua ini dengan James. Ataukah Clarissa?
Tapi dia tidak mau menambah beban untuk Clarissa, tapi James juga rasanya gak mungkin mau dengarkan curhatan unfaedahnya.
Tiara melemparkan dirinya ke kasur yang tidak terlalu besar. Mencoba mencerna takdir hidupnya kini.... Masalah bukan untuk dipermasalahkan tetapi untuk diterima dan dijalani, kalau kita percaya pasti ada jalan keluar. Pasti.
......................
Roda pesawat sudah lepas dari runaway terminal Internasional bandara Soekarno-Hatta. Tiara tetap melanjutkan perjalanannya sesuai janjinya dengan Clarissa.
Sesampainya di Italia ternyata pesawat Tiara landing berdekatan dengan landingnya pesawat yang ditumpangi James.
Yup. Dia datang tapi Tiara tidak tahu. Bahkan James datang bersama Hans. Udah deket soalnya, mereka datang dari London. Tiga hari yang lalu proses rekaman kembali di pindahkan ke London. Ah, repot banget sih jadi artis internasional.
Clarissa buru-buru membawa Tiara meninggalkan bandara Leonardo da Vinci. James dan Hans akan dijemput sepupu James karena Clarissa mau membuat surprise pada kedua pasangan jadi-jadian itu.
Jadi baik istri ataupun suami tidak tau pasangannya berada di tempat yang sama.
Hingga keesokan harinya, Clarissa sengaja memberi tahu menantunya waktu acara satu jam lebih lambat dari undangan supaya saat dia datang James sudah berada di lokasi.
GUGUP NGETIKNYA DUH.....
Tiara datang menggunakan kebaya modern warna silver muda, rok batik dan jilbab senada. Kebaya press body dan puring hanya sebatas perut lalu ditutupi oleh rok. Meski kebayanya panjang sampai paha tetapi kancingnya hanya sampai pusat Tiara saja.
Kiri kanan bajunya pun terbelah dengan tinggi yang sama persis kancing didepan tersebut. Membawa clutch kecil berwarna hitam mengikuti warna high heels 7 cm yang dia gunakan.
Make up tipis tetapi terlihat menawan karena pada dasarnya Tiara anak yang cantik plus manis hanya dia kurang terbuka saja dengan orang baru.
Tom, Denada, Hans, James dan beberapa sepupu sedang mengobrol, dan sangat sangat kebetulan posisi James sekarang membelakangi pintu masuk sehingga tidak melihat kedatangan Tiara...
.
.
BERSAMBUNG ....
Cie James ketemu istrinya lagi..
Mau buat dramatis atau sweet yaa, author galauu...
kasih masukan yaah .. MAKASIH SEBELUMNYA..
__ADS_1