
Begitu sadar kalau dirinya sedang dikerjain sang istri, James berjalan dengan langkah cepat ke Tiara dan langsung memeluk serta mendorong secara sedikit kasar Tiara agar ia bisa melemparkan sang istri ke ranjang mereka.
Tiara yang telempar masih dengan susu kotak di tangannya belum bersiap untuk menghindar tetapi James sudah dengan sigap menguncinya.
"Jaamesss," kaku Tiara karena jantungnya udah lari meski bukan di arena.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun James langsung melumaaat bibir Tiara dan mengesapnya dengan agak kuat. Tiara berteriak ditengah ciumannya tapi James tidak memberi ampun..
Setelah merasa Tiara kesusahan bernafas, barulah ia melepas tautan bibir mereka.
"Haahh..haahh," Tiara menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
Belum lagi nafas si istri kembali normal, tanpa jarak James langsung menyusuri leher jenjang sang istri dengan menyingkap sedikit jilbab Tiara..
"Aahhh..Sa..yaangghhh," Tiara mulai nggak karuan, namun James masih terus memberikan hukuman.
Berhubung baju yang dipakai Tiara berkancing dibagian depan, maka tanpa Tiara sadari James dengan mudahnya mendapati susu yang dalam arti sesungguhnya sesuai keinginan dan hasratnya.
Dengan kasar ia menyingkirkan penutup depan braa Tiara tanpa membuka pengait di punggung istri tersayang. Segera ia menyusuri susuu murni tersebut sambil menggigit pelan sesekali bergantian kiri dan kanan.
"Emmhh.. I like it baby... dontt stoophh it," Tiara kesulitan mengeluarkan apa yang dia rasa namun dia tetap berusaha...
James tersenyum ditengah sedotannyaa dan berhenti sejenak lalu mengarahkan wajahnya ke wajah sang istri menempelkan keningnya ke kening Tiara.
"Masih mau mengerjaiku?" tanyanya yang ia sendiri sudah sangat bergairah.
Tiara menggeleng pelan karena merasa ampun. Dan dengan kurang ajarnya James tidak melanjutkan kegiatan hebohnya. Bukan karena tidak ingin tetapi dia mau Tiara merengek dulu.
"Come on James.. Nunggu apa lagi.. udah bazaah banget nih," Tiara gak sabaran sesuai dengan prediksi James.
"Oke baby. lets go," ucap James langsung membuka utuh tunik Tiara juga celana kain bersamaan celana dalamm sang istri sehingga terpampanglah segitiga tidak muda tidak tua tersebut yang bisa membawa James terbang ke langit ke.... tergantung pilot pesawatnya aja deh...
James hanya menggesek-gesekkan uleg-an miliknya ke segitigaa Tiara auto membuat Tiara tersulut gairah campur emosyi...
"Ja..meshhh," ucapnya dengan mata agar berair meminta segera di cucuk meski buka mineral gelas.
bleepp~~
__ADS_1
Karena sudah sangat basah akibat rangsangan James yang menyiksa tadi maka meski masih sangat mengigit tetapi James tidak kesulitan untuk menjalankan aksinya.
.
.
Keesokan siangnya, 7 jam sebelum acara berlangsung, James, Tiara dan keluarga besar James sedang makan di restoran hotel tempat mereka menginap.
Tidak tanggung-tanggung, ratusan polisi dan jajaran penjaga keamanan dan ketertiban dikerahkan untuk menjadi hotel dari jarak radius 100 meter dari segala mata angin. James rela mengeluarkan dana banyak untuk keamanan keluarganya dan Mark serta Matthew.
Namun acara makan siang mereka yang nyaman seketika terganggu dengan hadirnya keluarga Erina yang berlari ke arah Tiara.
"Mbak.. tolong mbak..." mohonnya dengan raut wajah cemas.
"Kamu kenapa, Ri?" tanya Tiara pada Ari adik dari Erina.
"Ada Hans teman James dirumah dann..." Ari tak mampu meneruskan kata-katanya.
"Tom, Bas tolong handle makan siang kita. Aku harus mengurus Hans," sela James dan langsung menarik tangan Tiara untuk menuju lift. Dia akan ke basement untuk menaiki mobil dan segera ke rumah Tiara. Takut Hans akan melakukan yang tyduck tyduck.
"HANS STOPP," Tiara dan James berteriak bersamaan melihat Hans menangis tersedu-sedu sambil memeluk Erina yang sedang melakukan prosesi siraman untuk acaranya besok.
Erina yang melihat Hans sedang dirangkul James karena masih sedih pun ikut menangis. Kini Erina memeluk ibunya..
"Aagghhhhhhh" Tiara menjerit dalam hati. Dia ikut pusing sekarang.
"Silahkan lanjut acara kalian," Tiara membungkukkan badannya sedikit dan membantu James membawa tubuh Hans menjauh dari lokasi acara.
.
Hari sudah semakin sore, Tiara sekarang sedang dalam penanganan MUA hitz sedang James beserta kedua teman band-nya sedang menyidang Hans yang berlaku tidak sesuai norma di acara Erina tadi.
Dia menjelaskan kalau dia sudah mencintai Erina dari awal bertemu di Italia namun dia menganggap Erina sama dengan cewek-cewek biasa yang sering diajaknya berkencan tanpa status yang jelas.
Karena Erina sudah dilamar orang lain dan tidak ada kemajuan dari hubungannya dengan Hans, Erina berpikir kenapa tidak melangkah untuk menyambut yang lebih pasti. Meski belum ada cinta antara dia dan calon suaminya, toh cinta bisa datang kapan saja.
"Apapun usaha kita kali ini, mau bagaimanapun kita berjuang, berapapun uang kau keluarkan, kau tetap tidak bisa menikah dengan dia, bro," tegas James.
__ADS_1
"Why?" Mark dan Matthew jawab bersamaan. "Padahal kau sama Tiara bisa?"
"Karena mereka berdua berbeda keyakinan dan disini tidak bisa menikah yang seperti itu," Mark menepuk jidat mendengar keterangan James.
"Kecuali kalau kau mau seperti berubah seperti aku, tapi jangan jadikan Erina sebagai alasan. Semua dari hatimu," saran James pada Hans.
Hans masih mematung mencerna kata-kata James. Tak lama ponsel James berdering, panggilan dari sang istri yang memintanya ke kamar untuk segera bersiap.
James kembali ke kamar dan meninggalkan mereka bertiga.
"Mark dan Matthew akan menghibur tamu undanganku. Aku harap kau juga akan ikut tampil," pesan James sebelum meninggalkan kamar. Hans hanya mengangguk lemah, entah apa arti dari responnya.
Ceklek
James membuka kamarnya dan masih ada Tiara dan 3 orang yang membantunya tadi untuk pakai gownnya dan mekap yang cantique.
James terkesima dengan Tiara saat ini sampai lupa menelan ludahh. Tiara yang sadar dipandang seperti itu juga gugup. Aduhai kalau lagi tidak ada ketiga orang itu Tiara auto ajak James gulinguling kasur yang ada.
"Sudah nggak usah takjub. aku sadar aku cantik kok," ledek Tiara.
"Ini baju kamu," tegur petugas dari butik baju yang mereka kenakan pada James yang masih kaget dengan kecantikan Tiara.
"Ahhiyaa sorry," jawabnya kaku lalu mengambil baju dan memakainya di kamar mandi. Mengingat semua petugas dikamar cewek semua.
***
Acara berjalan lancar tanpa kurang satupun. Memang harga sesuai kualitas. Seluruh jajaran penting dalam acara ini dipilih James dari orang terbaik sehingga acara yang disiapkan tidak lebih dari 2 minggu bisa berjaya dan mengesankan semua tamu undangan.
James dan Tiara berad di kamar hotel, setelah membantu Tiara membuka segala aksesoris dan membersihkan diri, James duduk dipinggir ranjang sambil berhadapan dengan Tiara.
Hmm sepertinya ada hal penting yang akan dibicarakan James.
"Honeyy.."
"Hmm," sahut Tiara sambil menyisir rambutnya yang sudah dikeringkan.
"Selama aku tour nanti ikut yukk... kamu harus dampingi aku, jangan pernah tinggalkan aku sedetikpun...." mohon James.
__ADS_1
GLEGGG.....
BERSAMBUNG.....